Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
She Pian Ragu


__ADS_3

"Hong Xiao, membunuhmu hal yang mudah seperti membalikan telapak tanganku, apakah ada kata terakhir sebelum kematianmu tiba?" Tanya She Pian.


"Ciih! Jika kau itu mampu!" Ucap kesal Lasmana Pandya.


"Hahahahahaha! Sejak kapan bocah sepertimu berani menyinggungku? Apakah telingaku bermasalah?" Tawa menggema She Pian yang membuat seluruh orang bergidik ngeri dibuatnya.


Swoooooosh!


Daya hisap yang sangat kuat dilakukan oleh She Pian saat membuka telapak tangannya kearah Lasmana Pandya. Namun sayangnya, didepannya Lasmana Pandya yang mampu mengimbangi ranah Saints Glory Empat, yang diartikan kekuatan She Pian yang berada di Saints Glory tiga hanyalah sampah dimata Lasmana Pandya.


Dhuuuuuaar!


Sekali kibasan, daya hisap Raja She Pian meledak di depan Lasmana Pandya. Hal tersebut membuat Raja She Pian benar benar terkejut dibuatnya.


"Bagaimana kau!"


Dhuuaaaar!


Lasmana Pandya menghilang, lalu muncul tepat didepan She Pian sambil melancarkan tinjunya. Sehingga She Pian yang tidak dapat mengukur kecepatan Lasmana Pandya tak sigap dalam menghindari serangan tinju, alhasil She Pian terpental sejauh dua puluh langkah kebelakang.


"Sangat kuat..." Gumam She Pian.


Namun dengan cepat ia pulih dari rasa keterkejutannya dan mengeluarkan kekuatan besarnya.


Swuuuuuuung!


Tekanan besar menyebar kesegala penjuru, dan hal tersebut menyebabkan, Ao, Lei, Bai dan prajurit yang terbang dibuat jatuh kebawah tanah. Begitu juga dengan pasukan She Pian, mereka sama halnya Ao, Lei dan lainnya.


"Kau benar benar membuatku marah!" Teriaknya menggema.


Swooooosh!


Api Merah Darah keluar dari tangan raja She Pian, dan hal itu membuat Lasmana Pandya menjulurkan lidahnya.


"Jika kau mampu! Bukankah sudah kukatakan sejak awal?" Ejek Lasmana Pandya.


Swuuuuuush!


"Mati!" Teriak She Pian melesat kearah Lasmana Pandya.


Lasmana Pandya menyunggingkan senyumnya, setelah itu ia melepaskan serangan tinju yang ia baluti Geni Danyang yang telah berevolusi.


Dhuuuaar! Dhuuaaar!


Ledakan diatas langit menggema, terlihat She Pian kembali dibuat mundur oleh tinju keduanya. Wajahnya menjadi jelek melihat Glory tingkat lima mampu membuatnya dipukul mundur.


"Kau pasti curang!" Ucap marah She Pian.

__ADS_1


"Curang?" Tanya Luo Jian menaikan kedua alisnya dan menaikan kedua bahunya secara bersamaan.


Sedangkan disisi lain.


Jendral Ao, Lei dan Bai yang tak lain Yue Xong bertempur habis habisan melawan pasukan iblis bertanduk satu. Mereka terlihat kewalahan disaat semua iblis berkekuatan Glory tingkat dua hingga tiga menerjang tanpa ampun.


**


"Aku tidak mempercayai kau mampu membuatku mundur dengan kekuatanmu itu, kau pasti menggunakan Artefak tingkat Dewa bukan?" Tanya She Pian.


"Hahahahaha! Apakah kau bodoh!" Ejek Luo Jian yang membuat urat syaraf She Pian berkedut.


"Kau mengatakan aku bodoh!"


Swoooooosh!


Dengan amarahnya, ia mengeluarkan pedang berwarna merah kehitaman. Pedang tersebut merupakan artefak atau senjata tingkat Dewa kebanggaan milik She Pian.


Melihat She Pian mengeluarkan pedangnya, Luo Jian menggunakan pedang tingkat Dewa dari dalam cincin ruangnya. Wajahnya sedikit risau melihat pedang tingkat Dewa yang tidak setara dengan She Pian.


"Jika aku tidak menyamar, mungkin aku mampu mengalahkannya dengan pedang Sangka Geni..." Batin Lasmana Pandya kemudian bersiap bertukar serangan.


"Hyaaaat...."


She Pian melesat kearah Lasmana Pandya secara bersamaan. Keduanya mulai bertukar serangan pedang. Gerakan gesit dan lihai diperlihatkan oleh Lasmana Pandya seperti menari nari diatas langit menggunakan pedangnya.


"Sepertinya dia bukan Xiao yang aku tahu..." Ucap dalam hati She Pian yang merasa Lasmana Pandya masih belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Dan benar saja apa yang dipikirkan Lasmana Pandya terjadi. Pedangnya patah menjadi dua bagian setelah bertukar lebih dari lima puluh serangan. Sehingga membuat She Pian merasa diatas langit.


"Hahahaha! Senjatamu telah hancur! Sekarang apa yang mampu kau lakukan!" Ucap She Pian.


"Ciiih! Hanya begitu saja sombong!"


Swuuuuung!


Lasmana Pandya mundur, dan setelah itu lima puluh pedang tingkat Dewa mengambang dibelakangnya.


"Mari kita buktikan kau yang mati atau aku..." Ucap Lasmana Pandya kemudian melepaskan lima puluh pedang yang mengambang menggunakan kekuatan jiwanya.


Swuuuuush! Swuuuush!


Lima puluh pedang yang bergerak kearah She Pian, membuat She Pian merasa sangat kesal. Tak hanya itu saja, ia merasa tidak memiliki ruang gerak untuk membalas serangan karena posisinya jauh dari Hong Xiao.


"Arrrgghh! Jika kau berani datang dan langsung hadapi aku!" She Pian mengamuk sambil mencoba menghancurkan pedang tingkat Dewa yang menyerang kearahnya satu persatu.


Lasmana Pandya hanya terdiam. Dia kini telah memiliki banyak rencana terhadap She Pian. Karena itu ia mencoba memaksimalkan aktingnya.

__ADS_1


"Pedang Guntur!" Teriak Lasmana Pandya menggunakan jurus milik Hong Xiao.


Swuuuuung!


Udara bergetar hebat, ledakan demi ledakan yang disebabkan oleh petir muncul disekitar Lasmana Pandya. Lasmana Pandya yang baru saja mempelajarinya berdecak kagum, bukan terhadap jurusnya, tapi mengenai kecepatan dalam mempelajarinya.


"Aku tak menyangka!" Ucap Lasmana Pandya menurunkan kekuatan energi Qinya.


Swuuuuush! Dhuuaaar!


Tangan kanannya ia angkat, setelah itu petir yang maha dahsyat menembak kearah tangan kanan Lasmana Pandya. Seketika tangan Lasmana Pandya merasa kebas dibuatnya, namun tetap saja melihat pedang Guntur berada ditangannya, membuat Lasmana Pandya kembali berdecak kagum.


"Jurus seperti ini sangatlah hebat!" Puji Lasmana Pandya. Karena ia merasa pedang Guntur yang aada ditangannya merupakan senjata tingkat Dewa.


Swooooosh!


Tanpa banyak kata, Lasmana Pandya melesat dan melewati celah ruang pedang tingkat Dewa yang menyerang She Pian dengan gesitnya. She Pian yang sedang kewalahan pun merasa terkejut.


"Mati!" Keduanya akhirnya melepaskan serangan pedang mereka bersama.


Dhuuuuuaar!


Ledakan yang maha dahsyat terjadi. Namun Lasmana Pandya terpental kearah tanah dimana Jendral Ao berada. Sedangkan She Pian mundur sepuluh langkah dari tempatnya melihat puluhan pedang tingkat Dewa hancur akibat daya ledakan tersebut.


"Jendral Xiao!" Ucap panik Jendral Ao yang kemudian membantu Lasmana Pandya berdiri.


"Uuuugh!" Lasmana Pandya memuntahkan darahnya.


"Jendral luka anda..." Ucap Ao yang dihentikan Lasmana Pandya.


"Tenanglah," ucap Lasmana Pandya kemudian menatap She Pian yang merasa ragu untuk kembali menyerang.


Lasmana Pandya tersenyum melihat She Pian yang terlihat ragu. Namun dengan cepat ia meminta Ao untuk melindungi prajuritnya.


"Baik Jendral."


Swuuuuush!


Lasmana Pandya kembali melesat dan melepaskan serangan pedang guturnya kearah She Pian. Namun kali ini ia ingin membuat She Pian sama sama mengalami luka yang parah.


Dhuuuuuaar!


She Pian menyambut serangan pedang Guntur Lasmana Pandya dengan pedang merah kehitaman. Ledakan yang maha dahsyat kembali terjadi, namun sosok She Pian kali ini terpental lima puluh langkah dari tempatnya sambil memuntahkan darah hitamnya.


Sedangkan Lasmana Pandya kembali berpura pura terpental dan menabrak tanah ditempat keberadaan Jendral Lei dan Bai yang sedang bekerja sama.


"Jendral!" Ucap keduanya panik.

__ADS_1


Lasmana Pandya hanya terdiam, dan berpura pura terhuyung dari tempatnya.


"Aku tidak apa apa," ucap Lasmana Pandya.


__ADS_2