
Didalam perbincangan mereka.
"Tuan muda, memang jika boleh tau apa yang anda rencanakan?" Tanya Yue Xong yang disetujui kelima bawahan lainnya.
"Aku hanya ingin mengadu domba empat wilayah, sedangkan urusan Yang Lin, serta para Kultivator teratas itu permasalahanku," ucap Lasmana Pandya kemudian menyesap araknya.
"Tuan muda, tapi ini sangat beresiko," ucap Yue Xhie.
"Yue Xhie aku tahu kekhawatiranmu itu, namun yang harus kamu tahu. Menabur kekuatan kecil tidak akan mampu mengalahkan mereka yang memiliki kekuatan besar, sedangkan aku ingin langsung menunjukan dominasiku melalui tiga Kekaisaran yang telah tunduk pada Yang Lin, dan membuat tiga Kekaisaran ini memberontak, dengan begini aku akan menghadapi Yang Lin dan Kultivator Puncak untuk mengelabuhi penyerangan tiga Kekaisaran ini yang memberontak," ucap penjelasan Lasmana Pandya.
Keenamnya bergidik ngeri mendengar rencana Lasmana Pandya yang sangat gila. Bahkan mereka tak tahu berapa nyawa yang akan menjadi korban dari pemberontakan tersebut.
"Tuan muda tapi bagaimana anda meyakinkan tiga Kekaisaran ini?"
"Aku bisa membunuh atau mengurung orang penting di setiap kekaisaran, dan aku ingin menyamar menjadi mereka," ucapnya membuat mereka terkagum kagum dengan rencana matang.
"Namun aku tidak bisa diam satu hari saja, karena aku juga harus menemukan cara untuk mencari penawar untuk guruku," ucap Lasmana Pandya.
"Baik tuan muda," ucap mereka.
Setelah itu, mereka selesai menikmati makanan serta minuman, kelimanya akhirnya kembali memasuki cincin waktu.
"Yue Xong, bayarlah," ucap Lasmana Pandya kemudian memberikan cincin ruang.
"Tuan muda ini sangat banyak," ucap Yue Xong.
"Benar, sisanya itu untukmu jika kau tidak berada di dekatku," ucap Lasmana Pandya.
Yue Xong mengangguk, dan kemudian kembali memeriksa isi penyimpanan. Dahinya mengkerut melihat kitab penyamar tubuh.
"Tuan muda ini..." Ucap kebingungan Yue Xong.
"Pelajarilah, karena kita membutuhkan ini, aku juga akan memberikan kepada lima saudaramu," ucap Lasmana Pandya.
Yue Xong mengangguk, kemudian mereka turun ketempat pembayaran, setelah membayar. Lasmana Pandya dan Yue Xong melanjutkan perjalanan.
"Yue Xong, aku ingin mencari tahu informasi mengenai Kekaisaran ini, menurutmu apa rencana awal yang terbaik?" Tanya Lasmana Pandya lirih selama perjalanan.
"Tuan muda, tentu kita mencari kekuatan yang setidaknya dihormati oleh Kekaisaran ini," ucapnya.
__ADS_1
"Benar pikiranmu itu, tapi kita tidak bisa secara langsung mencari informasi pada kekuatan ini, yang jelas kita harus mencari kekuatan luar yang mendominasi di Kekaisaran ini," ucap Lasmana Pandya.
"Tuan muda benar...," Ucap lirih Yue Xong penuh kekaguman.
Swuuuush! Swuuuush!
Keduanya keluar dari kota kecil dipinggiran pantai tersebut kearah selatan. Saat ini, tepatnya ditengah hutan belantara. Mereka berdua terus terbang dengan kecepatan puncak mencari kota terdekat.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka tiba dikota Xhie.
"Tuan mohon identitasnya," ucap penjaga kota.
Lasmana Pandya memberikan token identitas pemberian Ling Yun. Setelah itu penjaga gerbang mempersilahkan mereka memasuki kota tanpa membayar biaya masuk kota.
"Ramai sekali," ucap Lasmana Pandya.
Setelah itu, mereka berdua mencari Penginapan milik Bunga Persik. Lima menit berjalan, akhirnya mereka menemukannya. Penginapan mewah milik bunga persik.
"Tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu," ucapnya.
Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian ia mengeluarkan token identitas pemberian Ling Yun.
Lasmana Pandya menunggu, hingga akhirnya sang Manager sendiri yang menyambutnya dan meminta Lasmana Pandya memasuki ruangannya. Sedangkan disisi lain tepatnya para pelanggan.
"Lihatlah pemuda bertopeng dan tetua itu, sepertinya dia tamu penting Penginapan ini," ucap mereka iri melihat kesopanan sang pelayan.
"Huuust! Lirihkan suaramu, atau kita akan membuat masalah padanya. Asal kau tahu mungkin tuan muda itu berasal dari latar belakang yang tidak bisa tersentuh oleh kita," ucapnya.
Sedangkan Lasmana Pandya.
"Tuan muda, apa yang membuat anda singgah dipenginapan kecil kami ini?" Tanya sopan manager.
Lasmana Pandya yang terdiam karena adanya banyak aura yang bersembunyi dibalik sudut ruangan masih membisu.
"Tuan muda, tenanglah karena anda menggunakan token milik kami, maka pembicaraan anda adalah rahasia bagi mereka," ucap Manager yang bernama Shao Hao.
Lasmana Pandya kemudian mengangguk, dan menatap ramah manager tersebut.
"Tuan, aku ingin membeli beberapa informasi, apakah anda bisa aku percayai?" Tanya Lasmana Pandya tenang.
__ADS_1
Batinnya.
"Penginapan kecil? Oooh tidak, penjaga ruangan ini saja terdiri dari Glory Lima."
"Hahaha! Tuan muda ternyata suka becanda, tentu itu bisa, namun aku tidak ingin meminta bayaran, karena posisi kita sejajar," ucap Shao Hao yang membuat Lasmana Pandya terkejut.
"Tuan, apakah anda tidak percaya omonganku ini, sepertinya anda orang baru yang dipercaya oleh nona Ling Yun," ucapnya sambil mengeluarkan plat yang sama membuat Lasmana Pandya menjadi salah tingkah.
Setelah menghilangkan rasa keterkejutannya, Lasmana Pandya langsung meminta informasi yang ia butuhkan mengenai Kekaisaran ini. Shao Hao yang mengerti arah pembicaran Lasmana Pandya kemudian menjelaskan semua pertanyaan Lasmana Pandya dengan detail, bahkan siapa yang berkuasa.
Dari pengetahuan Shao Hao. Ia mendapatkan beberapa informasi penting, yang pastinya hal itu yang sangat dibutuhkannya.
"Tuan, terimakasih informasinya."
Shao Hao mengangguk, dan kemudian ia menatap Yue Xong yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tuan apakah dia pelayanmu?" Tanya Shao Hao.
"Bukan, dia saudaraku," balas Lasmana Pandya.
Setelah itu, mereka berbincang lain, karena Shao Hao orang yang ramah dan mudah diajak bercengkerama, membuat Lasmana Pandya nyaman berbincang dengannya. Tak berselang lama, sosok tetua berlari memasuki ruangan dengan wajah yang pucat.
"Tuan Hao, Tuan muda Jendral Besar Hong Xiao memasuki penginapan kita dan ingin anda yang menyambutnya," ucapnya panik karena Hong Dao yang merupakan anak Jendral besar Hong Xiao mengamuk saat yang menyambutnya hanya pelayan.
Lasmana Pandya tersenyum mendengar hal tersebut. Sedangkan Shao Hao segera pamit dan meninggalkan Lasmana Pandya untuk menyambut Hong Dao.
"Xong, jika dia keluar dari penginapan ikuti tuan muda itu, dan segera laporkan padaku," ucap telepati Lasmana Pandya.
Yue Xong hanya mengangguk. Kini jari tangsn Lasmana Pandya mengetuk ngetik diatas meja kerja Shao Hao menunggu datangnya Shao Hao sambil menatap tiap sudut yang terdapat sosok kuat yang bersembunyi melindungi ruangan itu.
,
"Penginapan ini sungguh sangat kuat dari segi keamanannya, jika aku dapat menguasai penginapan ini, tentunya hal ini akan semakin mempermudahkanku menguasai banyak wilayah, namun hal itu juga rencans yang tidak baik, karena bagaimanapun mereka orang yang baik terhadapku," ucapnya dalam hati.
Setelah berpikir beberapa saat, Lasmana Pandya merasakan Shao Hao memasuki ruangan dengan wajah yang memar.
"Tuan Shao wajah anda..." Ucap Lasmana Pandya sedikit naik pitam.
"Tuan muda tenanglah, ini hanya luka ringan," ucap Shao Hao.
__ADS_1
Lasmana Pandya mengangguk, kini ia menghela napas panjang melihat luka yang ada di wajah Shao Hao. Pasti luka itu disebabkan oleh Hong Dao, dan tentunya rencananya untuk menyamar akan lebih sulit akibat karakter buruk yang dimiliki Hong Dao.