
Iblis hati yang tidak mungkin dapat menguasai kendali tubuh Lasmana Pandya itu menganggukan kepalanya. Meskipun ia merasa bosan, tapi ia hanyalah sosok yang tercipta dari kebencian dan amarah.
"Duduklah, dan segera bersikap berkultivasi. Untuk pertarungan di dunia nyata saat ini kau aman, karena keberadaannya Pertiwi," ucap Iblis hati yang melihat wajah khawatir Lasmana Pandya.
Mendengar ucapan Iblis hati, akhirnya Lasmana Pandya bisa sedikit lebih
tenang. Setelah sesaat itu, Iblis hati yang ingin memberikan pengetahuan tentang alam Yin dan Yang segera membuat segel tangan yang cukup rumit.
Swuuuuung!
"Pengetahuan ini adalah dasar dari kekuatan puncak itu sendiri, mungkin kamu saat ini berada ditingkat Sainst Glory satu, tapi akibat tubuh keabadianmu membuatmu mampu menyamai empat ranah diatasmu," ucap serius Iblis hati.
Lasmana Pandya menyerap semua pengetahuan pemberian Iblis hati dengan cara berhati hati.
"Pertemuan adalah awal dari perpisahan," sebuah tulisan yang tidak dimengerti oleh Lasmana Pandya.
"Kau tenang saja, itu hanyalah sebuah kata kata peringatan kecil yang dapat kau ingat," timpal Iblis hati yang mengerti pikiran Lasmana Pandya.
Setelah mempelajari pengetahuan dasar. Lasmana Pandya diberikan arahan untuk menembus celah penghalang didalam Dantiannya.
"Setelah kau berhasil menembus penghalang Dantian yang mengekang seluruh Kultivasimu, kau harus bisa menyatu dengan alam," ucap Iblis hati membiarkan Lasmana Pandya yang telah memulai menembus celah penghalang.
Rohnya tiba didalam tubuh, tepatnya di Dantiannya.
"Iblis hati apa tidak salah sebut? Bukankah ini hanya lautan tanpa batas? Dimana penghalang yang ia katakan," gumam Lasmana Pandya heran.
Melihat sekitarnya ia tidak dapat menemukan penghalang yang disebutkan oleh Iblis hati. Namun sesaat terpikirkan kembali bahwa iblis hati juga licik, ia mengeratkan rahangnya. Saat ini pikirnya ia tertipu.
"Baj*ngan..." Gumam kesal Lasmana Pandya kemudian mencoba melesat keluar dari Dantiannya sendiri.
Dhuuuuuuaar!
Benar saja, saat menuju celah emas keluar dari Dantiannya. Tiba tiba daya tolak dari luar mendorong tubuhnya hingga terpental kearah lautan Dantian.
"Arrghhh!"
Swuuuuuuung!
Tiba tiba, iblis hati muncul diatas langit menatap kenaifan Lasmana Pandya yang menebaknya ingin mengambil alih kesadarannya.
"Bocah apakah kau lupa, bahwa aku tidak bisa mengendalikan tubuhmu, mengapa kau masih juga berpikiran bodoh seperti itu!" Ucap kesal Iblis hati.
__ADS_1
Lasmana Pandya terdiam, kemudian ia menatap Iblis hati yang kesal padanya.
"Lalu dimana penghalang yang kau katakan itu?" Tanya Lasmana Pandya.
"Kau memang dari awal sudah naif, dan tidak tahu diri. Penghalangnya adalah dirimu sendiri!"
Swuuuush!
Setelah berucap, iblis hati menghilang dari pandangannya. Lasmana Pandya mematung melihat kepergian Iblis hati yang memberikan ucapan pedas kearahnya.
"Aku naif? Tidak tahu diri? Penghalangku diriku sendiri?" Ucapnya lemas.
Sebuah ingatan terlintas tentang Yang Lie, sekilas mengingat juga peristiwa ayah, dan Kultivator tanah Jawa yang terbantai oleh anak buah Yang Lin.
"Seharusnya sejak awal aku membunuhnya... Tapi kenapa aku menaruh perasaan kepadanya?" Ucap Lasmana Pandya heran.
"Tidak tahu diri, aku terlalu bersemangat untuk balas dendam hingga lupa akan kebahagiaanku sendiri," ucap lagi Lasmana Pandya.
"Penghalangnya adalah diriku sendiri," ucap lagi Lasmana Pandya kemudian memejamkan matanya.
Swuuuuuung!
Rambutnya mulai memutih diusia mudanya. Bukan kehidupannya yang terserap, tapi tanda rambut memutih itu menandakan bahwa Lasmana Pandya setengah naik tingkat ke tingkat puncak.
Sinar merah dari tubuhnya menyebar seperti gelombang darah yang pekat melesat kesegala penjuru. Sesaat setelah itu, Dantiannya bergetar hebat. Sedikit merasa pusing, namun kekuatan besar tiba tiba membantu kesadarannya.
Dhuuuuuuuuaar! Dhuuuuuuaar!
Dantian yang tidak ada batasnya itu tiba tiba meledak dibarengi dengan gelombang energi yang sangat besar. Energi itu terus bergulung gulung seperti tsunami darah yang tidak ada habisnya.
Lasmana Pandya membuka matanya, menatap keadaan yang telah berubah ini dengan wajah kebingungan.
"Apakah ada kesalahan?" Tanyanya dibenaknya sendiri.
"Selamat! Selamat!" Ucap menggema Iblis hati sambil tepuk tangan kembali muncul didepan Lasmana Pandya.
"Ahh kau datang lagi," ucap Lasmana Pandya sedikit terbiasa dengan sosok gelap miliknya itu.
"Bocah, saatnya kau menjalani tes terakhirmu," ucap Iblis hati menjentikan jarinya.
Swuuuuush!
__ADS_1
Lasmana Pandya kemudian muncul di alam Yin dan Yang lagi, setibanya Lasmana Pandya yang sudah tau tes terakhir adalah menyatu dengan alam duduk bermeditasi sambil memfokuskan pikirannya.
"Aku akan memberikanmu sedikit bocoran tentang tes terakhirmu ini. Menyatu dengan alam, sama saja kau membagi kekuatanmu menjadi dua. Yang diartikan setiap kekuatan memiliki fungsi yang berbeda. Maknai kata kata ini, aku pastikan jika kau berhasil kekuatan puncak berada ditanganmu," ucap sosok iblis hati.
Lasmana Pandya menjernihkan pikirannya dan mencoba mencari makna dibalik ucapan iblis hati.
"Kau tidak perlu teburu buru, dialam yang kau tempati ini tidak memiliki waktu. Jadi mungkin jika kau merasa berada disini selama setahun di alam nyata kau telah melewati satu hari lamanya. Jadi kau tidak perlu terburu buru."
Lasmana Pandya yang kembali mendengar penjelasan Iblis hati akhirnya dapat bernafas lega.
Lima menit mencoba memaknai kata menyatu dengan alam. Lasmana Pandya masih juga belum bisa melakukannya. Namun tiba tiba.
"Membagi kekuatan menjadi dua, jadi ini sangat mudah... Satu kekuatan besar adalah alam itu sendiri, sedangkan kekuatanku sendiri hanya kekuatan cadangan. Jadi para Kultivator puncak menggunakan kekuatan alam, karena itu mereka dapat menekan siapapun yang mereka inginkan!" Ucap Lasmana Pandya.
Swuuuuuuush!
Rambutnya memutih, tiba tiba kembali menampilkan satu lingkaran dibelakang bahunya. Hal itu dibarengi dengan munculnya armor Geni Danyang dan juga pedang Sangka Geni ditubuhnya.
"Selamat, aku tidak menyangka bahwa kau berhasil melewati ujian ini," ucap iblis hati tersenyum penuh misterius.
"Aah iya terimakasih telah membantuku!"
Swuuuuush!
Lasmana Pandya melesat kearah titik cahaya dan hanya mengucapkan terimakasih pada iblis hati.
Di dunia nyata.
Dunia buatan yang dipijaki oleh Lasmana Pandya telah porak poranda. Disisi lain, dua cahaya biru dan hitam saling berbenturan diatas langit yang menyebabkan suara ledakan bersyahut syahutan.
Lasmana Pandya yang diduga telah tewas terlentang itu dijaga oleh puluhan prajurt Kekaisaran Yang. Namun karena para prajurit yang terkagum dengan pertarungan puncak diatas langit, mereka tidak menyadari bahwa kesadaran Lasmana Pandya perlahan telah kembali.
Swuuuuuung!
Traaaaaack! Dhuuuuuuaar!
Pelindung yang menutupi tubuh para prajurit disamping Lasmana Pandya meledak. Dibarengi dengan tubuh mereka yang meledak menjadi kabut darah. Mata Lasmana Pandya memerah menatap sekitarnya dengan tatapan dingin.
"Ha-hantu!" Teriak lainnya melihat Lasmana Pandya yang telah bangkit.
Rambutnya memutih, satu lingkaran dibelakang tubuhnya telah muncul. Hal itu ditambah dengan pedang Sangka Geni serta armor Geni Danyang yang membuat tampilannya sangat mengerikan.
__ADS_1
"Sosok puncak! Ba-bagaimana bisa!" Komandan yang menatap Lasmana Pandya terkejut setengah mati.