Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Menjadi pengikut Ku atau mati.


__ADS_3

Energi yang sangat besar keluar membentuk api merah kehitaman dibaluti oleh petir kearah Lasmana Pandya secara cepat.


Lasmana Pandya yang juga memiliki rencana untuk menggabungkan kekuatan dengan roh jurusnya kemudian kembali membuat segel menggunakan pedangnya. Ribuan sosok Lasmana Pandya itu juga membuat segel yang sama dengan pedang Sangka Geni tiruan ditangan mereka.


"Pemusnah Nirwana!"


Swuuuuuung!


Aura pembunuh dari masing masing sosok tiruan Lasmana Pandya menyebar, setelah itu mereka memutarkan tubuhnya.


Swuuuuuush! Swuuuuuush!


Ribuan energi pedang yang sangat besar melesat kearah She Long yang juga energi besar jurus milik She Long siap menyambut ribuan energi pedang milik Lasmana Pandya.


****


Di kejauhan, Yong Rong dan Ying Lung terus bergidik ngeri dengan sosok keduanya yang saling memperlihatkan kelebihan mereka. Dan tentunya mereka merasa bodoh dan tidak menyadari sikap tenang dibalik Hong Xiao sejak awal pertemuan. Dan malah, seakan akan merekalah yang salah mencari lawan.


"Saudari gabungkan kekuatan untuk melindungi tubuh kita!" Ucap panik Yong Rong yang tersadar.


Swuuuuuung!


Perisai menutupi tubuh mereka setelah itu, dan keduanya nampak tidak berkedip melihat keduanya yang akan beradu jurus hebat mereka masing masing.


*****


Dhuuuuuuuuuuuuuaaaaaaar!


Ledakan yang maha dahsyat terjadi beruntun saat energi ribuan pedang terus membentur serangan jurus milik She Long. Terlihat jelas luapan energi yang tadinya hanya terasa dan tidak terlihat. Kini terlihat seperti gumpalan cahaya yang saling memecah menjadi jutaan cahaya.


Ledakan yang maha dahsyat itu juga perlahan mengikis perisai buatan milik She Long. Dan yang lebih parah lagi perisai milik kedua Bidadari Kematian kini telah benar benar pecah, dan tubuh mereka telah terpental sangat jauh kearah perisai pembatas yang kini juga ikut pecah.


Traaaaack! Dhuuuuuuaar!


Pembatas perisai milik She Long akhirnya benar benar pecah. Dan luapan energi yang tak terbendung menyebar menyebabkan kehancuran yang mengerikan. Dampak ledakan membuat hewan buas, iblis, dan kota kota terdekat hancur menjadi debu.


Disisi lain, Lasmana Pandya juga ikut terpental dan terbenam didalam tanah membentuk tubuhnya sendiri sedalam satu kilometer dalamnya. Begitu juga dengan She Long yang tubuhnya tidak terlihat, namun hanya pedang yang menancap diatas tanah.


Swuuuuuush!


Lasmana Pandya melesat keatas tanah, dan setelah itu ia melihat sekitarnya. Terlihat jelas bahwa hasil dari ledakan dua jurus hebat itu membuat kehancuran yang sangat mengerikan yang tak terbayang olehnya sendiri.

__ADS_1


"Sepertinya She Long telah mati ... Uuugh!" Lasmana Pandya memutahkan seteguk darah emas dari mulutnya jatuh berlutut.


Tiba tiba kekuatan jiwanya merasakan ribuan aura Kultivator mendekat kearahnya dengan cepat.


"Gawat..." Ucap Lasmana Pandya mengeluarkan pill penyembuh dan penambah Qi.


Setelah itu Lasmana Pandya melesat mengambil cincin ruang milik She Long yang tergeletak dan sengaja meninggalkan pedang milik She Long. Setelah itu Lasmana Pandya mencari tempat persembunyian dan juga mencari keberadaan kedua Bidadari Kematian yang terpental entah kemana.


Swuuuuuush!


Tiba tiba ia terhenti setelah melihat dua Bidadari Kematian tergeletak dengan luka yang sangat memprihatinkan.


"Lebih baik aku tidak membunuhnya dahulu," gumam Lasmana Pandya kemudian daya hisap yang kuat mengangkat tubuh mereka.


Setelah itu, Lasmana Pandya segera kembali melanjutkan perjalanannya mencari tempat persembunyian untuk memulihkan lukanya.


Lima belas menit berlalu, akhirnya Lasmana Pandya menemukan sebuah goa dibawah bukit Nandao.


"Sepertinya aman," ucap Lasmana Pandya memasuki goa dan membuat segel tangan melindungi goa itu dari adanya ancaman disaat ia memulihkan lukanya.


Setelah berada didalam goa, Lasmana Pandya segera membaringkan kedua bidadari Kematian diatas tanah. Sedangkan ia sendiri duduk diatas batu dan segera memulihkan luka dalamnya.


Satu hari telah berlalu, luka Lasmana Pandya mulai membaik, namun itu tetap ada campur tangannya tipe tubuh Keabadian yang hanya dimiliki oleh Lasmana Pandya.


Setelah menelankan pill penyembuh secara paksa, Lasmana Pandya segera mengaliri energi Qinya membantu luka dalam secara perlahan.


Satu hari telah berlalu, Lasmana Pandya yang masih terluka menghentikan tindakannya. Dan mengecek kondisi keduanya melalui kekuatan jiwanya.


"Setidaknya sore mereka akan bangun," gumam Lasmana Pandya duduk bersila untuk membentuk energi Qi secepat yang ia bisa.


***


Di istana Iblis.


She Wang wajahnya terlihat lesu, bola matanya dipenuhi dengan dendam yang besar melihat giok kehidupan milik She Long yang telah hancur.


"Si-siapa yang telah membunuhnya! A-apakah Hong Xiao? Itu tidak mungkin! Tidak mungkin!" Teriak She Wang seperti kesetanan.


***


Pihak kota, kerajaan, serta Kekaisaran Hong yang dikejutkan oleh suara ledakan yang maha dahsyat diarea hutan bergidik ngeri melihat pemandangan didepan mereka. Kaisar Hong Fai juga turut berada di tempat bekas pertempuran itu.

__ADS_1


"Siapa yang telah melakukan pertempuran sebesar ini," ucap Hong Fai kebingungan.


Setahunya hanya Kultivator diatas ranahnya yang dapat melakukan hal ini. Dan itu tertebak bahwa salah satu tetua tingkat tinggi salah satu sekte besar di Negerinya yang melakukan pertempuran.


Swuuuuush! Swuuuuuush!


"Yang Mulia..." Ucap kemunculan Xie Shi membawa pedang milik She Long.


Hong Fai segera memeriksa pedang itu, wajahnya berkedut meraskaan aura iblis yang kentara keluar dari pedang itu.


"Ini milik ras Iblis, tapi siapa yang bertempur dengannya..." Ucap Hong Fai kebingungan.


"Xie Shi lakukan penyelidikan lebih dalam, dan untuk mengganti kerusakan disetiap tempat biarkan Komandan Ao dan Bei yang akan melakukan tugas itu.


"Baik Yang Mulia!" Ucap Komandan Ao dan Jendral Xie Shi kompak.


"Bei apa yang kau pikirkan?" Tanya Hong Fai heran melihat Bei yang hanya diam.


"Eehhh... Tidak tidak Yang Mulia aku hanya tidak bisa membayangkan hasil pertempuran mereka yang mengerikan ini," ucap Bei menyangkal yang sebenarnya merasa adanya rembesan aura bekas pertempuran yang familiar.


***


Sore harinya.


"Uuugh!" Dua Bidadari Kematian terbangun dari masa kritis mereka. Hal yang pertama mereka lihat adalah Hong Xiao yang sedang bermeditasi.


Wajah mereka berubah menjadi waspada, dan tentunya memperhatikan tubuh masing masing.


"Jendral anda...." Ucap mereka sedikit waspada.


Perlahan Lasmana Pandya membuka matanya, menatap wajah waspada keduanya dengan tenang.


"Tenanglah," ucap Lasmana Pandya kemudian tersenyum kearah mereka.


"Jendral Xiao ka-kami..."


Lasmana Pandya mengangkat tangannya untuk menghentikan tindakan mereka.


"Aku akan memaafkan kalian, tapi ada satu syarat." Ucap tenang Lasmana Pandya.


Keduanya yang melihat sendiri kekuatan besar Hong Xiao terlihat ragu. Apalagi yang kini dihadapan mereka terlihat Hong Xiao baik baik saja yang diartikan She Long telah mati terbunuh. Namun mereka memberanikan diri mereka.

__ADS_1


"Syarat apa itu Jendral," ucap Yong Rong.


"Syaratnya sangat mudah, menjadi pengikut ku atau kalian mati...," Ucap Lasmana Pandya melemparkan senjata tingkat Dewa dihadapan mereka berdua.


__ADS_2