Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Misi menyelamatkan tahanan


__ADS_3

Lasmana Pandya menelan ludahnya sendiri.


"Lembah Racun sangat berbahaya disana, apa yang kau inginkan sayang?" Tanya Shu Yin.


"A-aku hanya ingin mengunjungi rekan lamaku," ucap Lasmana Pandya mencari alasan.


Shu Yin menganggukan kepalanya.


"Lembah Racun jika tak salah tempat itu terpencil di Kekaisaran Yang, tapi ada juga yang berada di Kekaisaran Tang," jawab Shu Yin.


Lasmana Pandya menganggukan kepalanya, namun saat akan melanjutkan perjalanan. Tiba tiba diarah yang berbeda, ratusan pria menggunakan jubah Kekaisaran Yang melesat menuju kearah mereka namun hanya melewati saja.


"Apa yang mereka lakukan," gumam Lasmana Pandya.


"Sayang, kau lebih baik pergi terlebih dahulu. Aku akan segera menyusul," ucap Lasmana Pandya melesat mengejar kearah rombongan tersebut.


Shu Yin hanya menaikan alisnya saja.


"Sejak kapan Hong Xiao peduli tentang orang lain," gumam heran Shu Yin.


Swuuuuush!


Lasmana Pandya terus mengejar ratusan sosok yang bergerak kearah Kekaisaran Hong dengan cepat. Ia juga merubah fisiknya menjadi dirinya sendiri.


Tiga jam mengikuti arah terbang mereka, Lasmana Pandya menghentikan lajunya saat ratusan pria itu tiba tiba berhenti dan merobek ruang lalu memasuki tempat yang tersembunyi.


"Kemana mereka pergi," gumam Lasmana Pandya.


Karena rasa penasarannya yang tinggi, Lasmana Pandya ikut merobek ruang hampa. Lalu memasuki sebuah dunia kecil yang tersembunyi.


Wajahnya kaku melihat ratusan tengkorak tergeletak tanpa nyawa. Bahkan aura kematian didalam dunia itu termasuk sangat kental. Matanya yang tajam terus mengawasi keadaan sekitarnya. Kesadaran kekuatan jiwanya menyebar mencari ratusan pria paruh baya yang sudah tidak ia ketahui keberadaannya.

__ADS_1


"Ketemu," ucap Lasmana Pandya melesat kearah Utara.


Sesampainya diatas langit, matanya melotot melihat ribuan Kultivator yang sedang disiksa oleh ratusan pria berjubah Kekaisaran Yang.


"Ini..." Ucap Lasmana Pandya tercekat.


"Cepat tunduk pada Kaisar atau kalian mati!" Teriak salah satu pria kemudian menyabetkan cambuk yang telah dialiri energi api.


Ctaaaaaaar!


Pria itu meringis menahan rasa sakit diarea yang tercambuk, bahkan setelah itu bukannya mengikuti perintah pria itu. Sosok pria yang tercambuk meludah dihadapan pria berjubah Kekaisaran Yang.


Cuiiiih!


"Aku tidak akan membantu kalian, karena Kaisar Yang sangat tidak biadab!"


Ctaaaaar!


Pria itu terus menerima cambukan api yang membuat tubuhnya bergetar menahan rasa sakit dan perih.


Lasmana Pandya terus mendengarkan ocehan mereka hingga ia dapat menyimpulkan permasalahannya.


"Heem saatnya membuat masalah," gumam Lasmana Pandya.


Swoooooooosh!


Aura pembunuh yang sangat kuat menyebar memenuhi udara dunia tersebut. Sontak semua orang yang ada didalam dunia menatap kearah sumber aura yang kini terdapat bocah melayang diatas udara sambil menyunggingkan senyumnya.


"Siapa kamu!"


Swuuuuuush!

__ADS_1


Pimpinan kelompok muncul didepan Lasmana Pandya dengan seringai dingin. Pimpinan itu menduga bahwa Lasmana Pandya sosok yang berhasil terlepas dari segel rantai yang mengekang.


"Cepat kembali ke tempatmu atau kau akan mati!" Ucap pimpinan kelompok mengedarkan kekuatan kultivasi ditingkat Saint Glory empat.


"Semudah itu kamu menyimpulkan? Kedatanganku tak lain untuk membebaskan mereka yang kalian siksa," jawab Lasmana Pandya melepaskan pukulan yang mengandung energi Qi.


Dhuuuuuuaar!


Pimpinan yang merasakan aura Kultivasi Lasmana Pandya berada ditingkat Glory lima menerima pukulan energi Qi yang melesat dengan tangan kanannya. Namun alangkah terkejutnya setelah ia merasakan rasa kebas diseluruh tubuhnya.


"Ba-bagaimana bisa!" Ucapnya terkejut.


"Mati!"


Teriak Lasmana Pandya menerjang sambil mengeluarkan pedang Sangka Geni dari kehampaan. Hal itu membuat sosok yang menerima serangan Lasmana Pandya juga tidak ingin bermain, ia mengeluarkan pedang tingkat Dewa dari dalam cincin ruangnya.


Swuuuush! Tiiiiiiing! Dhuuuuuuaar!


Ledakan dahsyat menggema saat kedua pedang bertemu. Lasmana Pandya bergerak kekanan lalu kekiri sambil menyabetkan pedang emasnya.


"Pedang Bayangan Darah!"


Swuuuuush!


Lasmana Pandya melesat sangat cepat bergerak zig zag menghindar dan menggempur pimpinan prajurit yang kini mulai menghindari serangan Lasmana Pandya dengan sangat cepat.


Bahkan, pimpinan kelompok itu merasa kecepatannya masih berada dibawah pemuda yang terus secara membabi buta menerjang kearahnya.


"Baj*ngan!"


Dhuuuuaarrr!

__ADS_1


Lasmana Pandya yang memberikan serangan pedang secara bertubi tubi membuat prajurit itu kewalahan sehingga tangan kirinya menemukan celah dengan menggunakan tinju yang mengenai telak dada kiri pimpinan prajurit tersebut.


__ADS_2