Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kehebohan di JF Group


__ADS_3

JF Group Cabang Jakarta 


Kantor JF Group yang biasanya sepi karena para karyawan fokus dalam bekerja. Tiba-tiba saja menjadi ricuh, pasalnya mereka akan kedatangan General Manager baru mereka yang berasal dari Cina. Siapa lagi kalau bukan Robby Lu, seluruh karyawan terutama karyawan wanita memenuhi lobby perusahaan Pagi itu. Karena dari gosip yang beredar General Manager baru mereka sangatlah tampan seperti aktor-aktor Korea.


Tak berapa lama datanglah mobil mewah yang tepat berhenti di depan lobby, lalu terlihatlah Robby dengan stelan jasnya dan wajah yang tampan mirip seperti aktor Korea So Kang Joon itu masuk ke dalam perusahaan yang disambut beberapa pegawai suruhan Jackson Lu. Sepanjang perjalanan menuju ruangannya tak henti-hentinya mata para karyawan wanita memandanginya dengan penuh kekaguman.


“Wah! Kalau lihat yang beginian terus setiap hari bisa betah lama-lama di kantor aku!.” Ungkap seorang karyawan wanita yang dilewati oleh Robby Lu.


 


Author


Siapa yang gak betah liat koko Robby lama-lama? Ahay!


 


***


Di sebuah ruangan terlihat Jackson Lu yang sedang duduk sambil bersedekap menunggu kedatangan General Manager barunya yang tak lain adalah keponakannya sendiri.


Datanglah Mr. Lucas yang menyampaikan bahwa Robby sudah sampai di perusahaan dan siap menghadap Tuan besarnya. Dan Jackson Lupun meminta Mr. Lucas untuk segera membawa Robby ke hadapannya.


Robbypun masuk dan menemui Jackson Lu Pamannya tersebut.


“Akhirnya kau datang juga Robby? Apa kabarmu?.” Sapa Jackson Lu kepada Robby.


“Aku baik Paman, Paman sendiri?.” Tanya Robby kembali sambil menunduk hormat ke arah Jackson Lu.


“Tak usah berbasa-basi, apa tujuanmu memilih bekerja di sini?. Padahal kau sendiri yang mengatakan tak ingin menjadi seorang pewaris?. Lantas kenapa kau memilih bekerja berdampingan denganku?.” Tanya Jackson Lu yang mulai terlihat angkuh.


“Maksud Paman?.” Tanya Robby yang mulai tidak mengerti dengan pertanyaan Jackson Lu kepadanya.


“Kau tahu posisi itu harusnya diambil oleh putraku. Tapi sayang dia masih memilih bermain-main di panggungnya.” Ungkap Jackson yang langsung mengena ke Robby.


Robbypun yang mendengar ungkapan dari Pamannya langsung menampik hal tersebut. Bahwa kedatangannya bukanlah karena ingin merebut posisi Lu Chen dari hak waris, akan tetapi murni karena ia ingin ditugaskan di Indonesia. Namun detail maksud dan tujuannya tak dapat ia ungkapkan, kalau yang sebenarnya dirinya ke Jakarta adalah karena Zahra semata.


Kala itu Jackson Lu memang sangat memerlukan pendamping dalam mengolah bisnisnya. Namun Lu Chen anak semata wayangnya justru tak ingin mengambil posisinya dan lebih memilih menjadi seorang artis. Padahal sepeninggal kakeknya Zao Lu setahun yang lalu, Lu Chen diamanatkan untuk memegang salah satu cabang JF group yaitu yang ada di Indonesia. Karena kakeknya tahu kondisi kesehatan dari anaknya yaitu Jackson Lu yang semakin hari semakin menurun itu.


Tapi sampai saat ini Lu Chen belum pernah sekalipun memasuki perusahaan, bahkan sejak dirinya pindah ke Cina sepuluh tahun yang lalu Lu Chen belum pernah sama sekali kembali ke Jakarta. Dan dengan posisi kosong yang diisi oleh Robby saat ini, seolah-olah Robby menginginkan posisi Lu Chen sebagai penerus JF Group menggantikannya.


Tapi Robby Lu tak peduli dengan itu semua, saat ini yang ada dipikirannya adalah menemui Zahra. Itu saja!. Yah, mau bagaimana lagi kalau sudah cinta apapun dilakukan.


***


Kantor Zahra Fashion

__ADS_1


“Bu! Bu Zahra!.” Ana asisten Zahra yang mencoba memanggil Zahra yang sedang melamun.


“Eh Ana, ada apa?.” Zahra yang akhirnya sadar dari lamunannya.


“Maaf Bu, diluar ada tamu Ibu.” Ana menjelaskan bahwa ada seorang wanita yang ingin bertemu Zahra.


“Oh siapa?.” Tanya Zahra yang penasaran siapa tamunya yang berkunjung itu.


“Katanya namanya Anita Bu.” Jawab Ana.


Kemudian Zahrapun beranjak dari kursinya dan menuju tempat tamunya itu menunggu.


Zahrapun melihat Anita teman lamanya di SMP sedang terkagum-kagum dengan baju-baju yang dipajang di butiknya Zahra.


“Anita?.” Panggil Zahra kepada temannya itu.


“Zahra?. Wah coba kamu lihat ini cantik banget!. Pasti aku cantik banget kalau pake ini pas tunangan aku nanti!.” Anita berbicara sambil mencocok-cocokkan baju-baju yang dia lihat ke arah cermin besar yang ada di butik Zahra.


“Kalau kamu mau aku bisa memberimu diskon untuk baju itu. Karena itu merupakan koleksi lama kami.” Ucap Zahra yang langsung membuat Anita sumringah dengan kata diskon darinya.


“Benarkah?. Kalau begitu bisa terima credit card?.” Anita yang langsung mengeluarkan kartu kreditnya tanpa berpikir dua kali untuk membelinya.


Dan Zahrapun menghadiahkan sebuah scarf cantik untuk mempermanis gaun tersebut saat dipakai.


“Oh ya Zahra! Aku tuh kemari mau kasih kamu undangan reunian kita! Nih! Untuk kamu gratis gak usah bayar, biar aku yang bayar!.” Anita memberikan sebuah undangan reunian SMPnya kepada Zahra, dengan harapan Zahra dapat hadir ke acara tersebut.


Dan akhirnya Zahra menyanggupi permintaan dari Anita karena rasa tidak enaknya karena Anita terlihat sangat berharap padanya.


Di sela-sela dirinya yang sibuk membereskan pakaian yang telah di pakai oleh Anita. Suara ponselnyapun berbunyi, saat ini Zahra telah mengganti nomor ponselnya atas perintah Jiang Xi untuk menghindari Lu Chen sementara dan fokus pada pekerjaannya.


Dan terdapat notifikasi di nomor barunya tersebut, dia melihat ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Dan ternyata itu adalah nomor dari Robby Lu yang malam kemarin ia sempat bertukar nomor dengannya.


-Pesan-


Pengirim : Robby


“Apa kamu sibuk hari ini?.” 


Zahrapun langsung membalas pesan Robby begitu melihatnya.


-Pesan-


Pengirim : Zahra


“Sedikit, ada apa Rob?.”

__ADS_1


Tak berapa lama Robbypun mengirim pesan lainnya sebagai balasan.


-Pesan-


Pengirim : Robby


“Bagaimana kalau sore ini temani aku mengambil beberapa gambar?. Ku lihat cuacanya sedang bagus. Ku mohon!.” 


Zahrapun langsung tersenyum simpul, karena hari inipun sebenarnya dia merasa sedikit bosan. Dan akhirnya menerima tawaran Robby untuk menemaninya mengambil gambar.


-Pesan-


Pengirim : Zahra


“Baiklah!.”


Dan tak lamapun Robby membalas kembali pesan dari Zahra.


-Pesan-


Pengirim : Robby


Dua jam lagi aku akan menjemputmu di kantor. Tunggu aku!.” 


***


Dan akhirnya dua jam kemudian Robby sudah berada di depan Kantornya Zahra dengan mobil mewahnya dan masih dengan stelan jas yang menambah ketampanan dirinya. Zahra merasa seperti dijemput pangeran berkuda putih, anggaplah seperti itu karena Lu Chen di hatinya lebih dari sekedar pangeran berkuda putih.


 


Author


Kayaknya susah koko Robby nembus dinding hati Zahra


 


Sore itu Robby mengajak Zahra ke hutan kota tak jauh dari kantor Zahra. Dan memang benar pemandangan sore itu sangat indah ditambah dengan suasana di hutan kota yang sangat terlihat indah membuat gambar yang diambil Robby menjadi sangat cantik.


Dan seperti biasa Robby mengabadikan beberapa foto candid Zahra. Zahra terlihat sangat cantik walau dengan baju dan dandanan sederhananya yang sedang terlihat memegang tangkai pohon.


Hari itu Zahra lagi-lagi merasa terhibur dengan kehadiran Robby yang dapat menghilangkan sedikit penatnya. Walaupun belum mampu untuk menghilangkan bayang-bayang Lu Chen di pikirannya. Namun setidaknya Robby sudah berusaha untuk membuat wanita pujaan hatinya itu tersenyum lepas.



Foto Zahra yang diambil diam-diam oleh Robby. 😁

__ADS_1


__ADS_2