
Puluhan energi tebasan pedang seperti mengamuk membentur perisai air milik Yun Lang hingga terpental layaknya sebuah bola yang ditendang. Lama kelamaan, perisai air retak.
Traaaaack!
"Aaakkkh! Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi!" Pekik Yun Lang kesal pada Dewa Racun yang hanya diam.
"Yun Lang apakah kau berpikir aku hanya diam dan tidak memikirkan rencana!" Balas sengit Dewa Racun.
Swuuuuuush!
Melihat keretakan yang terdapat dalam perisai, Lasmana Pandya tidak menyia nyiakan kesempatan itu dan segera melesat lalu menggunakan pedang Sangka Geninya dititik keretakan.
"Pedang Pembunuh!"
"Hancur!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuuush!
Dhuuuuuuaaar!
Ledakan yang maha dahsyat terjadi, saat perisai itu benar benar telah hancur menjadi hujan disekitarnya.
"Arrrrrghh!"
Dewa Racun beserta Yun Lang terpental lalu memuntahkan seteguk darah merah dari bibirnya. Wajah mereka berkedut sesaat setelah tidak melihat keberadaan Lasmana Pandya. Hingga tiba tiba.
"Langkah Pedang Api!"
Swooooosh!
Api ditubuh Lasmana Pandya berkobar lebih besar. Yun Lang yang tidak ingin terluka dan lebih parahnya mati tanpa perlawanan segera mengeluarkan jurus mematikannya.
"Air Kehidupan! Kitab Awal Kehancuran!"
Swuuuuush!
Muncul air berputar putar mengelilingi tubuh Yun Lang bersama dengan trisula miliknya. Dengan segenap tenaga, Yun Lang memblokir pedang emas milik Lasmana Pandya dengan trisula miliknya.
Dhuuuaar! Dhuuuuuaar!
Ledakan maha dahsyat kembali terjadi, Yun Lang merasa aneh dengan sosok Lasmana Pandya yang semakin lama semakin meningkat kekuatannya.
"Arrrrghh! Ku bunuh kau bocah tengik!"
Swuuuuuush!
Karena merasa tubuhnya kebas berbenturan senjata melawan Lasmana Pandya akhirnya ia melepaskan jurusnya dengan cara melesatkan trisula kearah tanah hingga menancap. Lasmana Pandya yang berada diatas angin menyerang Yun Lang kemudian meningkatkan kewaspadaannya.
Swoooooosh! Swoooooosh!
Benar saja, disekitar trisula yang tertancap muncul air yang menyembur namun air itu membentuk seperti jarum yang sangat tajam melesat kearah Lasmana Pandya.
__ADS_1
"Giliran kau!"
Dewa Racun mengangguk, ia kemudian menggigit jarinya dan segera membuat segel tangan yang rumit.
"Segel Racun! Kitab Racun Semesta!" Teriak Dewa Racun.
Swuuuuuuuuuuush!
Segel yang besarnya setelapak tangan tiba tiba melesat dan membesar diatas langit keberadaan Lasmana Pandya. Sehingga Lasmana Pandya harus segera melakukan tindakan pencegahan dua jurus yang bisa dikatakan kini mengurungnya.
"Diagram Jiwa! Cincin seribu Roh!"
Swuuuung!
Lasmana Pandya membuat klonenya sendiri untuk menahan serangan dari tiap jurus yang dikeluarkan oleh keduanya.
Dhuuuuuaar! Dhuuuuuuaar!
****
Disisi lain, Zhou Botong yang sangat kesal akhirnya mengeluarkan jurus mematikan buatannya sendiri untuk membunuh Zhi Tao, setelah itu ia segera membantu Pertiwi hingga Pertiwi membalikan keadaan. Sedangkan Zhou Huan yang juga tidak ingin berlama lama segera mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk membunuh lawannya.
****
Ribuan Klone milik Lasmana Pandya akhirnya satu persatu meledak menjadi asap setelah ribuan jarum air dari permukaan tanah yang melesat dan juga asap racun terbuat dari segel Dewa Racun menabrak tubuh klone.
"Arrrrghh! Dia sangat pintar!" Murka Yun Lang kesal kemudian mencabut trisulanya menyerang langsung kearah Lasmana Pandya.
"Aku harus kabur," gumam Dewa Racun mencari celah.
Zhou Botong yang melihat gerak gerik Dewa Racun segera menghilang lalu menghentikan Dewa Racun. Pertempuran keduanya pun tak terhindarkan. Disisi lain, Pertiwi dan Zhou Huan masih menatap pertempuran sengit Lasmana Pandya melawan Yun Lang.
"Diumurnya yang masih muda, entah kekuatan, kecerdasannya sangat baik, bahkan mampu membuat seseorang yang telah melewati hidup panjang begitu murka." Ucap serius Zhou Huan.
"Tuan benar, tadinya disaat aku bertemu dengannya aku ingin membunuhnya, tapi karena dia berasal dari tempat yang sama denganku, aku mengurungkan niatku dan akan membantunya hingga misi yang aku buat dengannya akan berjalan dengan baik," jawab Pertiwi.
"Bocah apakah kau masih punya kartu truf lagi?" Tanya Yun Langn tersenyum sinis.
Lasmana Pandya tidak membalas, namun ia masih melancarkan serangan bertubi tubinya, hingga ia melihat celah yang berada di dada kiri Yun Lang.
Dhuuuuuuaar!
Tapak kirinya akhirnya berhasil menghantam Yun Lang hingga Yun Lang terpental sejauh dua puluh meter kebelakang.
"Segel Kematian!"
Dengan cepat, Lasmana Pandya membuat jurus terakhirnya yang tiba tiba muncul sinar keemasan berbentuk persegi mengurung tubuh Yun Lang.
Swuuuuuung!
Ribuan pedang Sangka Geni muncul dari kehampaan, melihat dirinya terkena jebakan membuat Yun Lang menambah sikap kewaspadaannya.
__ADS_1
"Mati...," Ucap dingin Lasmana Pandya kemudian pedang ditiap sudut melesat menyerang Yun Lang secara membabi buta.
Disisi lain, ia akhirnya bernafas lega melihat keberadaan Zhou Botong yang menghentikan tindakan kabur dari Dewa Racun. Tidak ingin membuang waktu, dengan cepat ia melesat kearah Dewa Racun dan membantu Zhou Botong.
Dewa Racun yang hanya ahli serangan jarak jauh pun dibuat kalang kabut oleh serangan keduanya yang sangat cepat dan membabi buta. Meskipun Zhou Botong tidak menggunakan senjata, tapi tiap gerakannya sangat perhitungan. Dan hal itu yang membuat Zhou Botong dikenal dengan tangan seribu.
"Satu satu jika berani! Arrrrgg!"
Swuuuuush! Dhuuuuuuaar!
Asap racun keluar menyebar dari tubuh Dewa Racun. Namun sayangnya Lasmana Pandya memiliki Geni Danyang yang bisa membakar asap racun milik Dewa Racun dengan mudahnya.
"Heeeh! Hanya kata kata mati yang pantas untukmu;"
"Pedang Bayangan Darah! Senior mundur!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuush!
Zhou Botong yang mengerti mundur, dan Lasmana Pandya segera melesat seperti api yang terus menabrak tubuh Dewa Racun. Dewa Racun merasa dia kini tidak bisa berbuat apapun kecuali membiarkan tubuhnya terbakar oleh panasnya api Ilahi. Tak hanya itu saja, serangan bertubi tubi benar benar membuat Dewa Racun harus menelan ludahnya melawan sosok kecil yang menjadi malaikat maut baginya.
Slaaaaash! Slaaaaaash!
"Pedang Pembunuh!"
Swoooosh!
Api dipedang Lasmana Pandya berkobar lebih besar, lalu Dewa Racun memejamkan matanya karena ia sendiri tidak memiliki kartu lain untuk melawan jarak dekat.
Slaaaaaash!
Dhuuuaaaaar!
Ledakan maha dahsyat terjadi yang diakibatkan Dewa Racun terbunuh oleh Lasmana Pandya. Tak berselang lama melihat tubuh Dewa Racun yang telah hangus menjadi abu oleh api Ilahi, Lasmana Pandya memungut cincin dan segera memeriksanya.
Melihat penawar yang ia butuhkan ada didalam cincin membuatnya ingin menangis, bangga, haru menjadi satu didalam hatinya.
"Guru sudah saatnya kau sembuh," ucap Lasmana Pandya kemudian menyimpan cincin ruang milik Dewa Racun.
Didalam segel kematian, Yun Lang masih bertahan melawan ribuan gempuran pedang klone Sangka Geni yang membabi buta menyerang kearahnya. Tak hanya itu, luka goresan pedang membuat tubuhnya berlumuran darah emas yang berada dititik puncak. Melihat tidak ada pilihan lain, akhirnya Yun Lang meledakan seluruh kekuatan yang ia milik, lalu di gabungkan dengan kekuatan alam.
Dhuuuuuuaar!
"Jurus Terlarang! Menjadi Tubuh Emas! Abadi Pemusnah Dewa!"
"Arrrrrrrghh!"
Swuuuuush!
Dhuuuuuuuuuaaar!
Ledakan maha dahsyat terjadi saat energi Yun Lang naik dengan drastis. Bahkan tubuhnya terbalut dengan armor emas yang sangat elegan. Segel Kematian milik Lasmana Pandya pun hancur menghilang.
__ADS_1