Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Dua bidadari kematian.


__ADS_3

Yue Xong terdiam, dan setelah itu kemudian menatap kearah Lasmana Pandya dengan serius.


"Tuan, apakah aku akan mengikuti anda?" Tanya Yue Xong.


"Tidak, kau tetap disini kumpulkan informasi penting mengenai kekuatan disetiap Kekaisaran, dan padepokan besar di Negeri ini," ucap Lasmana Pandya.


"Tuan muda maaf, disini bukan padepokan, melainkan sekte," ucap Yue Xong membenarkan.


Lasmana Pandya mengangguk. Dan setelah itu ia meminta pada Yue Xong untuk tetap berhati hati terhadap sekitarnya. Yue Xong akhirnya memutuskan untuk undur diri, melihat kepergian Yue Xong. Lasmana Pandya kemudian memeriksa cincin ruangnya yang tiba tiba bergetar.


"Tuan kami telah tiba di Kekaisaran Yang, namun saat ini kami sedang beristirahat di wilayah Klan Shu." Pesan Yue Xhie.


Lasmana Pandya seketika membalas pesan mereka untuk menetap dan mencari informasi mengenai Klan Shu dan Klan yang berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Yang.


"Perang ini mungkin akan menjadi perang yang akan dikenang oleh sejarah negeri ini," ucap dalam hati Lasmana Pandya kemudian mengistirahatkan tubuhnya.


Pagi harinya.


Lasmana Pandya terbangun, wajahnya terlihat cerah dari sebelumnya. Perlahan ia mengenakan jubah yang biasa dikenakan oleh Hong Xiao, setelah itu ia segera keluar dan mengunci kediamannya untuk mengejar Shu Yin yang telah keluar dari Kekaisaran.


Dengan identitas Hong Xiao, Lasmana Pandya dengan bebasnya terbang diatas langit Kekaisaran tanpa takut terkena adanya hukuman. Karena itu, tidak membutuhkan waktu lama, Lasmana Pandya telah keluar dari Kekaisaran Hong. Namun ditengah perjalanannya, ia menaikan alisnya.


"Dimana mana ada sampah yang terus mengganggu...," Dengusnya kesal.


Swuuuuush!


Lasmana Pandya mempercepat terbangnya menuju lebih dalam hutan yang ada didekatnya. Setelah itu, ia memberhentikan terbangnya menatap kearah belakang sambil menunggu sosok yang mengejarnya.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Muncul dua orang yang mengenakan cadar hitam tiba dihadapan Lasmana Pandya.


"Apa yang kalian inginkan?" Tanya sinis Lasmana Pandya.


Keduanya saling berpandangan, seolah olah memberikan sebuah kode yang hanya dimengerti oleh mereka.


"Hong Xiao sepertinya bukan orang sembarangan, tetaplah ingat untuk berhati hati. Kita hanya pembunuh bayaran," ucap telepati Yong Rong.


"Baik saudari," ucap telepati Ying Lung.


"Jendral Xiao menyerahlah, karena kami diminta untuk membawamu hidup hidup kehadapan Xie Bai," ucap suara wanita yang membuat Lasmana Pandya penasaran.


Namun sosok Xie Bai ia mengenal dari ingatan Hong Xiao seorang yang menjabat sebagai Menteri Kekaisaran Hong. Karena itu ia sudah mengerti akal permasalahannya.

__ADS_1


"Jika aku tidak mau?" Tanya Lasmana Pandya sinis.


"Kami akan membawa mayatmu kehadapan Xie Bai!" Teriak mereka langsung menyerang.


Swuuuuuush! Swuuuuuush!


Keduanya melesat kearah Lasmana Pandya. Di mata Lasmana Pandya tentu kecepatan mereka sangat lambat. Meskipun ia sendiri tidak mengetahui ranah Kultivasi keduanya. Karena itu kini ia menghindari terjangan keduanya dengan cara memutar tubuhnya.


"Kau bagaimana bisa!" Ucap keduanya tidak menyangka bahwa sosok Glory Lima mampu melihat kecepatan mereka.


"Kenapa? Apa kalian terkejut?" Tanya Lasmana Pandya tenang.


Swuuuuung! Swuuuuuung!


Yong Rong dan Ying Lung melepas kekuatan mereka ditingkat Saints Glory dua. Hal itu membuat angin berdesir sangat kencang yang membuat cadar mereka terlepas dari tubuh mereka. Wajah cantik keduanya terlihat, hal itu membuat wajah Lasmana Pandya membeku.


"Sangat muda namun kekuatannya," ucapnya iri merasa dirinya bukanlah apa apa dari pada kedua sosok wanita muda itu.


"Hong Xiao, sepertinya kau mengenal kami, jadi serahkanlah dirimu baik baik," ucap Yong Rong lembut.


Lasmana Pandya menaikan kedua alisnya, karena ia mengenali keduanya dari ingatan Hong Xiao.


"Dua Bidadari Kematian," ucapnya yang membuat kedua wanita itu mengangguk.


"Tidak, aku tidak akan menyerahkan diriku, dan untuk sampah Xie Bai aku harap dia sendiri yang datang memburuku," ucap Lasmana Pandya tenang.


"Hong Xiao, aku menghormatimu sebagai Jendral Kekaisaran Hong karena itu lebih baik kamu menyerah dan mengikuti kami," ucap Ying Lung.


Swuuuuuuung!


Tiba tiba udara bergetar hebat, muncul sebuah perisai menutup hutan. Qi iblis sangat kentara menyebar didalam hutan yang disertai dengan fenomena awan menghitam yang disertai petir kecil menari nari diatas langit. Lasmana Pandya menaikan alisnya, karena saat ini ia mengenali aura yang sama seperti milik She Pian.


"Apakah dia belum jera juga," gumam Lasmana Pandya.


Swuuuuung!


Dibarengi dengan itu, muncul portal dimensi diatas langit dengan keluarnya sosok iblis dengan dua tanduk dikeningnya. Kemunculan She Long membuat dua Bidadari Kematian waspada.


"Ras iblis," ucap Yong Rong mengenali auranya, namun tidak mengenali siapa She Long.


"Hong Xiao...," Ucapan yang dingin disertai petir kecil yang menyambar.


Lasmana Pandya masih tetap tenang dan menatap sosok yang terlihat murka kearahnya. Namun berbeda ekspresi kedua bidadari Kematian yang mulai gelisah.

__ADS_1


"Saudari Rong sepertinya sosok itu juga mengincar Hong Xiao, bagaimana ini karena bagaimanapun kita harus membawa Hong Xiao kepada Xie Bai."


"Saudari Lung tenanglah, kita berdua sedangkan dia hanya sendiri," ucap Yong Rong menenangkan saudarinya.


"Hmpppp!" Dengusan dingin terdengar saat She Long mengetahui bahwa dua bidadari Kematian ingin merebut mangsanya.


Mata merahnya kini beralih pada dua bidadari Kematian dengan tatapan penuh nafsu.


"Bidadari Kematian, sekarang kalian pergilah atau setelah aku membunuh Xiao, kalian akan menjadi budak nafsuku! Hahahahahshaha!" Tawanya menggema.


"Ciiih! Iblis jelek kau ingin bermain dengan kami!" Ucap Yong Rong kesal melesat dan langsung mengeluarkan sentaja tingkat Dewa yang berbentuk selendang.


Ying Lung pun tak kalah sengitnya ia juga melesat dan mengeluarkan selendang merahnya dari dalam cincin ruang.


Dua selendang putih dan merah melesat cepat kearah She Long yang terlihat tak peduli dengan serangan itu.


"Apakah kalian tahu diri berani menyerangku?" Tanya She Long kemudian menangkap kedua selendang dengan satu tangannya saja.


Wajah kedua bidadari kematian menegang melihat senjata tingkat Dewa di genggam dengan tangan dengan santai oleh She Long.


"Siapa kamu sebenarnya," ucap Yong Rong, ia menebak sosok itu setara dengan She Pian atau bahkan lebih kuat.


"Hahahaha! Ternyata dua bidadari cantik ini tidak mengenal nama besar ku, aku adalah She Long!" Ucapnya bangga.


Lasmana Pandya yang hanya diam melihat pertiakaian mereka menaikan kedua alisnya. Dari ingatan Hong Xiao, She Long merupakan adik ketiga dari She Wang yang merupakan sosok Puncak.


Swuuuuung!


Qi iblis terasa lebih padat dan mendominasi, aura ranah Saints Glory tingkat empat mengedar dari tubuh She Long. Seketika wajah kedua bidadari kematian menegang. Namun mereka yang dibayar untuk menjadi pembunuh bayaran menguatkan tekad mereka.


"Saudari bagaimanapun kita telah menerima bayaran besar, karena itu kita harus bertarung dengannya," ucap Yong Rong serius.


"Benar," jawab Ying Lung.


Kedua alis She Long terangkat.


"Ingin melawanku?"


Swoooooosh!


Api merah kehitaman keluar dari tapak tangan yang menggenggam dua selendang mereka. Api itu merambat sangat cepat melalui selendang dan kearah keduanya.


"Gawat!"

__ADS_1


__ADS_2