
Robby yang masih dalam perasaan bahagia karena dapat menghabiskan hari dengan Zahra, akhirnya sampai di apartemen mewahnya, iapun membuka pintu apartemennya dan menghidupkan lampu dalam apartemen. Namun tak disangka dirinya disambut oleh kedatangan Nyonya Summer yang sudah dalam keadaan melipat tangannya dan duduk di sofa ruang tamunya, hingga membuat Robby kaget dan hampir terjungkal ke belakang.
“Astagaaa!! Mommy! Apa yang Mommy lakukan di sini?.” (bahasa mandarin) Tanya Robby masih dalam kondisi terkejut.
“Dari mana aja kamu?.” (bahasa mandarin) Tanya Nyonya Summer dengan nada menggentak kepada Robby.
“Pulang kerja lah My!. Emang ke mana lagi?.” (bahasa mandarin) Jawab Robby dengan malas.
“Gak usah bohong! Mommy tahu kamu balik kantor lebih cepat hari ini!.” (bahasa mandarin) Sembari menatap Robby dengan nyalang.
“Kenapa sih hari ini Mommy kelihatan marah? Yang harusnya marah itu Robby My! Itu foto yang ada di layar depan gedung itu ulah Mommy kan? Mommy bisa dapat foto itu dari Miss Nuca?.” (bahasa mandarin) Balas Robby yang berbalik marah kepada Nyonya Summer.
“Oh it..itu…Pokoknya Mommy gak mau minta maaf soal itu. Dan lagi memang benar kamu adalah General Manager JF Group sudah selayaknya ada di majalah itu.” (bahasa mandarin) Nyonya Summer yang tidak mau mengalah dan tetap memasang wajah angkuhnya.
Robby yang melihat tingkah Mommynya itu seketika menjadi kesal dan melempar tas miliknya ke arah dinding dan membuat Nyonya Summer terkejut dengan tingkah anaknya itu.
“Mommy pikir itu perusahaan aku My? Bukan! Itu milik Lu! Dia yang lebih berhak daripada aku! Dan lagi aku gak minat jadi pewaris!.” (bahasa mandarin) Sembari mendengus kesal ke arah Nyonya Summer.
“Jason Lu juga tidak mau jadi pewaris! Lantas siapa lagi yang bisa selain kamu Rob?. Kamu mau tunggu Mommy pingsan nih?.” (bahasa mandarin) Sambil berpura-pura terlihat kesakitan dan memegangi kepalanya yang tidak sakit itu.
Nyonya Summer selalu sukses mengancam anak semata wayangnya itu untuk menuruti perkataannya dengan berpura-pura sakit di depannya. Dan benar saja dugaannya kali ini, Robby langsung menghampiri dirinya yang sedang berpura-pura sakit. Biar bagaimanapun Robby sangat menyayangi Mommynya. Ia tak ingin terjadi apa-apa kepada keluarga satu-satunya itu. Walaupun dirinya merupakan bagian dari keluarga Lu, namun ia merasa tidak ada satupun yang dapat diajak bicara dan dekat dengannya. Karena status dari Nyonya Summer yang memang anak di luar nikah dari kakeknya, hingga kedudukannya di keluarga Lu seperti tidak diakui.
“My! My! Jangan bikin Robby takut dong! Baiklah Robby akan turuti permintaan Mommy! Tapi sekali ini aja! Besok-besok, Robby gak akan mau untuk jadi model Miss Nuca lagi. Mommy janji?.” (bahasa mandarin) Permintaan Robby yang akhirnya diberi tanda anggukan setuju dari Nyonya Summer.
***
Di mansion Jessica terlihat Amber & Jessica yang duduk sambil bersedekap di hadapan Zahra seolah-olah sedang menyidang Zahra.
“Kalian kenapa sih?.” Tanya Zahra dengan wajah sedikit bingungnya.
__ADS_1
“Kayaknya harus ada yang kamu jelasin ke kita-kita nih Ra?.” Tanya Jessica dengan mata nyalangnya yang mengintimidasi.
“Ehem! Soal Robby?.” Tanya Zahra yang yakin kalau sahabatnya itu pasti mempertanyakan dirinya yang tiba-tiba diantar pulang oleh Robby.
Memang sesuatu yang aneh, Zahra & Robby yang dikenal tidak pernah saling bertegur sapa apalagi dekat. Tiba-tiba saja bisa pulang bareng dan terlihat sangat dekat, membuat Jessica dan Amber menjadi sangat penasaran. Apalagi mereka tahu kalau Robby sangat menyukai sahabatnya ini, dan merekapun tahu kalau sahabatnya sudah memiliki kekasih.
“HHmm.. itu hanya kebetulan guys! Aku berniat pulang dengan menggunakan bis. Tapi diperjalanan aku berpapasan dengan Robby, dan kita berakhir makan bareng dan seperti yang kalian lihat dia akhirnya mengantarkanku pulang. Itu saja!.” Jawab Zahra dengan singkat, padat dan jelas.
“Apa kamu sudah berbaikan dengan Robby?. Aku lihat hari ini kalian tidak seperti biasanya. Kamu dan dia seperti pasangan serasi. Dan tiba-tiba aku melihat kamu tersenyum dengannya. Benar-benar sesuatu yang luar biasa! Wahh!!.” Amber yang masih tidak percaya seorang Zahra bisa manis dengan Robby.
“Baiklah kalau memang seperti itu, tapi apa dia tahu kamu sudah memiliki hubungan dengan Lu Chen?.” Tanya Jessica.
“Tentu saja! Dia tahu dari Amber.” Jawab Zahra melirik ke arah Amber dan diberi tanda anggukan oleh Amber saat itu juga.
“Lalu apa dia tahu masalah kalian saat ini?." Tanya Jessica kembali.
“Oh, kamu tenang saja, aku justru senang kalau kalian memiliki hubungan kok. Sangat senang malah!." Canda Jessica kepada Zahra.
“Kamu gila! Pacar satu aja aku udah pusing! Apalagi dua??." Zahra menggelengkan kepala menanggapi pernyataan Jessica yang asal.
Jujur sebenarnya di hati Jessica, ia lebih setuju Zahra berdampingan dengan Robby. Karena Robby menurutnya adalah orang biasa yang sebanding dengan sahabatnya itu. Berbanding terbalik dengan Lu Chen yang mungkin akan memberatkan Zahra apabila mereka berhubungan. Contohnya seperti saat ini, baru juga dua bulan berhubungan sudah banyak kerikil tajam yang harus mereka lewati.
Padahal yang sebenarnya Robby bukanlah lelaki biasa seperti dugaan Jessica, Robby merupakan salah satu penerus dari perusahaan JF yang sangat terkenal di Cina bahkan di beberapa negara besar.
Author
Ingat! Cowok sempurna jarang datang dari keluarga biasa guys!
__ADS_1
Beijing Capital International Airport
Bulanpun berganti akhirnya Lu Chen dapat kembali ke Beijing setelah menetap lama di Hong Kong untuk promosi singlenya. Dengan langkah bak model internasional Lu Chen berjalan menyusuri bandara dengan sejuta pesonanya dan seperti biasa kedatangannya itu disambut dengan ratusan pemburu berita dan fans yang membanjiri bandara saat itu.
Tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat ada beberapa fans yang membawa poster dirinya tampak meneriaki namanya dan menangis histeris melihat kedatangannya. Lu Chenpun yang melihat itu berusaha tersenyum ramah dan melambaikan tangannya ke semua wartawan maupun fans yang mendatanginya ke bandara.
Hingga Lu Chen akhirnya dibawa masuk oleh beberapa bodyguard berbadan kekar menuju vannya.
“Xiao Feng! ingat janjimu padaku?.” Lu Chen memanggil Xiao Feng sambil menengadahkan tangannya ke arah manajernya itu.
Dan Xiao Fengpun memberikan ponsel yang selama beberapa minggu ini dia sita saat di Hong Kong.
Lu Chenpun mulai memeriksa satu persatu notifikasi pesan yang ada di ponselnya. Dan benar saja terlihat beberapa notifikasi pesan yang berasal dari Zahra maupun Jiazhen sahabatnya. Beberapa adalah pesan yang mengarahkan dirinya agar memeriksa berita yang sedang trending saat ini.
Iapun beralih ke pencarian internet yaitu Gu-GLE… Dan benar saja ia melihat dirinya yang sedang menjadi trending topic selama beberapa minggu ini. Lu Chen yang terlihat geram dengan pemberitaan tentang dirinya yang sama sekali tidak benar itu langsung meneriaki Xiao Feng manajernya.
“Xiao Feng!!.” Teriak Lu Chen yang sudah tidak dapat lagi membendung kemarahannya.
Ia akhirnya tahu jika selama ini Xiao Feng telah bekerjasama dengan pamannya untuk menutupi pemberitaan antara dirinya dengan Jia Li. Xiao Fengpun harus menerima amukan Lu Chen kepadanya sebagai bentuk hukuman yang telah bekerjasama untuk menutupi hal tersebut.
Author
Ciayo Xiao Feng! Yang Sabar Ya!!
__ADS_1