
"Tapi misiku keluar dari Kerajaan bukan untuk mengurus urusan Dewa Iblis, melainkan mengusir Kultivator lain yang bertindak semena mena," ucap Lasmana Pandya.
Sena merubah wujudnya menjadi manusia, dan menatap tajam Lasmana, sontak Lasmana Pandya tubuhnya bergidik ngeri disaat Sena terus menatapnya.
"Jika itu misimu, itu tetap saja ada hubungannya dengan Dewa Iblis, jika aku tidak salah Jendral Tapak Dewa diutus ke tanah ini untuk menguasai dunia bukan? Dan Kaisar Yang Lin, ingatlah wanita yang kau sukai juga bermarga Yang."
Ucap terakhir Sena dengan wajah dongkolnya memasuki tubuh Lasmana Pandya. Sedangkan ia sendiri terdiam mendengarkan ucapan Sena. Kini sudah jelas bahwa masalah yang menimpa tanah kelahirannya bukan sesederhana yang ia pikirkan.
"Tuan muda, Sena tidak marah. Tapi dia sangat kecewa karena Tuan Muda terlalu naif," ucap Ying Lian dipikiran Lasmana Pandya.
Lasmana Pandya terdiam dan hanya duduk ditengah tanah yang sekitarnya hany terdapat lava api gunung Kidul.
"Jika itu kebenarannya, maka aku akan menyelidikinya, namun saat ini aku harus mengusir para penjajah di tanah Jawa ini."
Swuuuuush!
Sesaat setelah perdebatan, Lasmana Pandya mengeluarkan ratusan kristal jiwa milik Kultivator asing yang telah ia bunuh. Sejam setelah semua energinya pulih, ia memutuskan untuk berkultivasi ditempat itu.
Puluhan mutiara jiwa milik Hewan Iblis ditingkat Langit satu hingga dua juga ia keluarkan lalu ia taburkan di sekelilingnya.
Swoooosh!
Teknik Kultivasi Dewa Pembunuh mengedar dari tubuhnya, dan menyerap seluruh energi mutiara jiwa milik hewan iblis dengan kecepatan tak kasat mata.
Tiga hari berlalu, Lasmana Pandya belum merasakan terobosan ketingkat Langit dua, namun kini hanya tersisa tiga mutiara jiwa milik hewan iblis tingkat dua yang tersisa.
Satu jam kemudian.
Swooooosh! Baaaaams!
Ledakan kecil teredam didalam tubuhnya, yang menandakan kini ia telah naik tingkat Langit Dua. Dengan begitu ia kini dapat mengalahkan tiga tingkat diatasnya, sedangkan empat tingkat ia hanya bisa mengimbanginya. Dan untuk membunuhnya, mungkin ia memerlukan pertarungan yang sengit. Bahkan ia juga bisa terbunuh jika lawannya lebih pintar dan terampil.
Tak berhenti disitu saja, dengan segera ia menaburkan ribuan kristal jiwa untuk memadatkan pondasi jiwanya. Semakin tinggi ranah kultivasi, maka kristal jiwa yang ia butuhkan cukup banyak.
Satu hari telah berlalu, akhirnya semua kristal jiwa hancur menjadi debu. Tubuhnya terasa ringan, seluruh indera yang ada ditubuhnya semakin menajam.
__ADS_1
"Sena apakah kamu masih marah denganku? Maafkan aku yang tidak mengetahui semua permasalahan yang ada ditanah Jawa ini," ucap Lasmana Pandya yang menghilangkan egoisnya.
"Tuan muda, aku juga meminta maaf telah keras terhadapmu, tapi percayalah kami hanya ingin dunia ini menjadi tenang dan damai. Beberapa tahun, atau puluhan tahun lagi. Dunia ini tidak akan baik baik saja, jadi lebih baik anda segera menjadi lebih kuat." Ucap Sena.
Lasmana Pandya mengangguk, kemudian Sena kembali menjelaskan bahwa cincin waktunya kini dapat ia masuki sesukanya, dan jika ia ingin hewan iblis, dan suci ia dapat memasukannya kedalam cincin waktu.
Swoooosh!
Naga Bumi muncul setelah Lasmana Pandya memanggilnya, namun tubuhnya kini hanya sepanjang dua meter saja, tidak seperti awal pertemuannya.
"Tuan muda, hamba siap menjalankan tugas," ucap Naga Bumi hormat.
"Baik sekarang aku ingin menuju kerajaan Bai Shi dapatkah aku menggunakanmu untuk mempercepat waktu perjalanan."
"Tentu bisa tuan muda."
Swuuush!
Pada akhirnya Lasmana Pandya keluar dari kawah gunung dan meninggalkan gunung Kidul bersama Naga Bumi, sedikit mengalami mual saat pertama kali terbang di langit. Lasmana Pandya mencoba membiasakan dirinya dengan cara berkomunikasi dengan Naga Bumi.
"Emmm, nama yang bagus. Baiklah aku akan menerimanya, terimakasih Tuan Muda." Ucap Bumi Arta penuh hormat.
Lasmana Pandya mengangguk, kemudian ia bercerita tentang awal perjalannya hingga tiba ke Gunung Kidul. Bumi Arta yang tadinya merasa bahwa kini ia hanya menjadi budak manusia terdiam. Karena apa yang ia pikirkan salah besar, dan kini pikirannya bertambah luas tentang manusia.
"Ternyata tidak semua manusia menjadikan Hewan iblis menjadi budak mereka. Tuan muda ini selain kekuatannya diluar nalar ku, dia juga sangat baik. Tentu aku akan melayaninya dengan sepenuh hati," ucap didalam hati Bumi Arta melihat kepolosan Lasmana Pandya.
"Tuan muda, didepan sepertinya ada kota besar." Ucap tiba tiba Bumi Arta.
Lasmana Pandya mengangguk, kemudian ia meminta Bumi Arta untuk menghindari terbang diatas kota itu agar tidak membuat para warga ataupun pihak kota terasa terancam.
Swuuuuush!
Bumi Arta mengganti arahnya, lalu tetap melanjutkannya kearah Kerajaan Bai Shi. Dengan menggunakan kecepatan Bumi Arta menuju Kerajaan Bai Shi, mereka hanya membutuhkan sepuluh hari untuk tiba.
Mereka terus berkelebat melewati kota yang masih berada di wilayah kerajaan Sangsakerta, hingga tiba diwilayah kerajaan Telaga Sunyi.
__ADS_1
"Hari sudah mulai gelap, lebih baik cari kota terdekat untuk tempat peristirahatan kita." Perintah Lasmana Pandya.
"Baik tuan muda," balas Bumi Arta.
Swuuuuush!
Ia terbang lebih cepat sesuai permintaan Lasmana Pandya. Tiga puluh menit berlalu, hari juga telah menginjak malam. Keduanya tiba didepan gerbang kota Banyu Biru sejauh satu kilometer dari kota tersebut, dan menghentikan terbangnya.
"Tuan," ucap Bumi Arta yang telah mendarat, dan hendak memasuki cincin waktu.
"Bumi Arta tunggu!" Ucap Lasmana Pandya menghentikan Bumi Arta.
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan?" Tanya Bumi Arta.
"Bukankah kamu bisa berubah menjadi wujud manusia? Mari temani aku minum arak untuk melupakan semua hal yang telah terjadi baru baru ini," ucap Lasmana Pandya.
Bumi Arta yang tidak mengenal arak, karena setelah ia berevolusi, ia hanya terus berada dipuncak gunung Kidul, sehingga ia tidak mengenal arak, jadi kini ia hanya mengikuti permintaan Bumi Arta.
Swusssh!
Bumi Arta mengubah wujudnya menjadi manusia, setelah sesaatnya Lasmana Pandya memberikan pakaian yang lebih layak untuk Bumi Arta.
Sesampainya didepan gerbang.
"Tuan mohon identitasnya," ucap ramah penjaga gerbang.
"Tuan, kami berdua hanya penduduk desa yang ingin singgah dikota Banyu Biru."
"Heem baiklah, masing masing dari anda harus membayar dua puluh kristal jiwa untuk memasuki kota Banyu Biru sesuai dengan peraturan kota."
Tanpa banyak kata, Lasmana Pandya memberikan empat puluh kristal jiwa. Kini uang atau kristal jiwa bukan lagi masalahnya. Karena masih banyak cincin ruang milik Kultivator yang ia bunuh belum ia gunakan.
Setelah memasuki kota, dan tiba disebuah penginapan yang juga terdapat resto didalamnya. Pelayan penginapan segera menyambut mereka berdua dengan hormat.
"Tuan selamat datang di penginapan Bunga Persik," sambut ramah sang pelayan.
__ADS_1
Lasmana Pandya hanya menanggapinya dengan anggukan kepala, setelah itu mereka berdua memesan kamar, dan juga makanan serta dua guci arak. Karena ia menebak bahwa Bumi Arta menyukai arak, sehingga ia memesan dua guci arak.