
"Hanya kalian berdua?" Tanya Lasmana Pandya mencoba memprovokasi kedua ras iblis tersebut.
"Bocah kau jangan sombong!"
Swuuuuuuush!
Tapak tangan hitam yang mengorbarkan api hitam keemasan melesat kearah Lasmana Pandya.
"Api tingkat terakhir," ucap Lasmana Pandya kemudian bersiap melesat dan memblokir tapak tangan berukuran lima meter yang kearahnya menggunakan telapak tangannya.
Dhuuuuuuuuuaaar!
She Wang melotot melihat serangan tapak She Yu diblokir dengan mudah oleh Lasmana Panya. Hal itu juga terjadi pada She Yu sendiri, dia terus menggosok matanya seolah olah hal yang ia lihat tidaklah nyata.
"Bahkan jika itu kakak pertama mungkin akan terluka," ucap She Pian menatap pertempuran dengan perasaan ngeri.
"Lebih baik kau panggil adik adikmu yang masih bersembunyi, karena jujur saja dengan kekuatan kalian saat ini tidaklah mampu untuk membuatku terluka sedikitpun!"
Swuuuuuuush!
Aura pembunuh yang sangat pekat memenuhi langit langit malam yang terasa panas itu. Bahkan aura pembunuh itu mampu menggoyahkan persembunyian dibalik awan She Pian, dan She Wei hingga jatuh kepermukaan tanah.
Swuuuuuuush!
She Wang membantu menetralkan aura pembunuh yang menindas kedua adiknya. Sedangkan She Yu wajahnya benar benar kesal karena sosok pemuda didepannya menyepelekan kekuatannya.
__ADS_1
"Bocah kau terlalu sombong! Api Langit! Surgawi Sembilan Darah!" Teriak She Yu.
Swuuuuuuung!
Tubuh She Yu terbalut api merah keemasan dengan jubahnya yang membentuk armor perang. Mata She Yu terpejam, lalu perlahan terbuka dengan bergantinya warna bola matanya. Tak hanya itu, peningkatan aura serta kekuatannya naik secara drastis.
"Meskipun telah berada dipuncak ternyata banyak jurus yang dimiliki oleh seseorang untuk menaikan kekuatannya," gumam Lasmana Pandya waspada melihat perubahan She Yu.
"Kakak pertama! Lepaskan Pengurung Api Jiwa!" Teriak She Yu yang terus bertranformasi.
She Wang mengangguk, setelah itu muncul lingkaran api berkobar mengurung ketiganya. Melihat itu, Lasmana Pandya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Heh apakah kalian lupa, aku juga pengendali api?"
Swoooooooosh!
"Api Ilahi!" Ucap She Yu sedikit khawatir namun ia sendiri masih percaya diri apinya akan melahap api milik Lasmana Pandya.
"Api Empat Penjuru!" Teriak She Yu.
Dari tiap sudut perisai lingkaran muncul bola api berwarna berbeda yang menyimbolkan tingkatkan yang berbeda.
"Api Semesta!" Teriak She Wang merubah wujudnya kembali menjadi bola api.
Lasmana Pandya yang bersiap menerima hal buruk yang akan terjadi jika ia lalai menatap kesekitarnya. Mungkin ia dapat menghancurkan perisai yang menutup pergerakannya, namun melihat jurus keduanya yang sepertinya terarah membuat Lasmana Pandya memikirkan cara untuk membunuh mereka berdua satu persatu tanpa harus melukai dirinya sendiri.
__ADS_1
"Pergerakan ku sangat sempit, sedangkan jika aku membunuh She Wang itu tidak mungkin karena wujudnya yang telah menyatu dengan api. Sedangkan She Yu dia tentunya sangat sulit untuk kudekati," gumam Lasmana Pandya kemudian memutarkan otaknya.
"Matiii!" Teriak She Yu melepaskan empat bola api yang berbeda warnanya.
Sedangkan She Wang yang telah berubah menjadi bola api juga melesat kearah Lasmana Pandya. Melihat lima bola api yang telah bergerak kearahnya mengunci pergerakannya untuk menghindar, Lasmana Pandya tidak memiliki cara lain selain menggunakan kekuatan pengendali darahnya.
"Ketenangan adalah kunci untuk mengendalikan pikiran," ucap pelan Lasmana Pandya kemudian memejamkan matanya.
Swuuuuuuush!
Hanya hitungan detik, lima bola api terhenti. Dibarengi dengan She Wang yang berubah menjadi sosok iblis, serta She Yu yang memegangi kepalanya.
"Akkkkhh! Apa yang kau lakukan!" Teriak She Yu merasa kepalanya ingin meledak.
"Heemm mungkin ini alasan Yang Lin berani membunuh Kultivator tanah Jawa karena teknik ini yang sangat mengerikan," ucap Lasmana Pandya sambil menatap kedua sosok yang kini berguling guling memegangi kepalanya mereka sendiri.
Teknik pengendali pikiran milik Lasmana Pandya tentu sangat berguna bagi pertempuran jarak dekat maupun jauh. Disisi lain penggunaannya yang tidak memakan banyak energi, dan tentunya ia dapat menyiksa lawannya dengan mudah.
"Akkkkh! Serangan ini membuat pikiranku begitu kacau!" Teriak She Wang meronta ronta.
****
Swuuuuush! Swuuuuush!
Penguasa laut, ratu Shin Ying muncul bersama ribuan pasukan silumannya menatap keatas langit melihat She Yu, dan She Wang dua sosok puncak dibuat kelabakan oleh satu pemuda yang diduga telah membunuh adiknya.
__ADS_1
"Ratu dia yang membunuh adik ratu," Jendral siluman bawah laut menunjuk Lasmana Pandya yang masih menikmati teriakan She Yu dan She Wang.
Shin Ying mengangguk, kemudian ia mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Namun sebelum mengetahui apa yang membuat kedua sosok puncak berguling guling diatas langit, pandangan Lasmana Pandya menuju kearah ribuan siluman yang tentunya ia kenali.