Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Pertempuran 1


__ADS_3

Seuliet bayangan manusia melesat kearah Lasmana Pandya, sesampainya Kamandaka mengangkat tangannya dengan santai menepis telapak tangan raksaksa milik Jendral Tapak Dewa.


Dhuuuuuuaar!


Dentuman keras membuat para penonton menghamburkan diri mencari tempat untuk berlindung. Ledakan keras tersebut juga membuat Lasmana Pandya terhuyung kebelakang sambil memuntahkan seteguk darah merah dari bibirnya.


"Muridku mundur, biarkan aku memberi pelajaran kepadanya," ucap Kamandaka kemudian menghentakan kakinya kearah langit.


Reaksi amarah Jendral Tapak Dewa tidak memperhatikan sosok yang menerima serangannya dengan mudah adalah Kultivator puncak. Namun tidak dengan dua sosok dibalik ilusi yang mendengus kesal melihat Kamandaka membuat kerusuhan.


"Bukankah bocah itu pewaris roh Sena dan Ying Lian? Tapi bagaimana dengan Kamandaka keparat itu yang terus melindunginya," ucap Dewa Siluman yang ternyata sedang memulihkan diri.


"Tenang saja, dia bukan lawan kita berdua namun anehnya mengapa Kamandaka berani membuat masalah, padahal jelas jelas Kamandaka dapat mengetahui keberadaan kita," ucap Dewa Racun.


Dewa Siluman yang masih terluka akibat pertempuran melawan Kamandaka hanya bisa menaikan bahunya.


"Karena kau terluka, kau tangkap saja bocah itu biarkan Kamandaka urusanku," ucap Dewa Racun merobel ilusi buatannya, dan keluar dari dalam ilusi bersama Dewa Siluman.


Disisi lain Lasmana Pandya yang telah menjauh disambut oleh ketujuh bawahannya yang telah menyiapkan rencana sesuai perintah Kamandaka.


"Tuan muda, gerbang teleportasi untuk kabur telah kami siapkan, namun sebelum itu kita menunggu perintah dari Tuan Kamandaka," ucap Yue Xong mewakili.


Lasmana Pandya hanya mengangguk, namun sesaat setelahnya ledakan keras beruntun yang memperlihatkan Jendral Tapak Dewa terpental akibat serangan tiba tiba Kamandaka menggunakan diagram kunonya.


Dhuuuuar! Dhuuaar!


"Ku-kuat sekali!" Ucap keterkejutan Kamandaka yang tiba tiba teralihkan dengan dua sosok yang menatapnya dengan tajam.


"Cihh! Dasar senior yang tak tahu malu!" Cibir Dewa Siluman.


"Hahahaha! Meskipun aku harus mati disini aku pastikan akan mengubur kalian semua! Karena itu keinginanku untuk membuat muridku tidak balas dendam pada akhirnya!" Tawa Kamandaka sambil menunjuk keduanya.


Dewa Racun dan Dewa Siluman saling berpandangan sejenak.


"Sepertinya dia punya rencana yang matang, kau cepat tangkap muridnya untuk dijadikan sandra!" Ucap telepati Dewa Racun.


Swuuuuush!


Aroma menyengat dan kabut racun keluar dari tubuh Dewa Racun, sedangkan Dewa Siluman menghilang muncul didepan Lasmana Pandya. Saat Kamandaka akan menghentikan Dewa Siluman, kabut racun menutupi seluruh tubuhnya.


"Arrrgghh! Muridku dan lainnya segera jalankan rencana!" Teriak keras Kamandaka yang melepaskan kekuatannya.


Dhuuuuaar! Dhuuuuaar!


Perisai membungkus tubuh Kamandaka membuat asap racun meledak menabrak perisai buatannya.


****

__ADS_1


Disisi lain.


"Tuan muda mari!" Ucap Bumi Arta.


"Tidak, aku tidak ingin guru mengorbankan dirinya sendiri!" Bantah Lasmana Pandya.


Swuuuush!


Sosok Dewa Siluman telah tiba dan menghadang pergerakan mereka.


"Ingin pergi kemana? Kalian tidak akan bisa lolos," ucapnya dengan menampilkan seringai mengerikannya.


Sedangkan Yue Xhie dan Bumi Arta saling pandang serta segera menerjang kearah Dewa Siluman untuk membuat jalan kabur Lasmana Pandya.


"Tuan muda kau pergi dahulu!" Ucap Bumi Arta.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Dewa Siluman bertranformasi menjadi sosok harimau emas dan menyerang keduanya dengan cakarnya, sehingga Bumi Arta dan Yue Xhie terpental kebelakang sambil memuntahkan seteguk darah merah.


Melihat semua bawahannya ingin mati untuk membalaskan dendamnya, Lasmana Pandya menguatkan tekadnya.


"Datang bersama, pergi bersama! Menang bersama, mati bersama!"


Swuuuuuush!


Matanya memerah bagaikan seorang iblis yang ingin memangsa manusia. Sedangkan Yue Xhie dan Bumi Arta telah berdiri, tak sadar mereka menanamkan kekagaman yang bertambah besar pada Lasmana Pandya. Begitu juga dengan lainnya, jika orang lain mungkin mereka lebih memilih kabur dan mengorbankan nyawa bawahannya, namun tidak dengan Lasmana Pandya.


"Hahahahaha! Plesetan dengan omonganmu bocah! Lihatlah kekuatanmu diranah Surgawi tingkat tiga!" Ejek Dewa Siluman melesat.


"Tuan muda!" Ucap bawahanny panik.


Lasmana Pandya yang sudah tau didepannya adalah sosok yang sangat kuat langsun menunjukan dua pusaka Dewanya. Armor Geni Danyang, dan pedang Sangka Geni telah ia gunakan.


"Pemusnah Nirwana!"


Dhuuuuuuaar!


Saat harimau emas tranformasi milik Dewa Siluman melepaskan cakarnya, Lasmana Pandya melepaskan jurusnya. Sehingga momentum ledakan dahsyat terjadi membuat


luapan energi menyebar. Namun Lasmana Pandya terluka parah, ia tidak terpental. Namun memuntahkan banyak darah emas yang wangi dari bibirnya.


"Hahahaha! Meskipun aku akui kamu memiliki bakat yang diluar nalar, tapi apakah kamu sadar sejauh apa kekuatanku?" Cibir Dewa Siluman.


Swuuuush!


Dhuuuaar! Dhuuuaar! Dhuuuuaar!

__ADS_1


Namun tiba tiba serangan susulan dari ketujuh bawahan Lasmana Pandya membuat Dewa Siluman mengurungkan niatnya untuk menangkap Lasmana Pandya.


"Serangan kalian lebih lemah dari pemuda itu? Hahahaha! Bahkan untuk menggores kulitku kalian tidak layak."


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Dua energi cakar yang diayunkan oleh Dewa Siluman membuat enam saudara Naga air terpental kesegala arah, sedangkan Bumi Arta telah berada didepan Lasmana Pandya berusaha melindungi dengan cara yang terbaiknya.


Gleeek!


Sebuah pill penyembuh ditelan oleh Lasmana Pandya, sesaat setelahnya luka dalam parahnya mulai membaik saat itu juga. Nafasnya terengah engah.


Grooooooaarh! Grooooaarh!


Bumi Arta yang tak punya pilihan lain bertranformasi mengaum dan melayang didepan tubuh Lasmana Pandya menggunakan ukuran dua meternya. Begitu juga dengan keenam saudara Naga Air yang telah menelan beberapa pill penyembuh.


"Tujuh kadal busuk yang ingin mengalahkan ku?" Ejek Dewa Siluman kemudian melesat hendak mencakar Yue Xhie. Namun sebuah gelombang air melesat kearahnya.


Dhuuuuaaar!


"Terimakasih!" Ucap Yue Xhie kearah Yue Xong yang membantunya.


***


Dhuuuar! Dhuuuar!


Disisi lain, Dewa Racun yang berhadapan dengan Kamandaka diatas langit merobek pembatas dunia kecil keluar dan masuk sambil melancarkan serangannya mencibir Dewa Siluman yang bodoh.


"Sejak kapan Kultivator teratas tidak mampu menghadapi delapan semut dihadapannya, bahkan serangannya pun tidak mampu membunuhnya!"


"Hahahaha! Apakah kamu lupa? Lukanya masih belum pulih," balas Kamandaka yang sebenarnya ingin meledakan tubuh sejak tadi namun mengurungkan niatnya karena Lasmana Pandya masih berada didalam dunia kecil.


"Ngomong ngomong, apa yang telah kau rencanakan hingga berani membuat kekacauan dan menyerahkan bocah itu," ucap Dewa Racun sambil bertukar serangan tangan kosongnya.


"Rahasia!"


****


Jendral Tapak Dewa yang terluka parah terus menyembuhkan lukanya sambil menatap pertarungan mengerikan diatas langit, dan terkadang kearah Lasmana Pandya dengan tubuh yang bergidik ngeri.


****


Di atas langit lebih tinggi, sosok Pria tua berbaju lusuh berpostur sedikit gemuk menatap pertempuran dengan bibir yang melengkung.


"Guru bisakah kau selamatkan Gege, dia bukan lawan Dewa Siluman, guru bisakah kau menyelematkannya!"


#####

__ADS_1


__ADS_2