Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Hong Xiao


__ADS_3

Disisi lain, orang itu mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melacak aura bekas pertempuran yang ada.


"Tidak ada bekas pertempuran yang jelas, pohon pohon ini yang tumbang setidaknya hanya bekas serangan energi biasa saja, bagaimana anakku mati disini, dan ini..." Ucapnya kebingungan.


Sorot matanya yang tajam terus menganalisis setiap sudut yang ia dapatkan. Yang jelas, ada amarah yang besar setiap ia memandang disekitar area itu.


"Hong Kong! Hong Lao! Cepat berpencar cari pembunuh anakku!" Ucapnya dengan nada yang cukup menggetarkan tengah hutan tersebut.


"Baik Jendral!" Ucap dua orang tersebut.


Lasmana Pandya tersenyum penuh misterius melihat datangnya kelima orang tersebut. Ia merasa senang, selangkah lagi ia dapat menyamar menjadi Jendral Kekaisaran Hong. Namun yang pasti, ia harus menunggu kedua tetua suruhan Hong Xiao pergi mencari pembunuh anaknya. Yang padahal Lasmana Pandya berada didekat tempat tersebut.


Swuuuuush! Swuuuush!


Kedua sosok tersebut melesat jauh meninggalkan Hong Xiao yang kini wajahnya berubah menjadi jelek.


"Jendral apakah kami harus ikut mencari pembunuh tuan muda?" Tanya salah satunya.


"Tidak, kalian tetap disini bantu aku menyelidiki siapa pembunuh anakku, pastinya ada aura yang tertinggal disini," ucapnya.


Swuuuuuung!


Lasmana Pandya membuat segel tangan, setelah itu muncul perisai transparan yang ia baluti dengan segel ilusi.


"Itu tidak perlu." Lasmana Pandya muncul tepat diatas langit menggunakan wajahnya sendiri, namun tetap menggunakan topeng.


Mata Jendral Hong Xiao menajam, bagaikan elang yang mengincar mangsanya. Tiap inci ia lihat perlahan tubuh pemuda yang melayang diatas langit.


"Jendral mungkin dia pembunuhnya!" Ucap Komandan Bai.


"Tunggu apa lagi! Tangkap dia!" Ucapnya dengan tekanan amarah yang besar.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Lasmana Pandya tersenyum melihat kenaifan dua Komandan kekaisaran yang memiliki ranah Surgawi tingkat Lima itu. Senyumnya terlihat tampan jika ia tak mengenakan topeng. Tapi berbeda jika hanya terlihat dibalik topengnya.

__ADS_1


Dhuuuuuaar! Dhuuuuuaar!


Lasmana Pandya menyambut kedua Komandan tersebut menggunakan dua tinju tanpa dialiri energi Qinya. Sontak pergerakan Lasmana Pandya yang sangat cepat, dan tak bisa terukur oleh kedua Komandan suruhan Hong Xiao seketika meledak menjadi kabut darah. Mata Hong Xiao terbelalak, karena dari segi Kultivasi Lasmana Pandya, dua Komandannya setidaknya mampu membuat sosok bertopeng itu kewalahan. Namun tanpa diduga, hanya satu serangan tanpa menggunakan energi Qi, dua Komandan prajuritnya meledak menjadi kabut darah.


"Kau..." Ucapnya tanpa bisa mengatakan sepatah kata lagi.


Swuuuuush!


Lasmana muncul dan memberikan tinju yang kini ia aliri energi Qi yang cukup besar. Wajah Hong Xiao menyipit, dengan segenap setengah kekuatannya ia ikut melepaskan tinju ke arah tinju Lasmana Pandya.


Dhuuaaar! Dhuuuuaar!


Ledakan bergema saat keduanya bertempur sengit, namun tanpa diduga wajah Hong Xiao pucat pasi setelah beradu tinju.


"Kau..." Ucapnya lagi kebingungan.


Lasmana Pandya kemudian bergerak sambil melepaskan serangan tinjunya kembali secara terarah, dan membuat tipuan yang membuat Hong Xiao benar benar murka.


Swoooooosh!


Qi iblis milik Hong Xiao menyebar cepat kesegala penjuru hutan dibawah tekanan perisai perlindungan buatan Lasmana Pandya. Aura mencekam tersebut berusaha menekan pergerakan Lasmana Pandya, namun Hong Xiao kembali menyipitkan matanya saat melihat aura merah keluar dari tubuh Lasmana Pandya menekan aura iblisnya.


Lasmana Pandya yang tak ingin membuang waktu dan menggagalkan rencanannya kemudian mengeluarkan pedang tingkat Dewa dari bekas jarahan cincin pendekar China yang telah ia bunuh.


Sontak wajah Hong Xiao memucat, merasakan energi pedang yang begitu kentara. Namun dengan segera ia mencoba membersihkan pikirannya. Saat Lasmana Pandya akan melesat dan mengayunkan pedangnya, tiba tiba Hong Xiao menatap ramah Lasmana Pandya.


"Tuan tunggu!" Ucapnya.


"..." Lasmana Pandya hanya diam, namun dengan jelas ia menatap tajam kearah Hong Xiao.


"Apakah benar bahwa anda yang telah membunuh anakku? Jika tidak, maka mungkin kita bisa menyelesaikan permasalahannya sampai sini saja," ucap Hong Xiao ramah.


"Jika benar, lalu apa yang akan kau lakukan?" Tanya balik Lasmana Pandya sambil memutarkan pedangnya.


Sedikit tak terima dengan perkataan Lasmana Pandya, Hong Xiao menggerakan giginya. Namun ia sadar bahwa di Negerinya, sosok tengil yang berpura pura membunuh itu banyak dan tentunya sosok tersebut agar disegani, oleh karena itu, ia masih belum mengerti ucapan jelas Lasmana Pandya.

__ADS_1


"Tuan jangan bercanda, jika begitu Kekaisaran Hong tidak akan pernah memaafkan anda," ucap Hong Xiao matanya berubah menjadi tajam setajam pisau yang baru saja di asah.


"Benar memang aku yang membunuh Hong Dao," ucap Lasmana Pandya.


Jantung Hong Xiao berdetak kencang mendengarnya, karena sudah jelas pengakuan bertopeng itu, membuatnya segera mengeluarkan jurus hebatnya.


Mundur dua langkah, kemudian ia memutarkan tubuhnya, dan pedangnya ia gerakan membentuk sebuah segel yang tak lain jurus andalan milik Hong Xiao.


"Pedang Iblis! Gerakan Seratus Nirwana!" Teriaknya marah.


Swuuuuush!


Hong Xiao melesat sangat cepat kearah Lasmana Pandya. Lasmana Pandya juga tak tinggal diam saja, kini ia mengeluarkan jurusnya.


"Pedang Bayangan Darah!" Ucapnya.


Swuuush! Swuuuuush!


Dua sinar hitam, dan kemerahan yang terlihat dari mata terlanjang saling berlawanan arah, seperti akan terjadi tabrakan energi besar. Namun tidak seperti yang kalian bayangkan, karena keduanya kini saling bertempur secara cepat dan akurat. Berpindah pindah segala sisi menggunakan jurus mereka masing masing.


Lasmana Pandya yang kecepatannya sedikit lebih lambat dari jurus milik Hong Xiao kini mulai memutar otaknya. Gerakan pedang tipuan kini mulai ia lancarkan, yang membuat Hong Xiao berdecak kesal adalah setiap serangan yang tertuju selalu berubah yang tidak bisa ia ikuti. Sehingga kini ia harus meningkatkan fokusnya.


Swooooosh!


"Langkah Pedang Api!"


Seketika gerakan yang cepat sedikit melambat, namun terdapat api merah kebiruan yang berkobar melalui tangan Lasmana Pandya dan membuat pedang tingkat Dewanya di bakar habis oleh Geni Danyangnya. Namun Lasmana Pandya tidak bodoh, oleh karena itu ia tidak menggunakan titik maksimal kepanasan apinya.


"Api Ilahi!" Ucapnya panik saat merasakan tingkat kepanasan yang ia rasakan.


Tiiiiing! Klaaaaang! Dhuuuuaar!


Hanya sekali benturan pedang, tadinya pedang milik Hong Xiao yang mampu mengimbangi pedang tingkat Dewa akibat tekanan Qi Iblis yang melindungi akhirnya hancur berkeping keping. Hong Xiao yang tak terlalu bodoh untuk menerima tebasan pedang tingkat Dewa yang dibaluti Api Ilahi kemudian hanya bisa menghindar dan menghindar. Lasmana Pandya yang melihat itu melebarkan senyumnya. Karena lawannya kali ini tidak memiliki cukup kartu truf untuk melindungi dirinya sendiri.


Mundur sementara untuk mengecoh pergerakan Hong Xiao, Lasmana Pandya menggunakan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan pedang tingkat Dewa yang masih mengorbarkan api merah kebiruan.

__ADS_1


Swuuuuush!


Pedang tersebut akhirnya melesat tanpa tuan yang menggerakan. Hong Xiao kembali terkejut melihat hal tersebut. Karena setahunya hanya para Saints Glory yang bisa mengenggunakan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan pedang tanpa harus menggunakan tenaga.


__ADS_2