Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Melamar Sarah?!


__ADS_3

Yara berdiri di depan jedela besar ruangan suaminya. Pemandangan yang menuju ke jalanan di bawah sana. Yara melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Yara tersenyum tipis, masih mengingat dengan jelas bagaimana kisahnya sampai bisa seperti sekarang. Yara masih tidak menyangka jika saat ini dirinya dan Fadil sudah menikah.


"Sayang.." Fadil memeluk Yara dari belakang, dia baru saja selesai meeting. "...Kita makan siang yuk"


Yara mengelus tangan Fadil yang melingkar di perutnya. Terlihat cincin pernikahan yang terpasang di jari manis keduanya.


"Sudah selesai meeting nya? Mau makan siang dimana?"


"Terserah, kamu mau makan dimana?"


Fadil memutar tubuh istrinya hingga menghadap ke arahnya, Fadil tersenyum melihat istrinya yang sekarang sudah sehat. Fadil mengelus pipi Yara yang masih terlihat tirus itu.


"Kamu harus banyak makan, biar pipi kamu ini kembali chubby lagi seperti dulu"


Yara tersenyum mendengar itu, tentu saja sejak sembuh naf*su makannya masih belum kembali stabil. "Aku masih belum berselera makan, memangnya kalau aku kembali gendut kayak dulu, kamu tidak akan selingkuh lagi?"


Fadil mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya. Tentu dia selalu melihat tatapan penuh luka dan kecewa ketika Yara mengatakan hal itu. Bekasnya masih ada hingga sekarang, cinta tulusnya yang terkhianati begitu meninggalkan bekas yang mendalam.


"Sayang, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu lagi. Karena aku sadar sekarang, jika hanya kamu yang aku butuhkan dan kamu yang paling berharga untukku"


Yara tersenyum, dia tahu ittu. Yara mengelus pipi Fadil dengan lembut. "Aku mengerti Sayang, hanya saja aku selalu takut jika kamu akan mengulangi hal yang sama. Tahu gak? Kebanyakan orang bilang jika sekali sudah pernah selingkuh, maka akan selalu mengulanginya"


"Jangan pernah mendengarkan perkataan orang. Semuanya kamu yang merasakan dan kamu yang menjalani. Jadi, jangan pernah meragukan ketulusan aku lagi. Sayang, aku sudah pernah menyesal karena mengkhianati kamu, dan penyesalan itu sangat membuat aku tersiksa. Aku tidak mau kembali merasakan penyesalan itu"


Yara mengangguk, tentu saja dia akan tetap percaya pada suaminya. Meski terkadang rasa takut di khianati lagi akan tetap ada dalam diri Yara. Trauma yang masih belum hilang.


"Ayo kita makan siang"

__ADS_1


Yara menggandeng tangan suaminya keluar dari ruangan itu. Berjalan menuju lift, mengangguk dan tersenyum setiap ada yang berpapasan dengan mereka.


"Sayang, aku bangga sama kamu karena sekarang kamu sudah bisa mendirikan perusahaan ini sendiri. Kamu ingat gak, aku pernah bilang sama kamu kalau kamu pasti akan sukses"


Fadil mengangguk, dia tahu jika hidupnya saat ini semuanya karena Yara yang selalu memberi semangat pada Fadil. Hingga Fadil bangkit dan tidak pernah menyerah untuk terus berusaha.


"Terima kasih ya, karena kamu selalu ada di sampingku dan selalu memberikan semangat padaku"


#######


Yara menunduk saja ketika dia masuk ke dalam Restaurant itu. Banyak orang yang menatapnya dengan bisik-bisik yang terdengar. Mungkin mereka aneh dengan Fadil yang membawa wanita seperti Yara. Seusai dinyatakan sembuh, penampilan dan kondisi Yara masih belum benar-benar stabil dan kembali normal.


"Jangan dengarkan mereka" bisik Fadil pada Yara


Yara hanya tersenyum dan mengangguk, mereka tidak tahu saja jika suaminya sudah benar-benar marah. Maka Fadil tidak akan menahan diri untuk memberikan peringatan pada mereka.


Fadil menggenggam tangan istrinya yang berada di atas meja. "Kenapa? Apa karena mereka semua? Mau aku memberikan mereka peringatan?"


Yara langsung menahan Fadil yang sudah akan berdiri dari duduknya. "Jangan melakukan itu, aku hanya tidak mau melihat kamu malu dengan keadaan aku ini. Pastinya mereka hanya heran melihat kamu membawa wanita seperti..."


"Seperti apa? Hmm?"


Yara terdiam, dia menundukan wajahnya. Sudah terlalu banyak kekurangannya yang membuat dirinya semakin tidak percaya diri saat bersama dengan Fadil.


"Sedikit pun aku tidak pernah malu membawa kamu kemana pun. Kamu adalah kekasih hatiku sampai kapanpun dan bagaimana pun keadaan kamu"


Yara tesenyum dengan matanya yang berkaca-kaca. Tentu saja dia merasa sangat terharu dengan ucapan suaminya itu. Bagaimana Fadil yang begitu tulus menerima dirinya dengan keadaan seperti ini.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang"


#######


Malam ini, Keanu benar-benar datang ke kediaman Bimo. Dia benar-benar sudah yakin dengan keputusannya untuk menikahi Sarah. Kedatangan Keanu, tentunya di sambut hangat oleh Bimo karena dia yang memang sudah mengenal Keanu sejak jaman kuliah.


"Saya akan langsung to the point saja, Om. Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk melamar Putri Sarah, saya ingin menikahi Putri Sarah dan manjadikan dia sebagai istri saya"


Tentu apa yang diucapkan oleh Keanu, membuat Bimo dan Putri Ajeng juga terkejut mendengarnya. Ajeng tahu jika Kakaknya itu sudah lama sekali mengincar Keanu. Namun tidak tahu jika mereka sudah berpacaran selama ini.  Sementara Bimo, bahkan tidak tahu apa-apa tentang hubungan Sarah dan Keanu. Yang dia ketahui hanya tentang mereka yang berteman baik sejak masa kuliah.


"Wah.. Om merasa terkejut sekali dengan maksud kedatangan Nak Keanu kesini. Tapi jika memang tujuan kamu untuk melamar Putri Sarah, Om tidak  bisa memberikan jawaban apapun. Om serahkan semuanya pada Sarah"


Sarah yang duduk di samping adiknya hanya menunduk dengan tangan meremas rok yang di pakainya. Dia menghembuskan nafas pelan, lalu mendongakan wajahnya dan menatap Keanu dan Ayahnya secara bergantian.


"Kalau Papi mengizinkan Sarah untuk menikah, maka Sarah akan menerima lamaran Keanu"


"Tentu Papi akan menyetujuinya, apalagi Papi sudah lama kenal dengan Keanu. Sarah, Papi minta maaf jika selama ini selalu mengabaikan kamu. Bahkan terkesan tidak pernah memperdulikan kamu. Namun, sekarang Papi tidak akan lagi mengekang kamu. Papi akan mendukung semua keputusan kamu"


Mata Sarah mulai berkaca-kaca, kini dia bisa merasakan bagaimana Ayahnya yang bisa mengerti perasaan Sarah selama ini. Sarah yang selalu menekan dirinya sendiri hanya untuk membuktikan pada Ayahnya jika dia bisa membuat bangga. Namun tetap tidak berarti apa-apa bagi Bimo, hingga sekarang mungkin Bimo sudah mulai menyadari kesalahannya pada anaknya.


"Untuk itu, aku akan menerima lamaran Keanu karena Papi sudah mengizinkannya. Izinkan Sarah mulai menempuh hidup baru Sarah dan menjalani kehidupan yang baru"


Bimo mengangguk, dia sedikit mengusap ujung matanya karena merasa terharu dan tidak menyangka jika anak pertamanya sudah mempunyai pilihan sendiri dan tujuan hidup sendiri.


"Saya berniat akan melaksanakan pernikahan dalam satu bulan terkahir. Mungkin masih mempunyai waktu sekitar 3 minggu lagi untuk mempersiapkan semuanya" ucap Keanu dengan bersemangat karena sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Sarah atas lamarannya ini.


"Baiklah, lebih cepat lebih baik"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2