Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Naik tingkat secara ekstrem


__ADS_3

Lasmana Pandya akhirnya mengerti, dengan senang hati ia kembali menerima kitab pemberian Ratu Mulan.


"Ratu terimakasih."


Ratu Mulan mengangguk, setelah itu ia kembali pergi keistana Dewa pembunuh dengan cara menghilang kembali. Lasmana Pandya yang melihat Ratu Mulan kembali menunjukan kekuatan kecilnya membuat rasa semangat untuk menjadi kuat bertambah besar. Tak hanya itu saja, ambisi untuk membantu ayah dan pamannya mengusir para Kultivator asing mulai tumbuh.


Menggunakan tekad kuatnya, Lasmana Pandya kemudian membuka kitab usang pemberian Ratu Mulan dengan serius.


"Pedang Bayangan Darah."


Lasmana Pandya mulai memahami teknik atau jurus Pedang Bayangan Darah dengan perlahan tapi pasti, didalam penjelasan kitab usang itu Lasmana Pandya mengerti serangan jurus itu mengacu pada ayunan pedang yang cepat. Setelah memahami seluruh gerakannya, ia kemudian mengeluarkan pedang hitamnya dibalik punggungnya.


Swuuush! Swuuuush! Lasmana Pandya mencoba mengerahkan kecepatan puncaknya sesuai dengan cara yang ditulis dikitab itu, namun ia merasa serangannya tidak seperti nama jurus itu.


"Sepertinya aku salah memahami," gumam Lasmana Pandya kemudian membuka kembali kitab usang, dan mempelajarinya kembali.


Sepuluh menit mempelajari, Lasmana Pandya masih belum mengerti cara menggunakan jurus Pedang Bayangan Darah. Hingga akhirnya roh Geni Danyang memberikan arahan pada Lasmana Pandya.


"*Menyatu dengan pedang, setiap gerakan atau ayunan pedang adalah nyawamu sendiri, membunuh atau terbunuh itu sudah hak mutlak bagi pemenang dan juga kekalahan."


"Jika sudah menyatu dengan pedang, gunakan seluruh kecepatanmu untuk melepaskan setiap serangan dan ayunan, lepaskan seluruh pikiranmu untuk menang atau kamu akan menerima kekalahan, pedang akan melukai dirimu sendiri ataupun lawanmu*," ucap Geni Danyang dipikiran Lasmana Pandya.


"Menyatu dengan pedang?" tanya Lasmana Pandya.


Namun Geni Danyang tidak membalas pertanyaan Lasmana Pandya, sehingga kini ia harus memutar otaknya untuk mencerna penjelasan Geni Danyang. Lasmana Pandya kemudian mencoba mengingat saat ia membunuh Kultivator negeri sebrang waktu lalu, setiap kejadian terus ia ingat hingga ia tersadar disetiap ia bertukar serangan hanya pedanglah yang bisa menjawab kehidupannya akan berlanjut ataupun harus meregang nyawa.


Dengan ingatan itu, Lasmana Pandya mulai memahami arti menyatu dengan pedang, pedang adalah jiwanya sendiri, dan pedang yang akan menentukan hidupnya. Setelah memahami arti menyatu dengan pedang, Lasmana Pandya kemudian memahami ucapan kedua Geni Danyang.

__ADS_1


Ia kembali mempelajari jurus Pedang Bayangan Darah. Tiga hari berlalu, akhirnya Lasmana Pandya mampu menggunakan Pedang Bayangan Darah, meskipun belum sempurna namun hal itu sudah membuktikan kejeniusan yang dimiliki Lasmana Pandya.


Jurus kedua Langkah Pedang Api, jurus ini masih mengacu pada kecepatan sehingga Lasmana Pandya mampu mempelajarinya selama satu hari pelatihan penuh. Namun tanpa Lasmana Pandya sadari, jurus ini lebih ampuh jika ia telah mempelajari api Geni Danyang ditingkat maksimal.


Jurus ketiga adalah Pedang Pembunuh, jurus ini adalah gabungan dari pedang bayangan darah yang ditambah dengan aura pembunuh untuk menekan lawannya. Sehingga jurus ini lebih ampuh dalam membunuh dengan cepat.


Sayangnya, jurus keempat dan kelima Lasmana Pandya tidak bisa menggunakannya, selain ia harus bisa mengendalikan energi Qi, ia juga harus mampu mengendalikan energi Api, sehingga ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pelatihan pada dua jurus lainnya.


Ingin segera menguasai tiga jurus yang telah ia pahami, ia kembali mengulangi semua jurus itu hingga tujuh hari ia telah melatih tiga jurus milik Sena telah ia kuasai dengan baik. Selama waktu pelatihan, Lasmana Pandya yang terlalu bersemangat tak sadar bahwa pelatihannya selalu diperhatikan oleh Mulan.


"Tuan, kini saatnya kamu mempelajari Api Danyang, apakah anda sudah siap?" tanya Geni Danyang yang merasa bahwa pelatihan Lasmana Pandya telah usai.


Lasmana Pandya menjawab pertanyaan Geni Danyang dengan rasa semangat yang menggebu gebu.


"Tunggu apa lagi."


"Api bersifat panas, api dapat membakar apapun yang ia inginkan, namun api juga bisa padam jika kamu bisa mengendalikannya."


Lasmana Pandya kemudian memahami penjelasan Geni Danyang dengan baik, hingga ia melebarkan telapak tangannya dan mencoba mengeluarkan api ditelapak tangannya.


Tidak memerlukan waktu lama, tubuhnya tiba tiba merasa sangat panas, bahkan ia merasa organ dalam, serta darahnya mendidih akibat mencoba mengeluarkan api Danyang kearah telapak tangannya.


"Tu-tuan muda! Alirkan api itu kearah telapak tangan, ingatlah caranya sama dengan anda berkultivasi, hanya saja berkultivasi dialirkan kearah dantian, sedangkan api Danyang dari dantian kearah telapak tangan."


Lasmana Pandya yang sudah merasa kepanasan diseluruh tubuhnya segera mengikuti ucapan roh Geni Danyang dengan cepat.


Swoooooosh! Benar saja, muncul api merah kebiruan berkobar ditelapak tangan Lasmana Pandya, tak hanya itu saja rasa panas ditubuhnya pun mulai menghilang.

__ADS_1


"Sekarang tuan muda tinggal mengendalikan tingkat kepanasannya saja," ucap Geni Danyang.


Lasmana Pandya hanya mengangguk, dan mencoba mengikuti apa yang diucapkan oleh Geni Danyang. Perlahan tapi pasti Lasmana Pandya mampu mengendalikan tingkat kepanasan api Danyang, entah dari titik rendah hingga maksimal ataupun sebaliknya.


Ying Lian dan Geni Danyang yang melihat Lasmana Pandya mampu menguasai jurus ataupun ilmu yang diberikan dengan waktu yang sangat cepat membuat mereka sangat kagum, bahkan Mulan yang diam diam mulai menaruh hati pada Lasmana Pandya juga sama. Namun ia tersadar umurnya yang telah menginjak ratusan ribu tahun tak mungkin dapat bersanding dengan Lasmana Pandya yang baru menginjak umur 17 tahun.


"Tuan muda, kini anda dapat menyerap mutiara pembunuh milliku, setidaknya tuan muda dapat naik tingkat hingga Grand Master tingkat lima."


Lasmana Pandya terdiam, kemudian ia menatap kearah segel formasi yang terpasang melindungi mutiara pembunuh Sena.


"Hehehe tuan muda tidak perlu takut, segel yang ku buat itu takan melukai anda, " ucap Geni Danyang menjelaskan.


Lasmana Pandya akhirnya bernafas lega, dengan segera ia melesat dan tangannya ia ulurkan kearah mutiara pembunuh itu dengan berhati hati.


Swuuuuuuung! Segel hancur setelah tangan Lasmana Pandya benar benar telah menyentuh mutiara pembunuh itu.


"Silahkan naik tingkat tuan muda," ucap Geni Danyang kemudian membiarkan Lasmana Pandya berkultivasi.


Lasmana Pandya mengangguk, kemudian ia menyerap seluruh aura pembunuh, dan energi mutiara pembunuh milik Sena menggunakan kultivasi Dewa Pembunuh.


Penyerapan yang sangat ekstrem, dan sangat cepat membuat ledakan kecil yang ditandakan terobosan Lasmana Pandya terdengar. Tak berhenti disitu saja, selama tiga jam berkultivasi Lasmana Pandya kini berhasil naik tingkat hingga Emas Lima atau puncak.


Waktu berganti hingga lima hari Lasmana Pandya habis kan dengan berkultivasi. Dan kini ia telah berhasil naik tingkat Grand Master tingkat lima sesuai dengan perkiraan Sena.


"Inikah rasanya menjadi kuat..." puji Lasmana Pandya yang merasa tubuhnya sangat ringan.


"Tuan muda jangan terlalu senang dulu, karena kini anda sudah bisa menggunakan dan mengumpulkan energi Qi," penjelasan Geni Danyang.

__ADS_1


"Energi Qi?" tanya Lasmana Pandya.


__ADS_2