Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Naga Air 1 ( Yue Xhie)


__ADS_3

Ledakan aura Surgawi tingkat tiga menyebar keseluruh danau, tak hanya itu saja angin kini mulai bergelombang membuat gulungan ombak dipermukaan danau. Perlahan tapi pasti, tubuh naga air telah keluar sepenuhnya dari permukaan air mengambang didepan Lasmana Pandya, dan Naga Bumi.


"Sejak kapan Hewan Iblis mau tunduk dengan seorang bocah ranah Langit dua?" Tanya sinis Naga Air.


Naga Bumi yang tahu dengan awal ucapan naga air sejak sebelum kemunculannya pun hanya bisa memendam kekesalannya.


"Tuan muda, aku sungguh benci mendengar ejekannya, apakah aku boleh memberi pelajaran kepadanya?" Tanya Bumi Arta sambil mendengus kesal.


***


Didalam alam mimpi, Sena serta Ying Lian kembali terkejut akan adanya Naga lain yang bersemayam dipulau Jawa.


"Kenapa mereka bisa tiba ditempat ini? Bukankah para Naga hanya hidup di Negeri China?" Tanya Sena keheranan.


"Entahlah aku juga belum mengerti semenjak kita memutuskan untuk menjadi pusaka, bukankah para Naga masih berada di Negeri China."


Sena mengangguk, ia yang penasaran kemudian memikirkan rencana kedepannya.


***


"Arta kita tidak boleh gegabah, saat ini kita berada di kawasannya."


Lasmana Pandya memberikan peringatan pada Bumi Arta. Sedangkan sang Naga Air merubah wujudnya menjadi seorang wanita yang sangat cantik, bahkan kecantikannya mampu membuat Bumi Arta mematung menggunakan wujud aslinya.


"Tuan muda lebih baik Naga Air ini aku yang mengurusnya," ucap tiba tiba Sena membuat Lasmana Pandya sedikit mengangguk, jika saja Bumi Arta melawan Naga Air, mungkin ia yang akan menjadi beban.


Swooooosh!


Cahaya keemasan bersinar membungkus tubuh Lasmana Pandya, matanya terpejam karena pertukaran kesadaran mereka. Sedangkan Naga Air yang telah merubah wujudnya menjadi manusia menaikan kedua alis saat merasakan ranah kultivasi pemuda tersebut naik hingga tak bisa ia ukur sama sekali.


Aura Dewa Pembunuh menyebar kesegala penjuru saat itu juga, aura yang mendominasi itu mampu membuat Bumi Arta dan Naga Air bergidik ngeri. Namun saat itu juga, Naga Air juga mengeluarkan aura Naganya untuk menetralkan aura pembunuh yang sangat kental.


"Ka-kamu sosok yang pernah melegenda dahulu!" Ucap keterkejutan Naga Air yang masih mengingat sosok pemilik aura pembunuh paling kuat.


Kedua alis Sena menyatu, namun yang jelas ia memahami ucapan Naga Air yang mengenal identitasnya. Namun sekilas Naga Air yang terkejut kembali menatap tajam Lasmana Pandya yang telah bertukar tempat dengan Sena.

__ADS_1


"Emmm tebakanmu memang benar, apa kamu kini merasa takut?" Tanya Sena sedikit menyombongkan dirinya.


"Hahahahaha!" Tawa Naga Air menggelegar menimbulkan gelombang air meninggi.


Kedua alis Sena masih menyatu karena keheranannya.


"Takut? Sosok Naga sepertiku tidak pernah mengenal rasa takut, karena semenjak jutaan tahun lalu kakek, ayahku dibantai oleh kaummu. Kini aku melihat salah satu komplotan Dewa Iblis, jadi aku akan membalas dendam kematian mereka dan keluargaku untuk bertarung denganmu hingga titik darah naga habis!"


Sedikit terkejut mengenai pernyataan Naga air, namun tiba tiba ia teralihkan oleh lima pusaran air yang muncul dari permukaan air.


Swuuuuung!


Lima pusaran air yang sangat besar muncul dipermukaan air. Sesaat setelahnya, lima naga air keluar dari pusaran tersebut menatap tajam Bumi Arta dan Lasmana Pandya.


"Tuan putri! Anda lebih baik beristirahat dan biarkan kami memberi pelajaran kepada mereka!" Ucap salah satu naga penuh hormat.


"Tidak aku tahu batasanku ..."


"Ta-tapi anda baru saja berevolusi Tuan Putri!" ucap salah satunya panik membuat Naga Air Yue Xhi terdiam.


"Tu-tuan muda aku bukan lawan mereka," ucap Bumi Arta tubuhnya bergetar.


"Mundurlah dan buat pelindung untuk tempatku bertarung," balas Sena yang ditanggapi anggukan kepala oleh Bumi Arta.


Swuuuuush!


Bumi Arta menjauh dan memasang segel pelindung untuk pertempuran mereka, salah satu Naga air yang melihat Bumi Arta menjauh segera dihentikan oleh Sena.


"Kaum Naga yang keras kepala, aku tiba disini hanya ingin melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Bai Shi, namun sayangnya kalian telah menghentikan perjalananku, apakah kalian tau apa konsekuensinya?" Tanya Lasmana Pandya.


"Heeem!" Hanya dengusan dingin keluar dari hidung kelima naga air bawahan Yue Xhi.


"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi dari ranah Kultivasimu yang tidak bisa kami ukur, kami rasa kamu salah satu Kultivator teratas yang membantai kaum kami di danau Li Yuan Kekaisaran Yun."


"Jika aku bukan Kultivator salah satu diantara mereka, lalu apakah kalian akan melepaskan ku?" Tanya Sena santai.

__ADS_1


Kelima naga air yang berevolusi saling berpandangan sejenak, namun dengan jelas mata mereka tersirat dendam yang sangat besar.


"Plesetan dengan omonganmu! Apakah kamu takut dengan kami berlima!" Ucap salah satu naga air.


Lasmana Pandya menggelengkan kepalanya melihat kenaifan mereka.


"Jika begitu kenapa kalian masih berpikir? Aku beri kalian kesempatan satu serangan terkuat kearahku, jika kalian bisa melukai tubuhku aku siap untuk mati ditangan kalian," ucap Lasmana Pandya penuh percaya diri.


"Hahahahaha!" Kelima Naga tertawa keras membuat gelombang air terus bergelombang.


Seketika aura naga merembes dari tubuh mereka, tak hanya itu saja mereka melepaskan puncak ranah kultivasi menggunakan wujud asli mereka.


"Jangan kira kekuatan kami yang hanya berada di Surgawi lima tidak mampu melukai seorang Saint Glory Lima...," Ucap dingin salah satu naga siap melepaskan serangan terkuat mereka dengan cara membuka mulut mereka lebar lebar.


Keempat saudara naga air pun ikut membuka mulut mereka. Sedangkan Lasmana Pandya mengeluarkan armor Geni Danyang serta Pedang Sangka Geninya.


Swuuuuuung!


Udara terus bergelombang, air danau menguap dibarengi dengan hujan petir yang tiba tiba muncul diatas langit.


"Teknik Pedang! Formasi Pedang emas!" Ucap Sena.


Swuuuuung!


Sena memutarkan tubuhnya, muncul diagram formasi pedang muncul didepannya, melihat hal itu membuat kelima sang Naga terus mengumpulkan kekuatan terkuat mereka, serangan yang mereka akan lancarkan kali ini terus membesar seiring kekuatannya yang bertambah besar. Sedangkan Bumi Arta panik melihat lima serangan Surgawi Lima akan pecah kearah tuan mudanya, karena bagai manapun jika Lasmana Pandya mati, ia akan mati karena jiwanya telah terhubung dengan jiwa milik Lasmana Pandya.


Swooooosh!


Air berwarna merah kekuningan keluar dari mulut kelima naga dan langsung melesat kearah Lasmana Pandya yang hanya membuat diagram formasi pedang.


Dhuuuuuaaar! Dhuuuuuaaar!


Sekian detiknya, lima serangan tersebut melesat cepat hingga menabrak tubuh Lasmana Pandya. Ledakan itu mampu membuat pelindung buatan Bumi Arta retak dan hancur, namun ribuan pedang emas yang tak lain formasi pedang tiba tiba melesat lalu membuat susunan pelindung mengurangi daya ledak serangan tersebut.


####

__ADS_1


__ADS_2