
Dari bawah, para penonton bergidik ngeri melihat keduanya bertempur secara mengerikan. Bahkan pertunjukan ini baru sekali mereka lihat seumur hidup mereka. Disela sela melihat, mereka mendengar berbincangan pertempuran disela sela keduanya bertarung.
"Hahahaha! Aku tidak menyangka, saat ini hanya kamu ditanah ini yang dapat mengimbangi ku! Meskipun aku terkejut, nyatanya jiwa bertarungmu kembali bangkit melihat kekuatanmu itu! Dan yang harus kau tahu, pasukanku telah menyebar kesegala tanah Jawa untuk membantai seluruh kerajaan, kota, maupun padepokan yang tersisa!" Ucap Jendral Tapak Dewa.
Lasmana Pandya masih fokus dalam pertukaran serangannya, namun hatinya merasa gelisah mendengar pernyataan Jendral Tapak Dewa. Begitu juga mereka yang menonton, banyak dari mereka yang kembali untuk mengecek keadaan kerajaan dan padepokan mereka. Ada juga yang masih memilih untuk melihat pertarungan tingkat tinggi tersebut.
"Seribu lengan! Budha mematikan iblis!" Teriak Jendral Tapak Dewa yang membuat ribuan tangan dibelakang bahunya.
Lasmana Pandya mundur sejenak, kemudian ia membuat segel tangan yang rumit. Segel tersebut merupakan jutaan pengetahuan milik Kamandaka.
"Diagram Jiwa! Cermin seribu roh!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuung!
Satu cermin besar muncul dihadapannya. Tanpa menunda lagi, Lasmana Pandya memasuki cermin tersebut. Dan setelah keluar dari cermin. Ribuan sosok Lasmana Pandya muncul memenuhi udara. Kekuatannya pun sedikit lebih lemah di bandingkan kan dengan sosok Lasmana Pandya yang asli. Namun tetap saja, itu hal yang menyulitkan bagi Jendral Tapak Dewa.
Dhuuuuuaar!
Dhuuuuaar!
Ledakan beruntun setelah ribuan tapak tangan Jendral Tapak Dewa menghantam tubuh sosok bayangan Lasmana Pandya. Sosok asli Lasmana Pandya yang berada dibelakang barisan bayangannya tiba tiba menghilang lalu muncul dibelakang Jendral Tapak Dewa. Namun sayangnya, Jendral Tapak Dewa mengetahui pergerakan Lasmana Pandya..
Dhuuuuuar!
Akibat sedikit lalai, dua tangan dari seribu tangan bergerak menampar Lasmana Pandya hingga terpental kebelakang sejauh dua puluh meter.
"Sangat kuat!" Ucap Lasmana Pandya sambil menyeka darah dari bibirnya.
Sedangkan, bagaikan orang gila Jendral Tapak Dewa membabi buta menyerang bayangan Lasmana Pandya sambil berteriak lantang.
"Bocah keparat! Bodoh! Tunjukan dirimu yang asli!" Sambil menyerang secara membabi buta.
Ledakan demi ledakan terus terjadi diatas langit. Lasmana Pandya yang terus memantau pertahanan Jendral Tapak Dewa dari serangan bayangannya mulai mempelajari kelemahannya.
Hanya menggunakan kekuatan jiwanya, ratusan bayangannya yang tersisa mengikuti gerakannya yang sangat cepat.
__ADS_1
"Pedang Bayangan darah!"
Swuuuuush!
Lasmana Pandya melesat kearah Jendral Tapak Dewa dengan bergerak zig zag mendekati tubuh Jendral Tapak Dewa. Diikuti oleh ratusan bayangannya, sehingga Jendral Tapak Dewa menggerutu kesal melihat serangan yang sama cepatnya dengan ranah Kultivasinya.
"Bocah ini sungguh luar biasa! Namun sayangnya aku tidak akan membiarkanmu hidup!"
Swuuuuush!
Kedua tangan aslinya mengibaskan tangannya, dan setelah itu ribuan tapak tangan dari atas langit melesat kearah bayangan Lasmana Pandya, dan juga Lasmana Pandya yang asli.
Dhuuaaaar! Dhuuuuaar!
Ledakan menggema secara terus menerus akibat ribuan tapak tangan Jendral Tapak Dewa menghantam bayangan tubuh Lasmana Pandya, hingga Lasmana Pandya yang asli masih bertahan menahan tekanan tapak tangan raksaksa dengan pedang Sangka Geninya.
"Ooh itu kamu yang asli," ucap Jendral Tapak Dewa tersenyum misterius melesat kearah atas tapak tangannya menambah daya dorong jurusnya, yang membuat Lasmana Pandya berkeringat dingin. Karena saat ini ia terdorong kebelakang secara pelan, dan kini semakin deras hingga tubuhnya menghantam kearah tanah.
Dhuuuuuuaaar!
"Langkah Pedang Api!"
Swoooosh!
Lasmana Pandya mengerahkan jurus lainnya, kini pedangnya mengobarkan api yang menari nari diseluruh tubuh pedangnya. Dengan tebasan demi tebasannya yang cepat.
Lasmana Pandya berhasil meledakan satu persatu tangan buatan Jendral Tapak Dewa. Ledakan demi ledakan yang beruntun terus menggelegar diatas langit. Pertarungan tingkat tinggi membuat semua orang yang menonton dari jauh bergidik ngeri.
"Kau tidak bisa menyentuhku bocah! Hal yang kau lakukan adalah sia sia!"
Dhuuuuuaar!
Selesai berbicara, muncul tangan dari krhampaan menampar Lasmana Pandya yang membua tubuhnya terlempar kearah tanah kembali.
Lasmana Pandya tak berhenti begitu saja, ia kembali menelan pill penyembuh bersama pill pemulih energi Qinya.
__ADS_1
"Pemusnah Nirwana!" Teriak Lasmana Pandya menyabetkan pedangnya.
Tak hanya satu saja, namun Lasmana Pandya berkali kali melakukannya. Sehingga ratusan energi pedang dari jurusnya melesat kearah Jendral Tapak Dewa yang kini memucat. Karena ia merasakan jurus itu bukanlah sesederhana jurus yang sebelumnya dikeluarkan oleh Lasmana Pandya. Saat akan menghindari dan memblokir beberapa jurus yang akan mendarat kearah tubuhnya. Lasmana Pandya kembali mengeluarkan jurus lainnya, yang membuatnya begitu murka.
"Segel kematian!" Sebuah segel ia buat menggunakan pedang Sangka Geninya, setelah itu muncul kurungan menutup tubuh Jendral Tapak Dewa.
Dhuuuuaar! Dhuuuaar!
Ribuan ledakan kini terjadi secara beruntun, bahkan lengan buatan Jendral Tapak Dewa mulai terkikis satu persatu hingga semua lengan hilang. Namun menyisakan satu energi yang masih melesat kearahnya.
Dhuuuuuaar!
Jendral Tapak Dewa terpental, namun belum berhenti sampai situ saja, karena segel kematian Lasmana Pandya menanti. Yang membuat ribuan pedang Sangka Geni muncul didalam segel yang membuat Jendral Tapak Dewa harus segera menyeimbangkan tubuhnya dan memunculkan ribuan lengan kembali.
Emosinya naik sangat tinggi, karena saat ini ia belum memberikan serangan balasan kearah Lasmana Pandya. Namun kini ia harus menghindar dan memblokir pedang yang muncul menebas kearah tubuhnya.
"Arrrrghh! Baj*ngan!" Murka Jendral Tapak Dewa yang terus saja menghindar dan memblokir.
Disisi lain, Lasmana Pandya tak menyia nyiakan kesempatan emas untuk membunuh Jendral Tapak Dewa dari bawah. Dengan sisa energi Qinya, ia mengeluarkan jurus yang sama.
"Pemusnah Nirwana!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuush! Swuuuush!
Lima energi pedang dari tebasan pedang Lasmaana Pandya melesat cepat kearah tubuh Jendral Tapak Dewa yang terkurung. Hal itu membuat Jendral Tapak Dewa tidak punya pilihan lain selain mengaktifkan armor Dewa tubuh emas pemberian Kaisar Yang Lin.
Swuuuuung!
Tubuhnya bergetar hebat, dan disaat itu juga armor emas muncul menutupi tubuhnya. Sedangkan ribuan lengannya masih memblokir seluruh serangan pedang yang terus bergerak kearah tubuhnya secara brutal.
Dhuuuuuaaar! Dhuuaaar!
Serangan dahsyat menimbulkan daya kejut dan luapan energi yang sangat besar diatas langit. Kini asap membumbung tinggi menutupi segel kematian Lasmana Pandya. Para penonton yang melihat kemenangan Lasmana Pandya bersorak kegirangan. Namun tidak dengan Lasmana Pandya, kini ia bertambah serius merasakan aura Jendral Tapak Dewa yang masih dapat ia rasakan.
"Pertempuran belum berakhir! Ini akan menjadi pertarungan terberat yang selama ini aku lewati!" Ucap Lasmana Pandya.
__ADS_1
Dan benar saja, tiba tiba cahaya terang muncul diatas langit akibat ledakan yang sangat dahsyat, bahkan ledakan, serta luapan energi tersebut membuat fenomena alam yang sangat mengerikan.