Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Kemunculan Yang Lie.


__ADS_3

"Aku benar benar akan membunuhmu!"


Swuuuuuuush!


Pedang emas melesat kearah Lasmana Pandya dengan cepat. Hal itu membuat Lasmana Pandya bergerak kekiri lalu membiarkan pedang itu menerjang kearah gunung.


Dhuuuuuuuuaar!


Ledakan maha dahsyat dan membuat gunung menjadi berkeping keping.


"Sangat kuat," gumam Lasmana Pandya kemudian menatap Yun Lang yang terlihat merapal sebuah mantra.


"Segel Terlarang! Kitab Tingkat Satu!"


Swooooosh!


Daya hisap yang sangat kuat menyerap tubuh Lasmana Pandya, Pertiwi, Zhou Botong, dan Zhou Huan secara bersamaan. Setelah berada di satu titik bersama. Gravitasi tekanan menjadi lebih tinggi yang menyebabkan tubuh mereka seperti tertimpa sesuatu yang dapat mematahkan tulang mereka.


"Akkkh!"


Dhuuuuuaar!


Tubuh mereka terhempas hingga menabrak permukaan tanah dengan kuat. Hingga Lasmana Pandya memuntahkan seteguk darah merah keemasan seperti yang lainnya.


"Jurus terlarang ini benar benar ada," ucap Zhou Huan mencoba berdiri.


Setelah keempatnya menyeimbangkan tubuh, Lasmana Pandya menatap Yun Lang yang kini menatap mereka dengan tatapan remeh.


"Tenang saja, setelah aku membunuh bocah yang memaksaku menggunakan kekuatan ini, aku juga akan membunuh kalian... Tapi kematian kalian akan ada dalam penyiksaan ku!" Ucap Yun Lang kemudian tertawa kesetanan.


"Segel Terlarang! Kitab Tingkat Dua!"


Swuuuuuung!


Tubuh Yun Lang memancarkan sinar keemasan yang setelah itu ribuan pedang mengambang dibelakang tubuhnya. Dengan tatapan remeh kearah Lasmana Pandya, ia dengan sekali tunjuk membuat tubuh Lasmana Pandya tak terkendali lalu melayang diatas langit.

__ADS_1


"Matilah dengan rasa sakit yang tidak ada habisnya!" Teriak Yun Lang kemudian membuat ribuan pedang mengambang itu melesat kearah Lasmana Pandya.


"Gawat," ucap Lasmana Pandya kemudian mencoba melepaskan tubuhnya dari kendali Yun Lang.


"Pandya!" Teriak mereka panik melihat satu meter dihadapan Pandya sudah terdapat puluhan pedang yang akan menebas tubuh Lasmana Pandya.


Lasmana Pandya yang tidak bisa bergerak sama sekali itu kemudian memaksa untuk melawan kekuatan yang mengendalikan tubuhnya.


"Hahahahahaha!" Yun Lang yang melihat usaha Lasmana Pandya tertawa kesetanan.


Swuuuuuuung!


Muncul portal dimensi didepan tubuh Lasmana Pandya dibarengi dengan munculnya Yang Lie dengan jubah hitam seperti wanita iblis lalu menghancurkan puluhan pedang yang berada didepannya.


Dhuuuuuaar! Dhuuuuuar! Dhuuuuaar!


Ledakan beruntun terjadi diatas langit, Yang Lie yang telah menghancurkan seluruh pedang mengarah pada Lasmana Pandya kemudian menatap sinis Yun Lang.


"Senior Lang, aku rasa kamu tidak memiliki kekuatan untuk membunuhnya...," Ucap dingin Yang Lie memejamkan matanya.


"Lier," ucap Lasmana Pandya.


Yang Lie tidak menjawab, melainkan ia bersiap melepaskan tapak iblis dari kehampaan untuk membuat Yun Lang memilih mundur.


"Yang Lie, kau..." Ucap Yun Lang tercekat.


"Sekarang kau pergi atau mati!" Ucap Yang Lie keras.


"Ka-kau menyuruhku pergi? Pergi? Apa aku tak salah dengar, meskipun kau anak Kaisar terhormat, tapi tingkahmu ini sama saja pengkhianatan, dan aku di perbolehkan membunuhmu meskipun kau anak Kaisar sekslipun. Dan yang harus kau tau bocah itulah yang memaksaku menggunakan segel terlarang ini!" Ucap meninggi Yun Lang.


"Jika ingin mati datanglah!"


"Tapak Iblis! Nirwana Penguasa Semesta!"


Swuuuuuush!

__ADS_1


Muncul tapak tangan hitam yang memiliki kuku tajam dari kehampaan melesat kearah Yun Lang. Yun Lang yang tahu jurus itu bukanlah jurus yang sembarangan mundur dari tempatnya dan mengeluarkan jurus mematikan segel terlarangnya.


"Segel Terlarang! Kitab Tingkat Tiga!"


Swuuuuuuung!


Muncul pedang sepanjang seratus meter siap menyambut tapak tangan hitam yang mengarah padanya.


Dhuuuuuuuuuaaar!


Ledakan maha dahsyat akhirnya terjadi, ledakan kali ini merobek celah dimensi hingga ribuan meter yang membuat siapapun dapat melihat dengan jelas bahwa semesta itu sangatlah luas. Dibarengi dengan itu, Lasmana Pandya, Pertiwi, Zhou Huan, dan Zhou Botong terpental kearah belakang sejauh lima puluh meter akibat energi yang meluap menghempaskan mereka.


Kabar Yun Lang pun tak berbeda dengan mereka, sedangkan Yang Lie hanya mundur lima langkah dari tempatnya. Yang Lie menatap Yun Lang dengan rasa amarah yang sangat tinggi, karena saat ini jika tidak menyelamatkan Lasmana Pandya, bisa bisa orang yang ia cintai akan mati tanpa membalaskan tujuannya tiba di Negeri miliknya itu.


"Pengkhianat! Mari kita akhiri pertempuran sampai disini!"


"Pedang Semesta! Kitab Tingkat Empat! Amarah Yin dan Yang!"


Swuuuuuush!


Ribuan pedang sepanjang seratus meter berdiri tegak diatas kepala Yun Lang. Pedang yang sangat panjang itu memancarkan energi sepiritual yang sangat mengerikan. Melihat Yun Lang mengeluarkan kekuatan terakhirnya, Yang Lie melepaskan seluruh kekuatannya setelah berlatih beberapa bulan bersama ayahnya.


Swuuuuung!


Lingkaran hitam yang diartikan ia Kultivator iblis terlihat jelas. Aura pekat hitam dibaluti asap yang terdapat petir tanpa warna ikut menyebar keseluruh tubuhnya.


"Petir Iblis! Nirwana Murka Pelahap Langit!"


Traaack!


Petir petir menari nari diatas langit menunjukan kengerian sendiri. Dari sisi lain, Lasmana Pandya terkejut dengan Yang Lie yang telah menyelamatkannya dan para seniornya. Ia tidak tahu apa yang telah terjadi, yang pasti melihat kekuatan Yang Lie berada diatasnya membuat semangat untuk menjadi kuat lebih besar lagi.


Petir petir dari atas langit menembakan sinar mereka kearah Yang Lie. Petir itu membentu sebuah patung segel iblis raksaksa yang seperti hidup. Sesaat patung itu telah tercipta, Yang Lie kemudian menatap Yun Lang yang bersiap melepaskan jurusnya.


"Senior Lang, ini belum terlambat sekarang kau pergilah dari sini," ucap Yang Lie serius.

__ADS_1


"Jika aku mati maka semua yang ada disini akan ikut bersamaku! Arghhhh! Matiii!" Teriak Yun Lang melepaskan jurusnya.


__ADS_2