Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Surgawi Empat


__ADS_3

Setelah itu, pengetahuan yang dimiliki oleh Ye Lang tentang sosok Yang Lin akhirnya selesai diceritakan, setelah itu Ye Lang memberikan beberapa ruangan tempat beristirahat untuk mereka.


"Maaf kamar yang tersisa hanya satu, ta-tapi kalian," ucap ramah Ye Lang kebingungan melihat ramainya rekan barunya.


"Senior sudah menolong kami saja kami sangat berterimakasih pada anda," ucap Lasmana Pandya dan lainnya.


Namun saat itu, tiba tiba Kamandaka yang terkena racun kembali memuntahkan darah emasnya.


"Gu-guru!" Ucap panik Lasmana Pandya.


Ye Lang juga memeriksa kondisi Kamandaka, tiba tiba gelengan kepala ia perlihatkan dengan wajah seriusnya.


"Senior apa yang terjadi?"


"Racun didalam tubuh gurumu semakin mengganas, perlahan organ dalamnya dihancurkan, namun itu tidaklah cepat, karena kualitas darah, serta tulangnya yang membuat racun tersebut kesulitan untuk membunuhnya. Dan jika bukan hal itu, mungkin gurumu telah tiada," ucap Ye Lang.


Lasmana Pandya terdiam.


"Apakah ada obat untuk mengobati guru? Dan berapa lama waktu kehidupannya?" Tanya serius Lasmana Pandya.


"Dua tahun, dan untuk penawar ini benar benar mustahil, karena Dewa Racun menggunakan ratusan racun tingkat Dewa yang dicampur menjadi satu, karena itu aku tidak memiliki penawarnya."


Lasmana Pandya megangguk dan menatap gurunya.


"Jadi satu satunya cara adalah membunuh mereka," gumam Lasmana Pandya.


Ye Lang mengangguk, namun hal itu tidak ia inginkan sama sekali, dengan kematian Dewa Racun dan Dewa Siluman, tentu Kaisar Yang Lin tak akan tinggal diam. Begitu juga dengan Kamandaka yang kini mulai lemah fisiknya.


"Guru kau beristirahat saja," ucap Lasmana Pandya.


Setelah itu mereka meninggalkan Kamandaka diruangan tersebut, sesampainya didepan kediaman Ye Lang memberikan arak mahal untuk menemani mereka berbincang santai.

__ADS_1


"Kau tentunya harus tau konsekuensi melawan kekuasan Yang Lin, meskipun banyak yang menentang peraturan dan tingkahnya, namun hingga saat ini mereka yang secara terang terangan melawan akan mati, bahkan seluruh keluarganya," ucap Ye Lang sambil menyesap araknya.


Lasmana Pandya mengangguk memahami, namun saat ini ia tidak memiliki keluarga lagi, hanya ada Kamandaka, serta ketujuh bawahannya. Jadi ia tidak perlu mementingkan hal itu.


Ye Lang juga memberikan info mengenai siapa saja yang menentang Kaisar Yang Lin secara diam diam, mendengar hal tersebut, Lasmana Pandya langsung antusias mendengarkan dengan baik.


"Diselatan Negeri China, disana terdapat Kekaisaran Tang, dan sebelah selatan Kekaisaran Long. Dua kekaisaran itu membenci Yang Lin," ucap Ye Lang.


Hingga Lasmana Pandya kemudian menyuruh ketujuh bawahannya menyembuhkan luka didalam cincin waktunya. Ia juga memberikan ribuan kristal jiwa kepada mereka satu persatu. Melihat hal tersebut Ye Lang tersenyum.


"Mereka Hewan Iblis dan Suci, sejak kapan mereka mau tunduk dengan manusia? Apalagi ranah Kultivasimu?"


"Hehe! Ini semua berkat guru Senior," ucap Lasmana Pandya.


Ye Lang mengangguk, namun setelah sesaatnya tangannya ia angkat kearah Utara keberadaan bambu kuning tumbuh subur disudut Utara lembah obat tersebut.


Swuuuuuung!


"Aku tahu kamu pasti akan menentang Kaisar Yang Lin, dan tentunya berusaha menjadi kuat untuk mencari penawar untuk gurumu bukan?" Tanya Ye Lang.


Lasmana Pandya terdiam, kemudian ia menyeduh araknya dan setelah itu ia memejamkan matanya sejenak.


"Benar."


Ye Lang mengangguk, kemudian ia menunjuk tujuh bambu kuning yang tak lain sumber daya tingkat Dewa yang satu satunya ia miliki selain ribuan herbal atau obat obatan yang ia tanam.


"Ini adalah bambu kuning, nama lain dari bambu ini bambu surgawi, aku hanya bisa memberikan sumber daya kecil ini untuk meningkatkan kekuatanmu," ucap Ye Lang memberikan bambu kuning tersebut.


Lasmana Pandya ingin menolak, namun Ye Lang memaksa. Dan ia berharap apa yang diinginkan Lasmana Pandya segera tercapai.


"Senior terimakasih," ucap penuh hormat Lasmana Pandya.

__ADS_1


Ye Lang hanya mengangguk. Sebenarnya Lasmana Pandya sedikit heran mengenai ssumber daya bambu surgawi itu, namun karena itu adalah pemberian, ia tidak enak jika mengecek didepan seorang yang telah memberinya.


"Hahahaha! Aku tahu kamu heran dengan sumber daya yang satu ini, asal kamu tahu bambu surgawi ini memang tidak memiliki rembesan energi, sehingga sedikit orang yang tahu sebenarnya bambu kuning ini adalah sumber daya tingkat Dewa. Dan jika aku tidak salah tebak, hanya ada seratus batang bambu surgawi yang tersisa di Negeri kelahiranku."


"Senior tapi bagaimana cara menyerap energinya?" Tanya Lasmana Pandya.


Ye Langg mengangguk, ia kemudian menjelaskan caranya dengan senang hati. Setelah itu, Lasmana Pandya berterimakasih pada Ye Lang. Namun setelahnya ia pamit untuk berkultivasi menggunakan sumber daya bambu surgawi. Ye Lang pun kembali tersenyum hangat kepada juniornya tersebut.


"Baiklah hati hati dalam penyerapannya, karena energi ledakan didalam dantianmu sangat besar," ucap Ye Lang memperingati.


"Terimakasih senior," ucap Lasmana Pandya kemudian menyimpan tujuh bambu tersebut dan melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhku kearah tengah tengah obat obatan yang ditanam oleh Ye Lang.


"Bocah aneh," gumam Ye Lang.


Sesampainya, Lasmana Pandya segera mengeluarkan satu bambu surgawi dengan wajah tegangnya. Dari penjelasan cara pemakaiannya, tentu ia sedikit ragu. Namun ia sendiri tidak tahu cara menyerapnya. Dan pada akhirnya ia hanya bisa mengikuti cara yang disampaikan oleh Ye Lang.


Perlahan bibirnya menyentuh ujung bambu surgawi, setelah itu layaknya seperti sedotan. Lasmana Pandya menyedot kearah lubang kecil yang sudah ditandai oleh Ye Lang.


Swuuuuung!


Sekali sedot, tiba tiba Dantiannya bergejolak hebat dengan wajah tegangnya. Perasaan aneh menjalar keseluruh tubuhnya. Sesaat setelah itu Lasmana Pandya menggunakan Kultivasi Dewa Pembunuh untuk mengolah secara gila energi yang bergejolak diatas dantiannya.


Di tanah Jawa berita gempar mengenai kemunculannya pendekar bertopeng yang berani membunuh kedua anak raja Jendral Tapak Dewa. Tak hanya itu saja, sosok pendekar bertopeng kini menjadi buronan bagi anggota kerajaan Bai Shi.


Jendral Tapak Dewa juga mengumumkan siapapun yang dapat menangkap pendekar bertopeng, ia akan memberikan hadiah seratus juta kristal jiwa. Dan hal itu tentunya semua orang antusias utuk mencari keberadaan pendekar bertopeng.


Hari demi hari terlewati, Lasmana Pandya yang masih berkultivasi dengan tenang merasakan tubuhnya akan melakukan terobosan ketingkat empat. Penghalang ketingkat lebih tinggi tentunya membuat seseorang sedikit keusahan dalam prosesnya. Namun tidak dengan Lasmana Pandya yang memiliki tipe tubuh Keabadian.


Swuuuuuung! Baaaaams!


Tubuhnya bergetar hebat, dibarengi dengan suara ledakan dari dalam tubuhnya yang ditandakan ia berhasil naik tingkat ketingkat Surgawi Empat. Setelah melakukan terobosan, Lasmana Pandya masih berkultivasi dengan tenang karena energi yang ada didalam tubuhnya masih banyak. Dan tentunya hal itu membuatnya sangat senang karena dengan ketujuh sumber daya itu mungkin dapat membuatnya naik tingkat ketingkat yang lebih tinggi.

__ADS_1


__ADS_2