
Lasmana Pandya kembali berpandangan sejenak menatap Yang Lie dengan tenang.
Swuuuush!
Perisai keemasan menutup tubuh Yang Lie saat kibasan tangan Lasmana Pandya lakukan. Sesaat setelahnya, Lasmana Pandya melangkahkan kakinya menuju kearah dua pedang ganda dengan wajah seriusnya.
"Tuan muda, kiri pedang Darah, kanan pedang Suci, lebih baik anda berhati hati."
Peringatan Ying Lian membuat wajah Lasmana Pandya sedikit menegang. Sedangkan Yang Lie masih berdiri ditempatnya sambil menatap kearah pedang Darah, karena saat ini ia merasakan perasaan mengenali pedang Darah itu.
Swuuuuush! Swooooosh!
Saat tangan Lasmana Pandya hampir menyentuh pedang Suci, tiba tiba muncul segel Yin dan Yang menutup tubuhnya.
Swuuuuuung!
Kedua pedang bergetar hebat dibarengi dengan hancurnya segel Yin dan Yang, namun anehnya pedang Darah bergetar lebih hebat lagi, lalu perisai yang dibuat Lasmana Pandya untuk melindungi Yang Lie retak, dan hingga hancur berkeping keping.
"Arrrrrghhh!"
Seketika setelah kejadian itu, keduanya merasakan rasa sakit disekujur tubuh mereka. Pedang darah, dan Suci melepaskan sinar putih serta hitam secara bersamaan dibarengi dengan kedua pedang yang memasuki ketubuh mereka masing masing.
Swuuuuush!
Roh Lasmana Pandya terhisap ke waktu jutaan tahun lalu. Dibarengi dengan peristiwa pertempurannya antara seorang wanita muda, dan pria muda diatas langit. Wanita muda itu menggunakan pedang darah, dengan kemampuannya yang hebat terus menggempur pria muda yang menggunakan pedang suci.
Benturan kedua pedang menyebabkan kehancuran yang sangat mengerikan. Namun keduanya tidak memperdulikannya, seolah olah dendam besar tersirat pada pertempuran keduanya.
Dhuuuuaar! Dhuuuaar!
Ledakan terus mengguncang tempat itu, hingga keduanya terus menghilang dari kehampaan muncul lalu kembali saling menyerang. Hingga sebuah pedang darah menancap tepat di jantung pria muda tersebut.
"Dendammu telah terbalaskan, kini sudah saatnya aku pergi," ucap pria misterius lalu tewas dengan luka pedang Darah menancap ditubuhnya.
Sedangkan wanita tersebut wajahnya berubah menjadi menegang, tak lama setelah itu tubuhnya bergetar dan menangis sejadi jadinya.
Lasmana Pandya yang ingin berbicara, dan mendekati wanita tersebut tiba tiba tubuhnya terasa kaku seperti patung pada umumnya.
"Apa ini! Apakah ini ingatan kelam pemilik kedua pedang ini," ucap Lasmana Pandya.
Didalam kesedihan yang teramat dalam, wanita tersebut mengambil pedang suci, lalu ia menatap langit sambil memejamkan matanya.
"Tenang saja, aku akan mati bersamamu hari ini. Akan kupastikan dikehidupan selanjutnya kita adalah sepasang kekasih yang harmonis," ucap wanita tersebut lalu menancapkan pedang Suci tepat dijantungnya.
__ADS_1
Swooooosh!
Roh Lasmana Pandya seketika terhisap kedalam tubuhnya lagi, dibarengi dengan rasa keterkejutannya melihat sosok Yang Lie yang berubah menjadi wanita setengah iblis.
"Ya-Yang Lie!" Ucap penuh keterkejutannya Lasmana Pandya.
Kini wajah Yang Lie yang putih sebersih berlian menampakan urat syaraf hijau dibawah kulit bersihnya, matanya memerah dengan menggenggam pedang darah ditangannya.
"Tuan muda! Hati hati!" Teriak Sena dipikirannya.
Swuuuush!
Bagaikan seorang iblis yang tak mengenal rekannya, Yang Lie yang tak sadarkan diri menyabetkan pedangnya kearah tubuh Lasmana Pandya.
Tiiiiiing! Dhuuuuuaaar!
Untung saja, Lasmana Pandya yang mendapat peringatan dari Sena segera mengeluarkan pedang hitam dari sarungnya. Namun pedang hitamnya hancur berkeping keping saat memblokir ayunan pedang Yang Lie, ledakan dan daya kejut juga membuat ia terhuyung kebelakang sejauh lima langkah dari pijakannya.
"Se-Sena apa kamu tahu apa penyebab Yang Lie kehilangan kendali," ucap Lasmana Pandya kebingungan.
Sena hanya diam, dan mencoba menganalisa sesuatu didalam tubuhnya.
"Ti-tidak mungkin bukan bahwa ia..." Sena tidak bisa menjelaskan lagi.
"Tu-tuan muda awas!"
Swuuuuush!
Yang Lie mengayunkan pedangnya kearah Lasmana Pandya, sesaat setelahnya seuliet energi merah yang memiliki aura mematikan ikut melesat kearah tubuh Lasmana Pandya.
Swuuuuuush! Baaaams! Dhuuuuaar!
Sekali hentakan kaki, Lasmana Pandya berhasil menghindari serangan tersebut. Namun ledakan yang dihasilkan dari energi tebasan Yang Lie menyebabkan daya kejut disekitar mereka, sehingga lava didalam gunung mulai bergejolak hebat.
Rrrrgggghh!
Geraman Yang Lie menatap Lasmana Pandya dengan tatapan tajamnya. Setelah sesaat itu, Yang Lie menghilang dari pandangan Lasmana Pandya dan muncul kembali dibelakang tubuhnya.
Dhuuuuuuuuaar!
Aksi Yang Lie yang tiba tiba membuat Lasmana Pandya tidak menyadari saat berada dibelakang tubuhnya, namun anehnya kini ia tidak merasakan sama sekali rasa sakit disaat ledakan telah usai.
"Naak! Terimakasih telah menjaga muridku selama dia minggat dari pengawasanku," ucap kakek tua yang memiliki tubuh pendek, gempal dan kumis melengkung menangkis pedang darah yang digenggam Yang Lie.
__ADS_1
Lasmana Pandya membalikan tubuhnya, dan menatap kakek tua tersebut dengan tatapan kebingungan. Sedangkan Ying Lian, dan Sena terkejut setengah mati melihat siapa didepannya.
"Zhou Botong! Bocah tua nakal!" ucap kompak keduanya yang terkejut.
Sedangkan Zhou Botong yang melihat Lasmana Pandya terdiam kini menghela napas dan menatap muridnya yang telah dikendalikan oleh tubuh uniknya.
"Muridku, jika saja aku datang terlambat, pemuda yang kau cintai mungkin akan mati ditanganmu sendiri!"
Swuuuuush!
Sekali gerakan, Zhou Botong langsung menotok peredaran syaraf Yang Lie, sehingga Yang Lie kini tak sadarkan diri.
"Tuan muda! Semoga kita bertemu lagi!"
Swuuuush!
Zhou Botong membawa pergi tubuh Yang Lie, yang mematung. Namun disaat ia akan mengejarnya, Sena menghentikan langkah Lasmana Pandya.
"Tuan muda! Aku ingin menjelaskan hal yang penting."
"Katakanlah," ucap Lasmana Pandya yang belum mengenal sosok Zhou Botong.
"Ada dua hal, satu ternyata Yang Lie anak dari Dewa Iblis, dua... Zhou Botong itu adalah sepuluh Kultivator terkuat dari seratus Kultivator terkuat yang masih hidup."
Ucapan Sena membuat mata Lasmana Pandya terbelalak kaget.
"Sena kamu jangan becanda denganku!" Ucap penuh keterkejutan Lasmana Pandya.
"Tuan muda, ini kebenarannya. Aku mengetahuinya disaat tipe tubuh unik Iblisnya aktif, sehingga Yang Lie tak sadar bahwa ia menyerang anda!" Ucap Sena mencoba meyakinkan Lasmana Pandya.
"Bukankah tipe tubuh unik itu bisa dimiliki oleh orang lain," ucap Lasmana Pandya.
Swooooosh!
Sena keluar dari dalam tubuh Lasmana Pandya, dibarengi dengan tenangnya lava yang sempat bergejolak didalam kawah.
"Tuan muda, tipe tubuh Iblis bisa dikatakan kutukan langit, karena hanya keturunannya saja yang bisa memilikinya. Tidak dengan orang lain, jika tipe tubuh unik lainnya, besar kemungkinan orang lain yang hanya memilikinya." Sena menjelaskan panjang lebar.
Kemudian Sena juga menjelaskan tentang siapa Zhou Botong secara terperinci.
"Tuan muda, masalah ini semakin rumit saja. Meskipun Zhou Botong adalah Kultivator putih, tapi nyatanya kini ia menyelematkan Yang Lie, dengan garis besar Bocah Tua nakal itu berpihak pada Dewa Iblis."
"...." Lasmana Pandya hanya terdiam dan mencerna semua cerita Sena.
__ADS_1