
Dua hari berlalu, akhirnya energi yang terkandung telah habis sepenuhnya. Dengan kata lain satu bambu surgawi hanya mampu menaikan satu tingkat diatasnya.
"Aku harus cepat, jika guruku mati, maka ini adalah murni kesalahanku sebagai muridnya," ucap Lasmana Pandya.
Sedangkan Ye Lang yang tiap harinya menekan racun ditubuh Kamandaka terkadang mengecek keadaan Lasmana Pandya. Yang pertama ia lihat adalah ketidak percayaan, kebingungan dalam melihat energi yang besar didalam bambu kuning diserap habis dalam beberapa waktu saja. Bahkan ia sendiri membutuhkan lebih dari tiga tahun pikirnya.
Lasmana Pandya yang tak ingin menyia nyiakan waktu untuk bersantai kembali mengeluarkan enam lainnya, kini ia menghela napas sejenak melihat keenam bambu kuning tersebut.
"Saatnya naik tingkat lagi," gumam Lasmana Pandya.
Swooooosh! Swooooosh!
Satu persatu bambu ia serap energinya, bukannya rakus namun ia berharap cepat naik tingkat dan dapat mencari penawar untuk gurunya.
Energi tak terbendung mengalir didalam tubuhnya, kulitnya membengkak. Sedangkan Ye Lang yang tak sengaja melihat Lasmana Pandya menyerap keenamnya merubah wajahnya menjadi panik.
"Bocah gila!"
Swuuuush!
Ia menghilang lalu muncul dibelakang Lasmana Pandya membantu penyerapan energi bambu surgawi. Namun matanya terbelalak saat merasakan adanya penolakan kekuatan dari dalam tubuh Lasmana Pandya.
"Ti-tipe tubuh Keabadian yang katanya mitoss!" Ucap terkejut Ye Lang. Namun ia tak berhenti membantu penyerapan energi bambu surgawi, namun terus dan terus energinya selalu ditolak.
Sehingga kini ia benar benar tahu bahwa Lasmana Pandya memiliki tipe tubuh Keabadian yang legendaris. Karena semua tipe tubuh dapat dibantu dalam segi apapun, sedangkan tipe tubuh Keabadian menolak kekuatan lain dalam segi apapun.
Sedangkan Lasmana Pandya yang merasakan tubuhnya akan meledak, tak menyangka tipe tubuh Keabadiannya aktif dan membantunya mengolah energi kedalam Dantiannya secara gila gilaan.
Tujuh hari berlalu, Lasmana Pandya belum merasakan terobosan yang bearti. Namun energi yang ada didalam tubuhnya masih sangat besar, kulitnya kini tidak terlalu membengkak seperti awalnya.
Satu bulan berlalu, Lasmana Pandya berhasil naik tingkat hingga glory tingkat satu, yang diartikan ia mampu mengungguli tiga tingkat diatasnya. Namun energi yang tersisa hampir habis sepenuhnya. Waktu itu juga, energi akan habis sepenuhnya.
"I-ini bahkan melawan hukum dunia kultivasi!" Ucap terkejut Ye Lang dari kejauhan yang satu bulan itu terus mengecek kondisi Lasmana Pandya.
__ADS_1
Satu hari berlalu, akhirnya Lasmana Pandya merasakan adanya terobosan kembali. Dengan suasana hati tenangnya, kini ia tidak dapat menghilangkan rasa kebahagiaannya. Namun dibarengi akan terobosan, energi yang tersisa telah habis sepenuhnya.
Matanya terbuka dengan wajah yang sulit digambarkan, namun ia sendiri merasa sangat senang. Kini tubuhnya sangat ringan, kekuatannya pun meningkat. Tanpa menunda lagi, ia menghabiskan seluruh kristal jiwa yang tersisa.
Tiga hari berlalu, tiga juta kristal jiwa yang ia taburkan telah hancur menjadi debu. Tak hanya itu saja, kekuatan jiwanya kini dapat menembus apapun dalam radius satu kilometer tanpa ia harus mengedarkan jiwanya.
"I-ini sangat mengagumkan!" Ucap Lasmana Pandya.
Swuuuush!
Disaat itu juga, Ye Lang muncul yang membuat Lasmana Pandya ingin segera bertanya kabar gurunya.
"Tenanglah aku tau pertanyaan itu pasti tentang gurumu, dia baik baik saja. Namun kulihat kualitas tulangmu sangat rendah, lebih baik kau meningkatkan tulangmu bocah," ucap Lasmana Pandya.
Lasmana Pandya terdiam, namun ia teringat akan pemberian kolam petir surgawi pemberian Kamandaka.
Swuuuuush!
Mata Ye Lang terbelalak melihat adanya petir surgawi didepannya. Bahkan ia tak bisa menghilangkan rasa penasarannya terhadap dimana Lasmana Pandya menemukan kolam Petir Surgawi tersebut.
"Senior, ini pemberian guru," ucap Lasmana Pandya.
"Hahaha! Baiklah sekarang kau tingkatkan tulangmu," ucap Ye Lang.
Lasmana Pandya mengangguk, setelah itu ia menatap kearah kolam dengan tatapan penuh tegang. Karena dari semua pengetahuan pemberian Sena, Ying Lian, dan juga Kamandaka. Peningkatan kualitas tulang sangatlah menyakitkan.
Dengan mengeratkan tekadnya, ia yang ingin segera mencari penawar. Lasmana Pandya segera mencebur kedalam kolam Petir Surgawi tanpa menghiraukan rasa yang ada dipengetahuan ketiga gurunya.
Byuuuur!
Kolam tersebut tidaklah dalam, namun tiba tiba langit diatas Lasmana Pandya menjadi gelap. Wajah Lasmana Pandya seketika bertambah tegang melihat petir petir menari disekitar awan tersebut. Dibarengi dengan petir kecil yang mulai menyengat tubuhnya hingga ketulangnya.
Sedangkan Ye Lang yang melihat itupun segers menghilang dan muncul didepan kediaman kecilnya. Wajahnya penuh selidik melihat fenomena itu.
__ADS_1
"Sepertinya kolam petir menolak pemilik tipe tubuh Keabadian," ungkapnya, namun ia tidak memiliki kepastian yang pasti.
Swuuuuuush!
Traaaaaaakkk!
Dhuuuuuaar!
Petir besar muncul dari atas langit meluncur deras kearah kolam Petir Surgawi, hal yang pertama dirasakan Lasmana Pandya adalah mati rasa, setelah itu tulangnya seperti hancur, lalu petir kecil dikolam yang menari nari menambah daya sengatnya membuatnya kini mulai mengerang kesakitan.
"Akkkkkkkhhh!" Pekik Lasmana Pandya.
Rasa sakit itu sungguh diluar dugaannya, dan dari pengetahuan yang dimiliki tiga orang yang membuatnya kini menjadi kuat benar adanya. Hingga rasa sakit itu mulai mereda dengan perasaan aneh pada tulangnya yang mulai mengeras. Namun tiba tiba matanya terbelalak melihat adanya petir susulan dari atas langit. Kolam Petir Surgawi merupakan sumber daya peningkat kualitas tulang tingkat Dewa, dengan adanya kolam itu, Lasmana Pandya tidak membutuhkan sumber daya kualitas tulang lainnya. Tulangnya akan terus ditempa hingga ketingkat Dewa. Karena itu membuat Ye Lang penasaran dimana Lasmana Pandya menemukannya.
Swuuuuush! Traaaaack! Dhuuuuaaar!
Seuliet kedipan mata, seuliet petir besar kembali menyambar kearah kolam. Petir petir kecil yang keluar dari dalam kolam pun masih menari nari.
"Akkkkkh!"
Rasa sakit kembali ia rasakan, tulangnya kembali dihancurkan dengan sedemikian rupa dan membentuk tulang baru. Tak ia sedari jubahnya telah rusak akibat energi petir mutlak yang sangat mengerikan.
***
Disisi lain, tepatnya ditanah Jawa.
Pembantaian masal dilakukan oleh Jendral Tapak Dewa karena sampai saat ini ia tidak mengetahui keberadaan Pendekar Bertopeng. Dengan cara inilah ia yakin, bahwa Lasmana Pandya akan keluar dari persembunyiannya. Meskipun para padepokan mulai berani menyerang pihaknya, ia tak segan untuk menghancurkannya.
Sifat Jendral Tapak Dewa yang tanpa ampun kini ia perlihatkan dengan peperangan ditanah Jawa. Wajah tanpa bersalah disetiap pembantaiannya terus ia perlihatkan.
"Bajingan kecil itu sungguh sangat menyebalkan, keluarlah atau seluruh penduduk tanah Jawa akan aku musnahkan!" Teriak Jendral Tapak Dewa yang telah membantai Kerajaan Telaga Sunyi.
***
__ADS_1
Tujuh hari berlalu, akhirnya peningkatan kualitas tulangnya telah selesai, kini kualitas tulangnya telah mencapai tingkat Dewa. Membuat seluruh tubuhnya kini bertambah kuat. Pertarungan setingkat dengannya pun kini tidak perlu menggunakan energi Qi, cukup menggunakan kekuatan fisiknya mungkin sudah bisa membunuhnya.
####