Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Siluman Buntel


__ADS_3

Semua orang bersorak, kini mereka tak lagi pusing memikirkan tempat tinggal. Karena saat ini Lasmana Pandya meminta mereka untuk membangun Kerajaan Sangsakerta seperti sedia kala. Tidak ada aturan yang ketat, namun siapapun yang melakukan pengkhianatan dan kejahatan besar. Maka orang tersebut tidak buruk dari menerima kematian mereka.


Tujuh hari berlalu, ribuan Kultivator bergotong royong membangun rumah mereka. Dan yang paling ramai adalah mendirikan Istana kerajaan milik Lasmana Pandya. Tujuh bawahannya dan ia sendiri pun tak hanya duduk menonton. Selama tujuh hari itu, mereka berdelapan berkerja sama membangun kerajaan yang kokoh berwarna putih yang terlihat cerah.


"Heeemmm, ini perlu satu bulan lagi untuk menyelesaikannya. Sedangkan ia tidak memiliki waktu banyak untuk tetap berada ditanah Jawa.


Karena itu, ia memutuskan untuk merencanakan rencananya terhadap ketujuh bawahannya.


"Bumi Arta, kau akan memimpin kerajaan ini selama kepergian ku di Negeri China. Ingatlah jadi raja yang baik dan peduli terhadap rakyat. Jika kau bertindak semena mena, aku tak akan segan segan mengulitimu...," Ucap dingin Lasmana Pandya.


Entah mengapa, ketujuh bawahannya bergidik ngeri mendengar ancaman sekaligus peringatan tersebut. Tanpa membantah dan kembali menawar Bumi Arta memberikan hormatnya.


"Baik tuan," ucapnya.


"Terimalah cincin ruang ini sebagai harta kekayaan Kerajaan. Gunakanlah dengan baik dan tunggu aku dan keenam saudara lainnya kembali.


Lasmana Pandya memberikan semua cincin ruang harta jarahannya membunuh selama empat hari berturut turut itu. Dan setelah semuanya selesai dibahas, Lasmana Pandya memutuskan untuk segera bersiap siap ke Negeri China.


"Yue Xhie, Yue Xong dan lainnya, kita akan bersiap siap, kita berangkat pagi esok. Sekarang beristirahatlah," ucap ramah Lasmana Pandya.


"Baik tuan," jawab keenamnya hormat.


Setelah mereka bubar, Yue Xhie merasakan adanya hal yang berbeda pada Lasmana Pandya. Entah apa itu, yang jelas mengenai sifatnya.


"Apa kau tahu alasan tuan muda..." Ucap Yue Xhie terpotong.


"Nona Xhie bukankah hal itu pantas, karena bagaimanapun tuan muda tidak ingin membuat orang yang percaya padanya kecewa, karena itu tuan berani memberikan ancaman pada Bumi Arta," sangkal Yue Xong.


Namun Yue Xhie masih merasa tidak tenang. Meskipun Yue Xong menghabiskan waktu lebih banyak dari padanya. Tapi ia tahu, bahwa keadaan psikologis Lasmana Pandya kini mulai berbeda.


Pagi harinya.


Lasmana Pandya kemudian bersiap siap keluar dari Kerajaan yang sedang dibangun. Ia juga meminta pada Yue Xong agar merahasiakan kepergiannya dari siapapun.


Swuuuuush! Swuuuush!


Sosoknya melayang bersama keenam bawahannya diatas langit kerajaan Sangsakerta menuju kebarat. Mereka bertujuh bergerak seperti kilatan cahaya yang menembus ruang tanpa batas.


Tiga hari berlalu, akhirnya mereka tiba di dermaga Banyu Biru.

__ADS_1


"Tuan tuan, saat ini dermaga dalam perbaikan, jadi kami tidak bisa menyewakan kapal."


Lasmana Pandya menghela napas sejenak.


"Berapa lama waktu perbaikannya?"


"Satu tahun tuan," ucapnya ramah.


"Baik terimakasih atas informasinya paman," ucap Lasmana Pandya kemudian mengajak keenamnya mencari tepat sepi.


Sesampainya.


"Apakah kalian masih ingat arah ke Negeri China?" Tanya Lasmana Pandya.


Ke enam bawahannya mengangguk, karena bagaimanapun mereka berasal dari Negeri China.


"Tentu tuan, mari..." Ucap Yue Xong merubah wujudnya menjadi seekor Naga berukuran dua meter melayang didepan Lasmana Pandya.


Begitu juga dengan kelima lainnya, namun tindakannya segera dihentikan oleh Lasmana Pandya.


"Kalian masuklah dan beristirahat, jika aku perlu bantuan kalian. Aku pasti akan mengabari kalian sepenuhnya," ucap Lasmana Pandya.


"Baik tuan."


Mereka berlima lenyap memasuki cincin waktu, setelah itu. Lasmana Pandya menaiki punggung Yue Xong dan bergerak kearah Negeri China.


Swuuuuush!


Yue Xong berkelebat dengan kekuatan puncaknya, perisai air menutupi tubuh Lasmana Pandya dari tabrakannya energi langit dan bumi dari tubuh Lasmana Pandya.


"Yue Xong menurutmu berapa hari kita akan tiba?" Tanya Lasmana Pandya.


"Satu bulan tuan," ucap Yue Xong.


Lasmana Pandya mengangguk, setelah itu Lasmana Pandya memilih untuk berkultivasi menyempurnakan pondasi jiwanya.


Tiga hari berlalu, hanya hamparan lautan yang terlihat dimata Lasmana Pandya.


"Lautan seluas ini apakah tidak ada sumber daya didalamnya," gumam Lasmana Pandya yang dapat didengar oleh Yue Xong.

__ADS_1


"Tentu banyak tuan, namun rumor mengatakan didasar laut terdapat kerajaan yang menguasai seluruh lautan ini, karena itu mungkin banyak sumber daya yang ada dilautan ini," ucap Yue Xong.


Lasmana Pandya kemudian menanyakan mengenai rumor tersebut. Yang tentunya Yue Xong sedikit bisa menjelaskan. Dari penjelasan Yue Xong, rumor itu mengatakan bahwa kerajaan Laut yang membatasi wilayah tanah Jawa dengan Negeri China dikuasai oleh sosok Putri Duyung bertanduk tujuh, dan itu kekuatannya setara dengan Saints Glory tingkat satu.


Lasmana Pandya bergidik ngeri dibuatnya, jika mereka benar ada dan mau membuat kerusuhan pada manusia yang berlayar tentunya akan banyak sekali sumber daya yang mereka rampas. Dan meskipun mereka tidak melakukan hal itu, tentunya hewan iblis dan suci lainnya yang tinggal dilautan pasti melakukannya.


Enam jam berlalu.


Swuuuuuh! Swuuuuush!


Pusaran air dipermukaan terlihat, Lasmana Pandya meminta Yue Xong untuk menghentikan perjalanan. Karena saat ini ia merasakan kemunculan sosok kuat dari balik pusaran itu.


Auuuuuuuuuuuuuuuuunnngggg!


Suara menggelegar menggetarkan langit, dengan munculnya sosok Hewan Iblis berwujud ikan yang terlihat gemuk, namun disetiap sisi sirip dan kulitnya terdapat duri yang sangat tajam.


"Siluman Ikan Buntel?" Ucap Yue Xong terkejut.


Lasmana Pandya kemudian menatap sosok yang disebut siluman tersebut. Tak lama berselang, sosok siluman yang disebut siluman buntel merubah wujudnya menjadi manusia dengan duri tajam disetiap kulitnya menatap kearah Lasmana Pandya dengan tatapan buasnya.


"Manusia! Aku lapar, aku ingin memakanmu hingga tulang tulangmu!" Ucapnya sambil menjilati lidahnya.


Sosok tersebut terlihat tidak peduli dengan keberadaannya Yue Xong, karena Yue Xong hanya Surgawi Lima belaka. Sedangkan ia berada di ranah Glory Lima.


"Heeeemm," gumam Lasmana Pandya kemudian memilih untuk bernegosiasi.


"Tuan kami berdua hanya sebatas melewati laut ini untuk tiba di Negeri China, apakah kami boleh melewati wilayah anda?" Tanya ramah Lasmana Pandya.


Salah satu alis siluman tersebut terangkat. Dan setelah itu ia seperti tertawa kesetanan.


"Hahahahahaha! Kau bisa melewati tempat ini, namun hanya rohmu saja, sedangkan tubuhmu adalah miliku!"


Swuuuuush!


Sosok tersebut melesat kearah Lasmana Pandya yang kini juga menghentakan kaki dipunggung Yue Xong melesat kearah sosok siluman tersebut.


Pooooooh! Dhuuuuaar! Dhuuuuuaar!


Ledakan dahsyat menggetarkan lautan yang kini mulai menimbulkan ombak besar disekitar mereka. Wajah siluman tersebut terkejut, karena ia hanya merasakan ranah Kultivasi Lasmana Pandya berada ditingkat Glory tingkat Satu.

__ADS_1


"Kau bagaimana bisa!"


Tanpa membalas ucapan sosok tersebut, Lasmana Pandya mengeluarkan pedang Sangka Geninya. Tatapan wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi menatap kearah sosok tersebut.


__ADS_2