Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Perubahan Amber


__ADS_3

Sasana Tinju


BUG! BUG! BUG!


Terlihat Amber yang sedang fokus dengan pukulan yang diarahkan pada samsak tangan yang ada pada Robby. Tampak keringat bercucuran membasahi tubuhnya, Amber memukul dan menendang samsak yang ada di tangan Robby bertubi-tubi hingga Robby kelelahan dalam mengimbanginya.


“Break!. Break!.” Pinta Robby untuk menyudahi permainannya.


“Amber, aku istirahat dulu. Kamu lanjutin aja dengan yang lain!.” Robbypun turun dan mengambil handuk dan air minum di tasnya.


“Rob!. Habis ini satu ronde ya!.” Pinta Amber yang baru pemanasan.


“Ok!.” Jawab Robby dan Amberpun melanjutkan permainan samsaknya dengan partner lain.


Hingga Zahra tiba-tiba muncul dihadapan Robby dengan tampilan sportynya. Dan Robby yang melihat itupun semakin terpesona dengannya.


“Zahra?.” Robby yang terkesima dengan Zahra.


“Hei Rob!. Mau bertanding satu ronde denganku?.” Ajakan Zahra kepada Robby.


“Tidak dengannya!. Tapi denganku!.” Selak Amber yang menantang Zahra bertanding. Tatapan Amber saat itu sangatlah berbeda, ia melihat Zahra seperti melihat musuhnya. Amber seolah-olah ingin bertanding untuk memperebutkan sesuatu entah apa yang mereka perebutkan. Zahrapun tidak tahu, namun Zahra menerima tantangan Amber dengan sikap yang positif.


Robby yang melihat kedua wanita itupun hanya bisa terperangah dengan tingkah mereka. Dan lebih memilih diam dan menyaksikan apa yang akan terjadi. Dan Zahrapun masuk ke dalam ring tinju dan bersiap dengan pelindungnya.


Salah satu trainer yang ada di sana menjadi juri mereka dalam pertandingan dadakan ini. Dan ronde pertamapun di mulai.


BUG!!.


Langsung saja Amber memberikan Zahra pukulan namun Zahra berhasil menangkisnya. Dan Amber melanjutkan dengan pukulan selanjutnya dan lagi-lagi Zahra berhasil menangkisnya.


Dan Zahra akhirnya meraih lengan Amber dan mencoba membanting Amber ke sisi kiri namun Amber mengunci gerakan Zahra dengan kakinya. Dan Zahrapun melepas kuncian Amber dengan gerakan sikunya yang mengenai wajah Amber. Dan kunciannya terlepas hingga Amber terjatuh ke lantai.


Zahra lalu melanjutkannya dengan pukulan mautnya yang mengenai wajah dan dadanya Amber berkali-kali hingga Amber tak berdaya dan akhirnya menyerah. Robby yang melihat kejadian itu tak menyangka dibalik Zahra yang cantik dan anggun itu ternyata dirinya sangat gahar bila berkelahi.


Dan akhirnya Zahra menang KO dironde pertama, padahal saat itu Zahra masih dalam keadaan lelah sehabis bekerja. Bisa dibayangkan bagaimana Zahra dalam kondisi primanya?. Robby tidak dapat membayangkannya.


Zahrapun membantu Amber berdiri, dan Amberpun memeluk Zahra yang telah menang darinya. Amber kembali tersenyum dan tertawa seperti biasanya.


“Kalian membuatku kaget saja!. Kupikir kalian memang benar-benar bertengkar?.” Robby yang masih bingung dengan tingkah Zahra dan Amber.


“Aku dan Zahra sering melatih kemampuan kami di sini dan melakukan pertarungan yang sesungguhnya.” Jawab Amber dengan sedikit memegang dahi dan pipinya yang terlihat memerah akibat pukulan Zahra.


“Kamu tidak apa-apa Amber?.” Tanya Zahra yang khawatir dengan kondisi Amber.


“Tidak apa-apa, bukan kali ini saja kamu memukulku, Ra!.” Ungkap Amber yang memang benar adanya, karena seringkali mereka berdua dalam keadaan yang memar-memar akibat saling pukul.


“Ah, apa aku separah itu?.” Ucap Zahra yang malu akan ulahnya.

__ADS_1


“Kalian berdua memang luar biasa!. Apa kalian pernah bertanding melawan pria?.” Tanya Robby yang langsung mendapat tatapan tajam dari Amber dan juga Zahra.


“Apa kamu mau mencobanya?.” Tanya Amber dan Zahra berbarengan dan sukses membuat Robby menelan ludahnya. Ia baru sadar kalau dirinya telah membuat kesalahan.


Akhirnya pertandingan berikutnyapun dimulai, kali ini pemenang bertahan Zahra melawan Robby. Robby yang tidak terbiasa dengan sebuah pertandingan mulai terlihat berkeringat padahal pertandingan belum di mulai. Dan Robby yang sibuk melakukan pemanasan padahal saat itu pertandingan sudah dimulai. Robby hanya bergerak ke kanan dan ke kiri tanpa berani mendekat ke arah Zahra, entah dirinya takut atau tak tega menghajar Zahra. Padahal tak sedikitpun rasa takut dipikiran Zahra.


Hingga akhirnya….


“BUG!."


Suara pukulan terdengar.


Zahra yang tiba-tiba menghadiahkan bogeman pertamanya kepada Robby, Robbypun langsung tersungkur jatuh di sudut ring.


“Hajar!.” Teriak Amber yang melihat Zahra yang telah membuat jatuh Robby.


Dan Robbypun berusaha untuk berdiri dari posisinya yang terjatuh. Dan iya mulai mengambil ancang-ancang untuk melawan balik Zahra. Zahra kembali memukul dan berhasil ditangkis Robby yang kemudian memelintir tangannya lalu menguncinya dari belakang. Zahra akhirnya tak dapat bergerak dari posisinya karena terkunci.


Namun kakinya bermain dan ia mencoba untuk merobohkan Robby dengan membantingnya ke samping. Dan iapun berhasil, Robby tergeletak tak berdaya di bawah Zahra. Dan Robbypun memilih menyerah dan tidak melanjutkan pertandingannya.


“Bagaimana?. Mau coba satu ronde lagi?.” Tanya Zahra kepada Robby.


“Ampun Dj!. Makasih.” Robby yang memasang tangan memohonnya ke arah Zahra.


Robby akhirnya merasakan pukulan sebenarnya dari Zahra, yang sebelumnya ia sempat merasakan sakitnya terkena tendangan kecil Zahra saat di club malam awal tahun lalu. Tendangan kecil yang langsung mengenai biji terongnya, hingga Robby menahan sakitnya selama berjam-jam.


Setelah selesai olahraga Zahrapun membersihkan dirinya di ruang ganti, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan terdapat panggilan suara dari Lu Chen kekasihnya.


“Halo sayang.” Sapa Zahra.


“Bunga, apa kabarmu?. Kamu sedang apa sekarang?.” Tanya Lu Chen kembali.


“Aku baik, hanya agak lelah setelah seharian harus bergelut dengan design. Dan aku sekarang sedang di Sasana, sedikit melakukan latihan.” Jawab Zahra sambil memijit-mijit lengannya yang sedikit sakit.


“Oh ya?. Dengan siapa?.” Tanya Lu Chen.


“Aku bersama Amber dan juga hhmm.. Robby.” Jawab Zahra yang sedikit ragu menyebutkan Robby.


“Robby?. Kenapa kamu tidak memberitahuku?.” Tanya Lu Chen yang mulai sedikit posesif.


“Kalau kuberitahu tentu kamu tidak akan memperbolehkannya, karena aku hanya ingin menepati janjiku kepadanya.” Terang Zahra.


“Baiklah, setidaknya kau memberitahuku agar aku tidak curiga.” Ucap Lu Chen yang masih tidak mau mengalah.


“Sayang, sudah ku katakan bahwa hati ini…” Belum Zahra menyelesaikan kalimatnya, Lu Chen langsung mennginterupsinya.


“Iya, aku tahu kalau hatimu hanya milikku. Tapi tetap saja Robby itu menyukaimu. Sudah berapa kali aku katakan!. Jangan pernah memberi celah kepadanya!.” Pinta Lu Chen yang tak ingin Zahra memberikan kesempatan kepada Robby.

__ADS_1


“Ya!. Ya!. Aku tahu sayang.” Ucap Zahra yang tak ingin mendengar celotehan Lu Chen.


“Bunga, aku menelponmu ingin memberitahukan sesuatu.” Ucap Lu Chen yang mulai serius dengan perkataannya.


“Apa itu?.” Tanya Zahra yang mulai penasaran.


“Aku hanya ingin memberitahukanmu, apapun yang terjadi selalu percaya kepadaku!. Apapun berita tentangku, jangan pernah percaya langsung terkecuali dari mulutku sendiri.” Pinta Lu Chen kepada Zahra.


“Apa yang terjadi, Lu?.” Zahra mulai mencemaskan kekasihnya, pasalnya kekasihnya itu seperti memberikan sebuah pertanda.


“Tidak ada sayang, aku hanya ingin kita saling percaya saja. Apa kamu mengerti?.” Ungkap Lu Chen yang tak ingin kekasihnya khawatir.


“Baiklah, aku mengerti.” Jawab Zahra.


“Sayang, sampai di sini dulu ada beberapa urusan yang harus ku kerjakan mungkin beberapa hari ini aku tak dapat menghubungimu. Tunggulah kabar dariku!. See ya!. Muahh!.” Lu Chen menyudahi percakapannya dengan Zahra.


Dan tak lama Amberpun menyusul Zahra ke ruang gantinya.


“Siapa?. Lu Chen?.” Tanya Amber.


“Ya.” Jawab Zahra.


“Eh Ra, by the way bagaimana kamu bisa ada di sini?.” Tanya Amber pada Zahra.


“Dari Robby, kebetulan aku sedang bosan butuh refreshing dan aku menyusul kalian kemari.” Jawab Zahra yang tak menaruh curiga kepada Amber atas pertanyaannya.


“Oh,,, kalian janjian?.” Tanya Amber kembali.


“Ya, sebelumnya aku memang pernah berjanji akan mengambil foto bersama. Karena jadwal kami yang padat hingga baru sekarang aku dapat memenuhi janji itu, tapi ternyata dia sedang bersamamu. Dan akhirnya Robby mengajakku kemari untuk bergabung bersama kalian!.” Ungkap Zahra yang menjelaskan apa adanya.


“Apa Lu Chen tidak marah dengan ini?.” Tanya kembali Amber yang mulai membuat curiga Zahra.


“Kamu tahu dia seperti apa?. Tentu saja dia sedikit merasa kesal. Tapi aku sudah menjelaskannya.” Jawab Zahra yang juga apa adanya.


“Ra, aku harap setelah ini kamu tak usah memberikan harapan kosong lagi kepada Robby. Kamu tahu dia masih mengharapkanmu?.” Ungkap Amber yang langsung membuat Zahra terperangah.


“Amber, aku tak pernah memberikan harapan apapun kepadanya. Kamu tahu itu!.” Ucap Zahra yang masih terperangah dengan perkataan Amber, pasalnya sikap Amber sedikit berubah terhadapnya.


“Aku tahu bagimu hal seperti ini bukanlah apa-apa!. Tapi baginya, dengan dirimu yang datang atas permintaannya, itu sudah merupakan harapan baginya. Jadi ku mohon sudahi ini, Ra!.” Tatapan memohon Amber kepada Zahra, membuat Zahra mulai menelisik apa yang terjadi dengan sahabatnya?. Apa iya telah jatuh cinta kepada Robby?. Dan apa ini hanya berupa perhatian dari seorang sahabat?. Zahra mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


 


Author


Apa yang terjadi dengan Amber?


 

__ADS_1


__ADS_2