
"Nona apa yang membuatmu jauh jauh datang kemari dan ikut menonton pertunjukan menarik ini?" Tanya tenang Lasmana Pandya.
"Lancang memang siapa kamu berani memanggil ratu kami dengan sebutan nona!" Ucap keras Jendral siluman air yang kesal.
Swuuuuuush!
Tanpa banyak kata dan tentu Lasmana Pandya tahu maksud kedatangan siluman penguasa air, ia tak segan untuk menarik paksa tubuh sang Jendral yang kesal terhadapnya.
"Lalu kau siapa datang ke tempat orang lalu membawa pasukan sebanyak ini," ucap Lasmana Pandya kemudian mencengkeram leher Jendral siluman tersebut dengan erat.
"Ka...."
Krack!
Suara tulang leher remuk terdengar nyaring yang membuat ratu Shi Ying melototkan matanya, tidak hanya ratu Shin Ying saja, tapi semua pasukan yang dibawa pun menunjukan wajah kemarahan mereka.
"Kau membunuh saudaraku!"
__ADS_1
Swusssh!
Lingkaran kekuatan alam muncul dibelakang punggung ratu Shin Ying. Hal itu juga dibarengi dengan perubahan pada fisik ratu siluman penguasa laut itu, bola matanya membiru seperti air yang tenang. Aura kental khas siluman air pun menyebar dibarengi dengan munculnya trisula air yang tiba tiba muncul digenggamannya.
"Kalian semua, bantai penduduk dikerajaan ini!" Teriak Shin Ying kemudian melesat kearah Lasmana Pandya.
Lasmana Pandya hanya menyunggingkan senyumnya melihat semangat perang siluman air yang datang jauh jauh ke tanah kelahirannya.
Dhuuuuuuuuaaarrr!
Sekibasan tangan dilakukan oleh Lasmana Pandya membuat ratu Shin Ying yang melesat terpental kembai kearah pasukannya sendiri.
Melihat kenaifan mereka yang tak tahu batas kekuatannya sendiri, Lasmana Pandya bagaikan sebuah elang yang kelaparan menerkam satu persatu lawannya menggunakan pedang Sangka Geni. Darah terus menetes disaat pedang Sangka Geni terus memakan korbannya. Disisi lain Shin Ying menatap She Wang, She Yu sedang dibantu oleh She Pian serta She Wei.
"Apakah ini akhir dari ras siluman bawah laut," ucapnya sambil menatap keganasan Lasmana Pandya yang terus membunuh tanpa kewalahan sama sekali.
Setiap detik, tidak hanya satu prajuritnya saja menjadi korban, melainkan ratusan. Lasmana Pandya memang membiarkan Shin Ying, She Pian, dan She Wei membantu She Wang, serta She Yu menetralkan kekacauan dipikirannya. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, karena bagaimanapun serangan pikiran akan terus ada hingga She Wang dan She Yu membunuh diri mereka sendiri. Terkecuali membunuh Lasmana Pandya itu sediri.
__ADS_1
Tak terasa Lasmana Pandya telah mengumpulkan aura pembunuh lagi, sehingga auranya begitu mengerikan meskipun ia sendiri tidak mengeluarkan aura pembunuhnya.
"Pedang Bayangan Darah!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuush! Slaaashh! Slaaaash!
Bergerak bagaikan malaikat pencabut nyawa yang sedang murka, Lasmana Pandya terus berkelebat seperti asap sehingga pergerakannya tidak bisa diikuti oleh orang lain yang melihatnya. Shin Ying masih mematung, sedangkan She Wang tidak memiliki pilihan lagi kecuai memanggil bantuan pasukan iblisnya untuk menghambat Lasmana Pandya yang terus membunuh dengan brutal ras siluman.
"Diagram Jiwa! Cincin Seribu Roh!" Teriak Lasmana Pandya.
Swuuuuush!
Ribuan klone yang memiliki lingkaran kekuatan alam muncul dibalik cermin. Hal itu membuat ribuan siluman yang tersisa berkeringat dingin. Bahkan She Wang sendiri ragu untuk tetap memanggil pasukannya, ditengah tengah kebimbangannya tiba tiba Lasmana Pandya yang asli mengejutkan keempat bersaudara tersebut.
"Ternyata siksaan ini masih belum cukup!"
Swuuushhh!
__ADS_1
Sekali gelengan kepala, tiba tiba rasa sakit diarea kepala She Yu, dan She Wsang meledak lebih hebat lagi. Melihat kedua kakaknya berteriak kembali, She Pian dan She Wei melesat menyerang Lasmana Pandya sambil melepaskan pukulan tapak api mereka secara bersamaan.
"Matiii!"