Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Gunung Kidul


__ADS_3

Setelah beberapa menit berganti pakaian, Lasmana Pandya kembali menghampiri Yang Lie, mereka pun memesan beberapa makanan dan satu guci arak seperti biasanya.


"Gege apakah kau benar benar ingin mendatangi Kerajaan Bai Shi?" Tanya Yang Lie membuka pembicaraan.


"Benar, memang kenapa?" Balas Lasmana Pandya sambil memainkan jari diatas mejanya.


"Tidak apa apa, hanya saja aku takut Gege dijebak oleh mereka," ucap serius Yang Lie.


Lasmana Pandya menganggukan kepalanya. Tiba tiba ia terpikirkan ayahnya yang pastinya ingin ia mengikuti turnamen yang ada di Kerajaan Bai Shi.


Setelah makan pagi, keduanya akhirnya keluar dari kota Sumbang untuk melanjutkan perjalanan ke Kerajaan Bai Shi. Disela sela perjalanan menggunakan ilmu meringankan tubuh keduanya.


"Gege menurut Gege berapa lama kita akan tiba di Kerajaan Bai Shi?" Tanya Yang Lie.


"Emmm aku tidak tahu pasti, yang jelas kita harus melewati Kerajaan Mataram terlebih dahulu, mungkin dua bulanan jika menggunakan ilmu meringankan tubuh di kecepatan ini," ucap Lasmana Pandya yang menebak nebak.


Sedikit ceria wajah Yang Lie, kini ia memikirkan agar mereka berdua tidak tiba di Kerajaan Bai Shi disaat turnamen berlangsung.


"Yang Lie kenapa kau hanya diam saja? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Lasmana Pandya heran.


"Gege..."


"Katakanlah," potong Lasmana Pandya.


"Aku lelah."


Lasmana Pandya menaikan kedua alisnya, namun ia segera menghentikan ilmu meringankan tubuhnya.


"Baiklah kita akan beristirahat disini," ucap Lasmana Pandya kemudian duduk bersila dan segera menaburkan kristal jiwa disekitarnya.


Yang Lie mengangguk, kini ia juga mengeluarkan puluhan kristal jiwanya untuk menambah energinya yang terkuras.


Selang beberapa menit, keduanya kembali melanjutkan perjalanannya. Hingga tiba tiba ditengah perjalanan mereka harus mereka hentikan.


Grooooaarh! Groooaarh!


Dua suara auman hewan iblis harimau hitam menggema di depan mereka. Lasmana Pandya dan Yang Lie seketika menjadi heran. Karena apa yang mereka lihat pertempuran itu seperti dua kubu yang saling merebutkan wilayah.


"Gege lebih baik kita tidak ikut campur urusan mereka," ucap Yang Lie serius.


Lasmana Pandya seorang yang memiliki rasa penasaran tinggi dan rasa ingin tahu hanya menggelengkan kepalanya.


"Yang Lie, apakah kamu tidak merasa aneh, kedua kubu itu memang saling bertarung, namun sepertinya hanya pimpinannya saja."

__ADS_1


Lasmana Pandya yang menganalisa pertempuran, serta ranah kultivasi para hewan iblis sejenak berpikir keras.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Dua cakar harimau iblis bertemu yang menyebabkan gelombang kejut menyebar. Ranah kultivasi dua harimau hitam ditingkat Langit tiga membuat pertempuran menjadi lebih kacau. Auman kedua harimau pun membuat suasana dipagi itu bertambah mencekam.


"Tuan muda, apa anda sadar dibalik keramaian pertarungan hewan iblis itu terdapat satu ekor hewan iblis berkekuatan Dewa Surgawi sedang memantau pertarungan mereka?" Ucap Sena dipikiran Lasmana Pandya.


Kedua alis Lasmana Pandya terangkat. Namun mendengar ranah Kultivasi yang sangat tinggi itu membuat tubuhnya bergidik ngeri, serta bulu kuduknya berdiri. Yang Lie yang melihat ekspresi Lasmana Pandya kemudian ikut menaikan alisnya.


"Gege apa kau baik baik saja?" Tanya Yang Lie keheranan.


"A-aku baik baik saja," ucap Lasmana Pandya gelagapan.


Meskipun heran, namun Yang Lie yang tidak ingin menanyakan alasan lebih jauh kini hanya diam dan kembali melihat pertempuran kedua hewan iblis.


"Tuan muda, sepertinya mereka sedang memperebutkan sesuatu, alangkah baiknya anda ikut campur kedalam pertarungan, karena aku rasa pertempuran kedua hewan itu disebabkan oleh hewan iblis yang berada dipuncak gunung itu," ucap lagi Sena membuat Lasmana Pandya menggerutu dan ngomel dipikirannya sendiri.


"Sena tak tahu diri! Apakah kamu sadar bahwa aku hanya berada ditingkat Langit satu yang bahkan bisa mengalahkan empat tingkat diatasku jika aku mengaktifkan kedua pusaka, namun yang ada dipuncak gunung katamu Dewa Surgawi! Bisa bisa sekali hembusan nafas aku meledak menjadi kabut darah!" Ucapan utt tak habis pikir Lasmana Pandya.


"Tuan muda, bukankah ada aku dan Ying Lian, dengan begitu tuan muda memiliki dua manfaat sekaligus jika menaklukan mereka semua."


"Hemm..." Lasmana Pandya berpikir keras sejenak.


"Hehehe mungkin kini tak semahal waktu awal aku memasuki tubuh tuan muda, karena darah anda sudah berada ditingkat tertinggi, dan ranah kultivasi anda sudah terbilang tinggi!" Ucap penuh keyakinan Sena.


Lasmana Pandya memejamkan matanya sambil menghela napas panjang, seolah olah ada beban besar dipikirannya. Sedangkan Sena memberi tahukan dua manfaat besar yang akan didapatkannya.


"Tapi dengan keberadaan Yang Lie,"' ucap Lasmana Pandya.


"Buat dia pingsan, dan buat segel formasi untuk melindungi tubuhnya."


Sejenak menatap Yang Lie yang masih menikmati pertempuran kedua hewan iblis harimau hitam.


Swuuuush! Swuuuuush!


Melihat Yang Lie masih serius, seketika ia menotok peredaran syarafnya, sehingga Yang Lie seketika tak sadarkan diri ditempatnya.


"Jika ada masalah padanya, maka kau harus bertanggung jawab!" Ucap kesal Lasmana Pandya.


"Baik."


Lasmana Pandya kemudian membuat segel pelindung disekitar Yang Lie, setelah itu ia menatap kearah pertempuran kedua Harimau iblis yang sedang di tonton oleh ribuan hewan iblis lainnya.

__ADS_1


Groooaarh! Grooooaarh!


Mereka berdua masih bertarung dengan sengitnya, meskipun kedua tubuh terlihat goresan cakar milik keduanya.


Swuuuush!


Sekali hentakan, Lasmana Pandya melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya secara zig zag menghampiri pertempuran keduanya. Sontak aura manusia yang berbeda dengan hewan iblis membuat semua hewan iblis yang menonton berbalik menatap Lasmana Pandya dengan seringai buasnya.


"Tuan muda saatnya anda melakukan pembantaian sepihak!" Ucap penuh semangat Sena.


"Dasar orang tua gila!" Gerutu Lasmana Pandya kemudian mengeluarkan pedang hitam yang tersarung dibelakang punggungnya.


"Pedang Bayangan Darah!"


Swuuuuush!


Tanpa menunggu mereka menyerang, Lasmana Pandya segera mengeluarkan jurusnya. Bagai manapun melihat ribuan hewan iblis didepannya membuat nyalinya sedikit turun. Sehingga ia kini tak segan untuk mengerahkan seluruh kekuatan serta jurusnya.


Swuuuush! Slaaaaash! Slaaaash!


Dengan sekali gerakannya yang seperti bayangan, Lasmana Pandya berhasil membabat puluhan hewan iblis didepannya. Apa yang dilakukan Lasmana Pandya kini juga membuat kedua harimau hitam yang bertarung menghentikan pertarungan mereka.


Grooooaarh!


Para Hewan Iblis mengaum sejadi jadinya melihat rekan mereka terbunuh oleh seorang pemuda bertopeng yang terus bergerak membunuh kesana kemari seenak jidatnya.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Mereka yang memiliki kelebihan dalam bertarung jarak jauh melepaskan kemampuan mereka kearah Lasmana Pandya. Sehingga Lasmana Pandya harus menghindari setiap serangan yang kearahnya, dibarengi dengan aksinya yang membunuh para Hewan Iblis dengan pedang hitamnya.


Roooooaarh!


Harimau perak, hitam, serta ribuan hewan lainnya segera menerjang secara bersamaan kearah Lasmana Pandya. Sedikit gentar menghadapi banyaknya hewan Iblis membuat tubuhnya sedikit gemetaran.


Namun apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur, dan lagian ia sudah terlanjur membunuh puluhan hewan iblis yang memiliki kultivasi rendah.


Swuuuuush!


Sekali hentakan ia mundur sejauh dua puluh meter dari tempatnya, setelah itu gerakan memutar ia perlihatkan.


"Pemusnah Nirwana!"


Swuuuuush! Baaaaamss! Dhuuuaar!

__ADS_1


__ADS_2