
Lasmana Pandya yang telah mendapatkan kesadarannya dan tidak tahu apa yang terjadi kemudian melangkahkan kakinya kebelakang.
"Tuan muda," ucap mereka semua kompak.
"Apa yang telah terjadi?" Gumam Lasmana Pandya.
"Tuan muda, mereka telah aku taklukkan, sekarang aku ingin anda menguasai teknik segel jiwa, agar kedepannya jika ingin mencari Hewan Suci ataupun Iblis, anda bisa memiliki mereka sepenuhnya," ucap Sena mengejutkan Lasmana Pandya dipikirannya.
Swuuuung!
Tubuhnya sedikit bergetar, namun sesaat setelah itu sebuah gambar segel formasi penanda jiwa muncul dipikirannya. Dengan kepandaiannya saat ini, ia mampu memahaminya dengan cepat.
Swuuuuush!
Matanya terbuka, dan menatap mereka bertujuh dengan seringai puasnya.
"...." Mereka hanya diam dan belum mengerti arti seringai yang tersungging dibibir Lasmana Pandya.
"Apa ada yang salah dengan tuan muda?" Tanya telepati Yue Xhi kepada lima bawahannya.
Namun mereka hanya diam yang menandakan bahwa mereka juga tidak mengetahui alasannya.
Swuuuung!
Tanpa banyak bicara, Lasmana Pandya segera membuat segel Jiwa menggunakan tangannya. Hingga telah dibentuk, segel tersebut berdengung dan segera melesat kearah keenam Naga Air.
"Akh!" Pekikan kecil keenam Naga Air saat segel jiwa terpasang ditubuh mereka.
"Hahahaha akhirnya aku berhasil dengan satu percobaan saja." Ucap penuh kegembiraan Lasmana Pandya.
Setelah itu, Lasmana Pandya memilih menggunakan Naga Air yang tak lain Yue Xong yang merupakan bawahan Yue Xhi.
Swuuuuush!
Menggunakan ukuran dua meter, Yue Xong dengan senang hati menjadi tunggangan Lasmana Pandya. Dengan kekuatan Yue Xong kali ini, mereka hanya membutuhkan waktu empat hari tiba di Kerajaan Bai Shi.
Swuuuuush!
Mereka berdua terus berkelebat dilangit membelah awan disiang hari itu, hingga mereka telah melewati Kerajaan Telaga Sunyi, mereka menghentikan terbangnya, karena mereka perlu mencari informasi lainnya.
Sesampainya disebuah kedai. Mereka berdua memesan dua guci arak, dan daging termewah dikedai tersebut.
"Xong, apa kamu mengenal arak?" Tanya Lasmana Pandya yang tak ingin mengulang masalah pada saat bersama Bumi Arta.
"Tuan muda, aku sering meminumnya, memang kenapa?" Tanya Yue Xong kebingungan.
__ADS_1
Lasmana Pandya hanya menggelengkan kepalanya, setelah itu pesanan tiba dan keduanya menikmati dengan suasana hati yang tenang.
Lima belas menit berlalu, mereka yang mencari informasi tentang Kerajaan Bai Shi dikedai akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, namun tiba tiba saat keluar dari kedai. Ratusan prajurit kerajaan Telaga Sunyi berbondong bondong dengan kudanya kearah pusat kerajaan.
"Minggir! Kami memiliki laporan pentiiing!" Ucap para prajurit kuda.
Tiba tiba, disaat itu juga perasaan Lasmana Pandya berubah menjadi rada kekhawatiran, entah apa itu. Iya juga tidak mengetahuinya.
"Tuan muda? Apa kamu baik baik saja?" Tanya Yue Xong.
"Emm, aku baik baik saja." Ucap Lasmana Pandya kemudian entah mengapa firasat buruknya semakin menjadi jadi.
Tak berselang lama, seorang Jendral kerajaan Telaga Sunyi juga melewati Lasmana Pandya menggunakan kuda putih, namun anehnya Jendral tersebut terluka parah dengan luka pedang menancap dipunggung kirinya.
Bruuuuk!
Jendral yang terluka parah kemudian terjatuh tepat didepan Lasmana Pandya dan Yue Xong.
"Tu-tuan ... Bisakah kau memberikan pesanku
pada Raja Raden Wijaya?" Tanya Jendral tersebut kearah Lasmana Pandya.
"Jendral katakan saja," ucap Lasmana Pandya yang juga penasaran.
"Pasukan Bai Shi akan tiba diKeraajaan ini untuk mengibarkan peperangan. Dan Kerajaan Sangsakerta ..." Ucap Jendral tersebut yang terhenti karena lukanya semakin parah.
kepada Jendral yang kini tergeletak, setelah itu ia mengalirkan energi Qinya kearah tubuh Jendral yang sangat kritis akibat lukanya.
Swuuuuush!
Lasmana Pandya yang penasaran dengan pesan itu segera meminta pada pelayan pemilik kedai untuk segera memberikan tempat peristirahatan Jendral yang terluka, sesaat setelah tiba diruang pribadi manager, Lasmana Pandya kembali mengobati luka Jendral dengan cara menyalurkan energi Qinya sebanyak yang bisa ia lakukan.
Uuughh!
Selang lima belas menit, Jendral tersebut akhirnya kembali sadar. Matanya menatap kearah Lasmana Pandya dengan tatapan penuh kebingungan.
"Apa aku telah mati," ucap Jendral tersebut.
"Tidak tuan, anda kini baik baik saja, dan mengenai kerajaan Sangsakerta, jika boleh tau apa yang terjadi?" Tanya Lasmana Pandya.
Jendral itu menjelaskan semuanya, karena merasa ia hutang budi karena pemuda didepannya telah menyelamatkannya. Kini ia memberikan semua peristiwa yang terjadi secara gamblang. Bahkan tujuannya ke kerajaan Sangsakerta juga ia berikan pada Lasmana Pandya.
Wajahnya menjadi gelap mendengar cerita Jendral itu, sedangkan Yue Xong yang belum mengerti alasan perubahan wajah Lasmana Pandya hanya bisa diam.
Braaaaak!
__ADS_1
Meja didepan Lasmana Pandya hancur dengan sekali gebrakan, aura Kultivasi Langit dua, dibarengi dengan aura pembunuh yang sangat kental menyebar hingga menutup seluruh kerajaan Telaga Sunyi.
Para kultivator yang merasakan aura pembunuh yang menindas tubuh mereka hingga membuat mereka tak sadarkan diri. Bahkan aura tersebut tiba sampai di pusat kerajaan Telaga Sunyi dan membuat para warga, serta Raja Raden Wijaya bergidik ngeri karena merasakannya.
"tu-tuan tahan emosi anda," ucap Yue Xong.
Sedangkan Jendral yang masih terluka itu kembali tak sadarkan diri.
Lasmana Pandya menghela napas sejenak, setelah itu menatap tajam Yue Xong yang membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Xong, antar aku kembali ke kerajaan Sangsakerta, jika kita menemukan Kerajaan Bai Shi diperjalanan, berhenti dan bunuh mereka tanpa ampun...," Ucap dingin Lasmana Pandya membuka topengnya, wajahnya yang sangat tampan terlihat.
"Ba-baik tuan," ucap Yue Xong hanya menuruti perintah, namun ia sekilas menatap Jendral yang tak sadarkan diri.
"Tu-tuan bagaimana dengan dia?"
"Biarkan saja, mereka akan baik baik saja."
Swuuuuush!
Yue Xong menggandeng tangan Lasmana Pandya, setelah itu Yue Xong muncul diatas langit dan merubah wujudnya menjadi naga berukuran dua meter.
"Berangkat," ucap Lasmana Pandya.
Swuuuush!
Mereka kembali dengan kecepatan ekstrem, meskipun begitu, mereka berdua terus mengawasi keadaan dibawah mereka. Tak lain, keduanya mencari pasukan Kerajaan Bai Shi yang telah menyerang seluruh Kerajaan Sangsakertanya.
"Tuan muda didepan terdapat ratusan prajurit," ucap Yue Xong.
"Segera turun, dan biarkan aku membunuh mereka semua...," Ucap dingin Lasmana Pandya sambil memberikan senyum mengerikannya.
Swuuuuush!
"Awas serangan!" Ucap komandan pimpinan pasukan tersebut.
"Terlambat!" Balas Lasmana Pandya yang telah turun dari Yue Xong dan melepaskan serangan Qi dengan brutal.
Bola bola kecil yang terbuat dari Qi Lasmana Pandya melesat kearah ratusan pasukan. Sehingga mereka yang tak siap menghindar segera meledak menjadi kabut darah.
Dhuuuuaar! Dhuuuaar!
Ledakan terus menggema, dengan hancurnya tubuh para prajurit Kerajaan Bai Shi.
"Pemuda siapa kamu! Berani sekali menantang Kerajaan Bai Shi." Komandan menunjuk wajah Lasmana Pandya yang kini menatap mereka dengan kebencian yang sangat besar.
__ADS_1
"Aku anak dari Prabu Panca Driya, Lasmana Pandya. Aku dengar kalian telah membantai Kerajaanku," ucap Lasmana Pandya sambil menatap tajam wajah Komandan trrsebut.