
Ketujuh bawahan Lasmana Pandya membuka mata mereka secara bersamaan. Setelah sesaatnya, ketujuh bawahan Lasmana Pandya menatap tajam sosok Jendral Tapak Dewa dengan kebencian yang dalam, karena Bumi Arta dan lainnya tertangkap olehnya.
Bahkan yang lebih parah lagi Yue Xhie akan diperkosa olehnya, namun karena terjadi sesuatu Jendral Tapak Dewa pergi meninggalkannya.
"Manusia keparat! Lebih baik kau mati saja!" Ucap amarah Yue Xhie.
Swuuuuush!
Yue Xhie yang sudah tidak terkendali melepaskan serangan bola bola air kearah Jendral Tapak Dewa.
"Hahahaha! Ini hanya mainan anak anak saja," balas Jendral Tapak Dewa sambil melepaskan tapak tangan dari kehampaan.
Dhuuuuaar! Dhuuuuaar!
Ditengah hutan itu, ledakan dan daya kejut membuat pepohonan hancur seketika. Lasmana Pandya juga tak tinggal diam dan keenam bawahan lainnya. Mereka segera mengedarkan kekuatan mereka dititik maksimal.
"Kesempatan bagus untuk membalas dendam kematian ayahku dan semua orang yang aku cintai!"
Geni Danyang menari nari dikedua tangannya, armor emas yang elegan juga menutupi tubuhnya. Mereka bertujuh kemudian melesat dan mengepung pergerakan Jendral Tapak Dewa yang telah berhasil memblokir semua gelembung air milik Yue Xhie.
"Sekelompok sampah! Dan kupastikan untukmu bocah, kematianmu akan lebih menyedihkan dari kedua anakku!"
Swuuuuush!
Dhuuuuaar! Dhuuuaar!
Jendral Tapak Dewa yang juga dendam tidak menghiraukan serangan dari sisi lainnya, melainkan ia fokus melesat dan menerjang dengan tangan kosongnya kearah Lasmana Pandya.
Dhuuuuuuuuaar!
Ledakan beruntun saat serangan mereka semua menyentuh tubuh Jendral Tapak Dewa, begitu juga dengan Lasmana Pandya yang beradu tinju dengan Jendral Tapak Dewa. Perasaan rasa sakit diarea tangannya ia rasakan. Bahkan tanpa ia sedari sedikit retak pada pergelangan tulangnya. Namun sedetik kemudian, Lasmana Pandya menghilangkan rasa sakitnya dan kembali bertukar serangan melawan Jendral Tapak Dewa.
Dhuuuuaar! Dhuuuaar!
Jendral Tapak Dewa yang memiliki ranah Glory tingkat lima membuat Lasmana Pandya dan ketujuh bawahannya terpental kesegala arah. Namun mereka kembali melesat dan tak berhenti mempersempit pergerakan Jendral Tapak Dewa.
"Aku akan membunuhmu!" Teriak Jendral Tapak Dewa yang kini merasa kesulitan digempur dari segala sisi.
__ADS_1
Bahkan kini balasan serangan dengan menghindari serangan, lebih banyak menghindari segala serangan yang kearah tubuhnya. Mungkin jika satu lawan satu Jendral Tapak Dewa sangat mudah bagaikan membalikan tapak tangannya. Namun kini kedelapannya sangat kompak dalam gerakan sehingga membuatnya sedikit kesulitan.
Lima menit kekacauan dari pertempuran itu akhirnya berhenti setelah Jendral Tapak Dewa mengerahkan seluruh kekuatannya kearah telapak tangannya dengan mengarahkan kearah tanah dibawahnya.
Dhuuuuuaar!
Luapan energi mengerikan membuat Lasmana Pandya dan ketujuh bawahannya kembali terpental. Namun Lasmana Pandya tidak separah luka yang dialami oleh ketujuh bawahannya. Karena meskipun ranah Kultivasinya berada di Surgawi tingkat tiga, kekuatannya telah sama ke tingkat Glory Satu, dan alasan lainnya kekuatan darahnya yang tertinggi membantu menetralkan serangan dalam dari Jendral Tapak Dewa. Namun tetap saja, semua tulangnya terasa sangat nyeri akibat kualitas tulangnya yang masih rendah.
"Seandainya Sena memasuki tubuhku, mungkin sosok ini bukan lawannya sama sekali," ucap dalam hati Lasmana Pandya sambil memegangi dadanya sendiri.
"Tuan muda hati hati!" Teriak Yue Xhie saat melihat Jendral Tapak Dewa melesat mengarah kepada Lasmana Pandya.
Swuuuuush! Tiiiiiing! Dhuuuuuaar!
Lasmana Pandya yang masih siaga mengaktifkan pedang Sangka Geninya, sontak ia segera memblokir serangan Jendral Tapak Dewa menggunakan pedangnya, meskipun tidak merasa sakit pada area tulangnya, tetap saja tubuhnya merasa kebas. Dan anehnya, Jendral Tapak Dewa tidak terluka sama sekali dengan tangan yang menggenggam pedang Sangka Geninya.
"Ba-bagaimana bisa!" Ucap Lasmana Pandya yang tidak bisa menghilangkan rasa keterkejutannya.
"Hahaha! Julukanku Jendral Tapak Dewa karena tanganku bagaikan senjata tingkat Dewa! Bahkan Saints Glory tingkat satu belum tentu dapat mengalahkan ku," balas sengit Jendral Tapak Dewa menggenggam erat pedang Sangka Geni.
Berharap pedang tersebut patah, namun tiba tiba api yang tak lain Geni Danyang berkobar dari tangan Lasmana Pandya membuatnya melepas genggaman pedangnya.
Swuuuuush!
"Mati!"
Yue Xhie dan ketujuh bawahannya mengeluarkan pedang tingkat tinggi terbuat dari elemen yang mereka kuasai. Setelah itu mereka melesat dan mengarahkan pedang mereka kearah tubuh Jendral Tapak Dewa.
Tiiiiing! Dhuuuuuaaar!
Ledakan secara bersamaan setelah pedang buatan mereka menyentuh tubuh Jendral Tapak Dewa, namun mereka memucat melihat pedang merekalah yang hancur, sedangkan hanya luka goresan kecil saja yang timbul dikulit Jendral Tapak Dewa.
Melihat hal itu, Jendral Taapak Dewa tak tinggal diam. Dengan membabi buta ia mengalihkan perhatiannya menyerang ketujuh bawahan Lasmana Pandya secara bersamaan. Sedangkan Lasmana Pandya masih mematung dan menyadari hal keanehan pada tubuh Jendral Tapak Dewa.
"Waktu aku menggunakan tangan kosong dan dibaluti api, dia sedikit tak mampu mengimbangi kami, sedangkan menggunakan pedang..." Gumamnya.
"Cepat gunakan tangan kosong! Pedang tidak berpengaruh padanya!" Teriak Lasmana Pandya menghilangkan pedang Sangka Geni dan melesat kearah Jendral Tapak Dewa menggunakan tangan kosong yang telah terbalut Geni Danyangnya.
__ADS_1
Swooooosh! Dhuuuuaar! Dhuuuuaar!
Serangan cepat Lasmana Pandya berhasil mendarat telak kearah punggung Jendral Tapak Dewa, namun hanya sepijakan kaki saja Jendral Tapak Dewa terhuyung kedepan.
"Sampah!" Ejek Jendral Tapak Dewa.
Dhuuuuuaar!
Sekedipan mata, Jendral Tapak Dewa membalikan tubuhnya dan menyerang menggunakan telapak tangannya, hingga Lasmana Pandya terpental dan memuntahkan darah emas yang sangat wangi.
"Tuan muda!" Ucap ketujuhnya panik.
"Tetap waspada!" Balas cepat Lasmana Pandya yang menyeimbangkan tubuhnya.
"Sudahlah bermain main!" Ucap Jendral Tapak Dewa kemudian merapal mantra.
"Tapak Budha! Kebencian pemusnah Nirwana!" Jurus andalannya akhirnya ia keluarkan setelah sekian lama menginjakan kaki ditanah Jawa.
Awan menghitam, petir mulai menggelegar, angin berhembus sangat kencang saat itu juga. Setelah sesaatnya bayangan ribuan tapak tangan raksaksa muncul diatas langit siap meluncur deras kearah mereka semua.
"Mati!" Ucap penuh tekanan Jendral Tapak Dewa menghilang dari pandangan muncul diatas ribuan telapak tangan buatannya dilangit.
Lasmana Pandya dan lainnya memucat, meskipun mereka berada dihutan yang sangat luas. Namun melihat banyaknya telapak tangan diatas langit, dan ukurannya yang sebesar rumah lima ubin. Tentu jika mereka menghindari serangan itu tidaklah sempat. Dan psstinya mereka tahu serangan itu sangat berbahaya yang dapat membunuh mereka kapan saja.
Swuuuuush! Swuuuush!
Akhirnya ribuan telapak tangan melesat sangat cepat kearah mereka. Lasmana Pandya segera berteriak mengingatkan kearah tujuh bawahannya.
"Buat perlindungan! Gunakan seluruh kekuatan kita," ucapnya.
Swuuuush!
Ketujuh bawahannya muncul disamping Lasmana Pandya, mereka mulai bergandengan tangan dan membuat perisai perlindungan yang menggunakan gabungan kekuatan maksimal mereka.
"Hahahaha! Apa yang kalian lakukan adalah hal bodoh! Karena mati adalah jalan akhir kalian semua!" Tawa menggelegar diatas langit.
Saat ribuan telapak tangan hampir menabrak perisai buatannya. Seuliet cahaya putih menembus angin melesat kearah rombongan Lasmana Pandya.
__ADS_1
Dhuuuuuuaar! Dhuuuuaar!
#####