
"Hahahaha! Tugasku adalah membunuh kalian semua, jadi tidak satupun yang dapat menolong kalian!"
Swuuuuuung!
Udara bergetar hebat dengan adanya Trisula air muncul dihadapan Lasmana Pandya.
"Bocah asal kau tau, Trisula ini telah memakan sekitar satu juta jiwa pendekar hebat dimasanya, dan hari ini kau akan menjadi korban lain untuk trisula ini!"
Swoooooosh!
Air berputar keluar dari dalam tanah menyembur keatas langit. Tubuh Yun Lang dibaluti air yang terlihat transparan tersebut.
"Emang aku terlihat peduli?" Tanya Lasmana Pandya kemudian memejamkan matanya.
Swoooooosh!
Aura pembunuh yang sangat kuat menyebar, menyebabkan pasukan kekaisaran meledak menjadi kabut darah, bahkan klone miliknya ikut hancur membuat semua Kultivator puncak membelalakan mata mereka.
"Bocah ini tumbuh menjadi semengerikan ini, aku tidak bisa membiarkannya!"
Swuuuuush!
Dewa Racun mengeluarkan auranya yang telah tercampur dengan racunnya. Merasakan aura racun yang sangat pekat, diam diam Yun Lang mundur perlahan. Reaksi Yun Lang membuat Lasmana Pandya meningkatkan kewaspadaannya.
"Aura racun yang begitu kuat," ucap dalam hati Lasmana Pandya kemudian mengedarkan Geni Danyang ketingkat maksimal paling panas.
"Api inikah yang dicari oleh kaisar," ucap Yun Lang membelalakan matanya. Energi panas yang terpancar sungguh membuat tubuhnya terasa terbakar.
Swuuuuuush!
__ADS_1
"Racun katak berdarah!" Teriak Dewa Racun.
Sinar hijau kehitaman melesat deras kearah Lasmana Pandya yang bersiap melepaskan Geni Danyang untuk menyambut sinar hijau kehitaman yang tak lain racun itu.
Dhuuuuuuuuuaaar!
Ledakan yang maha dahsyat dibarengi dengan dua cahaya merah dan hijau itu melebur di kehampaan. Celah dimensi perbatasan Benua tiba tiba robek dibarengi dengan energi langit dan bumi yang sangat kuat memasuki Negeri China tersebut.
Lasmana Pandya mundur sepuluh langkah dari pijakannya, dan Dewa Racun juga terpental sepuluh langkah dari tempatnya. Namun tidak dengan Yun Lang yang telah menjauh menghindari daya ledak dua kekuatan puncak yang bertemu.
"Pedang bayangan darah!"
Swuuuuush!
Lasmana Pandya yang melihat Yun Lang telah menjauh tak menyia nyiakan untuk menyerang Dewa Racun dari jarak dekat. Setibanya, Lasmana Pandya memberikan serangan cepat berusaha membunuh Dewa Racun tanpa melibatkan Yun Lang yang kini bersiap melesat menggunakan trisula air miliknya.
Swuuuush!
Dhuuuuuuaaar!
Seuliet asap hijau yang melindungi Dewa Racun segera menepis pedang Sangka Geni yang telah terbalut Geni Danyang.
"Yun Lang! Perisai air!" Teriak Dewa Racun yang kesal karena energinya terkuras jika menggunakan asap hijau untuk melindungi tubuhnya.
Yun Lang mengangguk, kemudian ia memutarkan tubuhnya dan
setelah itu perisai air menutupi tubuh keduanya. Lasmana Pandya menyunggingkan senyumnya, sesaat setelah melihat perisai air melindungi tubuh keduanya. Lasmana Pandya masih menggunakan jurus pedang bayangan darahnya. Karena itu, dengan kecepatan tak kasat mata. Ia seperti energi merah yang terus membentur perisai berkali kali.
Disisi lain, Zhou Botong menguasai jalannya pertarungan tanpa kesulitan melawan Zhi Tao yang kini telah terluka dengan luka lebam disekujur tubuhnya. Sedangkan Lie Fang juga terus dipukul mundur oleh Zhou Huan.
__ADS_1
Pertiwi yang melawan Wei Shu terlihat kewalahan, karena Pertiwi tidak memiliki kekuatan khusus untuk menghadapi pengendali darah yang mrlegenda.
Disisi Lasmana Pandya bertarung. Lasmana Pandya terus mengeratkan rahangnya menyerang perisai air buatan Yun Lang yang sangat keras. Meskipun air dapat memadamkan api, sayangnya api milik Lasmana Pandya bukanlah api biasa yang hanya berkobar dan mudah padam.
"Bocah ini kekuatannya terus meningkat! Aku rasa aku tidak bisa menahannya, saudara apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Yun Lang didalam perisai.
"Bukankah kamu memiliki jurus terlarang?" Tanya Dewa Racun.
"Kau ingin kekuatanku yang aku bangun selama jutaan tahun ini hilang?" Tanya sinis Yun Lang.
Dewa Racun terdiam, namun ia tidak memiliki rencana apapun untuk dilakukan.
"Bagaimana jika memanggil Kaisar?" Tanya Yun Lang.
"Kau terlalu naif, Kaisar telah mengutus kita jika telah menemukan pengkhianat untuk segera membunuhnya, dia tidak akan pernah ikut campur," balas Dewa Racun.
Lasmana Pandya yang merasa percuma menggempur berkali kali perisai pertahanan milik Yun Lang mundur dari tempatnya. Setelah mendapat jarak lima belas meter, Lasmana Pandya menatap kearah Pertiwi yang terus dibuat mundur.
"Pemusnah Nirwana!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuuush!
Seuliet energi tebasan pedang yang mengandung energi api tak lain Geni Danyang melesat deras kearah perisai.
Dhuuuuuuuuaar!
Ledakan maha dahsyat terjadi, namun sayangnya jurus milik Lasmana Pandya masih belum mampu mematahkan perisai milik Yun Lang.
"Arrrgghh!"
__ADS_1
Lasmana Pandya yang kesal kemudian kembali menebaskan pedangnya berkali kali, sehingga puluhan energi pedang mengarah pada perisai buatan Yun Lang.
Dhuuuuaar! Dhuuuuuaar! Dhuaaaar!