Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Lasmana Pandya VS She Long 2.


__ADS_3

Ying Lung hanya bisa mengangguk, mungkin nama mereka di kenal karena setiap tugas sebagai pembunuh bayaran tidak pernah gagal. Namun kini mereka dikejutkan oleh jendral Hong Xiao yang nyatanya melebihi kekuatan mereka. Dan bahkan Kaisar Hong sendiri.


Swuuuuuung!


Perbincangan mereka terjeda karena tiba tiba ledakan aura iblis yang lebih mengerikan dari She Long menyebar. Bola matanya berubah menjadi api merah kehitaman..


Swoooooosh!


Keduanya mengorbarkan elemen api mereka membakar pedang masing masing. Keduanya kini terlihat saling memandang.


"Tak kusangka kekuatanmu melebihi Kaisar Hong Fai sendiri, dan aku tak habis fikir kenapa kau tidak mau menggulingkan Kaisar lemah itu dari tahtanya," ucap She Long menghilang lalu muncul dihadapan Lasmana Pandya.


Dhuuuuuaar!


Lasmana Pandya memblokir pedang She Long menggunakan Pedang Sangka Geninya. Sehingga daya kejut yang dahsyat terjadi, merobohkan pepohonan dan batu dibawah pertarungan mereka. Efek ledakan itu juga membuat kedua Bidadari Kematian terpental dan terluka cukup parah.


Swuuuush! Swuuuuush!


Tapak api dari kehampaan muncul membantu serangan She Long yang kini terus menggempur pertahanan Lasmana Pandya dari segala sisi.


Dhuuuuaaar!


Bagi Lasmana Pandya, serangan She Long memang mematikan, namun ia sendiri tidak terlalu mengkhawatirkannya, kecuali She Long sosok yang terbentuk dari energi seseorang, maka She Long tidak mungkin dapat disentuh oleh Lasmana Pandya.


Lasmana Pandya menggerakan pedangnya dengan cara yang tidak biasa. Gerakan tipuan dan tebasan mematikan mulai ia gencar terhadap She Long yang kini semakin mempercepat gerakannya.


Swuuuuush! Swuuuuush!


"Pedang Bayangan Darah!" Teriak Lasmana Pandya.


Swuuuuuush!


Lasmana Pandya melesat cepat bergantian menyerang She Long dari berbagai sisi. Bahkan She Long sendiri menyipitkan matanya, karena jurus yang digunakan Lasmana Pandya sangat cepat, dan hanya terlihat bayangannya saja.


Dhuuuuuaar! Dhuuuaaar!


She Long terus memblokir gempuran beruntun dari Lasmana Pandya, sehingga ledakan yang cukup dahsyat terus terjadi. Wajah She Long memerah, karena saat ini ia sendiri tidak memiliki waktu untuk memberikan serangan balik pada Hong Xiao.


"Dark Black Night!" Teriak She Long mundur sejauh yang ia bisa lalu mengeluarkan jurusnya.


Pedangnya mengambang diatas kepalanya. Setelah itu awan diatas langit menghitam dengan munculnya petir besar yang menyambar. Jurus yang dapat merubah fenomena alam, maka jurus itu adalah jurus yang sangat mematikan. Karena itu, Lasmana Pandya lebih memilih ikut mengeluarkan jurusnya untuk beradu siapa jurus yang terkuat.


"Pemusnah Nirwana!"

__ADS_1


Swuuuuung!


Seketika aura pembunuh dari tubuh Lasmana Pandya melonjak hebat lebih pekat dan terasa sangat mendominasi didalam perisai yang dibuat oleh She Long.


She Long tidak gentar merasakan aura pembunuh dari Lasmana Pandya. Karena aura mereka sebenarnya hampir sama, yang terasa kejam, mematikan dan terasa sangat gelap.


"Mati!" Teriak She Long melepaskan pedangnya.


Lasmana Pandya hanya tersenyum, dan setelah itu ia memutarkan tubuhnya. Membuat energi tebasan pedang yang sangat kuat meluncur kearah pedang milik She Long.


Dhuuuuuuaaar!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi, Lasmana Pandya dan She Long dipukul mundur oleh energi keduanya yang saling beradu. Namun yang jelas, wajah She Long terlihat lebih buruk.


Swuuuuuush


Pedang milik She Long kembali kegenggamannya. Sedangkan Lasmana Pandya terkejut melihat kearah bawah. Dimana hutan yang tadinya rimbun kini menjadi lapangan yang bersih, karena dampak energi mereka membuat semua pepohonan hancur menjadi debu.


"Ternyata pertarungan tingkat tinggi sangat mengerikan," gumam Lasmana Pandya kemudian merasakan aura She Long yang menghilang.


"Mati!" Benar saja, tiba tiba She Long berada dibelakangnya dan bersiap menyerang kearah Lasmana Pandya menggunakan pedangnya.


Tiiiiiiiiiing! Dhuuuuuaar!


Swuuuuuush!


She Long kembali menghilang dan mengaburkan auranya, Lasmana Pandya yang kini bersikap waspada terus mencoba berinteraksi dengan udara sekitar agar dapat menemukan keberadaan She Long. Namun sampai saat ini, ia masih belum mengerti dimana She Long berada.


"Bocah apa kau butuh bantuanku," ucap iblis hati dipikiran Lasmana Pandya.


"...."


Dhuuuuuuaar!


Sebelum menjawab, She Long tiba tiba muncul dan melepaskan ayunan pedangnya. Berharap Hong Xiao mati dengan bagian tubuh yang terbelah. She Long kini membelalakan matanya melihat Lasmana Pandya yang hanya terpental. Dan terlihat baik baik saja. Namun saat ini, ada sebuah armor emas yang menempel ditubuh Lasmana Pandya.


"Artefak tingkat dewa!" Ucap She Long terkejut.


Mata keserakahannya ia perlihatkan melihat jubah perang yang mampu menahan tajamnya pedang miliknya sendiri.


Lasmana Pandya hanya bisa menghela napas, ia sendiri kesal dengan sosok iblis hati yang membuyarkan konsentrasinya.


"Jika tidak ada armor ini, aku sudah mati karenamu iblis jelek!" Ucap kesal Lasmana Pandya dipikirannya sendiri.

__ADS_1


Swuuuuuush! Dhuuuaaar! Dhuuuaar!


Namun sayangnya, She Long yang ingin mencoba ketahanan armor emas ia menghilang lagi dan melakukan hal yang sama berkali kali. Bahkan kini serangannya She Long lebih cepat dari sebelumnya.


Setelah lima puluh serangan tidak membuat goresan, dan hanya membuat pemilik armor terpental. Membuat She Long benar benar lupa diri. Sifat iblisnya melonjak hebat saat terus memperhatikan armor milik Lasmana Pandya.


"Aku harus memilikinya! Hahahahahaha!"


Swoooooosh!


Api merah kehitaman membakar tubuhnya lebih besar, kini She Long bagaikan setan api yang siap melahap Lasmana Pandya menjadi debu. Namun sayangnya, Lasmana Pandya juga mengorbarkan Geni Danyang, hingga tingkat kepanasan dititik maksimalnya.


Sehingga Geni Danyang yang biasa disebut api Ilahi terasa lebih panas dan mendominasi dari api milik She Long. Kini mata She Long kembali melotot melihat api Ilahi berada ditubuh pada Lasmana Pandya.


"A-api Ilahi!" Teriaknya kegirangan.


Lasmana Pandya heran melihat sikap She Long yang bukannya takut malah terlihat kegirangan. Karena itu, ia meningkatkan kewaspadaannya terhadap She Long.


"Hahahaha! Kakak Wang memang hebat, dia benar benar tidak sia sia memutusku untuk membunuhmu! Bocah kau seharusnya berterimakasih padaku karena aku yang telah membunuhmu!" Ucap arogansi She Long.


Lasmana Pandya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keserakahan yang membakar hati dan mata She Long.


"Kau tidak layak merebut kedua pusaka ini, dan hal yang harus kau tau kesombongan akan menghancurkan harapan besarmu!"


"Hahahahaha! Api Nirwana! Petir Sahara! Bersatu Dengan Pedang!"


Dhuuuuaar! Dhuuuuuaar!


Energi yang sangat besar meluap luap diseluruh penjuru hutan. Bahkan kini petir mulai menerobos masuk kedalam perisai dan menyatu dengan tubuh She Long. Energi milik She Long juga bertambah dengan drastis. She Long kemudian merapal mantra, tak lama ia segera membuat segel tangan.


Swuuuuuuung!


Muncul lingkaran cermin besar dihadapan She Long. Kini petir besar yang memasuki perisai terus menembakan petir mereka kearah cermin. Dan She Long sendiri mengaliri elemen apinya kedalam cermin.


Lasmana Pandya seketika meningkatkan kekuatan dibatas maksimal yang ia bisa lakukan. Wajahnya menegang merasakan kekuatan besar terus bertambah didalam energi cermin yang dibuat oleh She Long.


"Diagram Jiwa! Cincin Seribu Roh!" Teriak Lasmana Pandya membuat segel tangan yang kini membentuk sebuah cermin.


Setelah itu, Lasmana Pandya memasuki cermin. Dan keluar dari cermin dengan jumlah beribu ribu banyaknya. She Long yang melihat itu tidak terlihat panik. Karena ia telah bersiap menembakan jurus terkuat yang telah ia latih selama ratusan tahun terakhir.


"Mati!" She Long.


Swuuuuuuung! Swoooooooosh!

__ADS_1


u


__ADS_2