
Suasana gedung yang terlihat ramai, hilir mudik orang-orang yang berlalu lalang. Sebuah pelaminan dengan hiasan bunga dan pernak-pernik lainnya. Terlihat gurat bahagia di wajah setiap orang yang hadir disini. Sarah masih tidak menyangka akan bisa bersanding di pelaminan bersama dengan Keanu, pria yang dia cintai dalam diam selama ini.
"Rasanya masih seperti mimpi, aku bisa berada disini bersama denganmu" bisik Sarah pada suaminya
Keanu tersenyum, dia juga merasa tidak percaya jika saat ini dirinya sedang berada di sebuah pelaminan bersama dengan Sarah. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika sekarang dia menikah dengan Sarah, teman kuliah yang pada awalnya tidak pernah dia pikirkan akan jatuh cinta padanya.
"Aku mencintaimu"
Sarah hanya tersenyum, dia menyalami beberapa orang yang datang untuk mengucapkan selamat padanya. Rasa bahagia yang tidak pernah dirasakan Keanu sebelumnya.
Yara dan Fadil yang juga baru sampai di tempat acara. Mereka juga ikut bahagia dengan pernikahan Sarah dan Keanu yang tidak mereka duga sebelumnya.
"Selamat ya Kak Sarah dan Mas Keanu, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia"
Sarah memeluk Yara, dia begitu tenang sekarang karena sudah bisa menjalani hidup dengan Yara dan tidak lagi ada perselisihan diantara mereka. Meski sebelumnya Sarah pernah tidak suka pada Yara, hanya karena dia merasa Yara telah merebut Keanu darinya yang selama ini menjadi cinta pertamanya. Namun ternyata Sarah salah, karena memang dia yang terpengaruh oleh adiknya hingga membenci Yara yang sebenarnya adalah korban keegoisan adiknya.
"Terima kasih karena sudah memaafkan aku, Yara"
"Iya Kak, aku juga tidak bisa marah sama Kakak. Karena Kakak juga yang telah banyak membantu aku"
Cukup lama Yara bekerja dengan Sarah, hingga mereka menjadi dekat. Namun semuanya kacau ketika Putri Ajeng menikah dengan Fadil dan malah mempengaruhi Sarah untuk ikut membenci Yara.
Yara dan Fadil turun dari atas pelaminan, menuju meja bundar di pojok ruangan dengan. "Sayangku tunggu disini ya, aku ambilkan makanan untuk kamu"
Yara mengangguk, dia menatap Fadil yang berlalu dari hadapannya. Yara kembali tersenyum ketika dia mengingat apa yang telah dilaluinya selama ini. Tentang Fadil yang pernah mengkhianati cinta mereka, hingga akhirnya sekarang keduanya bisa kembali bersama atas takdir Tuhan.
"Hai Yara"
Deg..
__ADS_1
Yara terdiam saat melihat Putri Ajeng yang menarik kursi di depannya dan duduk disana. "Ha-hai.. Ada apa Putri Ajeng?"
Sungguh, Yara benar-benar merasa cemas sekarang. Mengingat apa yang terakhir kali di lakukan Putri Ajeng padanya, tentu Yara tidak akan bisa melupakan kejadian itu begitu saja. Kejadian itu sangat membekas dalam ingatannya.
Putri Ajeng tersenyum pada Yara, namun senyumannya itu malah semakin membuat Yara gelisah. "Kenapa kamu terlihat takut begitu? Tenang saja kali, lagian aku juga tidak akan mungkin melakukan hal yang tidak baik di acara pernikahan Kakakku"
Ucapan Putri Ajeng itu malah semakin membuat Yara ketakutan. Tentu saja dia tidak menganggap jika ucapan Putri Ajeng hanya sebuah ucapan biasa. Tentu ada maksud tertentu di balik ucapan itu.
"Kamu tenang saja Yara, aku tidak akan merebut Fadil dari kamu selama Fadil sendiri yang tidak datang kembali padaku. Karena dulu saja, dia sendiri yang datang padaku"
Yara terdiam mendengar ucapan Putri Ajeng barusan. Memang Fadil yang memberi celah untuk Putri Ajeng masuk ke dalam kisah mereka. Karena tidak mungkin Ajeng bisa masuk begitu saja dalam hubungan mereka, jika dia tidak di beri celah oleh Fadil.
"Tapi Ajeng, sekarang aku dan Fadil sudah menikah. Tidak mungkin Fadil akan mengkhianati aku lagi"
Putri Ajeng tertawa kecil mendengar ucapan Yara barusan, merasa lucu dengan pemikiran Yara itu. "Saat dia kembali padamu, dia juga sudah menikah denganku. Bahkan kamu sudah mempunyai anak. Sama sekali tidak ada halangan untuk dia kembali lagi padamu 'kan?"
Yara terdiam mendengar itu, memang benar apa yang di ucapkan oleh Putri Ajeng barusan. Namun dia tahu jika Fadil pastinya tidak akan pernah melakukan hal yang sama, karena dia sudah berjanji pada Yara seperti itu.
Putri Ajeng berdiri dengan santai dan tersenyum pada Fadil. "Aku tidak melakukan apa-apa, hanya menyapa Yara saja"
Putri Ajeng berlalu dari hadapan Fadil dan Yara, membuat Fadil langsung duduk di samping Yara dan menyimpan makanan di atas meja.
"Apa yang dia lakukan atau yang dia bicarakan sama kamu?"
Yara meraih tangan Fadil di atas meja, dia menggenggamnya dengan lembut. "Bukan apa-apa, dia hanya mencoba mempengaruhi aku untuk terus curiga sama kamu. Tapi kamu tenang saja, karena aku akan selalu percaya sama kamu"
Yara mengecup telapak tangan Fadil dengan lembut. Meski Putri Ajeng terus berusaha agar Yara berpikir yang tidak-tidak tentang Fadil dan dia yang terus merasa curiga pada suaminya itu. Namun. Yara tetap percaya dengan Fadil. Karena suaminya sudah menunjukan bagaimana ketulusan dia saat Fadil kembali lagi pada Yara.
"Terima kasih ya, karena kamu percaya padaku. Aku janji tidak akan pernah merusak kepercayaan kamu lagi"
__ADS_1
######
Kembali pada sepasang pengantin yang baru saja selesai dengan serangkaian acara. Sarah sudah selesai mandi dan langsung melihat keadaan Sherin. Seharian ini anak itu bersama dengan pengsauhnya. Sarah sudah merindukan keponakannya itu.
"Dia bagus makannya hari ini, Mbak?" tanya Sarah pada pengasuh Sherin.
"Iya Nona, seperti biasa makannya selalu bagus"
Sarah mengangguk, dia menatap Sherin yang sudah terlelap di dalam box bayi. Sepertinya Sarah datang di waktu yang kurang tepat, karena ternyata Sherin sudah terlelap.
"Oh ya Nona, tadi Nona Ajeng tiab-tiba saja mau menggendong Sherin dan mengajaknya bermain"
Sarah langsung menoleh ke arah pengasuh Sherin, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan olehnya.
"Yang bener Mbak?"
"Iya, bahkan dia menggendong Sherin cukup lama"
Sarah terdiam dengan senyuman tipis, dia berharap adiknya itu bisa benar-benar berubah dan bisa menerima kehadiran Sherin dalam hidupnya.
"Sayang..."
Sarah menoleh ketika suaminya muncul di ambang pintu kamar. Sarah mengerti jika malam ini akan menjadi malam yang indah untuk mereka berdua. Jadi, dia segera berpamitan pada pengasuhnya Sherin.
Sarah dan Keanu masuk ke dalam kamar mareka. Keanu mendorong pelan tubuh Sarah hingga istrinya itu jatuh terduduk di atas tempat tidur.
Dia mulai naik dan merangkak di atas tubuh istrinya. "Sarah izinkan aku melakukannya sekarang"
"Tentu Mas, lakukanlah"
__ADS_1
Dan malam ini menjadi malam panjang yang indah untuk mereka berdua.
Bersambung