Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
S2 Bab 16 (Berjuang Demi Anak Kita)


__ADS_3

Duduk di sebuah bangku taman di malam hari, hanya ada penerangan dari lampu taman karena malam ini cukup mendung, hingga tidak ada cahaya bintang dan bulan. Suasana di taman memang sangat sepi, karena semua orang sedang berada di dalam rumah.


Putri Ajeng masih tidak percaya dia akan duduk berdampingan seperti ini lagi bersama dengan pria yang dulu sangat dia cintai. Entah bagaimana dirinya harus berbicara dan memulai semuanya, apalagi saat tadi dia mendengar ucapan Felix yang sangat mengejutkan.


"Sebenarnya darimana kamu mendengar kabar tidak jelas itu?" tanya Ajeng pada akhirnya, masih mencoba untuk menutupi kebenaran.


Felix menoleh, menatap Putri Ajeng yang masih terlihat sama. Kekasih hatinya ini tidak pernah berubah sejak tiga tahun lalu mereka memutuskan untuk mengakhiri semuanya, karena keadaan yang tidak mendukung mereka bisa bersama.


"Jadi, apa yang aku katakan ini benar? Jika Fadil sudah melakukan tes DNA dan dia mengetahui jika Sherin bukanlah anaknya, maka dia pasti anakku. Iya 'kan?"


Ucapan Felix itu membuat Putri Ajeng terdiam, sungguh dia jadi bingung bagaimana menjelaskan semuanya. Sekarang dia faham kenapa Felix tiba-tiba kembali muncul lagi di kehidupannya, pasti karena Fadil yang menemuinya dan membicarakan tentang kenyataan yang ada.


"Untuk apalagi kamu menanyakan tentang itu. Apa kamu tidak puas membuat aku terluka selama ini, melihat kabar pernikahanmu dan menerima undangan pernikahan kamu dengan wanita lain, disaat aku masih sangat mencintaimu" ucap Ajeng dengan suara yang bergetar.


Sungguh, saat ini dia ingin meluapkan segala beban yang ada dalam dirinya selama ini. Tentang lukanya yang tidak pernah terlihat oleh siapapun. Dan dia yang selalu dianggap menjadi wanita jahat oleh semua orang, tanpa tahu apa yang sebenarnya pernah Putri Ajeng alami selama ini.


Felix terdiam, tangannya perlahan memegang dadanya yang terasa sakit ketika mendengar ucapan Ajeng yang penuh dengan luka itu. Apalagi ketika dia mulai terisak. Membuat Felix tidak bisa menahan diri untuk tidak menariknya ke dalam pelukan. Rasanya sudah lama sekali Felix tidak menenangkan wanitanya ketika dia bersedih seperti ini.


"Aku minta maaf, tapi kenapa kamu tidak pernah bilang jika saat itu kamu mengandung anakku" ucap Felix.

__ADS_1


Putri Ajeng hanya terus menangis dalam pelukan Felix, rasanya dia masih belum bisa menahan diri untuk tidak menangis saat ini. "Percuma saja aku bilang sama kamu, saat aku mengetahui jika aku hamil. Maka kamu sudah menikah dengan wanita pilihan orang tua kamu. Dan Papi juga melarang aku untuk bicara tentang kehamilan ini"


Felix menghembuskan nafas kasar, persaingan bisnis ini telah menghancurkan hidup dirinya dan Ajeng. Hingga sekarang pernikahannya saat ini juga tidak baik-baik saja karena Felix tidak bisa mencintai istrinya. Felix yang hanya menjalani pernikahan sesuai permintaan dari orang tuanya. Buka berarti dia bahagia dengan pernikahan ini.


"Apa bisa jika sekarang kita mulai berjuang kembali untuk semuanya. Demi anak kita" ucap Felix.


Putri Ajeng langsung melerai pelukannya, dia menatap Felix dengan matanya yang basah. "Rasanya tidak mungkin, karena sampai kapan pun orang tua kita tidak akan pernah merestui kita"


Felix menangkup wajah Ajeng, menghapus air matanya. "Kita harus lebih berjuang lagi, mungkin dulu kita ini kurang berjuang hingga tidak bisa bersama. Apalagi sekarang sudah ada Sherin, kita harus memperjuangkan semuanya demi anak kita"


Mengingat semua yang dia alami, membuat Ajeng semakin menangis menjadi. "Gara-gara kehamilan itu, aku sudah menghancurkan hubungan orang yang saling mencintai. Aku sudah tidak seperti Putri Ajeng yang dulu, aku sudah berubah menjadi sosok gadis yang sangat egois"


"Kita coba lagi ya, bagaimana? Kali ini aku benar-benar akan berjuang agar bisa bersama kamu dan Sherin" ucap Felix dengan penuh keyakinan.


Ajeng langsung melepaskan pelukannya, dia berdiri dan mengusap air matanya dengan kasar. "Jangan gila kamu, sekarang situasinya berbeda. Jangan membuat semuanya semakin rumit. Biarkan saja semuanya tetap seperti ini. Meski aku bukan Ibu yang baik untuk Sherin, tapi aku akan tetap berusaha untuk menjaganya dan memberikan yang terbaik padanya"


Putri Ajeng langsung berlalu dari hadapan Felix. Dirinya bingung harus bagaimana dengan ucapan Felix itu. Karena nyatanya dia tahu kalau Felix juga sudah terikat dengan sebuah pernikahan. Jadi tidak mungkin dia bisa membuat mereka bersama kembali.


"Ajeng"

__ADS_1


Deg,, Putri Ajeng langsung menoleh dan dia terkejut melihat Sarah yang berdiri bersandar di balik dinding dekat pintu belakang ke arah taman. Ajeng sedikit mematung melihat Kakaknya itu.


"Ka-kakak"


Sarah memejamkan matanya, dia mendengar semuanya tentang ucapan diantara keduanya tadi. Ketika selama ini dia merasa jika dirinya yang paling di kekang oleh Papinya, dan Putri Ajeng yang selalu mendapatkan kebebasan untuk apapun yang dia lakukan dan keputusan apapun yang dia ambil. Tapi ternyata adiknya ini juga mendapat sebuah kekangan dari Ayah mereka.


"Jadi, selama ini kamu mempunyai hubungan dengan Felix dan Sherin itu adalah anak kandungnya. Semua cerita tentang kamu yang diperkosa di sebuah tempat hiburan malam dan kamu yang tidak mengetahui siapa orang yang melakukannya. Semua itu hanya sebuah kebohongan?" ucap Sarah.


Ajeng menunduk dengan tangan yang saling bertaut. Dia juga tidak bisa menyembunyikan apapun sekarang ini, karena Kakaknya juga sudah mengetahui semuanya. Tidak bisa berkata apa-apa lagi, membuat Ajeng hanya menghambur ke pelukan Kakaknya.


Sarah menghembuskan nafas kasar sambil memejamkan matanya. Seolah dia merasakan apa yang adiknya ini rasakan saat ini. Sarah mengelus punggung Ajeng dengan lembut. Dia berpikir jika keluarganya ini sudah damai dan berpikir Ayahnya memang sudah berubah. Tapi ternyata Ayahnya masih menjadi sosok orang tua yang mengekang anaknya hanya demi kebaikannya sendiri.


"Dek, kenapa kamu tidak pernah bilang sama Kakak kalau Papi juga melakukan hal yang sama padamu. Kakak kira Papi tidak pernah mengekang kamu dalam hal apapun, termasuk dalam kisah cinta kamu ini"


Putri Ajeng hanya menangis mendengar itu, entah bagaimana dia harus menjelaskan semuanya.Tentang perasaannya yang hancur. "Papi tidak pernah setuju dengan hubungan aku dan Felix, hingga kami harus berpisah dan Felix juga harus menerima perjodohan dari orang tuanya. Kakak tahu sendiri kalau Papi dan keluarga Felix memang bersaing dalam bisnis sejak dulu. Hal itu yang membuat Papi tidak suka aku berhubungan dengan Felix"


"Sekarang kamu tenang saja, Kakak akan coba berbicara dengan Papi. Sekarang sudah saatnya kamu menentukan pilihan kamu sendiri. Lagian jika Felix bisa kembali denganmu, itu artinya kamu akan bisa memberikan orang tua yang lengkap untuk Sherin"


Ajeng menggeleng pelan, karena dia tidak yakin dengan ucapan Sarah barusan. "Tidak mungkin Kak, Felix juga sudah menikah"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2