Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Rencana memperkeruh suasana


__ADS_3

Lasmana terdiam, ia mengenali suara yang mirip dengannya itu adalah sosok iblis hati.


"Ciiih! Kau hanya terlahir karena adanya kebencian, jadi jangan coba menggodaku," cibir Lasmana Pandya membuat sosok itu terdiam.


Toook! Tooook!


Tak berselang lama, pintu kamar diketuk oleh Shu Yin yang ternyata ingin mempercepat untuk kembali ke Klan Shu.


"Sayang..."


Lasmana Pandya membuka pintunya, dan kemudian Shu Yin menghamburkan dirinya kearah Lasmana Pandya.


"Sayang jika aku tak kembali, maka kau harus menjemputku di Kekaisaran Yang... Bisnis keluarga Shu di Kekaisaran ini kau yang akan mengurusnya..." Ucap Shu Yin sedikit menahan air matanya.


"Maksudmu sayang..."


Shu Yin menjelaskan, dia telah mengabari ayahnya. Dan karena kebetulan Klan Shu yang sejak dulu tidak suka pada Klan Yang. Shu Shen atau ayah Shu Yin memutuskan untuk melakukan perang dingin dengan Klan Yang.


"..." Lasmana Pandya terdiam, saat ini dia benar benar tidak tahu harus berbuat apa. Karena rencananya Shu Yin kini bertindak gegabah.


"Sayang tapi..."


"Ini sudah diputuskan oleh aku dan ayahku, jadi kamu jangan terlalu khawatir, ingatlah untuk selalu mengabariku. Dan jaga dirimu baik baik, karena aku sangat menyayangimu," ucap Shu Yin kemudian mengecup kening Lasmana Pandya.


Sontak baru pertama kali dicium, wajah Lasmana Pandya memerah, dan perubahan wajah Lasmana Pandya membuat Shu Yin menahan tawanya ditengah kesedihan mendalam yang ia alami.


"Sayang kau sungguh lucu, seperti tidak pernah melakukan hal yang lebih ekstrem dari ciuman yang sepele ini," ucap sambil menahan tawanya.


Lasmana Pandya tersenyum kecut, ia sendiri tidak bisa membayangkan jika hal itu benar benar terjadi.


"Baiklah baiklah, kau juga harus menjaga kondisimu dengan baik sayang, aku pasti akan mengunjungi ayah mertua di Kekaisaran Yang," ucap Lasmana Pandya.


Istrinya mengangguk, dan setelah kepergian istrinya, Lasmana Pandya duduk terdiam memikirkan langkah pertama yang harus ia ambil dengan bijak.


****


Disisi lain, berita tentang kembalinya Hong Xiao ke Kaisaran Hong menjadi kabar yang sangat menggemparkan oleh seluruh Kultivator di Negeri Tirai Bambu ini. Cerita tentang sosok yang ada didalam gerbang teleportasi juga ikut menyebar, dan tentunya perselisihan Hong Xiao dengan Raja She Pian, penguasa hutan gelap.


****


Di sebuah tempat yang memiliki aura hitam pekat. Seorang pria paruh baya sedang melatih anaknya berkultivasi menggunakan tipe tubuh Iblisnya.


"Yang Mulia laporrr!" Tiba tiba sosok pria paruh baya menggunakan jubah hitam memasuki tempat pelatihan.


"Fang Lue ada apa?" Tanya Yang Lin santai.

__ADS_1


Fang Lue yang ditugaskan sebagai mata mata kepercayaan Yang Lin menjelaskan kejadian tentang Hong Xiao secara terperinci.


"Hem kau tenang saja, kejadian ini juga tak lama setelah kematian Jendral Tapak Dewa, aku rasa seseorang ingin bermain denganku... Apakah kamu sadar Hong Xiao sebenarnya sudah mati?" Tanya Yang Lin tenang.


Fang Lue terkejut dibuatnya.


"Yang Mulia maksud anda Hong Xiao sebenarnya hanya hantu?" Tanya penasaran Fang Lue.


Yang Lin menggelengkan kepalanya.


"Dialah sosok yang ingin bermain main denganku, kau tenang saja kita ikuti saja alurnya. Lagian tidak ada satupun Kultivator di Dunia ini yang dapat mengalahkan ku," ucapnya bangga.


****


Lasmana Pandya yang telah memikirkan rencananya, akhirnya telah membulatkan tekadnya.


"Sepertinya langkah pertama memperkeruh suasana, sambil mencari sumber daya, setelah itu aku akan mencari penawar untuk guru," ucap Lasmana Pandya kemudian duduk bermeditasi.


Malam harinya.


Swuuuuush! Swuuuush!


Hong Fai, dan Jendral Xie Shi tiba didepan kediaman Hong Xiao. Lasmana Pandya yang merasakan aura mereka segera menghentikan aktivitasnya dan keluar dari kamar menyambut kedatangan dua orang itu dengan baik.


Hong Fai mengangguk, dan setelah itu ia menatap Xie Shi dengan lekat untuk menyampaikan pesan pada Lasmana Pandya.


"Jendral Xiao, aku dengar istri anda kembali ke Klan dan memutuskan perang dingin dengan Kekaisaran?" Tanya serius mereka.


Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian ia berkata pelan.


"Yang Mulia, Jendral Shi cepatlah masuk," ucap Lasmana Pandya.


Mereka berdua terlihat heran dengan tingkah Hong Xiao yang seperti merasakan ada hal rahasia yang takut tersebar.


Setelah mereka memasuki kediaman, Lasmana Pandya segera memasang segel formasi disekitar area mereka.


"Jendral Xiao sepertinya ada hal penting?"


Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian menatap langit langit disekitarnya.


"Yang Mulia, sepertinya Yang Lin ingin membuat ritual darah melalui gerbang teleportasi yang dibuat olehnya sendiri," ucap Lasmana Pandya.


"Xiao jangan bercanda!" Bantah Hong Fai yang disetujui oleh Jendral Xie Shi.


Lasmana Pandya menghela napas panjang, setelah itu ia menceritakan hal yang sebenarnya didalam gerbang teleportasi. Namun ia menambah kesan buruk sehingga ucapannya benar benar diambil hati oleh Hong Fai.

__ADS_1


"Kaisar Yang Lin ini tidak bisa ditebak, selain kekuatannya dipuncak ia adalah Kaisar yang di hormati oleh Kaisar lain."


"Itu pasti karena ia lebih kuat, dan memiliki banyak sekutu." Ketus Lasmana Pandya membuat Hong Fai mengangguk.


"Seandainya Kekaisaran kita memiliki setidaknya tiga kekuatan puncak, mungkin kita berani menyentuh Yang Lin," ucapnya pelan.


Lasmana Pandya tersenyum, ucapan Hong Fai diartikan bahwa sebenarnya Hong Fai sendiri tidak menyukai Yang Lin.


"Yang Mulia, bagaimana kita bersekutu dengan Kekaisaran lain?" Tanya Lasmana Pandya.


"Jendral Xiao ini tidak mudah, selain mata mata kepercayaan Yang Lin yang sudah tersebar, mereka juga tidak berani menyentuh Kekaisaran Yang. Bagaimanapun Yang Lin akan merayakan sebuah kekaisaran jika berani menyentuh Kekaisaran miliknya," ucap Hong Fai tidak setuju.


"Oiya bagaimana tentang Klan Shu? Apakah benar berita yang sedang hangat diperbincangkan?"


Lasmana Pandya menaikan alisnya, karena ia belum mengerti berita yang tersebar itu.


"Yang Mulia mohon penjelasan."


Hong Fai menjelaskannya secara terperinci, seketika Lasmana Pandya wajahnya berubah ubah.


"Oooh tidak, Shu Yin..." Ucap Lasmana Pandya terkejut.


Sebenarnya Lasmana Pandya tidak perduli, tapi ia sendiri memanfaatkan kesempatan itu untuk keluar dari Kekaisaran dan melanjutkan rencananya untuk memperkeruh keadaan Negeri Tirai Bambu.


"Yang Mulia bolehkah aku..." Ucap Lasmana Pandya.


"Tentu, tapi ingat berhati hatilah," ucap Hong Fai yang sebenarnya khawatir terhadap Hong Xiao yang merupakan Jendral kepercayaannya.


Setelah mereka membicarakan hal lainnya, Lasmana Pandya memutuskan untuk berangkat menyusul Shu Yin pada pagi harinya. Tak lama setelah itu keduanya pergi, dan Lasmana Pandya memanggil Yue Xong untuk segera menemuinya di kediaman milik Hong Xiao.


Lima belas menit menunggu.


Swuuuuush!


Yue Xong yang menggunakan tubuh Bei memasuki kediaman Hong Xiao dengan wajah penasarannya.


"Tuan muda," ucap Bei.


Lasmana Pandya kembali memasang segel formasi dan menjelaskan tentang rencananya.


"Tuan ini sangat berbahaya," ucapnya penuh khawatir.


"Yue Xong, kita tidak bisa menggunakan satu kekuatan saja untuk menghancurkan sebuah kekuatan raksaksa, karena itu mau tidak mau aku harus melaksanakannya," ucap Lasmana Pandya.


u

__ADS_1


__ADS_2