
"Aku hanya menjalankan perintah dari seseorang untuk memenuhi ambisiku," ucap tenang Lasmana Pandya sambil bersiap memembuat segel dengan pikirannya.
"Gawat serangan pikiran," ucap iblis hati yang mengetahui rencana Lasmana Pandya langsung melesat mencoba menyerang Lasmana Pandya.
Dhuuuuuuaar!
Melihat iblis hati melesat, Lasmana Pandya melepaskan tapak dari kehampaan membuat daya ledak terjadi membuat mereka mundur dari tempat mereka masing masing.
"Kau mempelajari kekosongan pikiran dari siapa!" Ucap iblis hati waspada.
"Apakah kau memerlukan jawaban dari pertanyaan kecilmu ini? Sekarang bergabunglah dengan diriku!"
Swuuuuung!
Serangan pikiran melesat kearah iblis hati hingga tiba tiba tiba tubuh iblis hati mematung dan hanya bisa mengeratkan rahangnya.
"Ka-kau mau apa?" Tanya iblis hati kebingungan.
Lasmana Pandya tidak menjawab, melainkan merapalkan mantra dari dalam hatinya. Secara perlahan, besi api muncul mengekang tubuh iblis hati secara bersamaan. Kemunculan besi api, membuat wajah iblis hati memerah karena tiba tiba firasatnya mengatakan ada hal yang tidak baik akan dilakukan oleh Lasmana Pandya.
"Ka-kau ingin membuatku menyatu denganmu?" Tanya iblis hati kemudian muncul tulisan kuno disetiap celah sudut besi api yang mengekang dirinya.
Lasmana Pandya hanya diam dan menganggukan kepalanya, ia masih terus merapal mantra untuk menyelesaikan tugas pertama dari kitab kuno terakhir yang harus dipelajari.
Swuuuuuung!
Iblis hati tak diam saja, merasa dirinya dalam bahaya besar, ia mencoba melepaskan jeratan pikiran yang membuat tubuhnya mematung. Dibarengi dengan munculnya lingkaran kekuatan alam dibelakang tubuhnya, hal itu membuat segel besi api bergetar hebat.
Dhuuuuuaaar!
__ADS_1
"Uuuuugh!" Lasmana Pandya memuntahkan darah emasnya dibarengi dengan hancurnya besi yang mengekang iblis hati.
"Tidak semudah yang kau inginkan jika ingin membuatku menyatu...," Ucap dingin iblis hati berkelebat dan segera menyekik leher Lasmana Pandya.
Lasmana Pandya hanya tersenyum atas kemarahan iblis hati. Tapi tentunya dengan kekuatannya saat ini ia tidak takut sedikitpun untuk melawan iblis hati. Senyuman misterius tersungging dibibirnya.
"Jangan kau kira kekuatanmu seimbang denganku sehingga kau berani berbuat lebih jauh dari perkiraan ku bocah!"
"Ciiih! Kau hanya tercipta dari amarah, dendam, dan kau hanyalah sisi gelap ku. Karena itu aku yang lebih berhak untuk membuatmu jadi seperti apa!"
Swuuuuung!
Lingkaran kekuatan muncul dibarengi dengan ledakan yang membuat iblis hati menghilang dari pandangan menjauh dari Lasmana Pandya yang kini bersiap menyerang kearahnya.
"Bukankah kau tidak ingin bersekutu dengan iblis? Kau mengatakan kau tidak sama dengan para iblis, tapi saat ini kau..." Tanyanya mencoba membuat keteguhan hati Lasmana Pandya namun terhenti.
"Hitam atau putih itu hanya sebutan perilaku dan aliran... Tapi sebenarnya kedua warna itu hanyalah sebuah simbol yang sebenarnya tidak pernah ada," ucap Lasmana Pandya kemudian menyerang pikiran iblis hati.
Swuuuuuuung!
Tubuh keduanya bergetar hebat, dua serangan yang tak kasat mata atau tidak terlihat itu nyatanya seperti kekuatan ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sepasang mata pemilik jurus.
Satu menit keduanya saling bertatap tatapan, akhirnya terhenti.
"Uuuugh!" Lasmana Pandya memuntahkan darahnya bersama dengan iblis hati yang mengeluarkan asap hitam dari mulutnya.
"Meskipun kau menang dalam pertarungan pikiran, tapi aku adalah kamu. Jadi kamu akan merasakan apa yang aku rasakan juga," ucap iblis hati tersenyum.
"Jika ingin mati bersama marilah!"
__ADS_1
Swuuuuuuush!
Iblis hati melesat sambil mengayunkan telapak tangannya kearah Lasmana Pandya yang kini juga menyambut serangan telapak tangan iblis hati dengan telapak tangannya.
Dhuuuuuuaar!
Kedua telapak tangan yang bertemu menyebabkan suara ledakan yang cukup mengerikan terjadi. Bahkan sosok keduanya sama sama mundur sepuluh langkah dari pijakannya.
Swuuuuuush!
Pedang hitam muncul digenggamannya, setelah itu mereka berdua melesat dan saling menyerang menggunakan pedang hitam.
Tiiiiing! Tiiiiing!
Benturan pedang diatas langit jiwa milik Lasmana Pandya terdengar nyaring. Keduanya terlihat tidak ada yang mengalah. Pertukaran serangan pedang yang sengit membuat keduanya mundur dan segera mengeluarkan jurus yang sama.
"Pedang Bayangan Darah!"
"Pedang Bayangan Darah!"
Swuuuuuush! Swuuuuuush!
Tiiiing! Tiiiiing!
Cahaya merah, dan hitam terus berbenturan sangat cepat. Hingga tiga puluh gerakan pedang terlewati, Lasmana Pandya yang merasa seimbang kekuatannya dengan iblis hatinya memikirkan cara untuk menyegel dan menyerap kekuatan iblis untuk menaklukkan kekuatan alam.
Lima menit bertukar serangan, Lasmana Pandya mengorbarkan Geni Danyangnya diikuti oleh iblis hati. Pertarungan keduanya kembali pecah diatas langit, mungkin ledakan tidak terlalu dahsyat karena adanya kekuatan alam didalam tubuh Lasmana Pandya yang melindungi dari serangan keduanya yang membabi buta.
"Dia tercipta dari diriku sendiri, pertarungan ini seimbang, namun berbeda dengan serangan pikiran. Tapi jika aku membunuhnya, sama saja aku melakukan bunuh diri," gumam Lasmana Pandya kemudian memikirkan cara untuk menyatukan kekuatan iblis hati.
__ADS_1
"Bocah percuma saja kita bertempur, kekuatan kita sama, teknik kita sama, bahkan apa yang akan dimilikimu juga akan ada pada diriku jadi percuma saja. Mau enam hari bertarung juga tidak akan ada hasilnya," ucap iblis hati sambil menyeringai.