Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Munculnya Kaisar Yang Lin.


__ADS_3

"Tch! Dasar tak tahu diri!" Ucap Lasmana Pandya menghilang lalu muncul menampar She Pian serta She Wei secara bergantian.


Plaaaaak! Plaaak!


She Wei serta She Pian terpental. Lasmana Pandya mungkin dapat meledakan tubuhnya dengan menggunakan energi Qi. Tapi ia leebih suka melihat penderitaan mereka terlebih dahulu.


Swuuuuuush!


Serangann tak kasat mata tiba membalikan darah She Wei dan She Pian, hal itu membuat keduanya jatuh kearah bangunan dibawah mereka. Teriakan kesakitan menggema kesegala penjuru. Sedangkan disisi prajurit siluman, mereka kini tersisa ratusan prajurit saja setelah ribuan sosok puncak klone milik Lasmana Pandya membabi buta menyerang mereka.


Kerajaan Sangsakerta yang tadinya hening kini menjadi lautan darah yang tak berujung. Melihat klone nya terus menggemppur pasukan siluman dengan mudah Lasmana Pandya menatap Shin Ying yang mematung.


"Jika datang membawa persahabatan maka hal ini tidak akan pernah terjadi, tapi sayangnya...," Ucap dingin Lasmana Pandya menarik paksa tubuh Shin Ying kearahnya.


"Mungkin kekuatanmu telah berada dipuncak, tapi sayangnya kau lupa diatas langit masih ada langit siapapun tidak ada yang dapat menyelamatkan hidupmu!" Ucap Lasmana Pandya kemudian mencengkeram leher Shin Ying dengan erat.


Saat Shin Ying berusaha melepaskan cengkeraman ke lehernya, tiba tiba petir besar menyambar.

__ADS_1


Dhuuuuaaaar!


Petir itu membuat kebas lengan Lasmana Pandya. Sehingga ia segera melepaskan leher Shin Ying lalu terbang menjauh. Mundurnya Lasmana Pandya tiba tiba muncul sebuah gerbang teleportasi yang mengeluarkan aura mengerikan. Yang jelas aura itu lebih pekat dari aura pembunuh milik Lasmana Pandya.


Swuuuuush!


Dua sosok yang tak lain Yang Lie bersama Yang Lin tiba tiba muncul. Seketika Lasmana Pandya membelalakan matanya melihat Yang Lie yang baik baik saja. Namun pandangannya kini terarah pada sosok pria paruh baya yang mengenakan jubah mewah berwarna hitam legam menatapnya dengan santai.


Swuuuuuush!


Sekibasan tangannya membuat She Wang, dan She Yu kembali sadar dari kendali pikirannya. Tapi tidak dengan She Pian dan She Wei yang nyatanya telah mati akibat Lasmana Pandya menghancurkan semua pembuluh darahnya melalui serangan darah.


Mendengar suara yang dikenali, She Wang dan She Yu segera berlutut dihadapan penguasa mutlak Negeri Bambu itu.


"Hormat pada penguasa!"  Ucap hormat She Yu dan She Wang.


Mendengar penjelasan keduanya, Lasmana Pandya tahu didepannya yang bersama Yang Lie adalah sosok yang menyebabkan kekacauan di tanah Kelahirannya. Karena itu ia tidak gegabah, saat ini ia coba menyelidiki kekuatan sebenarnya sosok pria paruh baya yang terus menatapnya dengan tenang tersebut.

__ADS_1


"Kau Yang Lin?" Tanya Lasmana Pandya tanpa sopan santun sama sekali.


Hal itu membuat Yang Lie melototkan matanya, sedangkan wajah She Yu dan She Wang memerah mendengar ucapan Lasmana Pandya yang tidak menghormati sosok monster tua yang ada dihadapan mereka.


"Ka...."


"Tenanglah," jawab Yang Lin kemudian menatap kembali Lasmana Pandya.


"Bocah aku melihatmu punya banyak keahlian, dan tentunya kau seorang jenius tak tertandingi seperti putriku, karena aku baik hati bagaimana jika kau menyerah lalu kau menjadi pengikutku? Masalah yang telah berlalu biarlah berlalu, dan tentunya kau dapat menjalani hubungan yang lebih serius dengan putriku. Apakah kau mau?" Tanya Yang Lin yang membuat Yang Lie menghela napas lega.


Lasmana Pandya menaikan alisnya, tentunya ia tidak senang dengan ucapan Yang Lin yang memberikan penawaran tidak masuk akal sama sekali.


"Setelah kau membunuh orang orang yang ku sayang, mereka yang tidak bersalah apapun kini kau meminta aku untuk mengikutimu?" Jawab Lasmana Pandya meninggi.


"Hahahahahaha! Kau sungguh lucu, tentu hal itu tidak akan pernah terjadi. Karena saat ini hanya kematianmu saja yang dapat mengobati rasa dendam semua orang yang ku cintai, semua kultivator yang telah kau bunuh. Dan hari ini aku Lasmana Pandya menyatakan perang denganmu!"


Swuuuuuush!

__ADS_1


Tubuhnya mengorbarkan api Geni Danyang, pedang Sangka Geni juga muncul kembali digenggamannya. Aura pembunuh yang sangat kuat menyebar kesegala penjur. Tak hanya itu saja, mata Lasmana Pandya memerah seolah olah kini ia adalah iblis yang ingin menghancukan segalanya.


__ADS_2