Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Berburu


__ADS_3

Lasmana Pandya mengangguk, kemudian ia memberikan darah milik tetua Shen pada Yue Xong. Ia sendiri kemudian melakukan teknik penyamar tubuh meniru Hong Dao.


Swuuuuush!


"Sekarang kita akan mencari tempat beristirahat disekitar hutan ini," ucap Lasmana Pandya dengan menggunakan wajah Hong Dao, serta suara dan seluruh tubuhnyasangat mirip dengan Hong Dao. Dan hal itu membuat Yue Xong bersemangat untuk mempelajari kitab yang diberikan Lasmana Pandya.


"Baik tuan," jawab Yue Xong.


Setelah membersihkan mayat keduanya menggunakan Geni Danyang, Lasmana Pandya dan Yue Xong akhirnya berhasil menemukan goa besar selama lima belas menit perjalanan.


"Xong, jangan terburu buru mempelajarinya," ucap Lasmana Pandya membiarkan Yue Xong memasuki goa tersebut.


Setelah itu, Lasmana Pandya bersemedi didepan mulut Goa sambil menjaga pelatihan Yue Xong. Tak terasa hari begitu cepatnya, kini telah malah hari, suara raungan hewan iblis yang aktif pada malam hari mulai terdengar ditelinga Lasmana Pandya. Namun Lasmana Pandya tidak merasakan takut sedikitpun. Hingga tiba tiba, bulu kuduknya berdiri merasakan Hewan Iblis berkekuatan Glory Lima mendekat kearahnya.


Matanya perlahan terbuka, Lasmana Pandya kemudian bersikap waspada dan menyegel mulut goa dengan cepat. Matanya kini tertuju pada sosok harimau hitam yang sedang berjalan kearahnya dengan santai. Namun tatapannya sangat tajam.


"Manusia keparat! Sejak kapan anda berani mengambil tempat kediamanku ini," ucapnya dengan penuh ancaman.


Lasmana Pandya menaikan alisnya. Namun ia tidak terlalu naif dan bodoh melihat lawan langsung bertarung. Karena itu ia memilih bernegosiasi terlebih dahulu.


"Senior maafkan kelancangan saya, saya dan saudaraku sedang mengembara, namun kami tidak memiliki tempat untuk beristirahat, jadi kami memlih goa ini sebagai tempat singgah sementara kami," ucap Lasmana Pandya sopan.


Swuuuuush!


Sosok harimau hitam kemudian berevolusi menjadi pria tua dengan kumis putih panjang didagunya menatap tajam Lasmana Pandya.


"Alasanmu itu tidak bisa kuterima, sudah memasuki kediamanku sama saja dengan menerims kematian yang mutlak...," Ucapnya dengan nada dingin.


Lasmana Pandya merubah wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi.


"Begitukah?" Tanya Lasmana Pandya.


"Nak! Sadarlah kekuatanmu hanya berada di Langit Tiga, apakah benar kau ingin melawanku yang sudah menjadi Glory tingka lima!" Ucapnya menghentakan kakinya.


Seketika aura mencekam khas hewan iblis berkekuatan Glory Lima menyebar kesegala hutan. Lasmana Pandya terkekeh geli mendengar ancaman sosok tersebut. Entah akibat sisi iblisnya yang tumbuh, ataupun apa, yang pasti ia ingin sekali tertawa lepas mendengar ancaman yang membahayakan nyawanya.


"Hahahaha! Harimau yang malang," ucap santai Lasmana Pandya tanpa terpengaruh aura harimau hitam yang telah berevolusi tersebut.

__ADS_1


Harimau hitam mulai menyadari keanehan lawannya. Kini ia mulai merubah wajahnya menjadi jelek.


Swuuuuush!


"Kau tidak percaya, jadi kamu akan mempercayainya setelah menerima cakar tsjamku!" Ancamnya melesat dan kemudian tangannya mengeluarkan cakar seperti harimau.


Lasmana Pandya menyunggingkan senyum misteriusnya, seetelah itu ia mengeluarkan pedang tingkat Dewa dari dalam cincin ruangnya.


Tiiiiing! Dhuuuuuaar!


Pedang dan cakar akhirnya saling benturan, energi besar meluap disekitar pertempuran. Wajah harimau hitam yang telah berevolusi menegang melihat Langit Tiga tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.


"Ka-kau bagaimana bisa!"


"Huh! Aku lelah mendengarkan kata kata ini terus memasuki telingaku," ucap Lasmana Pandya acuh tak acuh kemudian melesat dan menebas kearah leher Harimau hitam.


Dhuuuuuaar! Dhuuuaar!


Harimau hitam kembali membalas serangan Lasmana Pandya. Namun wajahnya kini terlihat sulit digambarkan, bahkan ia merasa bahwa didepannya bukan Langit tingkat tiga, melainkan sosok Glory Lima yang sepadan dengannya.


"Kau sedang menyamar," ucapnya.


Swoooosh!


Pedang tingkat Dewa mengobarkan api yang menari nari diseluruh tubuh pedang Lasmana Pandya. Wajah harimau hitam menegang merasakan panasnya api yang berkobar tersebut.


"A-api ini setingkat dengan Api Ilahi!" Ucapnya panik.


Lasmana Pandya yang tidak peduli terhadap ucapan sosok tersebut melesat dan kemudian mengeluarkan jurusnya.


"Pedang Bayangan Darah!"


Swuuuuush!


Kecepatannya meningkat sangat pesat, menerjang dan mengayunkan pedangnya sangat terarah keetubuh titik vital milik harimau hitam. Pergerakannya yang seperti bayangan membuat sosok tersebut hanya bisa memblokir dengan cakarnya dan termundur dari tempatnya.


"Sangat cepat..." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Lasmana Pandya bergerak terus kesana kemari secara cepat melakukan jurusnya. Hingga tiba tiba, ia menemukan celah pada area lengan sosok tersebut.


Slaaaash!


Sosok tersebut terpental, darah hitam keluar dari goresan pedang Dewa milik Lasmana Pandya. Sesaat setelahnya, sosok Harimau Hitam merubah bentuk ke bentuk aslinya.


Groaaaaarh!


Raungannya sangat kuat, hingga mampu merobohkan pohon disekitar area pertarungan. Lasmana Pandya terlihat tidak gentar sama sekali. Bahkan kini ia mengharapkan sosok tersebut marah seperti ini.


Swuuuuush! Swuuuush!


Keduanya melesat kearah berlawanan arah. Terlihat Lasmana Pandya memberikan gerakan tipuan dengan cara memutar tubuhnya, lalu tangan kirinya ia melepaskan serangan Qi yang mengandung kekuatan besar. Sehingga harimau tersebut harus menghindarinya, namun sayangnya, tangan kanan Lasmana Pandya yang telah menggenggam pedang tingkat Dewa memutarkan pedangnya. Hingga pedang tersebut bagaikan sebuah baling baling yang berputar sangat kencang.


Slaaaaaash! Slaaaaaash!


Tangan kanan harimau hitam akhirnya tercincang dengan bagian menjadi kecil. Bahkan raungan kesakitan ia lepaskan setelah hal yang tidak diduga terjadi padanya.


Rrrrrrhgg!


Desisan mulutnya mencoba menghilangkan rasa sakitnya. Namun sayangnya, Lasmana Pandya telah bergerak sangat cepat tiba diatas punggungnya.


"Kau mengatakan bahwa kau ingin membunuhku? Tapi sayangnya kamu benar benar naif, karena kini kamu yang harus mati ditanganku," ucap Lasmana Pandya. Matanya tiba tiba berubah menjadi merah darah.


Slaaaaaash!


Leher harimau hitam akhirnya terlepas dari tubuhnya. Seketika Lasmana Pandya menarik inti jiwanya menggunakan kekuatan jiwanya.


Wajahnya yang tenang setelah membunuh harimau hitam kemudian memasukan kembali inti jiwanya, dan ingin memberikannya pada Yue Xong agar bisa meningkatkan kekuatannya.


Karena Lasmana Pandya merasa bosan, ia kini melesat menjauhi goa untuk melakukan perburuan hewan iblis yang dapat digunakan sebagai sumber daya bagi ketujuh bawahannya. Karena bagaimanapun bawahannya hanya membutuhkan energi kekuatan diatas mereka. Seperti hewan yang telah dibunuh oleh Lasmana Pandya. Maka Yue Xong dapat naik tingkat secara drastis. Karena teknik Kultivasi mereka sama. Atau menyerap energi yang lebih kuat dari ras mereka.


Bergerak bagaikan malaikat maut yang sedang mencari mangsa. Lasmana Pandya sangat mudah menemukan hewan iblis berkekuatan Surgawi tingkat tiga hingga lima. Dan mereka tidak ada satupun yang dapat lolos dari tangan Lasmana Pandya. Bergerak bagaikan cahaya Lasmana Pandya terus membunuh dan memburu Hewan Iblis yang beraktivitas pada malam itu. Namun saat akan melanjutkan perburuannya.


Lima sosok yang menggunakan jubah Kekaisaran Hong terlihat sedang mencari sesuatu.


"Siapa mereka," gumam Lasmana Pandya.

__ADS_1


Ia merasakan salah satu dari sosok tersebut berada ditingkat Glory Lima. Namun kekuatan jiwanya melacak bahwa orang itu bukanlah orang yang biasa.


__ADS_2