Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
S2 Bab 21 (Menyudahi Persaingan)


__ADS_3

Masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, mungkin hal ini masih terlalu mnegejutkan. Namun jelas sekali terdengar apa yang dibicarakan oleh saingannya itu adalah benar.


"Kau bercanda atau seperti ini hanya karena kau merasa kesal aku sudah mengalahkan kamu dalam persaingan bisnis ini?"


Bimo menggeleng pelan, jelas dia sudah tidak ingin menjadi orang tua yang egois lagi. Bimo hanya ini dirinya bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Karena sejak di rumah Sarah waktu itu, jelas Bimo melihat bagaimana kedua putrinya yang terluka hanya karena kekegoisannya selama ini.


"Aku hanya ingin anakku bahagia. Apalagi sekarang cucuku harus tidak tahu sosok seorang Ayah. Dia membutuhkan Ayah kandungnya, dia membutuhkan Felix" ucap Bimo apa adanya.


Ayah Felix menggeleng pelan, dia tentu tidak menyangka akan mengetahui tentang fakta ini. Karena Felix juga tidak pernah membicarakan tentang Ajeng lagi setelah dia memutuskan untuk menerima perjodohan darinya.


"Jangan gila kamu, bukannya anak kamu Putri Ajeng itu sudah pernah menikah. Tentu saja anak itu pastinya anak dari mantan suaminya. Jangan jadi mencari kambing hitam seperti ini"


Bimo menghela nafas pelan, dia menggeleng untuk menyangkal ucapan dari Ayah Felix itu. "Seandainya saat itu aku tidak egois, mungkin aku juga tidak akan membiarkan Ajeng menderita seperti ini dan bahkan aku juga mengorbankan anak lain hanya untuk mempertanggung jawabkan hal yang tidak dia perbuat, karena sejatinya Sherin adalah anak Felix"


Penjelasan dari Bimo masih membuat Ayah merasa tidak percaya. Sudah tiga tahun lebih, dan dia baru mengetahui tentang fakta satu ini. "Aku tidak bisa untuk langsung percaya tentang apa yang kau ucapkan barusan. Tapi mari kita lakukan tes DNA agar semuanya jelas"


Bimo mengangguk setuju, mungkin memang harus ada bukti yang kuat untuk membuat Ayah percaya jika Sherin itu adalah cucunya juga.


Dan setelah hari itu, mereka memutuskan untuk melakukan tes DNA diantara Sherin dan Felix. Sebenarnya Felix juga suda membicarakan tentang Sherin yang kemungkinan besar adalah anak kandungnya pada istrinya. Dan tentu saja respon dari istrinya itu tidak akan mudah menerima kenyataan ini.


Hingga akhirnya dia langsung keluar dari rumah dan meminta Felix untuk menceraikannya. Dan sepertinya sudah tidak ada pilihan lain lagi. Lagi pun, pernikahan Felix dan istrinya itu tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bagaimana selama mereka menikah, mereka selalu saja merasa asing satu sama lain.

__ADS_1


Hari ini adalah hari dimana hasil dari tes DNA itu keluar, Felix dan Ayah juga Ibunya ikut hadir hanya untuk mendengar jelas bagaimana hasil dari tes DNA diantara Felix dan Sherin. Bimo yang ditemani oelh Putri Ajeng, hanya terlihat biasa saja, karena memang dirinya yakin semuanya akan cocok. Karena Putri Ajeng juga yakin kalau Felix adalah Ayah kandung dari Sherin.


Dokter mulai membuka hasil dari tes DNA itu, dia mengamatinya sebentar hingga mulai membacanya. "Dari sini kita bisa lihat kalau saudara Felix 100% adalah Ayah kandung dari Putri Sherina"


Dan Felix langsung memejamkan mata, entah kenapa bibirnya malah tersenyum bahagia. Meski terlalu lama berpisah dengan Putri Ajeng, namun dia masih mempunyai harapan jika hari ini akan kembali bisa bersama dengannya. Apalagi dengan Sherin yang menjadi alasan utamanya.


"Baik Dok, terima kasih banyak" ucap Bimo.


Saat mereka semua keluar, Putri Ajeng hanya diam saja menunduk. Dia juga bingung harus berkata apa saat ini. Ketika semua orang sudah mengetahui siapa Ayah kandung dari Sherin yang sebenarnya. Meski sebenarnya tidak akan mudah bagi keluarga Felix untuk menerima kenyataan mengejutkan ini.


"Aku akan menikahi Ajeng"


"Mungkin memang do'a Ibu selama ini untuk bisa segera mempunyai cucu dari kamu, sudah terwujud sekarang, Felix. Ibu akan menyetujui jika kamu memang ingin segera menikahi Putri Ajeng" ucap Ibu sambil mengelus bahu anaknya, dia bisa merasakan menjadi seorang wanita. Bagaimana sulitnya Putri Ajeng saat dia mengetahui jika dirinya sedang hamil tanpa suami.


Ayah mnghembuskan nafas pelan, sepertinya memang sudah saatnya dia bersikap tidak egois lagi pada anaknya ini. "Bimo, sepertinya kita sudahi persaingan bisnis diantara kita ini. Demi anak-anak kita dan cucu kita juga, aku akan berhenti untuk bersikap egois"


Bimo mengangguk sambil tersenyum tipis, tentu saja dirinya juga sudah lebih bisa memendam semua sifat arogan dan egois dalam dirinya sebagai orang tua. Bimo juga hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia mulai saat ini.


Bimo menepuk bahu Ayah, dia memeluknya sekilas. "Kita akan menjadi besan, jadi kita sudahi persaingan itu. Sekarang kita adalah keluarga, semuanya demi anak-anak dan cucu kita juga"


Putri Ajeng sampai tidak percaya bisa melihat Ayahnya dan Ayah Felix bersatu dan saling memaafkan seperti ini. Padahal sejak dulu mereka selalu saja tidak bisa akur, bahkan Bimo sangat murka saat mengetahui jika Ajeng berpacaran dengan Felix dibelakangnya. Tapi sekarang akhirnya bisa berdamai juga satu sama lain.

__ADS_1


********


Yara tersenyum melihat Sherin yang terlelap disampingnya. Tadi pagi dia mendapat kabar kalau hasil tes DNA antara Sherin dan Felix akan keluar. Jadi dia minta sama Ajeng untuk membiarkan Sherin di titipkan di rumahnya saja. Apalagi hari ini Fadil juga sedang libur bekerja.


Fadil memeluk istrinya dari belakang, mengecup bahunya dengan lembut. "Barusan aku dapat pesan dari Felix, katanya mereka akan segera menikah setelah perceraian Feix dan istrinya selesai"


Yara mengangguk, dia menoleh pada suaminya dan mengecup pipinya. "Syukurlah kalau semuanya sudah terselesaikan. Aku senang mendengarnya"


Fadil mengangguk, setidaknya mulai sekarang dia tidak akan lagi merasa kasihan pada Sherin karena tidak mempunyai Ayah, hingga dia sering mengabaikan istrinya hanya karena Sherin sakit atau rewel. Fadil selalu tidak tega melihat anak sekecil Sherin yang harus menerima kenyataan jika dirinya memang tidak mempunyai Ayah. Hingga Fadil selalu berusaha menjadi seorang Ayah yang baik untuknya.


Tapi sekarang dia tidak akan lakukan itu lagi, dia sudah tahu siapa Ayah kandung Sherin dan orang tuanya juga sebentar lagi akan menjadi lengkap. Jadi, mulai sekarang Fadil hanya akan fokus pada istrinya dan kesehatannya itu.


"Sayang, apa kamu tidak merasakan keluhan saat sudah tiga minggu ini tidak pernah lagi minum obat?"


Selalu saja Fadil bertanya seperti itu, karena dia takut kalau istrinya itu mengalami sebuah keluhan namun dia tidak berani bicara padanya. Fadil hanya tidak mau kalau sampai Yara kenapa-napa lagi.


Yara menggeleng pelan. "Tidak, aku baik-baik saja. Sepertinya memang daya tubuhku sudah mulai membaik dan normal kembali. Jadi tidak minum obat saja, aku masih baik-baik saja. Sudah, kamu tenang saja. Kalaupun aku merasa keluhan, aku pasti akan bilang sama kamu kok"


Fadil mengangguk, dia semakin mengeratkan pelukannya. Bersyukur sekali jika istrinya ini bisa segera terbebas dari semua obat-obatan itu. Karena Fadil juga hanya ingin melihat istrinya yang sembuh total tanpa harus bergantung lagi pada obat-obatan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2