Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Peperangan 2.


__ADS_3

Sekian menitnya mereka membisu, hingga akhirnya dikejutkan dengan suara ledakan dari dalam kerajaan.


Dhuuuaar! Dhuuuaaar!


Tanpa memperdulikan reaksi mereka, Lasmana Pandya mengeluarkan pedang tingkat tinggi dari dalam cincin ruangnya.


Swuuuuush!


Sekali lompatan, ia telah berada diatas langit memantau keadaan didalam kerajaan yang sudah kacau. Tanpa basa basi, ia kembali melesat dan mulai membunuh satu persatu prajurit Kerajaan Bai Shi yang terlihat didepannya.


Slaaaaaash! Slaaaaash!


Puluhan orang tergeletak dengan leher yang terlepas dari tubuh mereka. Bukannya mereka yang masih hidup ketakutan, kini mereka malah mengepung pergerakan Lasmana Pandya. Namun ranah Kultivasi mereka yang terdiri dari tingkat Master alam satu hingga lima. Mereka semua kini bukan tandingan Lasmana Pandya.


Bergerak secara zig zag, menusuk menebas selalu dilakukan Lasmana Pandya, kini ia membunuh dengan bringasnya menggunakan pedang tanpa ampun, mereka mati hanya dengan hitungan detik dengan mata yang melrbar tak percaya. Sedangkan di pusat Kerajaan, ledakan besar terus menggema yang membuat Lasmana Pandya semakin menjadi jadi dan mempercepat membantai lawan yang ada didepannya.


Swuuuuush!


Lima menit berlalu, kini Lasmana Pandya telah membunuh lebih dari seribu prajurit Kerajaan Bai Shi didalam kerajaan Bali. Sesampainya di pusat Kerajaan. Ia melihat enam sosok Komandan pasukan kerajaan Bai Shi sedang mempermainkan nyawa raja Bali dengan tendangan yang berturut turut.


"Menindas orang lemah, menjajah dan merampas harta yang bukan milik kalian, apa ini yang disebut dengan Kultivator sejati...," Ucapan dingin yang menggelegar didalam pusat kerajaan.


Mereka berenam menghentikan aksi mereka dan membalikan tubuh dengan buluk kuduk yang berdiri karena ucapan tersebut sangat menusuk nyali mereka.


"Pe-pendekar bertopeng!" Ucap terkejut mereka. Karena yang mereka tahu Pendekar Bertopeng berhadapan dengan Jendral Tapak Dewa.


Dan kini sosok tersebut ada dihadapan mereka. Dengan jelas mereka tahu bahwa sosok Jendral besar ditakuti oleh Kultivator negeri China telah mati ditangan pendekar bertopeng.


Swuuuuuush!

__ADS_1


Hanya dengan mengarahkan tangannya, daya hisap yang sangat kuat menyerap tubuh keenam komandan tersebut hingga tiba didepannya.


"Ka-kamu mau apa!" Ucap mereka ketakutan.


"Tentu saja melakukan apa yang sama kalian lakukan," ucap Lasmana Pandya kemudian yang membuat tubuh mereka bergetar hebat dan membasahi diri mereka masing masing.


Slaaaaash! Slaaaaaash!


Hanya hitungan detik, keenam komandan yang memiliki ranah Surgawi tingkat satu telah tewas di tangan Lasmana Pandya. Setelah sesaat membunuh pimpinan pasukan, ia menghilang lalu muncul tepat didepan raja Bali dengan twtapan hormatnya.


"Raja maaf saya datang terlambat," ucap Lasmana Pandya kemudian memberikan cincin berisi gunungan sumber daya dan pill penyembuh serta lainnya yang ia buat untuk kerajaannya sendiri. Namun karena kerajaannya telah hancur, kini ia memberikan seperempat pill buatannya pada kerajaan Bali dengan harapan kerajaan tersebut dapat menjadi kuat.


"Tuan pendekar aku yang seharusnya berterimakasih, dan untuk pemberian tuan ini tidak perlu. Malah seharusnya aku yang memberikan tuan hadiah karena telah membantuku," ucap Raja Bali memberikan hormatnya.


Namun Lasmana Pandya tidak tetap diam, ia ikut memberikan kembali hormatnya sebagai tanda menghormati orang besar didepannya.


"Pemuda ini sungguh rendah hati, siapa dia," gumamnya.


"Dan mengenai prajurit yang masih menyerang, aku serahkan pada anda dan beberapa bantuan yang telah aku bawa bersamaku, karena saat ini aku harus membantu kerajaan atau padepokan lainnya," ucap Lasmana Pandya kemudian menghentakan kakinya melesat kearah Utara.


Raja Bali akhirnya menerima dengan senang hati, namun ia sadar bahwa sosok pemuda bertopeng didepannya bukanlah pendekar sembarangan, karena kini ia dapat melihat sosok pendekar itu dapat terbang dengan mudah. Dan seingatnya, hanya Joko Dwi Permana serta muridnya yang dapat melakukan hal tersebut.


Swuuuuush!


Dengan terbang membelah awan menuju utara, Lasmana Pandya bergerak dan selalu turun untuk membantu kota kecil yang juga diserang. Untungnya ada beberapa kota yang masih baik baik saja, sehingga kini ia terus melesat keutara mencari pasukan Bai Shi yang seenaknya membunuh dan merampas sumber daya di tanah Jawa.


Tiba di kaki gunung Meru, Lasmana Pandya terdiam membisu melihat jutaan manusia yang baru saja mulai berperang. Yang jelas, kedua alisnya menyatu melihat kelompok Kultivator Jawa yang tergolong tinggi ditanah Jawa. Dari segi auranya pun terlihat gelap, mengerikan dan mampu membuat siapapun yang merasakannya memilih pergi dari pada bertarung.


Ledakan demi ledakan terdengar di kaki gunung Meru tersebut. Kedua kelompok yang sama sama kuat membuat Lasmana Pandya tak mengurungkan niatnya untuk membantu mereka yang tak lain dari Padepokan Rontek Ireng.

__ADS_1


Slaaaaash! Slaaaaash!


Bergerak bagaikan elang yang mencabik mangsanya, Lasmana Pandya terus membunuh dengan mudah dari belakang kelompok besar Kerajaan Bai Shi, nampaknya Kerajaan Bai Shi telah merencanakan rencana matang, sehingga dari segi kekuatan pastinya kelompok Bai Shi lebih kuat ditimbang Kota, Kerajaan, dan Padepokan yang diserang. Namun hal yang tak habis pikir, jumlah kekuatan mereka yang tidak ada habisnya. Yang jelas, saat ini tidak ada ancaman berbahaya, dan hanya satu yang menurutnya Kultivasinya lebih tinggi yang sedang bersembunyi dibalik awan.


"Sepertinya mereka mendapat kiriman kekuatan lain untuk menguasai tanah Jawa ini," gumam Lasmana Pandya sambil membunuh lawan didepannya tanpa ampun.


Membunuh dengan mudah lawan didepannya, membuat kelompok Kerajaan Bai Shi berhamburan memilih lawan lainnya. Melihat itu, Lasmana Pandya bergerak kearah enam pimpinan pasukan yang sedang bertempur dengan para tetua dan Ketua sekte Rontek Ireng.


"Siapa kamu ikut urusan kami!" Suara murka dari atas langit. Yang memiliki ranah Surgawi tingkat Lima yang ternyata mengawasi sosok Lasmana Pandya sejak awal.


Swuuuush!


Sosok pria berwajah garang mengehentikan lesatan terbang Lasmana Pandya. Dengan sombongnya, ia yang sebenarnya ketua kelompok pedang gurun di Negeri China yang di perintah oleh Kaisar Yang Lin untuk membantu pasukan kecilnya meremehkan sosok Lasmana Pandya.


"Ku akui kamu hebat, tapi sebelum ikut campur urusan pasukanku, kamu harus melangkahi mayatku terlebih dahulu!"


Swuuuush!


Sosoknya menyerang Lasmana Pandya dengan telapak tangannya. Melihat itu, Lasmana Pandya acuh tak acuh memblokirnya dengan telapak tangan kirinya.


Dhuuuuuuaar!


Luapan energi terjadi setelah pertemuan serangan kedua telapak tangan. Sosok Ketua Pedang Gurun terpental sejauh lima puluh meter dengan luka dalam yang cukup parah. Dan hal itu membuatnya pucat pasi menatap takut kearah Lasmana Pandya.


"Si-siapa kamu!" Saat ini Ketua Pedang Gurun tidak bisa mempercayai ucapan Yang Lin yang mengatakan bahwa Kultivator tanah Jawa lemah.


"Yang pasti aku Dewa Pembunuh yang akan menghabisi seluruh pasukan yang diperintahkan Kaisar Yang Lin!" Balas Lasmana Pandya menghilang lalu muncul tepat didepan ketua Pedang Gurun yang baru saja menyeimbangkan tubuhnya.


Dhuuuuuuaar!

__ADS_1


####


__ADS_2