Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Glory Tingkat Lima.


__ADS_3

Api Yin Dao yang sepertinya memiliki kesadaran jiwa tiba tiba bergetar hebat sambil melepaskan kabut racun yang semakin menggila. Namun sayangnya, Geni Danyang yang melihat itu terlihat seperti sangat kegirangan.


Swooooosh!


Geni Danyang berkobar lebih besar, seolah olah api tersebut menunjukan dominasi api terkuat dari segala api.


Swuuuuush! Swuuuuush! Swuuuuuung!


Tiba tiba, Api Yin Dao melepaskan tembakan kobaran api kearah Geni Danyang, yang dibarengi dengan munculnya perisai menutupi seluruh area. Lasmana Pandya mencoba meningkatkan kewaspadaannya. Namun secara dahsyatnya, Geni Danyang melepaskan panas api dititik puncaknya. Hingga kobaran Api Yin Dao terlihat menembus kobaran api Geni Danyang. Secara bertahap, Geni Danyangnya melahap seluruh panas yang disertai racun milik api Yin Dao.


"Arghhhh!" Tiba tiba Lasmana Pandya memekik saat Dantiannya bergejolak hebat yang disertai energi yang meluap luap memasuki tubuhnya menjalar kesuluruh tubuhnya.


Lasmana Pandya kemudian duduk bersila dan mengedarkan Kultivasi Dewa Pembunuhnya untuk menyerap seluruh energi yang diserap oleh Geni Danyang menjadi sumber dayanya.


Energi besar yang sungguh tak terkira oleh Lasmana Pandya terus memasuki Dantiannya. Hingga ledakan terobosan terdengar hanya beberapa detik didalam tubuhnya.


Baaaaams!


Kini Lasmana Pandya naik tingkat Glory tingkat dua. Namun energi besar terus membuat Dantiannya terus bergejolak. Sehingga ia memutuskan untuk terus mengolah energi tersebut menjadi sumbe dayanya.


Disisi lain, Yue Xong yang menyamar sebagai Bai sedang memperkuat perisai yang dibuat olehnya dibantu oleh Ao, Lie dan prajurit yang tersisa. Merasa kabut racun mulai reda, mereka mulai menurunkan tingkat kekuatan mereka.


"Saudara, sepertinya kabut racun ini mulai menghilang. Tapi kita harus tetap waspada." Peringatan Bai.


***


Zhi Tao yang melihat Api Yin Dao pun membelalakan matanya. Namun yang jelas wajahnya terlihat sangat cemburu yang terpampang jelas.


"Zhi tua bodoh! Kau tidak perlu secumburu itu, lagi pula kekuatanmu sudah dipuncak kultivasi," ucap Zhou Botong mengejek.


Zhi Tao menghela napas panjang. Kemudian ia merutuki nasibnya yang hanya disebut sebagai Pedang Gurun yang tak terkalahkan.


"Seandainya aku memiliki elemen apapun mungkin aku tidak cemburu, tapi melihat bocah itu memiliki satu api milik..." Ucapnya terdiam dan mencoba mengingat sesuatu.


Sekian menitnya terdiam.

__ADS_1


"Ooh tidak, dia memiliki api Ilahi milik Sena?" Tanya terkejut Zhi Tao.


Zhou Botong kemudian menjelaskan semua pengetahuan yang ia miliki di tanah Jawa kepada Zhi Tao. Saat itu juga, Zhi Tao terkejut setengah mati.


"Se-Sena memutuskan untuk bersatu dengan Api Ilahinya?" Tanya lagi Zhi Tao.


"Iya seperti itu kebenarannya, namun tujuannya kau pasti tahu sendiri, Sena sang Pembunuh yang tak terkalahkan menentang Yang Lin, sehingga ia mau tak mau harus ditaklukkan oleh Yang Lin. Namun sayangnya Sena kalah, dan ia kabur bersama Ying Lian. Hingga Yang Lin yang menginginkan Api Ilahi milik Sena terus mengejarnya hingga kini," ucapnya.


***


Lasmana Pandya yang tidak menyangka akan kembali menerobos terus meningkatkan fokusnya dalam penyerapan. Hatinya merasa sangat gembira dengan penemuan yang tidak terduga ini.


Tiga hari kemudian, kabut racun diatas puncak gunung Yin masih menyebar, namun kabut racun tersebut tidak terlalu padat dan membahayakan bagi Yue Xong serta kawan kawan.


Api Yin Dao yang telah ditundukan oleh Geni Danyang pun kini terlihat diam dan menerima ajalnya untuk meningkatkan tingkat kepanasan Geni Danyang dan beserta energi besar yang digunakan untuk berkultivasi.


Kini tepatnya tiga hari telah berlalu, Lasmana Pandya juga berhasil naik tingkat hingga Glory tingkat empat. Yang diartikan ia mampu mengimbangi ranah Sainst Glory tingkat tiga.


Aura kuat terpancar dari dalam tubuhnya. Bahkan kini dengan adanya Api Yin Dao yang bergabung didalam tubuhnya, ia tak sadar mampu menghancurkan racun apapun yang ia temui.


Seminggu telah berlalu. Wajah Lasmana Pandya kembali menegang saat tubuhnya merasa akan melakukan terobosan lagi.


Sekian menitnya, akhirnya Lasmana Pandya melakukan terobosan terakhirnya ditingkat Glory tingkat lima, yang juga diartikan mampu mengalahkan Saints Glory tingkat empat. Namun untuk membunuhnya, ia harus berjuang mati matian.


"Akhirnya," gumam Lasmana Pandya kemudian menaburkan ribuan kristal jiwa yang ada di dalam Cincin ruang milik Hong Xiao.


Geni Danyang yang telah berhasil menyerap seluruh energi milik Api Yin Dao kemudian kembali memasuki tubuh Lasmana Pandya dibarengi dengan hilangnya kabut racun.


Diatas langit.


"Hahaha! Zhi Tao tua, sepertinya kini kau tidak perlu menjaga bocah itu lagi," ucap Zhou Botong.


"Ha? Kau becanda? Dia hanya Glory Lima, dan hal itu masih sangat berbahaya di Negeri ini, apalaagi dengan umur mudanya, pastinya..."


"Dia sangat jago menyamar, kau tidak perlu risau, dan yang kau harus tau, dia mampu membunuh tiga tingkat diatasnya dengan mudah, dan jika empat tingkat ia harus melakukan pertempuran yang sangat sengit," ucap Zhou Botong menjelaskan.

__ADS_1


Wajah Zhi Tao terkejut mendengar hal tersebut.


"Jadi ini maksudmu percaya bocah ini dapat membunuh Yang Lin?" Tanyanya, karena Yang Lin juga memiliki kelebihan tersebut. Karena itu bahkan seratus Kultivator teratas tidak mungkin dapat mengalahkan Yang Lin yang memiliki kekuatan tak terbatas.


"Benar," ucap Zhou Botong.


"Tapi muridmu juga mewarisi tipe tubuh Iblis, bukankah..."


"Dia kini bukan muridku lagi, Yang Lin memintaku untuk mengembalikan Yang Lie, dan aku takut lawan Lasmana Pandya yang sesungguhnya bukan Yang Lin, tapi Yang Lie," ucap Zhou Botong menghela napas panjang.


****


Di markas Kekaisaran Hong.


"Akhirnya kabut telah hilang, tapi kemana Jendral Hong Xiao berada?" Tanya Lie heran.


"Benar juga katamu, jangan jangan!" Ucap panik Ao.


"Tenanglah, aku percaya pada Jendral Hong Xiao." Ucap Bai mencoba menenangkan mereka.


****


Lasmana Pandya terus meleburkan kristal jiwa satu persatu dengan cepat. Tepatnya kini hari telah berganti lagi, dan kini dari ribuan kristal jiwa hanya tersisa ratusan saja.


Swuuuuuuung! Swuuuush!


Beberapa menit kemudian, Aura kewibawaan Lasmana Pandya bertambah kuat setelah berhasil menyerap seluruh kristal jiwa disekitarnya. Matanya terbuka, wajahnya tersenyum dan kemudian sekali sekedipan mata Lasmana Pandya menghilang lalu muncul diatas langit yang lebih tinggi. Tepatnya berada didepan Zhi Tao dan Zhou Botong.


"Senior," sapa Lasmana Pandya sambil memberikan hormatnya.


Zhi Tao melompat dari tempatnya bersama Zhou Botong yang terkejut.


"Bo-bocah gila tak tahu diri!" Rutuk Zhou Botong.


Sedangkan Zhi Tao hanya mengelus dadanya karena terkejut. Sedangkan Lasmana Pandya hanya bisa menahan tawanya, ia jelas tahu karakter Zhou Botong, karena itu ia tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


"Senior sepertinya kalian telah mengamatiku dari sini sejak lama," ucap Lasmana Pandya.


"Hahaha! Itu benar karena aku takut kau tersesat dan tak kembali ketanah Jawa, karena itu aku ingin memantaumu sebentar," ucap Zhou Botong.


__ADS_2