
Bumi Arta yang memejamkan matanya kini memberanikan diri menatap ketengah danau, terlihat Lasmana Pandya tak bergeming sedikitpun dari pijakannya, bahkan armor emas masih terlihat tanpa kerusakan yang bearti.
Lima naga, serta Yue Xhie membelalakan matanya melihat sosok pemuda bertopeng masih berada ditempatnya. Ketidak percayaannya bahwa jurus yang mengandung racun tingkat tinggi mereka tidak bereaksi sama sekali saat menabrak tubuh pemuda bertopeng itu.
Saat mereka akan menyerang dengan sedikit sisa kekuatannya, Lasmana Pandya mengangkat tangannya sebagai tanda menghentikan tindakan mereka yang percuma.
"Jika kalian melawan, ribuan pedang diatas langit ini akan melesat menembus tubuh kalian, sebagai Hewan Suci, tentunya kalian memiliki pemikiran yang lebih baik dari pada Hewan Iblis bukan?" Tanya Sena sekaligus memberi peringatan.
Kelima naga saling berpandangan, lalu mereka menatap Yue Xhi yang juga kebingungan ingin berkata apa.
"Tadinya aku tidak ingin mengetahui apa yang terjadi pada kalian sehingga memusuhi ras Manusia, namun mendengar tuan putri kalian menyebutkan Dewa Iblis seketika rasa penasaranku muncul. Jika boleh tau kejadian apa yang pernah menimpa kalian?" Tanya Sena.
Kelima naga menatap Yue Xhi yang tiba tiba teringat pembantaian dikerajaan bawah airnya. Air matanya menetes, meskipun ia adalah hewan suci, ia yang telah berevolusi tentunya memiliki pikiran dan hati seperti layaknya manusia.
Swuuuuush!
Lasmana Pandya menghilang lalu muncul tepat didepan Yue Xhi, hal itu membuat kelima Naga bersiap menyerang kearah Lasmana Pandya. Namun dengan hanya menunjuk kearah langit, kelima naga segera mengurungkan niat mereka untuk menyerang.
Yue Xhi seketika terdiam, kini ia menatap kelima bawahannya dengan pikiran yang berkecamuk. Melawan sama saja mati, sedangkan kini mereka berenam sudah terlanjur membuat masalah pada pemuda bertopeng. Sekilas ia teringat ucapan kedua orang tuanya, 'tidak semua manusia jahat,' hingga akhirnya ia memutuskan untuk memberi tahu kejadian pahit yang menimpa ras Naga Air pada masa lalu.
"Aku akan menjawabnya, namun tidak disini," ucap Yue Xhi mengibaskan tangannya.
"Tu-tuan putri!" Ucap mereka yang masih tidak mempercayai Sena.
"Kalian tenanglah, lebih baik segera pulihkan energi kalian."
Swuuuuung!
Pusaran air muncul dipermukaan air, setelah itu Lasmana Pandya menarik paksa tubuh Bumi Arta untuk segera mengikutinya, tak hanya itu segel formasi pedang menghilang secara bersamaan dengan mereka yang terserap kedalam pusaran air yang tak lain gerbang teleportasi.
Swuuuuush!
Tubuh mereka muncul disebuah istana megah, namun Sena, dan Bumi Arta terlihat kagum saat melihat air danau tidak dapat memasuki area istana, seakan akan terdapat pelindung transparan yang menahan air danau masuk.
"Tuan, perkenalkan aku Yue Xhie, dan jika tak salah tuan adalah Raja Pembunuh atau Dewa Pembunuh yang berseteru dengan Dewa Iblis bukan?" Tanya Yue Xhie sambil memperkenalkan diri.
__ADS_1
Lasmana Pandya hanya mengangguk, kemudian ia menatap cermin besar didalam aula istana.
"Yang kamu tebak itu benar, aku Sena tapi saat ini aku dikatakan telah mati dan wujudku hanyalah pusaka Api." Ucap Sena jujur menjelaskan semuanya.
Wajah penuh harap yang sempat diperlihatkan oleh Yue Xhie menghilang. Namun Sena tidak mempermasalahkannya dan menanyakan alasan mereka pergi ketanah Jawa.
Swuuuuung!
Yue Xhie mengaktifkan cermin waktu disaat peperangan istana bawah air milik ayahnya. Saat itu ia masih berumur ratusan tahun, dan kekuatannya masihlah rendah. Kejadian terus diperlihatkan oleh cermin besar itu, termasuk pembantaian yang dilakukan oleh para Kultivator teratas yang dipimpin oleh Dewa Iblis.
Wajah Sena yang melihat itupun menegang. Ia mengeratkan rahangnya ketika Dewa Iblis berhasil membunuh dan menyerap kekuatan para naga.
"Jika begini ini tidak mudah, pada dasarnya puncak ranah kultivasi hanya Saint Glory, namun jika ingin meningkatkan kekuatannya, maka mereka harus menyerap energi para Hewan Suci, ataupun Kultivator yang setingkat dengannya."
Penjelasan Sena membuat Yue Xhie mengepalkan tangannya, kini ia tahu alasan utama pembantaian yang dilakukan Dewa Iblis terhadap ras Naga airnya.
"Apakah Dewa Iblis menemukan semua ras Naga yang tersisa?" Tanya Sena.
"Tuan aku tidak mengetahuinya, namun yang aku tahu setelah penyerangan terhadap ras kami, mereka mendatangi dua ras Naga Api, dan Naga Angin. Sedangkan ras lainnya kami tidak mengetahui pasti."
Sena mengangguk kemudian menatap serius sosok Yue Xhie.
"Tawaran apa tuan muda?" Tanya Yue Xhie.
"Membalas dendam dan mengikuti pemilik tubuh Asli ini, atau hanya diam disini seperti kucing yang menunggu tikus berjalan untuk dijadikan kekuatan?" Tanya Sena.
"Ba-bagaimana dia tahu bahwa aku memangsa inti sari jiwa manusia dan hewan lainnya yang melintas disekitar danau ini," ucap dalam hati.
"Hahaha! Anda tidak perlu heran, yang pasti tujuanku hanya ingin menghancurkan rencana buruk Dewa Iblis, dan mengenai dendammu itu, tujuan kita sebenarnya sama. Hanya saja beda dalam caranya saja," ucap Lasmana Pandya.
"Ta-tapi kini anda hanya sebatas roh saja," ucap penuh keraguan Yue Xhie.
Sena menggelengkan kepalanya melihat keraguan dimata Yue Xhie.
"Apakah kamu mengetahui umur pemilik pemuda ini?" Tanya Sena.
__ADS_1
"Emm mungkin seratus tahun," balas Yue Xhie.
"Hahahahaha!" Sena hanya tertawa mendengar jawaban Yue Xhie.
Sedangkan kelima naga air bawahan Yue Xhie, dan Naga Bumi yang hanya diam terus mendengarkan percakapan mereka.
"Delapan belas tahun," jawab santai Sena.
Sontak mata mereka melotot mendengar hal itu, karena tidak mungkin seorang memiliki ranah langit dua pada usia delapan belas tahun pikir mereka. Dan tentunya saat ini mereka tidak percaya sama sekali.
"Kalian tidak percaya?" Tanya Lasmana Pandya.
Hanya gelengan kepala yang terlihat.
"Tidak percaya juga tidak apa apa, yang pasti aku memilihnya untuk menggagalkan rencana Dewa Iblis karena dia memiliki tipe tubuh unik yang hanya terlahir selama satu juta tahun sekali.
Deeeeggh!
Jantung mereka berdetak kencang mendengarnya. Sedangkan Sena yang sejak awal menukar kesadaran Lasmana Pandya ia gunakan sepenuhnya, sehingga Lasmana Pandya seperti orang pingsan yang tidak mengerti apapun.
"Ja-jadi pemuda ini pemilik tubuh Keabadian!" Ucap penuh keterkejutan Yue Xhi yang jelas mengetahui lawan imbang tubuh Iblis.
Tanpa menjawab, Lasmana Pandya yang dirasuki Sena hanya mengangguk. Namun ia meminta mereka untuk menyembunyikan hal itu terhadap Lasmana Pandya. Agar sifat puas terhadap dirinya tidak bertambah besar, dan jika hal itu terjadi, maka akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
"Baik tuan," ucap Yue Xhi kemudian bersedia mengikuti Lasmana Pandya seperti Bumi Arta.
Swoooosh!
Sena kembali kedalam alam mimpi dan kesadaran Lasmana Pandya telah kembali. Didalam alam mimpi, Ying Lian menatap roh Sena dengan serius.
"Kita hanya memiliki waktu tiga puluh hari," ucap Ying Lian yang disetujui oleh Sena.
###
Maaap keuun kalo novel ini terasa cepat, author memang sengaja dibuat cepet karena perkiraan tamat di eps 150. Author hanya ingin coba nulis novel yang ada di negerinya sendiri.
__ADS_1
O iyaaa tulisan dua eps ini mungkin rada kurang gimana gitu, maaf ya author pikirannya lelah.
I Neeed Piknik!