Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Hong Xiao terbangun


__ADS_3

"Hahahahaha! Sepertinya kau belum sadar bahwa..."


"Tentu tahu, kau adalah aku kau adalah aku." Ucap Lasmana Pandya.


Sosok itu terdiam, sedikit kesal namun ia tidak memiliki cara untuk mengambil alih kesadaran Lasmana Pandya karena adanya tipe tubuh abadi, karena itu ia mencoba memprovokasi Lasmana Pandya untuk menjadi seorang penghancur yang mengerikan.


"Hahahahaha! Terserah kau saja, yang terpenting kekuatanmu saat ini hanyalah semut Dimata lawanmu yang sebenarnya... Jadilah kuat ingatlah untuk selalu berkuasa, dan bunuh mereka semua tanpa ampun." Tawa sosok itu lagi.


"Kau tidak perlu mengajariku, karena hitam belum bearti jahat. Dan putih belum bearti suci, mereka yang memiliki kekuatan gelap bukan bearti terus berbuat jahat. Jahat juga bisa karena sosok sepertimu itu yang mengganggu... Dan yang perlu kau ketahui aku bukan mereka yang mudah digoda oleh seseorang yang hadir karena kebencian....," Ucap dingin Lasmana Pandya.


Sosok itu terdiam, wajahnya terlihat kesal karena pendirian pada sifat serta ketegasan Lasmana Pandya begitu luar biasa.


Swuuuuuuung!


Muncul lingkaran cahaya mengambang diatas langit alam bawah sadar Lasmana Pandya. Lasmana Pandya tau, itu adalah jalan keluar menuju kesadarannya sendiri.


"Selamat tinggal, dan semoga betah dialam bawah sadar ini sendirian!"


Swuuuush!


Lasmana Pandya kemudian melesat kearah lingkaran cahaya itu, namun sang Iblis hati tidak ingin Lasmana Pandya pergi begitu saja.


Swuuuuush!


Sosok itu yang sudah berada ditingkat puncak Kultivasi dengan mudahnya menggapai kecepatan Lasmana Pandya dan kembali membanting tubuh Lasmana Pandya kearah bawah lagi.


Dhuuuuuaar!


Ledakan terjadi, sosok tersebut menatap Lasmana Pandya dengan tatapan yang cukup membuat siapapun merinding.


"Seandainya dia tidak memiliki tipe tubuh Keabadian, sudah kupastikan hari ini kesadarannya kurebut." Gumam sosok itu.


"Apa yang ingin kau katakan lagi...," Ucap dingin Lasmana Pandya.


Sosok itu mengangguk.


"Jika kau butuh bantuanku, panggil saja aku, kupastikan lawanmu hanyalah semut dimataku," ucapnya penuh bangga.

__ADS_1


"Hanya itu?" Tanya Lasmana Pandya singkat.


"Heemm..."


Sosok itu menggosok kening menggunakan jarinya mencoba mengingat, namun tiba tiba saat akan mengatakan hal lainnya. Sosok itu matanya melotot melihat Lasmana Pandya telah berada dibelakangnya dan pergi menuju kesadarannya sendiri.


"Sialll!" Teriaknya murka.


Lasmana Pandya yang telah mendapat kembali kesadarannya mencoba membuka matanya. Namun hal yang ia rasakan adalah rasa sakit yang begitu luar biasa. Bahkan rasa sakit itu membuat ia tidak bisa berteriak, bergerak ataupun melakukan hal yang saat ini ia inginkan.


"...."


Swuuuuuush!


Disisi lain, Bai, Hong Fai, dan istrinya terus mengalirkan aura kehidupan mereka kepada Lasmana Pandya yang masih terbaring dan tidak menggerakan tubuhnya sama sekali.


Tiga jam berlalu, wajah ketiganya begitu memucat karena mereka terus memberikan aura kehidupan mereka. Namun hingga saat ini tidak ada tanda tanda pergerakan dari Lasmana Pandya.


"Paman bangunlah! Lihatlah ayah, ibu, dan Komandan Bei yang memberikan aura kehidupan mereka. Paman tidak boleh menyia nyiakan pengorbanan mereka. Dan aku tahu paman itu kuat!" Ucap Putri Hong Shi sedih.


"Sa-sayang!" Teriak panik istri Hong Xiao yang bernama Shu Yin berlari panik memasuki kamar, karena sejak pagi ia sedang bekerja mengurus bisnis keluarga sehingga datang terlambat.


Kedatangan istri Xiao dibarengi dengan Lasmana Pandya yang mulai menggerakan tubuhnya. Setelah itu, Bei, Fai, dan istrinya berhenti melakukan pemberian aura kehidupan mereka.


"Tabib cepat periksa!" Teriak Hong Fai marah karena sang tabib tidak mau membantunya.


"Ba-baik Kaisar..." Ucap tabib yang gelagapan kemudian memeriksa kondisi Lasmana Pandya. Sedangkan Shu Yin telah duduk disamping Lasmana Pandya dengan wajah khawatirnya.


Shu Yin memborbardir pertanyaan kenapa suaminya tergeletak tak sadarkan diri. Namun tentunya sang Kaisar dapat menjawab sesuai dengan kejadian yang dijelaskan oleh Ao, dan Lei yang telah beristirahat . Semua orang wajahnya berubah menjadi jelek mendengar cerita itu.


"Kalian tenang saja, aku akan melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Karena saat ini kita meminta pertanggung jawaban pada Yang Lin pun percuma." Ucap Kaisar Hong Fai sambil menghela napas.


Mereka semua mengangguk. Sedangkan Shu Yin masih mematung, apalagi mendengar kematian anak satu satunya yang ia miliki.


"Di-dia sudah ma-mati..." Ucapnya lemas lalu tak sadarkan diri.


Xie Shi segera membawa Shu Yin kekamarnya. Sedangkan yang lainnya menunggu hasil dari tes kondisi tabib pada Luo Jian.

__ADS_1


Wajah tabib itu kini kembali berubah ubah yang membuat seluruh yang ada didalam ruangan sangat penasaran.


"Tabib bagaimana!" Ucap Kaisar Hong Fai.


"Yang Mulia, Jendral Xiao sungguh tak diprediksi, karena tiba tiba lukanya pulih dalam waktu secepat ini!" Ucapnya terkejut.


Mereka pun sama halnya, hanya terkejut yang mereka ekspresikan.


"Ba-bagaimana bisa!" Ucap terkejut mereka kompak.


Tabib itu hanya bisa menaikan kedua bahunya, karena ia sendiri tidak tahu penyebabnya. Sedangkan Yue Xong yang menyamar sebagai Bei akhirnya bisa menghela napas panjang, karena tuan mudanya sudah pulih.


Keterkejutan mereka bukan tanpa sebab. Karena bagaimanapun pemberian aura kehidupan bukanlah metode penyembuhan, namun metode untuk dorongan pada seorang yang terluka sangat parah untuk mempertahankan kehidupannya.


Mereka yang masih dalam rasa keterkejutan kemudian tersadar disaat Lasmana Pandya yang mulai menggerakan jari jarinya. Tak berselang lama matanya perlahan terbuka yang membuat semua orang didalam kamar Hong Xiao merubah wajah mereka menjadi senang.


"Jendral!"


"Paman!"


"Tuan muda," gumam Bei.


Semuanya bersorak gembira melihat Hong Xiao membuka matanya. Sedangkan Lasmana Pandya yang telah sadar dari pingsannya belum mengerti tentang keberadaannya yang telah berada di Kekaisaran Hong. Namun melihat wajah mereka satu persatu dengan jelas membuat wajah Hong Xiao terkejut.


"Yang Mulia! Ratu! Putri Hong Shi..." Ucap Lasmana Pandya ingin duduk dan memberikan hormatnya.


Namun tindakannya segera dihentikan oleh Hong Fai.


"Jendral Xiao tidak perlu," ucap ramah Hong Fai.


"Ta-tapi Yang Mulai..." Meskipun sudah sadar dan dapat menggerakan tubuhnya. Tetap saja rasa nyeri masih menggerayangi tubuhnya.


Lasmana Pandya akhirnya masih membaringkan tubuhnya. Teknik aktingnya ia perlihatkan seperti wajah yang dalam terlarut kesedihan. Perubahan wajah Hong Xiao membuat semua orang mengerti. Satu persatu mereka menyampaikan rasa duka mereka. Hingga tiba tiba Lasmana Pandya terkejut bahwa di ingatan Hong Xiao ia memiliki istri yang bernama Shu Yin.


"I-ini..." Ucap terkejut Lasmana Pandya. Karena ia tentunya harus berakting dengan baik dihadapan Shu Yin.


Tentunya itu hal yang sangat sulit, karena ia sendiri belum menikah. Sehingga mau tidak mau ia harus mencari seseorang untuk membantu aktingnya dalam mengelabuih Shu Yin.

__ADS_1


__ADS_2