Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Menyatu dengan iblis hati


__ADS_3

"Bocah kau terlalu naif!" Ucap Kakek tua yang mulai kesal.


Lasmana Pandya menaikan alisnya, sudah berapa orang termasuk iblis hatinya sendiri yang mengatakan hal itu kepadanya.


"Memang apa yang membuatmu beransumsi bahwa kau mampu mengalahkan Yang Lin?" Tanya kakek tua itu kemudian membuat Lasmana Pandya terdiam.


Swuuuuuung!


Muncul peristiwa diatas langit, dimana peperangan terbesar dalam sejarah terlihat dilangit langit dunia kecil itu. Lasmana Pandya terdiam melihat kehancuran yang terjadi, bahkan mereka yang berada di bawah kekuatan puncak semuanya tak bersisa. Peperangan terus berlanjut hingga menampilkan sosok Yang Lin menjadi malaikat maut bagi lawannya. Melawan sosok puncak, ia sangat mudah seperti membalikan telapak tangannya. Hal itu membuat Lasmana Pandya menyadari kenaifan dirinya yang ingin melawan Yang Lin. Namun semangat, tekad untuk balas dendam sangatlah kuat.


"Memang apa bedanya naif dengan percaya diri...," Ucap dingin Lasmana Pandya menatap pertarungan diatas langit.


"...." Kakek tua itu terdiam.


"Kek mungkin aku terlihat naif dimatamu, tapi dendam darah harus dibayar dengan darah. Dia yang mengusik tanah kelahiranku maka aku bayar dengan seluruh keluarganya...," Ucap dingin Lasmana Pandya.


Kakek tua yang tidak ingin berdebat menganggukan kepalanya. Melihat ujian yang diberikannya mampu dilewati oleh Lasmana Pandya akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan Lasmana Pandya muridnya.


"Baiklah aku akan memberikan jawaban dari dua pertanyaan terkait dua sekte yang telah lama hilang. Sebelum itu, apakah kau mau menerima syarat dari diriku sendiri?" Tanya kakek tua.


"Kek itu tentu!" Ucap semangat Lasmana Pandya.


"Baik, syarat yang ingin aku berikan ini syarat dari diriku sendiri, karena itu aku akan menjawab dahulu soal dua pertanyaan terkait dua sekte yang telah lama hilang aku akan menjawabnya."


"Dua sekte yang kau cari masihlah ada, tapi setelah peperangan besar, mereka memutuskan untuk mengasingkan diri dan tidak akan pernah ikut urusan campur dunia persilatan," ucap kakek tua itu tenang.

__ADS_1


"Lalu keberadaannya?"


"Sekte yang dikuasai oleh Prabu Rojo Boyo sekte Darah Nusantoro, dan sekte Sukmo Abadi milik Dewi Nyi Wulandari keduanya berada di desa terpencil Utara tanah Jawa," ucap kakek tua itu menceritakan semuanya.


Lasmana Pandya mengangguk, kemudian ia segera berterimakasih atas pertanyaan yang ia butuhkan akhirnya memiliki jawaban.


"Karena aku telah memberikan jawaban yang kau cari, kini giliranku. Apakah kau ingin menerima tawaranku ini?" Tanya kakek tua itu sambil memegangi janggutnya.


"Jika itu mampu aku lakukan, aku pasti melakukannya kek," jawab Lasmana Pandya ramah.


Kakek tua itu mengangguk, kemudian ia menatap santai Lasmana Pandya.


"Sebelum kau pergi ke Utara tanah Jawa, aku ingin kau mempelajari jurus serta teknik yang aku berikan ini," ucap kakek tua itu kemudian membuat segel tangan melesatkannya kearah kening Lasmana Pandya.


"Aku akan segera pergi, ingatlah kuasai kitab itu, baru kamu bisa menemukan kedua sekte yang telah lama hilang," ucap kakek tua menghilang dari pandangan.


Lasmana Pandya mengangguk, namun saat akan menanyakan nama kakek tersebut, ia terlambat karena saat ini kakek tua telah menghilang, dan keberadaaannya tidak dapat ia rasakan sama sekali.


Karena tidak ingin mengecewakan harapan sang kakek misterius, Lasmana Pandya duduk bersila dan memahami prinsip dasar dari dua kitab kuno yang diberikan.


Satu jam kemudian, Lasmana Pandya seperti orang bodoh dihadapan makna yang tercantum pada setiap kalimat pada kitab. Mungkin kitab itu tidaklah tebal, namun dalam mendalami arti pikirannya menjadi kacau.


"Kitab ini..." Ucapnya tercekat.


Tiga jam berlalu, Lasmana Pandya menjadi seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa. Namun tekadnya untuk mempelajari kitab itu tak berhenti begitu saja. Perlahan tapi pasi ia dapat menyimpulkan tulisan yang ada di salah satu kitab pemberian kakek misterius.

__ADS_1


Waktu berlalu sangat cepat, tepatnya tujuh hari telah melatih kitab kuno pemberian kakek misterius telah selesai. Wajahnya berseri seri saat mampu melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat dari sebelumnya. Dari segi kehidupan tumbuhan yang ada disekitarnya, ia dapat melihat jelas bahwa tumbuhan disekitarnya membutuhkan banyak suplai dari air, dan juga cahaya. Kehampaan, kekosongan yang sempat membuat pikirannya kacau kini sudah ia pelajari dengan baik sehingga ia mampu menciptakan hal yang tidak ada menjadi ada. Tidak hanya itu saja, ia kini mampu membuat dunia kecil yang nyaman baginya untuk melakukan pelatihan maupun pengasingan diri.


"Sudah saatnya mempelajari kitab terakhir," ucap Lasmana Pandya duduk dengan tenang sambil mempelajari kitab yang ada didalam pikirannya.


"Membunuh iblis hati, bukan bearti membunuh sisi jahat diri sendiri, melainkan untuk menyatu dan berkerja sama menggunakan kekuatannya untuk menaklukan kekuatan alam, dan mengendalikan pikiran serta darah," ucap Lasmana Pandya menganggukan kepalanya membaca salah satu kalimat.


"Ritual pengorbanan iblis hati," ucap Lasmana Pandya mengerutkan keningnya melihat tata cara yang ada didalam kitab.


Satu jam setelah mempelajari semuanya, Lasmana Pandya menganggukan kepalanya.


"Ternyata ini alasan kenapa Yang Lin ingin melenyapkan Kultivator kuat ditanah Jawa," gumam Lasmana Pandya mengerti berbahayanya jika seseorang telah berhasil menyatu dengan iblis hati.


Mungkin bagi Kultivator putih, menyatu dengan iblis hati adalah hal yang sangat terlarang. Namun mereka harus kembali lagi pada tujuan mereka. Tidak ada gelap, tidak ada terang, semuanya sama. Kita tidak bisa membedakan dua warna yang saling bertentangan itu.


Swuuuush!


Lasmana Pandya muncul didalam jiwanya sendiri. Wajahnya heran melihat wajah iblis hati yang kesal kearahnya.


"Kamu kenapa?"


"Kenapa? Dasar bocah tak tau diri yang selalu naif, kau memasuki alam apa sehingga aku tidak bisa melihat apa yang kau lakukan hah!"


"Dan lagi aku merasakan firasat buruk yang dapat menyegel diriku ini, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan!" Ucap iblis hati.


Lasmana Pandya hanya menyunggingkan senyum misteriusnya. Dan hal itu membuat iblis hati meningkatkan kewaspadaannya. Karena bagaimanapun kekuatan mereka saat ini sama kuatnya.

__ADS_1


__ADS_2