Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
FY (Fadil Dan Yara)


__ADS_3

Yara berjalan ke arah kamar mandi dengan sedikit lesu. Bagaimana tidak, dia kembali di serang oleh suaminya setelah menjelang pagi. Fadil benar-benar tidak mempunyai rasa lelah sepertinya.


Padahal hanya sebentar saja kami tidak melakukannya. Kenapa dia bisa berubah jadi ganas begitu ya.


Yara masih tidak percaya bagaimana Fadil yang seolah sudah sangat lama sekali tidaK melakukan hal itu bersama dengan Yara, hingga dia tidak bersabar untuk menyerang Yara.


Yara berendam di dalam bak mandi dengan nyaman, sampai suara gedoran di pintu membuat dia terlonjak kaget. Yara menoleh ke arah pintu yang masih terdengar gedoran dari sana.


"Sayang, kenapa mengunci pintu? Kamu sedang apa di dalam?"


"Aku sedang mandi, kamu baru bangun ya. Tunggu sebentar saja, aku akan segera selesai"


Ketukan di pintu tidak juga berhenti meski Yara sudah mengatakan itu. Sepertinya Fadil memang tidak berhenti untuk mengetuk pintu.


"Kenapa harus mengunci pintu?"


Yara terdiam, dia mengerutkan keningnya dengan bingung. Yara tidak mengerti kenapa Fadil bertanya seperti itu, karena memang sudah biasanya Yara akan mengunci pintu jika sedang berada di dalam kamar mandi. Lalu, kenapa sekarang Fadil malah bertanya seperti itu.


"Memangnya kenapa? Aku 'kan memang suka mengunci pintu, kamu bebelet ya, sebentar ya aku sudah selesai kok"


Yara menyudahi berendamnya, dia membersihkan tubuhnya dari busa sabun yang menempel. Lalu segera memakai handuk dan keluar dari kamar mandi. Sedikit terkejut saat melihat suaminya yang berdiri di depan pintu kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benang pun.


"Sayang, kamu pakai piyama kek. Kenapa harus tidak memakai apa-apa"


Yara benar-benar kaget melihat penampilan suaminya. Dia menundukan wajahnya karena dan segera pergi dari hadapan suaminya. Malu sendiri ketika dia kembali melihat belalai suaminya.


"Lain kali kalau sedang di kamar mandi, tidak usah mengunci pintu. Kita sudah menikah, jadi tidak masalah untuk mandi bersama"


Yara terdiam di depan lemari yang terbuka, dia sedang memilih baju untuk dirinya sendiri. "Ternyata itu loh yang dia mau, pantas saja wajahnya cemberut seperti itu"

__ADS_1


Yara menggelengkan kepalanya pelan, terkadang dia merasa heran dan sulit percaya dengan sikap suaminya ini. Fadil yang sekarang terlihat lebih bucin, bahkan tidak mau jauh sedikit saja dengan Yara.


"Dia memang ada-ada saja deh. Mau mandi bersama saja harus banyak drama"


Yara segera memakai pakaiannya, lalu dia keluar kamar untuk menyiakan sarapan. Dirinya sudah sembuh, dan sekarang sudah bisa membuat makanan untuk suaminya tanpa omelan Fadil yang selalu melarangnya, karena takut jika Yara akan kecapean.


Yara menyentuh kepalanya yang masih menggunakan penutup kepala. Tentu dia merindukan dirinya dengan rambut yang panjang. Setidaknya tidak botak seperti ini, sekarang Yara tidak mempunyai rambut lagi. Masih beruntung Fadil tidak merasa jijik padanya di malam pertama mereka tadi malam dengan keadaan Yara yang seperti ini.


"Sayangku.."


Yara berbalik, dia menatap suaminya yang berjalan ke arahnya setelah selesai mandi dan berganti pakaian. "Kamu sudah mandinya, aku lagi masak buat kita makan. Tunggu sebentar ya"


"Kenapa kamu masak sendiri, kan masih ada Mbak pelayan"


Yara menoleh dan tersenyum pada Fadil yang sedang duduk di kursi meja makan. "Aku sudah sehat, jadi untuk memasak saja aku bisa lakukan sendiri kok"


Yara mengerutkan keningnya mendengar itu. Dia mematikan keran di wastafell, lalu berbalik untuk menatap suaminya tanpa melepaskan tangan Fadil yang melingkar di tubuhnya.


"Kamu gak mau bilang kalau ternyata kamu masih belum berpisah dengan Putri Ajeng, atau mungkin kamu sudah mempunyai wanita lain yang kamu cintai?"


Entah kenapa Yara malah berpikir seperti itu, mengingat apa yang pernah terjadi diantara dirinya dan Fadil selama hubungannya ini. Yara takut jika Fadil akan kembali berpaling darinya, sementara dia sudah menikah dengannya. Bagaimana Yara akan bisa terlepas dari Fadil jika benar Fadil telah kembali berselingkuh darinya.


Fadil mengelus kepala istrinya, mencium seluruh bagian wajah istrinya itu, berakhir cukup lama di bagian bibir. "Apa kamu masih takut kalau aku mengulangi kesalahan itu lagi? Sayang, aku tidak akan pernah mengulangi apa yang telah membuat aku menyesal. Ada hal yang ingin aku tunjukan padamu, tapi bukan itu. Tentang kehidupan aku selama ini. Sejak kepergian kamu saat itu"


Yara semakin bingung dengan ucapan Fadil barusan, namun dia tidak banyak bertanya. Dia melanjutkan memasaknya agar bisa segera pergi ke suatu tempat yang di bicarakan oleh Fadil.


######


Yara terdiam ketika mobil suaminya berhenti di depan sebuah perusahaan. Perusahaan dengan nama FY Company. Yara menoleh pada Fadil yang duduk di belakang kemudi.

__ADS_1


"Fadil, ini maksudnya apa? Perusahaan siapa ini?"


"Gak akan aku jelasin kalau manggilnya seperti itu"


Yara sedikit kaget mendengar nada ketus Fadil, padahal dia bertanya dengan baik sampai Yara mengingat panggilannya pada Fadil barusan. Yara menghembuskan nafas pelan.


"Sayang, kenapa kita datang kesini?"


"Ini adalah perusahaan aku, perusahaan yang aku bangun saat aku masih bersama dengan Ajeng. Ketika aku mulai sadar tentang Putri Ajeng dan keluarganya yang tidak pernah menghargai aku. Dan aku yang mulai menyesali perbuatan aku padamu. Aku yang sadar jika hanya kamu yang paling berharga untuk aku"


Fadil menceritakan secara detail bagaimana perusahaan ini berdiri. FY adalah singkatan dari nama keduanya. Fadil dan Yara. Perusahaan ini adalah bukti tentang kisah cinta keduanya yang tidak akan pernah terpisahkan meski badai menerjang.


"Ayo kita masuk ke dalam perusahaan ini"


Yara mengangguk, dia keluar dari mobil suaminya. Berjalan dengan di tuntun oleh suaminya. "Perusahaannya masih kecil, tapi aku yakin dengan kemampuan aku, pasti bisa memajukan perusahaan ini"


Yara tersenyum, dia meralngkul lengan suaminya. Tentu saja dia tahu bagaimana Fadil yang selalu bekerja keras untuk mewujudkan keinginannya. "Aku yakin kamu akan bisa sukses lebih dari ini. Aku tahu bagaimana kamu yang selalu bekerja keras dalam hal apapun"


Fadil mengumpulkan karyawannya dan memperkenalkan Yara dengan bangga pada mereka semua. Yara hanya tersenyum dan mengangguk pada semua karyawan Fadil di perusahaan ini. Karena Yara yang merasa malu dengan keadaannya saat ini, pasti semua orang akan merasa aneh ketika melihat Fadil yang membawa wanita seperti Yara yang masih terlihat beberapa bekas penyakit yang menyerang tubuhnya itu.


Ketika sudah di dalam lift, Fadil langsung menatap istrinya dengan wajah yang dingin. "Kenapa kamu diam saja tadi?"


"Aku hanya malu saja, kamu lihat mereka semua cantik dan putih. Sekarang kulitku berubah kusam karena pengobatan Radioterapi"


Efek samping jangka pendek yang akan di alami pasien setelah melakukan pengobatan Radioterapi. Mual dan muntah. Rambut perlahan rontok pada area radiasi.Kulit menjadi kusam akibat paparan radiasi.Merasa lemas Penurunan nafsu makan.


Penjelasan Dokter saat itu jelas masih teringat di benak Yara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2