Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Perjuangan menuju titik cahaya


__ADS_3

Lasmana Pandya terus memimpin pasukannya menuju titik bola cahaya didepannya. Rembesan energi tak terbatas sesekali menerpa kejiwaan mereka. Hingga tiba tiba.


Swuuuuung!


Energi tak terbatas yang tercipta dari kehampaan tiba tiba mengumpul didepan mereka. Saat itu juga, Lasmana Pandya yang merasakan bahaya besar segera membuat segel tangan, namun tindakannya dihentikan oleh Ao.


"Jendral apakah anda ingin mati bersama kami!" Ucapnya kesal.


Lasmana Pandya menaikan alisnya karena heran dengan kebodohan mereka.


"Jika diam, kekuatan tak terbatas yang memiliki kesadaran ini bisa membunuh kita! Apakah kita hanya akan diam saja!" Bentak Lasmana Pandya membuat Ao, dan Lei yang ingin membenarkan ucapan Ao terdiam.


Swuuuuuung!


Dan benar saja, tiba tiba kehampaan yang meliputi energi tak terbatas membentuk lingkaran tersebut melesat kearah mereka.


"...." Seketika semuanya panik kecuali Lasmana Pandya yang bersiap membuat segel penghancur.


Swuuuuung!


Dengan sangat cepat, Lasmana Pandya membuat segel tangannya, hingga tiba tiba tergambar segitiga sama sisi terbentuk didepannya sebesar tubuhnya sendiri.


Swuuuuush!


Segelnya segera melesat secara berlawanan arah dengan kekuatan tak terbatas. Wajah semuanya memucat, tapi tidak dengan Lasmana Pandya yang ingin mencoba kekuatan tak terbatas itu.


Dhuuuuuaar! Dhuuuuaar!


Ledakan dahsyat terjadi didalam ruang teleportasi saat kedua energi bertemu. Ao, Yue Xong, Lei dan prajurit yang tersisa terpental kesegala sudut membentur pembatas kehampaan. Sedangkan Lasmana Pandya mundur sepuluh langkah dari tempatnya.


"Benar benar sangat kuat..." Gumamnya.


Namun tiba tiba, kekuatan tak terbatas yang awalnya transparan berubah menjadi keabu abuan menjadi sosok menyerupai manusia. Namun pandangannya terlihat kosong dan seperti ingin melahap keberadaan mereka.


"Sepertinya gangguan yang terjadi memang disengaja oleh pihak pembuat gerbang teleportasi ini," ucap Lasmana Pandya yang sudah menyimpulkannya.

__ADS_1


Sosok manusia tanpa Kultivasi itu menatap Lasmana Pandya dengan heran. Karena kekuatan tanpa batas seharusnya membuat sosok glory tingkat lima meledak saat beradu energi dengannya.


"Siapa kamu!" Suaranya sangat berat dari sosok tersebut.


Lasmana Pandya menaikan alisnya, namun dengan cepat ia mencoba mengetes memberikan token milik Hong Xiao sebagai Jendral Kekaisaran Hong.


"Oooh ternyata kamu hanya budak Yang Mulia!" Ucapnya secara terang terangan.


Sehingga membuat Lasmana Pandya benar benar sudah tau jelas akar permasalahannya, sedangkan prajurit, Ao, Lei dan Yue Xong mendekat kearah Lasmana Pandya dengan wajah keheranan mereka.


"Budak? Aku tidak pernah mempercayai kata kata ini dari seseorang yang terbentuk dari kekuatan pencipta gerbang teleportasi ini," ucap Lasmana Pandya membuat sosok tersebut terkejut.


"Hahahahahaha! Sepertinya kau sangat jenius, tapi tenang saja hari ini adalah kematian kalian, sehingga tidak ada yang mengetahui rencana Yang Mulia." Ucap keras sosok tersebut.


Lasmana Pandya hanya tersenyum kecil, setelah itu ia membuat segel tangan kecil dan melepaskannya menjadi ribuan segel tangan. Segel formasi tersebut melesat melindungi tubuh prajurit, Ao, Lei dan Yue Xong. Sedangkan Lasmana Pandya kini menatap santai sosok didepannya.


"Aku tidak tahu apa yang direncanakan tuanmu, tapi yang jelas tuanmu harus dihapuskan dari muka bumi ini!" Ucap Lasmana Pandya mengedarkan kekuatan sejatinya.


Karena ia tahu sosok didepan tanpa Kultivasi setidaknya berada diranah Saints Glory Empat. Yang dikatakan ia harus berjuang mati matian, apa lagi sosok tersebut terbentuk dari kekuatan tak terbatas.


Swuuuuush!


"Hahahaha! Mau mati saja masih bisa mengatakan ingin membunuh tuanku! Mati!" Teriaknya sosok itu melesat kearah Lasmana Pandya.


Dhuuuuuuaar!


Lasmana Pandya menerima serangan tinju sosok tersebut. Sehingga kedua energi saling berbenturan, ledakan dahsyat kembali terjadi di lorong teleportasi tersebut. Sedangkan Ao, Lei, dan Yue Long serta lainnya tidak merasakan apapun, karena mereka dilindungi oleh ssegel kuat milik Lasmana Pandya.


"Sangat kuat!" Ucap Lasmana Pandya merasa kebas diarea tangannya.


Sedangkan sosok tersebut menatap tajam Lasmana Pandya. Seharusnya lima puluh persen kekuatannya sudah mampu meledakan tubuh seseorang ranah Sainst Glory tiga. Tapi kini didepannya ranah Glory Lima mampu menahan serangannya.


"Siapa sebenarnya kamu...," Ucapnya sambil menatap tajam Lasmana Pandya.


"Seseorang yang akan membunuh tuanmu!" Ucap Lasmana Pandya menghilang lalu muncul dibelakang sosok tersebut.

__ADS_1


Sosok itu yang melihat Lasmana Pandya menghilang berdecak kesal. Karena ia terbentuk dari kekuatan tak terbatas, ia juga menghilang dari pandangan.


Swuuuush! Dhuuaar! Dhuuaar!


Ledakan dahsyat bersyahut syahutan saat keduanya menghilang lalu bertukar serangan secara bergantian. Lasmana Pandya juga berdecak kesal karena saat ini ia sendiri tidak bisa menggunakan jurusnya, mungkin mereka tidak dapat mendengar dan merasakan kekuatannya, tapi tidak dengan gerakannya yang berbeda dari Hong Xiao, karena itu ia memilih bertarung menggunakan energinya tanpa taktik atau jurus asli milik Lasmana Pandya.


"Sosok ini terbentuk dari kekuatan tak terbatas, meskipun aku dapat menahannya, tentunya aku tidak bisa membunuhnya. Kecuali aku menghancurkan gerbang ini," gumam Lasmana Pandya sambil menyerang secara membabi buta sosok tersebut.


"Menggunakan pedang pun percuma, karena aku tidak bisa memperlihatkan kepada mereka," gumam lagi Lasmana Pandya.


Tiba tiba sebuah ide terlintas dipikirannya. Lasmana Pandya yang tadinya menyerang kini mulai mengendorkan serangannya sehingga sosok tersebut kini bergantian yang menyerang kearah Lasmana Pandya secara membabi buta.


Sambil menghindari serangan, Lasmana Pandya segera membuat segel tangan yang sangat rumit.


"Aktif!" Ucap Lasmana Pandya.


Swuuuuung!


Segel tangan yang tadinya hanya ada satu, tiba tiba berubah menjadi puluhan segel tangan yang berubah menjadi tali emas yang sangat kuat. Tali tersebut seketika mengikat segel yang melindungi prajurit, Ao, dan lainnya.


Swuuuuush!


Setelah itu, Lasmana Pandya segera melesat kearah ujung titik cahaya terang didepannya. Kecepatannya sangat cepat membawa mereka menjauh menghindari energi tak terbatas yang juga terus menyerang kearah Lasmana Pandya.


"Baj*ngan ini ingin lolos dari cengkeraman ku!" Ucapnya kesal kemudian mengejar Lasmana Pandya.


Dia membuat segel tangan yang sangat cepat dan kemudian kekuatan tanpa batas yang ada diluar kehampaan menembus kehampaan mencoba memborbardir menyerang segel buatan Lasmana Pandya yang melindungi prajurit, Ao dan lainnya.


"Argghh!" Teriaknya murka melihat rencananya gagal memilih untuk langsung mengejar dan menyerang Lasmana Pandya.


Swuuuuung!


Udara bergetar hebat saat itu juga. Lasmana Pandya sedikit menahan kekesalannya melihat sosok tersebut tidak membiarkannya pergi.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!

__ADS_1


Benar saja instingnya, tiba tiba petir tanpa warna menyambar tubuhnya. Hingga seluruh tubuhnya merasa kebas. Tanpa ingin memberikan serangan balasan, Lasmana Pandya terus melesat dengan kecepatan puncaknya. Namun petir tanpa warna muncul dari kehampaan menabrak tubuhnya hingga ia terkena luka dalam. Tak bisa dipungkiri, serangan petir tanpa warna itu bukan hanya satu, melainkan puluhan. Hingga darah emas keluar dari mulutnya. Namun ia tetap melanjutkan perjalanannya, karena hanya sosok kekuatan tak terbatas yang bisa mengetahui penyamarannya akibat luka dalamnya.


__ADS_2