
Kemunculan mereka membuat ribuan prajurit terdiam. Sedangkan disisi lain, Dewa Racun yang.melihat kemunculan Lasmana Pandya tersenyum lebar setelah penantian lama akhirnya mereka bertemu lagi.
Swuuuuuush!
Wanita cantik yang tak lain Pertiwi menghentikan terbangnya ditengah tengah segel ilusi karena melihat pasukan yang berhenti.
"Hanya kalian berempat dan satu manusia cantik biasa?" Tanya heran Dewa Racun menatap Lasmana Pandya dengan wajah sinisnya.
"Hahahaha! Dou Yang Dewa Racun yang terhormat, memang untuk membunuh kalian berempat hanya membutuhkan kita saja, memang perlu mengerahkan pasukanku?" Tanya Zhou Huan.
"Kau..." Ucap Dewa Racun tercekat.
"Pasukan tunggu apa lagi serang!" Teriak Lie Fang memimpin.
Swuuuuush!
Pasukan melesat, dan setelah itu, Pertiwi menghilang lalu bergerak kesamping Lasmana Pandya membuat para pasukan yang mengejarnya terkejut setengah mati.
"Dia hanya menyamar baj**gan ini!" Ucap salah satu prajurit yang merasa tertipu melesat.
Ratusan prajurit dari tiga kelompok berpencar untuk mencari para murid pemberontak milik sekte Zhou Huan. Sontak melihat mereka memasuki jebakan, Zhou Huan segera mengaktifkan segel ilusi dan mengurung mereka.
Swuuuuush!
Ratusan prajurit tersebut menghilang dari kehampaan membuat prajurit yang masih dibelakang menghentikan lesatan mereka.
Lasmana Pandya yang melihat itupun menatap Zhi Tao yang hendak menyerang Zhou Huan secara diam diam.
"Senior!" Peringatan Lasmana Pandya.
Dhuuuuuuaar!
Tapak milik Zhi Tao akhirnya mengenai punggung Zhou Huan. Zhou Botong yang merasa dikhianati akhirnya melesat dan segera bertarung dengan Zhi Tao dengan amarah yang meluap luap.
Melihat Zhi Tao telah menunjukan sifat aslinya, Lasmana Pandya memecahkan dirinya menjadi ribuan klone yang mirip dengannya. Meskipun kekuatannya hanya terlihat Saints Glory satu tapi yang sebenarnya klone itu sudah mencapai Sainst Glory empat, dan hal itu membuat remeh para prajurit yang memiliki ranah Glory empat hingga Sainst Glory empat.
"Lie Fang, kau serang Zhou Huan, dan Aku akan menyerang bocah itu, sedangkan kau keroyok Zhou Botong," perintah Dewa Racun.
"Kau memilih lawan yang mudah!" Ucapnya kesal.
__ADS_1
"Hahahaha! Tenang saja, aku hanya ingin menyiksa bocah itu, karena aku memiliki dendam yang harus aku lakukan," ucap kesal Dewa Racun.
Swuuuuush! Swuuuush!
Ribuan klone Lasmana Pandya itu melesat kearah pasukan prajurit yang dipimpin oleh Dewa Racun. Sedangkan Zhou Huan menyambut Lie Fang.
"Bocah mari kita cari tempat yang aman untuk melampiaskan dendam!" Dewa Racun menjentikan jarinya.
Setelah itu keduanya muncul diatas langit yang lebih tinggi. Lasmana Pandya yang masih berpura pura ketakutan termundur dari pijakannya, namun hal itu membuat Dewa Racun kegirangan.
"Bocah aku rasa kau benar benar cari mati datang ke Negeri ini!"
Dhuuuuuuuuaar!
Ledakan dahsyat saat Dewa Racun melepaskan serangan asap racun kearah Lasmana Pandya yang dengan sigap melepaskan bola Geni Danyang sehingga kedua energi yang saling berkaitan itu meledak ditengah tengah mereka.
Wajah Lasmana Pandya yang tadinya terlihat ketakutan menjadi datar menatap kearah Dewa Racun yang kini hanya bisa melongo.
"Dulu dulu, sekarang sekarang. Saat ini kita sudah sebanding apa kamu masih tidak ingin menyerah...," Ucap dingin Lasmana Pandya.
Dewa Racun tersadar akan keterkejutannya.
Swuuuuuung!
Lingkaran kekuatan alam muncul dibelakang punggung Dewa Racun. Lasmana Pandya yang melihat Dewa Racun mengeluarkan kekuatan alam ia juga melakukan hal yang sama. Dan hal itu benar benar membuat Dewa Racun terkejut setengah mati.
"Ka-kau bagaimana menjadi monster kecil yang tumbuh secepat ini!" Ucapnya terkejut.
"Dewa Racun sudah aku katakan, dulu dulu, sekarang sekarang."
Swuuuuush!
Keduanya melesat dan mengayunkan tapak tangan mereka. Lasmana Pandya yang mengetahui tubuh Dewa Racun memiliki racun yang ganas tidak ingin membuat kesalahan besar dalam hidupnya. Karena itu Geni Danyang segera keluar dari tubuhnya, dan telapak tangan yang telah terbalut api itu akhirnya berbenturan yang menyebabkan daya ledak yang maha dahsyat diatas langit.
Dhuuuuuuuuaar!
Lasmana Pandya mundur lima langkah dari pijakannya, begitu juga dengan Dewa Racun yang mulai serius.
Swuuuush! Swuuuuush! Swuuuung!
__ADS_1
Ratusan jarum racun melesat kearah Lasmana Pandya. Pedang Sangka Geni dan armor Geni Danyang akhirnya muncul lalu Lasmana Pandya memblokir serangan jarum racun menggunakan pedangnya, sehingga ledakan terjadi beruntun.
"Pedang Bayangan Darah!"
Teriak Lasmana Pandya menghindari sisa puluhan jarum racun lalu bergerak seperti bayangan membelah awan menyerang Dewa Racun dari jarak dekat.
Dewa Racun yang ahli dalam serangan jarak jauh mencoba menjauh dari keberadaan Lasmana Pandya. Namun Lasmana Pandya tidak membiarkannya begitu saja, sehingga membuat Dewa Racun begitu kewalahan menerima gempuran pedang yang terus terarah pada titik vitalnya.
"Berikan penawar pada guruku atau kau akan mati dalam penyesalan yang tinggi!" Ucap Lasmana Pandya menyerang secara membabi buta dan sangat cepat seperti bayangan membuat Dewa Racun terus mundur dari tempatnya.
"Arghhhh! Yun Lang bantu aku membunuh bocah yang menyembunyikan kekuatannya ini!" Teriak murka Dewa Racun.
Yun Lang yang merasa terpanggil dan sedang memojokkan Zhou Botong bersama Zhi Tao kemudian berdecak kesal.
"Ciiih! Hanya Sainst Glory satu saja kau begitu kewalahan!" Cibir Yun Lang kesal kemudian menatap Lasmana Pandya.
Hal yang pertama ia lihat adalah sosok pemuda yang mengenakan jirah emas mengorbarkan api Ilahi dari tubuhnya dan pedang emas yang membuat tampilannya seperti Dewa Perang. Hal itu membuat Yun Lang menarik lagi kata katanya dan segera membantu Dewa Racun yang ia tahu bahwa Dewa Racun ahli dalam serangan jarak jauh.
Tiiiiiiing! Dhuuuuuuuuaar!
Yun Lang muncul seketika ditengah gempuran Lasmana Pandya membuat Lasmana Pandya terfokus pada Yun Lang dan memulai pertukaran serangan pedangnya.
Dewa Racun yang telah menjauh menyunggingkan senyumnya. Setelah itu, ia segera bersiap membantu Yun Lang dengan ssrangan jarak jauhnya.
Disisi lain, pertempuran klone Lasmana Pandya menjadi petaka bagi seluruh pasukan kekaisaran. Karena mereka kini menjadi bulan bulanan ribuan bayangan yang tidak memiliki nyawa sama sekali. Ribuan bayangan itu tidak pernah merasa gentar malahan membabi buta secara terang terangan membuat pasukan terkena mental.
***
Zhou Huan mampu melawan Lie Fang dengan segenap kemampuan serta kepintarannya. Sedangkan Pertiwi melawan Huang Shi. Dan Zhou Botong yang tadinya terpojok kini membalikan keadaannya membuat Zhi Tao terus mundur dari tempatnya.
***
Lasmana Pandya merasa diuji dari segi mental dan pertarungannya menghadapi Yun Lang yang ternyata sangat lihai menggunakan pedangnya. Bahkan ia sempat mengagumi atas beberapa gerakan yang ditunjukan oleh Yun Lang.
"Kakek tua," provokasi Lasmana Pandya.
Sedikit kesal, tapi apa boleh buat karena memang itu kebenarannya. Bahkan kini mereka telah menjadi buyut.
"Apa bocah," ucapnya sambil membalas serangan Lasmana Pandya yang membabi buta.
__ADS_1
"Seharusnya kamu tidak ikut campur kakek tua, hargai hidupmu dan susah payah kekuatan yang telah kau kumpulkan," ucap Lasmana Pandya tenang.