
Sekali hantaman tanpa menggunakan energi Qi, sosok Ketua Pedang Gurun meledak menjadi kabut darah. Mati dengan penyesalan yang tinggi, namun yang pasti para Kultivator ada beberapa yang bangga jika mati ditangan Pendekar Kuat yang ternama, namun saat ini ketua Pedang Gurun tidak mengetahui sosok pendekar bertopeng didepannya. Karena itu kematiannya kini menjadi penasaran.
Lasmana Pandya yang tak ingin membuang energi Qi dan tenaganya kemudian mengeluarkan ribuan pedang tingkat tinggi dari dalam cincin ruangnya.
Swuuuuung!
Ribuan pedang tersebut berdengung dan melayang disekitarnya. Sesaat setelahnya, Lasmana Pandya mengedarkan kekuatan jiwanya menandai seluruh Kultivator asing dengan wajah tenangnya.
"Mati!"
Swuuuuuung! Swuuuush! Swuuuush!
Perintah Lasmana Pandya membuat ribuan pedang melesat keberbagai arah menebas para pasukan Kerajaan Bai Shi tanpa mengenal ampun. Tanpa ia sedari satu nyawa yang telah ia bunuh akan membuat Aura Dewa Pembunuhnya semakin mengental. Maka dengan banyaknya lawan yang kini mulai ia bunuh, auranya mungkin akan mampu membuat tiga tingkat dibawah Kultivasinya tubuhnya akan hancur tanpa menggunakan kekuatan lainnya.
Lasmana Pandya kemudian memandangi kearah enam pimpinan yang masih terlihat sengit melawan lima tetua dan satu Ketua padepokan Rontek Ireng. Enam pedang tingkat Dewa muncul dari kehampaan, setelah itu dengan berkata acuh, Lasmana Pandya menandai tubuh mereka dengan kekuatan jiwanya.
"Mati...," Swuuuuush!
Enam pedang tingkat Dewa melesat, dan keenamnya tidak mengetahui bahaya besar mengancam nyawa mereka.
Slaaaaaash! Slaaaaaash! Slaaaaash!
Keenamnya mati dengan hitungan detik setelah pedang Dewa menembus tubuh mereka melalui punggungnya.
Keenam tetua, dan Ketua padepokan menaikan alisnya. Karena sejak tadi mereka fokus pertarungan mereka, sehingga mereka tidak menyadari datangnya Lasmana Pandya yang membantu. Kemudian enam pedang tingkat Dewa melesat kearah Lasmana Pandya dan setelah itu hilang dari kehampaan.
Swuuuush!
Lasmana Pandya tiba dihadapan mereka dan berkata dengan hormat.
"Senior, aku harap kalian dapat menyelesaikan sisa pertempuran ini, aku akan membantu kerajaan Dewata jadi aku tingg..."
"Ciiih! Siapa yang mau menerima bantuan mu bocah! Dan kau kenapa mengganggu kesenangan kami!" Bentak Ketua Rontek Ireng.
Kedua alis Lasmana Pandya menyatu. Kini ia heran dengan reaksi yang ditujunjukan mereka.
"Apa ada yang salah senior? Jika iya aku meminta..."
"Ciiih! Semudah itu kau meminta maaf, karena kau telah mengganggu kesenanganku, maka aku akan membunuhmu sebagai gantinya!"
__ADS_1
Swuuuuush!
Ketua Rontek Ireng yang tak tahu diri langsung melesat kearah Lasmana Pandya menggunakan pedang tingkat tinggi yang selalu ia banggakan.
Jleeeeeeb!
Dengan mudahnya, Lasmana Pandya memblokir pedang yang terarah ke leher menggunakan tangan kosongnya. Hal itu membuat kelima tetua tingkat tinggi padepokan Rontek Ireng menganga lebar.
"Kau bagaimana bisa!"
"Tidak tahu terimakasih...," Ucap dingin Lasmana Pandya terus menggenggam erat mata pedang milik Ketua Padepokan Rontek Ireng.
Klaaaaang!
Kemudian pedang itu hancur, sebuah pedang yang tajam tidak ada harga dirinya ditangan Lasmana Pandya akibat kualitas tulangnya, namun jika pedang itu tingkat Dewa maka Lasmana Pandya tidak berani melakukannya.
Pulih dari keterkejutannya, Ketua Rontek Ireng yang masih tidak terima atas keterlibatan Lasmana Pandya kembali menyerang, namun menggunakan tangan kosongnya.
Dhuuuuuaar!
Fluktuasi energi menyebar saat Lasmana Pandya membalas tanpa menggunakan energi Qi dengan tangan kosongnya. Sosok Ketua Rontek Ireng terpental sejauh lima puluh meter, setelah menabrak pohon besar hingga pohon tersebut dibuat hancur lebur.
Swuuuush! Swuuuush!
Kelimanya melesat kearah Lasmana Pandya dan langsung mengepung serta menyeran menggunakan pedang mereka. Namun sayangnya, Lasmana Pandya dengan bergerak santai menampar kelima tetua tersebut tanpa menggunakan Qinya.
Plaaaak! Plaaaaak!
Suara lima tamparan keras yang padahal Lasmana Pandya tanpa menggunakan tenaga sedikitpun membuat kelima tetua itu terpental lima puluh meter dan memuntahkan darah mereka.
Kini keenamnya mulai sadar, didepannya pendekar bertopeng yang saat ini sedang naik daun sekaligus penyebab hancurnya tanah Jawa akibat ulahnya.
"Kita bukan lawannya! Segera gabungkan kekuatan!" Ketua Rontek Ireng berteriak kemudian membuat segel tangan.
Aura mencekam, mengerikan dan Qi iblis menyebar dari dalam tubuhnya keluar meliputi area pertempuran.
"Aura ini..." Lasmana Pandya kemudian waspada.
Matanya masih menatap kearah Ketua Rontek Ireng dengan tatapan penasarannya. Sedangkan kelima tetua yang tahu ketua padepokan menggunakan ilmu terlarang sekte mereka kemudian membuat segel yang sama.
__ADS_1
Swuuuuush!
Asap hitam keluar dari tubuh mereka, hingga tubuh mereka lenyap tak bersisa memasuki tubuh Ketua Rontek Ireng. Dengan begitu, kekuatan Ketua Rontek Ireng yang tadinya berada ditingkat Surgawi Lima naik hingga tingkat Glory tiga. Para tetua lainnya yang membantu murid mereka juga sama, mereka ikut melakukan penggabungan kekuatan hingga tingkat Glory Lima hingga akan ketingkat Saints Glory satu.
"Gawat!"
Swuuuuush!
Lasmana Pandya melesat dan bersiap menyerang Ketua Rontek Ireng dengan menggunakan tangan kosongnya.
Baaaaaaaaamsss! Dhuuuuaar!
Namun sayangnya, Ketua Rontek Ireng telah naik tingkat hingga Saints Glory satu yang membuat tubuhnya belum tiba dan menyarangkan serangan yang membuatnya kini terpental sepuluh meter dari tempatnya.
"Pantas saja mereka sangat percaya diri!" Ucap terkejut Lasmana Pandya yang menatap tubuh Ketua Rontek Ireng yang mulai muncul tanduk dikeningnya.
"Hahahahahaha!" Tawa mengerikan yang mengandung Qi iblis menyebar kesegala penjuru. Sedangkan ribuan pedang tingkat tinggi yang masih membunuh musuh Bai Shi kini melesat kearah belakang Lasmana Pandya yang tak ingin menyepelekan kekuatan gabungan mereka.
Mata Ketua Rontek Ireng memerah yang membuat Lasmana Pandya tak segan mengeluarkan seluruh kartu trufnya juga. Memejamkan mata sejenak, aura Dewa Pembunuh keluar dari tubuhnya menyebar, yang membuat murid Padepokan Rontek Ireng meledak menjadi kabut darah jika mereka berada dibawah tingkat Surgawi tiga. Bahkan semakin lamanya aura Dewa Pembunuh meningkat, mereka satu persatu meledak dan membuat kemarahan yang menyala pada Ketua Rontek Ireng.
Armor emas, dan pedang Sangka Geni ia keluarkan tanpa terkecuali, ribuan pedang masih mengambang dibelakang tubuhnya.
"Kau harus mati!" Ucap suara berat Ketua Rontek Ireng melesat.
Lasmana Pandya juga tak tinggal diam, dengan kekuatan Glory Lima saja ia kewalahan, apalagi sosok didepannya yang merupakan Saints Glory satu.
Swuuuuuung! Swuuuuush! Swuuuuush!
Dhuuuaaar! Dhuuuaar! Dhuuaaar!
Ribuan pedang dibelakang punggungnya melesat kearah Ketua Rontek Ireng dengan derasnya. Ledakan yang diartikan hancurnya pedang tingkat tinggi membentur tubuh Rontek Ireng.
"Ini semakin sulit saja," gumam Lasmana Pandya kemudian melesat kearah Rontek Ireng dan mulai menunjukan kekuatan yang sebenarnya.
Kini ia tidak memperdulikan murid sekte dan lawannya Bai Shi yang tubuhnya meledak menjadi kabut darah. Karena saat ini ia akan kembali bertempur dengan harga hidup atau mati.
Swuuuuush! Tiiiiing! Dhuuuuuaar! Dhuuuuuaar!
Ledakan disaat Lasmana Pandya tiba dan telah mengayunkan pedangnya kearah Rontek Ireng. Rontek Ireng juga tak tinggal diam, disela sela membiarkan pedang tingkat tinggi hancur menghantam tubuhnya, ia juga mengeluarkan pedang dari kitab sembilan raga Iblis dari dalam tubuhnya.
__ADS_1