
Pedang yang panjangnya seratus meter itu bergerak sangat cepat menuju patung raksaksa iblis yang dibuat oleh Yang Lie.
"Patung Iblis! Nirwana Penghancur Semesta!"
Swuuuuung!
Patung Iblis bergetar hebat dibarengi dengan munculnya bola hitam keluar dari mulutnya megarah pada sabetan pedang milik Yun Lang.
"Yun Lang saatnya kau mati...," Ucap dingin Yang Lie melepaskan bola kehitaman yang perlahan membesar.
Swuuuuuuush!
"Matiii!" Teriak Yun Lang.
Dhuuuuuuaaar!
Ledakan maha dahsyat merobek celah dimensi sejauh ribuan meter. Dibarengi dengan cahaya hitam yang menyebar menjadi langit gelap.
Ledakan itu membuat sosok Lasmana Pandya, Zhou Botong, Pertiwi, Zhou Huan terpental menjauh dari tempat mereka.
"Sangat kuaat!" Ucap Lasmana Pandya kemudian menatap kearah keberadaan Yun Lang.
__ADS_1
Terlihat setelah celah dimensi kembali menutup, lengan Yun Lang telah terlepas dari tubuhnya. Dengan mata api yang tersorot penuh dendam, Yun Lang menatap Yang Lie yang terlihat baik baik.
"Kau benar benar ingin membunuhku," ucapnya kemudian meredakan rasa sakitnya dengan auranya sendiri.
Mengetahui bahwa Yang Lie bukanlah lawannya, Yun Lang memberikan senyum pahitnya.
"Tapi tenang saja, aku akan tetap membunuh kalian, tidak ada yang lolos dari tempat ini! Marilah mati bersama sama!"
"Segel Penghancur!" Teriak Yun Lang membuat perisai untuk menutup seluruh kawasan. Sesaat setelah itu, Yun Lang membuat segel penghancur tubuh yang sangat dilarang oleh siapapun, karena daya ledak yang terjadi akan lebih mengerikan dari jurus apapun yang ada di dunia.
"Gawat!" Ucap Lasmana Pandya menatap panik perisai yang mengurung mereka.
Disisi lain, Yang Lie memang memiliki kekuatan diatas Yun Lang. Tetapi dengan teknik penghancur tubuh, tentu saja kekuatannya tidak akan mampu menampung daya dahsyatnya ledakan energi penghancur tubuh.
"Lierr!" Teriak mereka kompak.
Swuuuuuuush! Dhuuuuuuaar!
Udara bergejolak hebat dibarengi dengan maha dahsyatnya ledakan yang terjadi melempar Lasmana Pandya, Pertiwi, Zhou Huan dan Zhou Botong kesegala arah. Meskipun sudah menggunakan kekuatan puncakz tentu saja hal itu tidak bearti untuk energi yang meluap luap menghancurkan apa yang telah dilakukan oleh Yang Lie untuk meminimalisir.
"..." Lasmana Pandya yang berhasil menyeimbangkan tubuhnya menatap keatas langit dimana asap hitam pekat masih membumbung tinggi.
__ADS_1
Zhou Botong kemudian menghampiri Lasmana Pandya dengan wajah sedihnya.
"Bocah, sepertinya Yang Lie telah tiada, karena bagaimanapun giok jiwanya telah hancur," ucap Zhou Botong mengeluarkan giok jiwa milik Yang Lie.
Lasmana Pandya kemudian meminta giok tersebut dan menggenggamnya dengan erat.
"Senior aku tidak tahu apa yang membuatnya menjadi sekuat ini, dan yang aku tahu aku dan ia sangatlah berlawanan, nammun aku..."
"Kau mencintainya bukan?" Tanya Zhou Botong.
Lasmana Pandya hanya mengangguk, setelah itu ketiga seniornya memberikan nasehat yang membuat Lasmana Pandya bangkit.
"Senior, lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini, aku rasa pasukan bantuan dari Kekaisaran akan tiba," ucap Lasmana Pandya yang di setujui oleh Pertiwi.
"Lalu kita akan bersembunyi dimana lagi?" Tanya Zhou Huan.
"Tuan lebih baik ditempat persembunyian ku saja," ucap Pertiwi yang disetujui oleh Lasmana Pandya.
Karena bagaimanapun tempat persembunyian milik Pertiwi sangatlah aman dari mata mata kekaisaran.
Setelah memutuskan, akhirnya mereka memulihkan diri sejenak dan Zhou Huan pergi untuk menemui para muridnya agar tidak keluar dari segel buatannya.
__ADS_1
Semuanya telah siap, Pertiwi juga telah menyiapkan segel teleportasinya.
"Mari," ucap Pertiwi yang kemudian mereka berempat memasuki segel teleportasi tersebut.