
Kedua Bidadari Kematian menelan ludah mereka. Sebelumnya mereka pasti berhasil atau sukses dalam semua misi yang diberikan oleh orang lain. Namun kini tidak, mereka salah memburu lawan yang sebenarnya mereka hanya semut dimata Lasmana Pandya.
"Pikirkan baik baik, aku hanya memberi kalian waktu lima menit," ucap Lasmana Pandya memejamkan matanya.
Kedua Bidadari Kematian terdiam, sedetik mereka menatap pedang tingkat Dewa, setelah itu kembali berpandangan.
"Saudari aku tidak percaya hal ini akan terjadi pada kita," ucap Yong Rong melalui telepati.
"Tapi kita tidak punya pilihan lain, melawan sama halnya mati... Jika menjadi budaknya sama saja kematian kita berada ditangannya," balas Ying Lung.
"Lebih baik kita mengikutinya saja, karena saat ini kita tidak memiliki pilihan lain," ucap Yong Rong.
Lima menit berdiskusi, Lasmana Pandya kembali membuka matanya.
"Bagaimana?" Tanya Lasmana Pandya.
Mereka saling berpandangan sejenak, setelah itu mereka segera berlutut dihadapan Lasmana Pandya.
"Tuan, kami siap melayani anda dan menjalankan perintah sesuai keinginan anda," ucap kompak keduanya berlutut.
Lasmana Pandya hanya tersenyum, setelah itu segel jiwa ia gunakan untuk mewaspadai tingkah, maupun jika pengkhianatan terjadi Lasmana Pandya tinggal menghancurkan jiwa mereka.
Swuuuuuung!
Segel jiwa telah terbentuk, kedua Bidadari menegang, karena mereka tahu fungsi segel itu.
Swuuuuush!
"Akkkhh!"
Segel itu melesat kearah tubuh keduanya, sehingga Yong Rong dan Ying Lung merasakan rasa sakit tepat dijantung mereka.
"Aku akan memberikan tugas pada kalian, bunuh Menteri Xie Bai. Aku akan memberi waktu kalian tujuh hari dari sekarang," ucap Lasmana Pandya kemudian membuat keduanya segera kembali berlutut.
"Baik tuan," ucap keduanya.
Setelah itu Lasmana Pandya kembali menyampaikan agar mereka berdua setelah membunuh Menteri Bai pergi ke Klan Shu di Kekaisaran Yang untuk membantunya menjalankan misi. Melihat kepergian keduanya, Lasmana Pandya yang sengaja membuat kegaduhan kecil di Kekaisaran Hong akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya.
Swuuuush! Swuuuuush!
Tubuhnya melesat membelah awan menuju kearah Kota Shai dengan kecepatan puncak. Disela sela perjalanannya, Lasmana Pandya terus mencari keberadaan Shu Yin.
Tepat berada diatas Kota Shai.
Swuuuuuush! Swuuuush!
Prajurit kota Shai segera menghentikan Lasmana Pandya yang melewati kota mereka dengan cara terbang.
"Tuan tunggu!" Teriak menggema prajurit kota menghadang Lasmana Pandya.
Lasmana Pandya dengan tenang menghentikan terbangnya dan menatap santai enam prajurit kota yang memiliki ranah Glory Tiga dengan santai.
__ADS_1
"Prajurit aku sedang terburu buru," ucap Lasmana Pandya.
"Maaf Jendral Xiao, kami kira siapa yang terbang seenaknya diatas kota kami," ucap prajurit itu hormat.
Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian menanyakan keberadaaan Shu Yin apakah memasuki kota Shai.
"Tuan kami tidak melihat istri Jendral sama sekali memasuki kota kami," ucap mereka hormat.
Lasmana Pandya mengangguk, dan setelah itu ia pamit untuk melanjutkan perjalanannya.
Swuuuuush!
Menggunakan kekuatan puncaknya, Lasmana Pandya hanya membutuhkan lima menit untuk keluar dari kota Shai dan kini ia harus melewati lembah Jun.
Menurut ingatan Hong Xiao, lembah ini di diami oleh beberapa Hewan Iblis yang terkenal akan racunnya yang ganas. Karena itu, Lasmana Pandya menurunkan tingkat kecepatannya sambil mencari keberadaan Shu Yin.
"Lembah ini sangat luas, aura hewan Iblisnya sangat pekat," gumam Lasmana Pandya terus melanjutkan perjalanannya.
Hingga tiba tiba ia mendengar suara ledakan didepannya sejauh lima kilometer jauhnya. Pertarungan itu membuat Lasmana Pandya benar benar penasaran.
Swuuuuush!
Tubuhnya berkelebat sangat cepat membelah awan hingga tiba ditempat pertempuran. Lasmana Pandya melihat Shu Yin yang membawa anggota Klan Shu sedang berperang melawan puluhan kalajengking raksaksa.
"Hemmm..." Gumaman Lasmana Pandya kemudian melesat dan memborbardir dengan menggunakan energi Qinya.
Dhuuuaaar! Dhuuuuaar!
"Sayang...," Ucap Shu Yin menghela napas lega melihat suaminya membantu.
"Bantuan tiba.." Ucap anggota Klan Shu kegirangan.
Hadirnya Hong Xiao membuat Shu Yin melupakan bahwa dua kalajengking raksaksa berada disampingnya sambil menyemburkan racun mereka.
Swuuuuush!
Swoooooosh! Dhuuuuuuaar!
Lasmana Pandya tak tinggal diam, kini ia segera menghilang lalu muncul dibelakang Shu Yin dan melindungi tubuh Shu Yin membiarkan tubuhnya terkena racun Kalajengking raksaksa itu.
"Sayang..." Ucap Shu Yin panik.
Lasmana Pandya yang hanya berpura pura kesakitan kemudian mencoba tersenyum kearah Shu Yin.
"Tenanglah," ucap Lasmana Pandya.
Shu Yin mengangguk, dan setelah itu Lasmana Pandya menghilang lalu muncul didepan dua kalajengking raksaksa sambil melepaskan tinju tepat dikepala kalajengking tersebut.
Dhuuuuuaar! Dhuuuuaar!
Ledakan menggema disaat itu juga, Lasmana Pandya yang berhasil menghancurkan tubuh keduanya dengan sekali pukul membuat puluhan Kalajengkin raksaksa lainnya segera mengepung pergerakan Lasmana Pandya.
__ADS_1
"Ingin menyentuh istriku!" Ucap Lasmana Pandya kemudian mengeluarkan pedang tingkat Tinggi dari dalam cincin ruangnya.
Swuuuuuush!
Lasmana Pandya berkelebat sangat cepat dan setiap tusukan ujung ekor Kalajengking dapat ia hindari dengan mudah.
Kalajengking yang memiliki ranah Glory dua hingga tiga itu tidak dapat mengikuti kecepatan yang ditunjukan oleh Lasmana Pandya. Sehingga mereka hanya dijadikan hewan yang siap disembelih.
Slaaaaaash! Slaaaaash!
Hanya membutuhkan tiga menit, Lasmana Pandya berhasil membunuh mereka secara mudah. Bahkan kini kalajengking yang tersisa memilih kabur dari pada ikut mati seperti rekan mereka.
Dari sisi lain Shu Yin merasa heran dengan hatinya yang merasa asing pada suaminya sendiri.
"Kenapa dua hari ini aku merasa asing dengan suamiku sendiri," gumam Shu Yin.
Swuuuush!
Lasmana Pandya tiba dihadapan Shu Yin.
"Sayang kau tidak apa apa?" Tanya Shu Yin yang gelagapan.
Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian menatap luka Shu Yin diarea tangannya.
"Telanlah," ucap Lasmana Pandya memberikan pill penyembuh tingkat Dewa yang tersisa.
Shu Yin membelalakan matanya melihat pill tingkat Dewa ada ditangannya.
"Sayang ka-kau beli dimana?" Tanya Shu Yin.
Lasmana Pandya terkejut atas penuturan Shu Yin.
"Ahhh... Aku tidak membelinya, melainkan pill ini pemberian Kaisar Fai," ucap Lasmana Pandya menyela.
Shu Yin mengangguk, ia akhirnya tidak curiga. Melihat itu, Lasmana Pandya meminta anggota Klan Shu untuk menyembuhkan diri mereka. Dan meminta beberapa anggota yang mati agar segera dikubur didekat bekas pertempuran itu.
"Sayang, kau seharusnya mengabariku jika terjadi hal yang seperti ini," ucap Lasmana Pandya mencoba terbiasa menggunakan kata sayang pada Shu Yin.
Shu Yin menghela napas panjang. Setelah itu ia menatap langit pada sore itu yang cerah.
"Meskipun didepanku api panas yang menghambat perjalananku, aku tidak akan pernah berhenti untuk kembali ke Klan Shu... Bagaimanapun kematian anakku harus dibalas dengan darah oleh Klan Yang...," Ucap Shu Yin dingin.
Lasmana Pandya mengangguk, beberapa jam kemudian, mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dengan cara menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka.
Hingga tiba tiba.
Swuuuuuuung!
Udara bergetar hebat dengan aura hewan iblis yang kentara menyebar kesegala lembah.
"Siapa yang telah membunuh prajurit ku!" Teriak suara wanita menggema.
__ADS_1