Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Gunung Yin.


__ADS_3

Swuuush!


Pedang tingkat Dewa milik Lasmana Pandya akhirnya bergerak kearah Hong Xiao setelah Lasmana Pandya mengibaskan tangannya secara tepat dihadapan Hong Xiao. Hong Xiang yang melihat pedang itu terbang dengan kecepatan ekstrem merubah wajahnya menjadi panik.


"Bahaya!" Teriaknya kemudian membuat perisai dari segel tangan.


Swuuuuung! Dhuuuuuaar! Dhuuuaar!


Ledakan bergema disaat pedang tingkat Dewa menghantam perisai perlindungan yang dibuat oleh Hong Xiao. Wajahnya sedikit tenang, namun sekedipan mata Lasmana Pandya muncul di atas langit telah menggenggam pedang tingkat Dewa.


"Mari kita akhiri pertarungan ini!" Ucap Lasmana Pandya.


"Pemusnah Nirwana!" Lasmana Pandya kembali berteriak sambil memutarkan tubuhnya.


Swuuuuush!


Seuliet energi Qi tebasan pedang melesat deras secara ekstrem dengan tekanan Qi yang luar biasa menyapu kearah Hong Xiao. Seketika Hong Xiao menambah daya tahan perisai perlindungannya.


"Segel Jiwa! Raga Abadi!" Teriaknya pasrah mencoba keuntungan.


Swuuuuung!


Tubuh Hong Xiao bersinar kehitaman, Qi iblis miliknya berputar putar mengelilingi tubuhnya memperkuat perisai pertahanan.


"Naif!" Ucap Lasmana Pandya dalam hati kemudian membuat perisai untuk melindungi tubuhnya.


Dhuuuaar! Dhuuuaar!


Ledakan bergema dua kali berturut turut, dibarengi dengan suara pecahan energi yang saling berbenturan. Kabut asap meliputi area pertempuran, setelah sesaatnya kabut menghilang. Hong Xiao telah terkapar tanpa nyawa didalam lubang tanah yang terbentuk kawah.


***


Tak jauh dari goa yang Yue Xong gunakan untuk berlatih.


Swuuuuush!


Sosoknya muncul dimulut goa, hal yang pertama ia lihat adanya perisai yang menutup mulut goa.


"Tuan muda," ucapnya panik, karena ia tahu mungkin Lasmana Pandya sedang melakukan pertempuran.


Dhuuuuuuaar!


Segenap tenaga Yue Xong, ia mengerahkan delapan puluh persen kekuatannya untuk menghancurkan perisai dimulut goa. Hingga percobaan kelima kali, akhirnya ia berhasil menghancurkan perisai dan segera melesat kearah suara pertempuran.

__ADS_1


Sesampainya.


Ia terkejut, karena ia melihat Lasmana Pandya telah membunuh seorang Jendral dari Kekaisaran Hong.


"Yue Xong," sapa Lasmana Pandya tiba tiba muncul.


"Tuan muda..." Ucapnya hormat.


Lasmana Pandya mengangguk, dan kemudian ia segera menghampiri mayat Hong Xiao serta segera mengambil darah dan juga cinci penyimpanan mereka.


"Yue Xong, bantu aku membersihkan aura pertempuran dan bekas pertempuran ini," ucap Lasmana Pandya panik merasakan dua Komandan suruhan Hong Xiao mendekat.


Yue Xong mengangguk, dan kemudian ia menyerap dedaunan yang berantakan disekitar area pertempuran menumpuk dibekas lubang mayat Hong Xiang.


Setelah itu.


Swuuuuush! Swuuuush!


Lasmana Pandya merubah wujudnya menjadi Hong Xiang, Yue Xong juga merubah wujudnya menjadi Bai. Tak berselang lama, dua Komandan dengan wajah panik menghampiri Lasmana Pandya dan Bai.


Swuuuuush! Swuuuush!


"Jendral..." Sapa mereka.


"Saudara Bai apa yang terjadi?" Tanya salah satunya.


"Tidak ada apa apa, hanya saja pembunuh yang membunuh anakku telah terbunuh, namun Komandan Pei telah tewas akibat kelalaiannya," ucap Lasmana Pandya sambil menggelengkan kepalanya.


Kedua komandan itu terkejut, sekaligus mengerti alasan Bai sedikit merasa ketakutan.


"Jendral tapi bagaimana kondisi anda?"


"Aku baik baik saja," ucap Lasmana Pandya sambil memperlihatkan tubuhnya.


"Syukurlah jika begitu, karena pembunuh anak Jendral sudah ditemukan, bagaimana dengan mayat anak anda Jendral?" Tanya lagi.


Lasmana Pandya memberikan penjelasan singat yang membuat keduanya mengangguk anggukan kepalanya. Sedangkan Yue Xong berdecak kagum dengan akting yang ditunjukan oleh Lasmana Pandya.


"Tuan muda benar benar hebat." Ucapnya dalam hati.


"Jendral, lebih baik kita segera kembali ke Gunung Yin, karena kita hanya memiliki waktu sepuluh hari untuk menyelediki keanehan didalam kawah tersebut," ucap salah satu Jendral mengingatkan.


Lasmana Pandya yang juga sedang memahami semua peristiwa, dan ingatan Hong Xiao kemudian mengangguk.

__ADS_1


Swuuuuush! Swuuuuush!


Keempat sosok tersebut melesat kearah selatan menuju kearah gunung Yin. Didalam perjalanan, Yue Xong terus berdecak kagum mengenai kitab yang ia pelajari. Karena bagaimanapun aura Kultivasinya, dan seluruh tubuhnya sangat mirip dengan sosok yang ditirunya.


Kedua Komandan yang mengikuti dari arah belakang tiba tiba menghentikan perjalanannya. Namun Lasmana Pandya tetap melanjutkan perjalanannya bersama Yue Xong yang kini merasa panik takut penyamaran mereka akan terbongkar.


"Yue Xong tenanglah," ucap Lasmana Pandya terus terbang.


Yue Xong mengangguk, sedangkan dua Komandan tersebut berbincang melalui telepatinya.


"Saudara, apa kau tidak merasa aneh, Jendral Hong Xiao seperti tidak merasa sedih setelah kematian anaknya," ucap Komandan Lie.


"Saudara, ingatlah mungkin karena dia telah membunuh pembunuh anaknya, jadi kita perlu mencurigainya. Dan yang terpenting, kita harus selesaikan misi di gunung Yin."


Lie mengangguk, setelah itu mereka berdua menyusul Lasmana Pandya dan Yue Xong kearah gunung Yin.


"Tuan muda, sepertinya mereka tidak mencurigai kita," ucap telepati Yue Xong.


Lasmana Pandya hanya mengangguk, dua jam perjalanan akhirnya keempatnya tiba di markas besar Kekaisaran Hong yang sedang menyelidiki adanya keanehan didalam kawah gunung.


"Jendral, Komandan..." Sapa penjaga markas.


Lasmana Pandya hanya mengangguk, dan setelah itu ia menatap Lie dan Komandan Ao.


"Lie, Ao kalian berjaga lah, aku ingin beristirahat sejenak," ucap Lasmana Pandya kemudian menatap Bei agar segera mengikutinya.


"Baik Jendral," ucap mereka kompak.


Lasmana Pandya kemudian melanjutkan perjalanannya menuju tempat peristirahatan milik Hong Xiao melalui ingatannya. Sesampainya.


"Tuan muda, apa rencana kita selanjutnya," ucap Yue Xong.


"Menurut dari ingatan Hong Xiao, Kaisar Hong mengutus mereka kemari untuk menyelidiki keanehan yang terjadi didalam kawah, karena satu tahun ini dari dalam kawah terjadi gerakan aneh yang ditimbulkan oleh lava sangat panas yang selalu meledak ledak dan disertai aura gelap yang sangat kuat. Karena itu kita akan tetap melaksanakan misi ini dan seolah olah kita melakukan tugas dari Kaisar Hong."


"Juga sepertinya terdapat rahasia besar yang menyebabkan hal ini, karena itu aku juga tertarik."


Yue Xong mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda mengerti, setelah itu Lasmana Pandya mengingatkan lagi Yue Xong.


"Setelah ini kau harus terbiasa bercengkerama dengan Lie, dan Ao. Ingatlah lakukan sebisamu, anggap saja dia saudaramu sendiri," ucap Lasmana Pandya sambil menahan tawanya.


"Baik tuan muda, aku undur diri," ucap Yue Xong meninggalkan tempat peristirahatan milik Hong Xiao.


Setelah melihat Yue Xong pergi, Lasmana Pandya kemudian mencari buku informasi yang selalu dicatat oleh Hong Xiao. Tak lama untuk menemukannya karena ia sendiri memiliki ingatan Hong Xiao. Lasmana Pandya langsung membuka buku tersebut dan mulai memahami penelitian menurut Hong Xiao.

__ADS_1


Lima belas menit membaca, Lasmana Pandya kemudian menutup buku informasi tersebut. Kedua alisnya menyatu, dari penelitian milik Hong Xiao yang ia baca. Lava yang sering meledak ledak itu mampu menghancurkan seorang Kultivator diranah Glory Empat kebawah. Aura Yin dan energi besar yang terus meluap membuatnya menyimpulkan adanya sumber daya, ataupun artefak didalam kawah gunung Yin ini. Senyum misterius ia sunggingkan, meskipun ia tahu ini sangat berbahaya, tapi ia tetap akan melakukan apapun untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat.


__ADS_2