Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Tiba diwilayah Kekaisaran Hong.


__ADS_3

"Xong mundur lah!" Ucap Lasmana Pandya kemudian melesat sambil memberikan serangan pedangnya ditingkat maksimalnya.


Karena saat ini ia tidak igin membuang waktunya untuk meladeni siluman tersebut. Yang pasti jika ia melakukannya, maka siluman lain, atau hewan iblis lainnya pasti akan ikut membantu dan hal itu membuatnya begitu kesulitan.


Dhuuuuuuaar!


Ledakan saat duri tajam dari ikan buntel mulai memblokir pedang Sangka Geni Lasmana Pandya. Wajah siluman tersebut menegang, karena saat ini baru pertama kali ia melihat dengan mata kepalanya seorang yang memiliki empat tingkat dibawahnya mampu mengimbangi serangannya.


"Pemusnah Nirwana!" Teriak Lasmana Pandya yang telah mundur mulai menyabetkan pedangnya secara membabi buta.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Lima energi tebasan pedang yang sangat mengerikan menyapu seperti gelombang tsunami mengarah pada siluman buntel.


"Bahaya!" Ucapnya panik.


Swuuuuush!


Duri duri yang tajam kemudian memanjang dan membuat perisai seperti bola untuk melindungi tubuhnya.


Dhuuuuaar! Dhuuaar! Dhuuuaar!


Sosok siluman buntel terpental secara terus menerus hingga lima kali. Lasmana Pandya berdecak kagum mengagumi ketebalan duri yang melindungi tubuh siluman tersebut.


Tanpa ingin memberikan waktu untuk menyeimbangkan tubuhnya, Lasmana Pandya yang telah bersiap melesat dan melakukan jurus lainnya. Tiba tiba ia dihentikan oleh suara wanita yang terdengar seperti petir menyambar, disertai aura hitam kental, dan mendominasi diatas langit.


"Berhenti!" Teriaknya sedikit dengan nada kesal.


Lasmana Pandya terdiam, sedangkan Yue Xong mendekat kearah Lasmana Pandya.


"Tu-tuan muda," ucapnya panik.


"Tenanglah, aku yakin dia tidak akan bertindak sembarangan," ucap Lasmana Pandya, namun ia tidak menurunkan sedikitpun rasa kewaspadaannya.


Swuuuush!


Pusaran air dari dasar laut terlihat, tidak hanya satu tapi kini terdapat ratusan pusaran air. Yue Xong yang melihat itupun bertambah panik.


"Tuan muda lebih baik pergi," ucapnya telepati.


"Xong, jika kita pergi maka mereka mengira kita orang yang lemah. Namun berbeda jika kita berani menggertak mereka, pastinya mereka akan berpikir lain lagi," ucap telepati Lasmana Pandya menenangkan.


Yue Xong hanya mengangguk, namun jelas wajahnya penuh kekhawatiran yang tinggi. Mungkin jika hanya ikan buntel, ia tidak akan khawatir, tapi kini terlihat ratusan aura kuat menyapu langit dan mendominasi seluruh area.


"Kakak!" Ucap penuh gembira Ikan Buntel yang melihat kakaknya, siluman ikan duyung dengan mahkota sembilan bintang diatas keningnya.

__ADS_1


Putri siluman duyung tersebut menatap tajam Lasmana Pandya dan setelah itu bergantian pada adiknya dengan tatapan kesal.


"Adik biarkan dia lewat, atau kamu akan tahu akibat besarnya," ucapnya telepati.


"Tapi kakak!" Ucapnya.


Putri siluman duyung itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kearah adiknya. Setelah itu ia menatap hangat kearah Lasmana Pandya dan sosok Naga Air yang ada dibelakangnya.


"Tuan maafkan adikku yang kurang ajar, sekarang anda bisa melanjutkan perjalanan anda," ucapnya kemudian menyeret adiknya pergi bersama rombongannya.


Lasmana Pandya diam membisu, dia saja belum menjelaskan masalahnya. Namun sosok yang dianggap kakak, sekaligus yang terlihat terhormat itu melupakan masalah begitu saja. Dan artinya ada masalah lain yang membuat mereka tidak berani bertindak lebih.


"Yue Xong, lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan," ucap santai Lasmana Pandya.


"Baik," jawabnya.


Swuuuush!


Yue Xong melesat dengan kecepatan puncaknya. Sedangkan putri duyung yang bersembunyi dibawah air menatap kepergian Lasmana Pandya dengan tubuh yang bergidik.


"Kakak kenapa kau..."


"Adik cukup! Apakah kau ingin kerajaan kita musnah? Ingatlah masalah tujuh hari yang lalu kau buat pada dua tetua gila yang ingin menghancurkan kerajaan dan ras kita!" Ucapnya kesal.


Siluman ikan buntel terdiam, ia tahu masalah itu disebabkan olehnya. Tapi yang membuatnya begitu kesal adalah baru pertama kali kakaknya memarahinya. Dan karena itu ia menanamkan dendam pada Lasmana Pandya. Dia berjanji jika Lasmana Pandya melewati area kerajaannya, ia akan membunuhnya dengan cepat.


"Tuan muda, sepertinya mereka memiliki alasan lain kenapa tidak memperpanjang masalah," ucap Yue Xong.


"Benar Xong, namun kita juga tidak punya pilihan lain selain pergi," ucapnya kemudian melihat kebawah air.


"Permukaan yang tenang, namun didalamnya terdapat gelombang yang besar," ucapnya kemudian yang dimengerti oleh Yue Xong.


****


Disisi lain.


"Jendral Shui, kau ikuti dan amankan tuan muda dari serangan hewan iblis yang tidak terkait dengan kerajaan ini, aku takut dia terluka dan dua tetua itu kembali datang serta meminta pertanggung jawaban pada kita."


"Baik putri," balas jendral Shui.


***


Satu bulan telah berlalu, Lasmana Pandya dan Yue Xong akhirnya melihat dataran yang sangat luas didepannya.


"Tuan muda, kita hampir sampai," ucapnya.

__ADS_1


Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian jantungnya berdetak kencang. Kini awal perjalanannya yang mungkin akan membuat kenang kenangan terbesar di kehidupannya. Karena itu, ia ingin lebih berhati hati lagi.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Lima sosok pria paruh baya muncul menghentikan lesatan Yue Xong.


"Tuan, sekarang anda berada di wilayah Kekaisaran Hong, harap keluarkan identitas anda untuk dapat memasuki wilayah kekaisaran kami," ucapnya ramah.


Lasmana Pandya mengangguk, ia kemudian mengeluarkan token pemberian Ling Yun. Dengan penuh selidik ke lima tetua tersebut memeriksa token tersebut.


"Paviliun Bunga Persik..." Gumamnya.


"Tuan, silahkan memasuki wilayah Kekaisaran kami, semoga perjalanan anda menyenangkan," ucapnya kemudian memberikan hormat mereka.


Lasmana Pandya dan Yue Xong kemudian melanjutkan perjalanan. Setelah tiba, mereka melihat ramainya warga beraktifitas di pinggiran pantai. Lasmana Pandya yang menggunakan topengnya membuat perhatian lebih. Dari mereka ada yang beramsumsi bahwa wajah Lasmana Pandya sangat jelek, sehingga memakai topeng. Dan ada juga yang lainnya.


Lasmana Pandya tanpa memperdulikan ucapan mereka memilih mencari tempat kedai yang ada di pinggiran pantai. Setibanya.


"Tuan muda, silahkan masuk," ucap ramah pelayan.


Lasmana Pandya mengangguk, dan setelah itu ia memesan banyak makanan dan satu ruangan tersendiri yang biasa disebut VIP. Setibanya.


"Tuan muda," sapa kelima bawahannya dengan hormat.


"Duduklah, aku ingin membahas beberapa rencanaku kedepannya," ucap Lasmana Pandya.


"Baik tuan muda," jawab mereka kompak.


"Yue Xhie dan tiga lainnya akan pergi Kekaisaran Yang. Kalian berempat mencari informasi sedetail apapun tentang keamanan, kekuatan, serta siapa saja yang berkuasa di Kekaisaran itu. Sedangkan untuj Yue Xong dan Yue Yang, kau akan mengikutiku membentuk kekuatan di Kekaisaran ini," ucap Lasmana Pandya.


"Tuan muda tapi..." Bantah Yue Xhie terpotong.


"Yue Xhie tenanglah, aku tidak akan bertindak semena mena, kalian berempat lah yang seharusnya beerhati hati," ucap Lasmana Pandya.


"Baik tuan."


Swuuuuush!


Tiga pelayan mendekat keruangan mereka, Lasmana Pandya segera memasang segel ilusi kepada lima bawahannya.


"Tuan muda, pesanan telah tiba," ucap pelayan didepan pintu.


"Masuklah," ucap Lasmana Pandya.


Setelah itu, mereka memasuki ruangan menyediakan semua pesanan Lasmana Pandya. Setelah kepergian mereka, Lasmana Pandya dan Keenam bawahannya menikmati arak serta makanan yang mereka pesan.

__ADS_1


####


__ADS_2