Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Bom Waktu


__ADS_3

Di kamar Jia Li, Jia Li terlihat sedang menggeledah kamarnya. Ia mencoba mencari-cari beberapa foto bukti yang telah dikirim pelaku kepadanya, tapi sayangnya bukti-bukti tersebut mendadak sirna tanpa jejak. Ia pun menjadi frustasi karena ini dan mencoba menghubungi R, pria yang ditemuinya di taman beberapa waktu lalu. Namun hasilnya nihil pria itu tak menerima panggilannya.


“Tok!. Tok!. Tok!.”


Suara ketukkan pintu menganggu Jia Li yang tengah kesal itu.


“Siapa?.” (bahasa mandarin) Teriak Jia Li.


“Nona, Tuan memanggil anda ke ruangannya!.” (bahasa mandarin) Ucap pelayan wanita yang berada di depan pintu.


“Tunggu sebentar!.” (bahasa mandarin) Jia Li langsung merapihkan kembali file-file yang ia susun di tempat tersembunyi di balik dinding kamarnya.


“Ada apa Daddy memanggilku?. Apa ada hal mendesak?.” (bahasa mandarin) Gumam Jia Li yang menerka-nerka tujuan Mr. Feng memanggilnya.


Jia Li pun akhirnya bergegas meninggalkan kamarnya dan langsung menuju ke ruangan Mr. Feng berada.


***


“Tuan, tampaknya kasus ini sangatlah serius terlihat dari pelaku yang dengan mudah menyingkirkan bukti-bukti yang ada.” (bahasa mandarin) Ucap Shawn sembari memperlihatkan foto-foto mayat penculik Zahra ke tangan Mr. Feng.


“Apa kau sudah pastikan bahwa pelaku adalah orang sini?. Maksudku dia berada di negara ini?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng kepada Shawn.


“Sepertinya begitu, Tuan. Terlihat dari pelaku yang hanya menggunakan jasa dari orang-orang di sekitar Beijing saja. Namun saya belum menemukan satupun orang dari mereka, bahkan sipir yang semalam telah kita tangkap mengaku bukanlah orang dari pembunuh tersebut. Ia tidak tahu mengapa para pencuri itu bisa keracunan.” (bahasa mandarin) Ungkap Shawn yang melaporkan hasil penyelidikkan nya.


“Pastikan lelaki itu mengakuinya!. Kalau tidak bawa saja ia ke penangkaran buaya dan jadikan dirinya umpan buaya di sana!.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang tak pernah pandang bulu dalam menyiksa tahanannya. Apapun akan dia lakukan demi mencapai tujuannya.


“Polisi tidak boleh tahu kalau ternyata kita telah menyembunyikan sipir itu. Karena aku tak ingin polisi ikut campur dalam setiap urusanku!. Untuk sementara ini jangan sampai hal ini diketahui siapapun termasuk Lu Chen dan keluarganya!.” (bahasa mandarin) Pinta Mr. Feng dengan tegas agar Shawn segera menuruti perintahnya.


Dan tak lama Jia Li terlihat memasuki ruangan Mr. Feng, dan Shawn pun memilih undur diri dari hadapan Mr. Feng.

__ADS_1


“Daddy!.” Panggil Jia Li.


Jia Li pun mendekati Mr. Feng yang masih tak menjawab panggilannya itu, ia menjadi curiga dan mulai berhati-hati dengan ucapannya. Sepertinya Daddy nya itu memanggilnya karena sesuatu yang serius. Dan yang pasti berurusan dengannya dan juga Lu Chen.


“Kau tahu kenapa Daddy memanggilmu kemari?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng kepada putrinya itu.


“Daddy, masalah apa ini?. Aku sama sekali tidak mengerti?.” (bahasa mandarin) Tanya Jia Li yang merasa takut dengan aura Mr. Feng yang mulai terasa suram disekitarnya. Ia tahu bagaimana Daddy nya itu bila sedang marah.


“Apa ini Jia?.' (bahasa mandarin)


"SraKK!!." Suara kertas dibanting.


Mr. Feng yang melempar foto-foto yang disembunyikan Jia Li di kamarnya.


Jia Li pun terkejut dengan foto yang telah ia sembunyikan dengan baik itu bisa berada di tangan Daddy nya.


Jia Li tahu lambat laun hal ini pasti terjadi, namun ia tak menyangka kalau kejadiannya bisa secepat ini. Ia belum sempat mengumpulkan bukti ketidakbersalahan nya, Daddy nya justru menggunakan bukti tersebut untuk menuduhnya.


“Jia, kali ini kau tak bisa mengelak lagi!. Daddy akan membuatmu terkurung di Mansion ini kembali tanpa ada boleh yang membantumu!.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang tak ingin bernegosiasi dengan anaknya. Mr. Feng langsung meminta Shawn untuk membawa putrinya Jia Li untuk ke kamarnya.


“Daddy!. Dengarkan penjelasan ku dulu Daddy!. Aku mohon!. Kau pasti tahu kalau aku hanya dijebak!. Kau tak mungkin percaya begitu saja Daddy!.” (bahasa mandarin) Teriak Jia Li yang masih berusaha untuk menjelaskannya namun tak ditanggapi oleh Daddy bahkan Mr. Feng tak menengok ke arahnya sedikitpun.


“Daddyyyy!!.’ Teriakkan Jia Li yang masih terdengar walau sudah berjarak 100 meter dari ruangan Mr. Feng.


***


Flashback 1 hari lalu


Seorang pelayan wanita tak sengaja menjatuhkan lukisan yang ada di dinding kamar Jia Li saat tengah bersih-bersih. Pelayan itu tak sengaja menemukan sebuah kotak yang tersembunyi di balik dinding tersebut. Dan tak lama ia pun menemui Shawn untuk melaporkan hal tersebut.

__ADS_1


Dan Shawn pun melaporkan hal itu kepada Mr. Feng, dan Mr. Feng meminta Shawn untuk mencari kunci kotak yang ada di dinding kamar Jia Li. Dan kotak itupun akhirnya terbuka dan ditemukan lah sejumlah foto Lu Chen dan Zahra dan juga Zahra yang tengah terikat dan tak sadarkan diri. Foto tersebut membuat Mr. Feng terkejut bukan main. Bagaimana bisa putrinya Jia li melakukan hal yang di luar nalar seperti ini?.


Karena selama ini Mr. Feng membesarkan anaknya jauh dari kehidupan mafia yang dijalaninya. Ia berusaha untuk membuat anaknya tak mengetahui kehidupannya sebagai seorang mafia. Ia tak pernah memperlihatkan putrinya itu kekejaman dari dunianya selama ini. Ia memperlakukan putrinya seperti anak pada umumnya. Dan perlakuan Mr. Feng selama ini juga tak pernah seperti seorang mafia terhadap anaknya, ia selalu memperlihatkan Ayah yang selalu hangat kepada putri semata wayangnya.


Namun bagaimana bisa seorang Jia Li yang ia kenal berhati lembut itu bisa berubah menjadi seperti ini hanya karena obsesinya. Mr. Feng akhirnya membawa bukti-bukti tersebut ke ruangannya dan menunggu Jia Li untuk mempertanggung jawabkan nya.


Mr. Feng bukan tidak mempercayai putrinya itu, ia masih menyelidiki seluruh kasus yang menimpa Lu Chen dan orang di sekitarnya. Apakah memang benar bahwa itu adalah ulah Jia Li?. Berdasarkan bukti memang semua mengarah kepadanya. Namun di sisi lain rasanya janggal bila semua terasa seperti sebuah skenario yang memang tertulis untuk menjebak Jia Li.


***


Di sebuah kamar yang terdapat sedikit penerangan, terlihat pelayan wanita yang menemukan bukti di kamar Jia Li. Pelayan wanita itu tampak tertunduk berdiri menatap seorang wanita di hadapannya.


“Bagaimana?. Apa dia percaya?.” (bahasa mandarin) Tanya wanita di hadapannya yang tak terlihat wajahnya dengan jelas karena tertutup bayangan.


“Ia Nyonya, Tuan percaya.” (bahasa mandarin) Jawab pelayan wanita itu yang memanggil wanita di hadapannya dengan sebutan Nyonya.


“Heh!. Baguslah!. Kau harus segera pergi dari tempat ini!. Jangan menunggu besok!. Kau harus keluar dari tempat ini tanpa ada yang tahu!.” (bahasa mandarin) Pinta wanita itu yang terdengar seperti ancaman.


“Ba..baiklah!. Nyonya!.” (bahasa mandarin) Pelayan wanita itu tergagap menjawab pertanyaan wanita yang ada di hadapannya.


“Jangan panggil aku dengan sebutan Nyonya mulai detik ini!. Dan jangan pernah kau bongkar rahasia ini!. Kalau tidak ku pastikan kau tidak akan hidup sampai fajar!.” (bahasa mandarin) Ancam wanita itu.


“Ba..Baik!. Saya janji!. Ta.. tapi saya mohon keluarkan saya dari rumah ini!. Dan saya masih ingin hidup!.” (bahasa mandarin) Pinta pelayan wanita itu yang mulai gemetaran.


“Jam 12 kau pergilah melalui pintu belakang mansion!. Aku sudah menugaskan seseorang untuk menjaga pintu tersebut.” (bahasa mandarin) Pinta wanita itu yang kemudian pergi dari kamar tersebut dan meninggalkan pelayan wanita itu dengan wajah yang ketakutan seolah-olah hidupnya sudah berada diujung tanduk.


Wanita itu berjalan perlahan menuju ke pintu luar kamar tersebut, perlahan-lahan bayangan yang menutupi wajahnya hilang seiring dengan cahaya lampu yang ada di lorong. Dan terlihat wajah seorang wanita yang sering di sebut-sebut dengan panggilan Mommy oleh Jia Li. Ya, dialah Nyonya Feng Ibu tiri Jia Li yang ternyata merupakan dalang dari semua kejadian.


Senyum terbit di wajah Nyonya feng saat tahu bahwa rencananya telah berhasil untuk membuat Jia Li tersingkir perlahan-lahan.

__ADS_1


__ADS_2